My Cute Nanny

My Cute Nanny
Ancaman Natasha


__ADS_3

Keeesokan harinya seperti biasa, Raja mengantarkan Chery, Celyn dan Elmo ke sekolah. Tapi kali ini Raja ikutan turun dari mobilnya.


Elmo langsung berlari masuk mengejar salah satu teman sekelasnya setelah mengucapkan terima kasih ke Raja, Elmo langsung membahas tugas kelompoknya dengan temannya itu. Celyn dihampiri Gideon. Ada yang ingin Gideon sampaikan ke Celyn. Tinggal lah Chery dan Raja berdua.


Raja meraih tangannya Chery, untuk dia genggam lalu mengajak Chery untuk melangkah ke dalam gedung sekolah.


"Kelas kamu di mana?" tanya Raja.


"Di lantai tiga, kak" kata Chery.


"Oke, kakak akan antar sampai di depan kelas" kata Raja sambil terus menggenggam tangannya Chery.


"Nggak usah, kak! nanti kakak telat ke kantor" kata Chery


"Masih ada banyak waktu" kata Raja sambil mencium tangannya Chery yang masih terus dia genggam.


Wajah Chery langsung terasa panas dan tersipu malu merasakan tangannya terus digenggam Raja dan bahkan barusan dicium sama Raja.


Raja melirik Chery dan tersenyum penuh cinta lalu berucap "rasanya kakak pengen jalan bergandengan tangan terus kayak gini sama kamu, pengen jalan berdua kayak gini lebih jauh lagi"


Chery langsung menepuk pelan pundaknya Raja dan Raja langsung tersenyum penuh cinta melirik Chery.


Mereka naik dan sampailah mereka di depan kelasnya Chery. Karena mereka datang pagi, baru ada tiga orang siswa termasuk Chery yang datang.


Kedua teman ceweknya chery yang ada di dalam langsung mengucapkan selamat pagi ke Chery, Chery tersenyum dan membalas sapaannya mereka. Salah satu dari teman sekelasnya Chery langsung pergi keluar kelas untuk ke kantin, sarapan. Yang satu lagi melanjutkan belajar persiapan untuk ulangan matematika, di hari itu.


"Lho! ini dulu ruang kelasnya kakak" kata Raja lirih, takut mengganggu tekan sekelasnya Chery yang sedang belajar.


"Serius kak? beneran?" Chery menoleh ke Raja dengan mimik wajah yang begitu cantik dan menggemaskan.


Raja langsung terpesona dan berbisik "kamu jangan pasang wajah menggemaskan seperti ini sayang, kakak jadi pengen mencium kamu"


Chery langsung mencubit mesra pinggangnya Raja.


Raja mengelus pinggangnya dan meringis. Cowok ganteng itu mengantarkan Chery sampai di bangkunya Chery. Lalu mantan pebasket terkenal di sekolahan itu melepaskan genggaman tangannya dan melangkah maju, dia tersenyum ke Chery dan berkata "ini dulu bangkunya kakak. Kakak suka duduk di bangku paling depan biar bisa konsentrasi penuh, heeee"


Chery melangkah mendekati Raja "kalau kita sekelas sekarang ini, kita cuma berjarak satu bangku ya kak, aahh, so sweet" kata Chery dengan mimik menggemaskannya lagi. Saat teman sekelasnya Chery keluar dari kelas untuk membeli minum dan ruang kelasnya Chery kosong, Raja nekat mencium pipinya Chery.


"Kak, kalau ada yang lihat gimana" kata Chery sambil tersipu malu.


Raja kemudian memencet mesra hidungnya Chery "habisnya kamu tuh menggemaskan"


Chery mengerucutkan bibirnya dan mengelus hidungnya setelah Raja melepaskan tangannya dari atas hidungnya Chery.


Raja tersenyum penuh cinta menatap wajah cantiknya Chery.

__ADS_1


"Chery cantik, selamat pagi" kata Seorang cowok teman sekelasnya Chery yang baru saja masuk ke kelas itu dan menaruh tas dia di bangkunya.


