
Natasha langsung menemui orang orang suruhannya di sebuah gudang tua milik keluarganya yang sudah terbengkalai dan tidak terpakai lagi. udara yang menguar di dalam gudang tersebut sangat pengap, lembab.
Natasha mengamati dengan saksama kelima cowok garang yang ada di hadapannya "dasar bodoh! menangkap dan menculik dua gadis ingusan aja nggak becus! percuma kalian besarkan otot kalian dan memanjangkan rambut kalian, cih!"
Pemimpin dari kelompok preman itu pun angkat bicara "kedua gadis itu sangat jago bela diri, nona. Mereka bukan gadis biasa"
Plaaakkkk!! Natasha langsung menampar pimpinan kelompok preman itu "Cih! aku nggak percaya kalau dua orang cewek bisa mengalahkan keenam preman macam kalian, itu alasanmu saja kan!?" pekik Natasha penuh amarah.
Pemimpin kelompok preman itu merasa terhina mendapat tamparan dari Natasha. Nalurinya sebagai cowok tulen merasa terinjak injak harga dirinya mendapat tamparan dari seorang cewek dan secara spontan dia melangkah maju hendak membalas perlakuannya Natasha tapi kelima pengawalnya Natasha langsung menghadangnya. Ciutlah nyali pemimpin preman tersebut.
"Jangan merendahkan orang lain, nona!" pemimpin preman itu mendesis dengan sorot mata tajam dan mendengus kesal ke arah Natasha.
"Berapa jumlah kalian semua, bukankan ada enam orang?" Natasha langsung berucap dan mengabaikan komentar si pemimpin preman itu.
"Ada enam nona, anda benar kami sebenarnya berenam" sahut salah satu dari gerombolan preman itu.
"Kenapa hanya ada lima orang nih, mana yang satunya?" tanya Natasha.
"Kami juga tidak tahu nona. Teman kami menghilang tanpa jejak" kata si pemimpin.
"Shit! jangan jangan dia melarikan diri dan menyerahkan diri ke polisi?" Natasha mulai mengacak acak rambutnya dan berjalan mondar mandir karena, gusar.
"Saya yakin teman kami bukanlah seorang pengecut dan tidak akan mengkhianati kami" kata si pemimpin.
"Cari teman kalian itu! cari sampai ketemu! dan bawa di hadapanku kalau kalian sudah menemukannya" Setelah berucap, Natasha langsung memutar badan dan meninggalkan kelompok preman bayarannya.
Beberapa langkah kemudian Natasha menoleh ke belakang dan kembali berucap "aku akan hubungi kalian lagi kalau ada rencana baru, dan aku harap kalian tidak mengecewakanku pagi" Natasha menyeringai dan melangkah pergi meninggalkan para preman itu.
Setelah selesai memimpin rapat, Moses Elruno langsung mengirim pesan text ke Pramono kalau nanti malam dia ingin melakukan panggilan VC ke Pramono, dia ingin menginterogasi preman yang telah berhasil ditangkap oleh Pramono. Pramono langsung mengiyakan permintaan tuan besarnya.
Moses mendongakkan wajahnya dari layar ponselnya dan mendapati Raja masih duduk dengan kaki jegang, Raja masih berada di dalam ruang rapat, dia mengangkat kaki kanannya dan menaruh kaki itu di atas pahanya sehingga dia bisa memainkan gelang kakinya sembari melamun. Moses memperhatikan tingkah lakunya Raja dan papanya Chery itu pun langsung mengerutkan dahinya.
"Apa yang ada di pergelangan kaki kamu itu?" tanya Moses heran.
Raja langsung menoleh ke Moses dan berkata "aaahh ini gelang kaki om. Saya sama Chery membeli gelang kaki berpasangan untuk kami pakai"
"Kenapa gelang kaki?" Moses melangkah mendekati Raja dan duduk di kursi yang berada di sampingnya Raja.
Raja langsung menurunkan kakinya dan berucap "Karena gelang kaki yang berpasangan, mengandung filosofi yang saya suka. Konon pasangan yang memakai gelang kaki tidak akan terpisahkan, dan jikalau terpisahkan maka akan dipertemukan kembali, om" kata Raja sambil menoleh ke Moses.
"Kok diturunkan? angkat lagi, aku mau lihat gelang kakinya?" pinta Moses.
Raja tersenyum kemudian bangkit dan jongkok. Cowok keren kekasihnya Chery itu pun kemudian melepas gelang kakinya sambil berucap "kalau saya angkat kaki saya di depannya om, kan nggak sopan, maka saya lepas saja gelang kakinya"
Setelah melepas gelang kakinya, dia serahkan gelang tersebut ke Moses.
__ADS_1
Moses memegang gelang kaki itu dan mengamatinya dengan saksama lalu berkomentar "apa ini perak asli?"
"Kata penjualnya sih begitu, om" jawab Raja.
"Kenapa bentuknya bintang?" tanya Moses mulai kumat ceriwisnya.
Raja langsung mengelus elus tengkuknya karena, malu dan akhirnya dia menjawab "ya karena bagi Raja, Chery itu bagai bintang di hidupnya Raja, memberikan sinarnya di kegelapan malam, artinya, Chery selalu memberikan Raja semangat baru dan harapan baru di hidupnya Raja bagai sebuah bintang bagi malamnya, heeee, ya kurang lebih begitu om, heeee" Raja kemudian melempar senyumnya ke Moses.