"Selamat pagi, Jay" sahut Chery.


"Berani benar dia bilang cantik ke kamu" Raja langsung mengeraskan bibirnya dan menautkan alisnya ketika melihat cowok itu melangkah, mendekat ke Raja dan Chery.


"Chery, nanti jadi kan kita belajar kelompok di rumahku, Rosa, Fery dan Dona, sudah oke" kata Jay.


"Chery nggak bisa" Raja langsung menjawab pertanyannya Jay.


"Anda kakaknya Chery ya, kak Raja, bukan? pemain basket yang legend banget di sini, saya penggemarnya kakak. Jay juga memiliki posisi yang sama lho dengan kak Raja, Jay juga kapten tim basket di sini dan Jay sangat mengagumi kakak. Dari SD, Jay sering lihat pertandingan basketnya kakak" kata Jay sambil mengulurkan tangannya ke Raja.


Raja membalas uluran tangannya Jay dan berkata "Terima kasih. Tapi aku bukan kakaknya Chery, aku calon suaminya Chery, jangan macam macam kamu sama Chery!"


Yaaahhh, gagal dong rencanaku untuk nembak Chery nanti pas usai belajar kelompok. Chery ternyata sudah punya calon suami yang keren dan ganteng banget. Batin Jay.


"Aaahh, hahaha, iya kak Raja. Saya nggak akan macam macam sama Chery. Tapi nanti kamu datang kan Chery? kita butuh bimbinganmu, kamu kan anak cerdas dan paling pintar di kelas unggulan ini, kami butuh ajaranmu biar kami bisa mengejar ketertinggalan kami, please datang ya?" tanya Jay.


Chery menoleh ke Raja "biasanya mama mengijinkan tapi mama antar Chery terus nungguin di dalam sampai selesai sambil mengobrol dengan mamanya Jay"


"Baiklah! kakak akan antar kamu dan kakak tungguin nanti sampai selesai" kata Raja sambil mengusap mesra kepalanya Chery. "kakak tinggal dulu ya"


"Iya" Chery tersenyum dan mencium punggung tangannya Raja.


Aaahh hatiku sakit nih melihat kemesraannya mereka. Batin Jay.


"Iya kak baik! Jay nggak akan ganggu calon istrinya kak Raja" Kata Jay sambil tersenyum lebar ke Raja.


Raja sampai di dalam kantornya dan langsung disibukkan dengan pekerjaannya yang super banyak dan lumayan membuatnya pusing.


Jam makan siang tiba Raja membuka bekal nasi goreng yang dimasak sendiri oleh Chery. Raja mencicipinya dan langsung tersenyum "enak juga" gumam Raja. Raja semakin mengagumi dan memcintai Chery karena, demi dia, Chery rela bangun pagi pagi dan memasak bekal untuk dia. "aku jadi kangen kamu nih" kata Raja pada dirinya sendiri, sambil terus menyendok nasi goreng masakan dari kekasih tercintanya itu.


Tiba tiba pintu ruang kerjanya diketuk seseorang. Raja berucap "masuk"


Pintu terbuka dan tersenyumlah Natasha. Natasha masuk sambil menenteng sebuah rantang mahal bermerk.


Raja tidak beranjak dari bangku kerjanya. Natasha kalau duduk di depan meja kerjanya Raja dan menaruh rantangnya di atas meja. Natasha mulai membuka satu persatu rantang yang dia bawa, ada nasi putih, udang asam manis, balado telur, ca brokoli, dan buah anggur.


Natasha kemudian mengambil nasi goreng yang hampir habis yang ada di depannya Raja dengan santainya dan berucap "nasi goreng nggak sehat, aku sudah bawakan makan siang penuh gizi nih, buat kamu"


Raja langsung menarik kembali nasi goreng dari tangannya Natasha dan berkata "lancang kau! aku hanya mau makan nasi goreng ini, nggak mau yang lain, bawa pulang lagi semua makanan kamu ini!" kata Raja sambil kembali memakan nasi gorengnya sampai habis tanpa menggubris Natasha. Lalu dia memasukkan kembali tempat makan yang telah kosong ke dalam tas selempangnya sambil menatap Natasha "ngapain kamu ke sini?"