"Waahh kamu romantis juga ternyata ya, hahahaha, om suka, om suka, hahaha" Moses berkata sambil menepuk nepuk pundaknya Raja. Kemudian kembali berucap "apa ada yang bentuknya capung atau kura kura?" tanya Moses.
"Ada om, tapi sudah laku apa belum, Raja nggak tahu" kata Raja.
"Ayok antarkan aku ke sana sekarang!" Moses langsung menarik tangannya Raja untuk bangkit.
Ray yang hendak masuk ke dalam ruang rapat sehabis mengantarkan para klien keluar kantor, terpaksa keluar lagi dan langsung mengikuti langkahnya Moses dan Raja dengan tergopoh gopoh sambil bertanya "tuan, mau ke mana?"
"Sudah ikut aja!" kata Moses sambil terus menarik tangannya Raja.
Raja menoleh ke Ray dan meringis. Ray hanya bisa menggeleng nggelengkan kepalanya.
Hadeeehhh kumat nih, penyakit semau guenya tuan Moses Elruno. Batin Ray.
Sesampainya di toko souvenir tempat Chery dan Raja berbelanja beberapa hari yang lalu, Moses langsung menuju ke etalase yang memajang berbagai model dan bentuk gelang kaki. Matanya langsung membulat sempurna dan berbinar indah ketika menemukan sepasang gelang kaki berbentuk capung.
"oke mister" sahut si pemilik toko.
"Tuan, untuk apa beli gelang kaki berpasangan?" tanya Ray heran.
"Kamu harus beli juga Ray! bagus filosofinya, kalau kamu beli gelang kaki dan memakainya dengan pasanganmu maka kalian tidak akan terpisahkan, ayok pilih dan beli Ray!" kata Moses sambil terus mengumbar senyum lebar di wajah tampannya.
"Aaahhh, tapi itu untuk anak muda, tuan. kita mana pantas pakai begituan?" kata Ray.
Moses langsung melotot ke Ray "siapa bilang kita tua? kita masih muda, Ray. Dan siapa yang bilang kita nggak pantas memakai gelang kaki?"
"Aaahhh, iya anda masih muda dan pantas memakainya, tuan. Tetapi, saya nggak usah saja tuan, heeeee"
"Terserahlah! aku kasih saran kok ngeyel" kata Moses sambil meninggalkan kasir dan menenteng paper bag yang berisi gelang kaki couple pilihannya.
Hadeeeh tuan, kalau saya beli benda couple untuk Delia, saya bisa diketawain Delia habis habisan. Batin Ray.
Raja melihat mimik wajah Moses dan Ray yang bertolak belakang, hanya bisa menghela napas panjang dan mengulum bibir menahan tawa.
"Raja terima kasih ya, udah kasih ke om ide romantis kayak gini, heeee. Om suka"
__ADS_1
"Sama sama om" kata Raja sembari memakai kembali gelang kakinya di dalam mobil yang tengah dikemudikan oleh Ray.
"Kamu kok nggak beli apa apa tadi? benda couple untuk Delia?" tanya Moses.
"Heeee, Delia nggak suka pakai barang berpasangan, tuan. Lucu katanya" jawab Ray.
"Cih! yang lucu tuh Delia. Mana ada pakai barang couple-an kok lucu yang ada tuh romantis, iya kan Raja?" kata Moses mulai mendengus kesal.
"Iya tuan, memang Delia kan dari dulu tuh lucu dan unik, heeee" kata Ray.
"Hahaha, iya juga ya" kata Moses.
Raja pun langsung tersenyum geli mendengar celotehannya Moses dan Ray.
Moses kemudian berucap "Raja kamu nanti mendampingi om, ya? kita akan melakukan interogasi ke salah satu preman yang tadi menghadang Chery dan Celyn"
"Baik om! syukurlah kalau om sudah berhasil menangkap salah satu dari preman itu" kata Raja.
"Iya, dan kita akan paksa dia membuka mulut untuk mengatakan siapa yang menyuruh dia" kata Moses.
"Kita ke mana nih tuan?" tanya Ray.
"Ke rumahnya Alfa aja sekalian makan siang, aku mau ikutan makan makanan kukusnya Alfa, heeee"
"Baik tuan" kata Ray.
Mereka akhirnya sampai di rumahnya Alfa dan langsung ikut bergabung makan siang dengan keluarga kecilnya Alfa.
Setelah selesai makan siang, Moses meminta tolong ke Alfa untuk melakukan sambungan telepon di ruang kerjanya Alfa. Alfa pun mengijinkannya dan berucap "pakailah ruang kerjaku, tapi aku nggak bisa temani kalian, aku harus balik lagi ke rumah sakit"
Moses menjawab "oke brother ati ati dan terima kasih ya"
Alfa tersenyum dan memutar badan meninggalkan Moses, Raja, dan Ray di ruang kerjanya.
Pramono menerima panggilan VC dari Moses. Moses menatap wajahnya Pramono yang nampak di layar televisi LED super besar miliknya Alfa yang terpasang di tembok ruang kerjanya Alfa.
"Mana dia? preman tengik itu?" tanya Moses.
Pramono langsung mengarahkan layar ponselnya ke wajah si preman yang masih tertutup matanya.
"Buka tutup matanya! biar dia bisa melihat, siapa itu Moses Elruno" kata Moses.
Pramono langsung membuka penutup mata yang menempel di mata preman itu.
Preman itu mengerjap ngerjapkan matanya dan menggeleng nggelengkan matanya, kemudian mengernyit menatap layar ponsel yang ada didepannya.
__ADS_1
"Berani benar kau menghadang kedua putriku" Moses mulai menggeram kesal.