Natasha tersenyum dan menatap Raja. Sedari tadi dia diam mematung menunggu sampai Raja selesai memakan nasi gorengnya lalu berucap "udah habis kan nasi goreng kamu, sekarang kita makan bareng ya, makanan yang aku bawakan ini?"


Raja menatap tajam ke Natasha "aku bilang nggak mau! kenapa kamu ke sini? dari mana kamu tahu aku kerja di sini? dan aku juga mau tanya ke kamu, ngapain kamu kemarin sore, ke rumahnya Chery, sendirian?"

__ADS_1


"Kamu makan dulu makanan yang aku bawakan ini, baru aku jawab pertanyaan kamu" kata Natasha sambil tersenyum.


"Cih! kalau nggak mau jawab, mending kamu keluar! aku sibuk" kata Raja tegas.


"Raja kamu kok tega sih? aku nggak kenal kamu lagi, mana Raja sahabatku yang lembut dan baik hati?" tanya Natasha sambil memasang mimik sedih mencoba menarik simpatinya Raja.


Raja berucap sembari menatap berkas berkasnya "aku juga nggak kenal kamu lagi. Sahabatku Natasha yang di Amerika beda dengan Natasha yang ada di sini"


Natasha mendengus kesal dan mulai menumpuk lagi rantang rantangnya kemudian dia berkata "oke aku jawab pertanyaannya kamu. Aku tahu kamu bekerja di sini dari mama kamu kemarin, terus aku ke sini karena, aku perhatian sama kamu. Kamu kan punya penyakit maag yang lumayan parah, aku nggak ingin kamu terlambat makan dan jatuh sakit. Terus kenapa aku ke rumahnya Chery kemarin, ya karena aku ingin bertemu dengan Chery dan mengenalnya, puas kamu sekarang?"


"Kenapa kamu nggak bilang kalau kamu pengen kenal dan pengen bertemu dengan Chery? dan pergi ke rumahnya Chery sendirian tanpa mengajak aku? Kamu belum pernah bertemu dengan Chery dan nggak kenal Chery, lalu pergi sendiri ke rumahnya Chery tanpa aku, bukankah itu aneh? apa tujuan kamu sebenarnya?" Raja mulai melepaskan berkasnya dan bersedekap menatap tajam ke Natasha.


Natasha mulai merasa gugup melihat tatapan tajamnya Raja.


"Ya....i...itu karena......kamu sibuk dan aku nggak mau mengganggu kamu" kata Natasha. "kalau aneh kenapa aneh? aku terbiasa sendiri dan melakukan apapun secara mandiri jadi kalau aku pergi ke rumahnya Chery sendirian kamu anggap aneh?"


Raja menghela napas panjang dan berucap


"Aku dan Chery sudah jadian. Kalau kamu ingin mengenal Chery, katakan kapan waktunya dan di mana tempatnya, aku akan bawa Chery menemui kamu untuk berkenalan denganmu, jangan lagi menemui Chery sendirian tanpa ada aku di sampingnya Chery! aku nggak mau kalau sampai Chery kenapa kenapa, entah kenapa aku tidak memercayai Natasha yang sekarang ini" Kata Raja tegas.


"Ka...kamu serius? bukankah dia itu adik kamu? ba...bagaimana bisa ka...kalian jadian?" tanya Natasha.


"Aku menganggap Chery adikku dari dulu. Tapi rasa sayang yang aku miliki untuk Chery kemudian berkembang dengan sangat indah dan menjadi rasa cinta" Raja diam sejenak lalu melanjutkan kata katanya "aku dan Chery saling mencintai" kata Raja.


"Tapi Raja, aku juga mencintaimu. Apa kamu tidak bisa merasakan kalau aku mencintaimu selama ini. Aku yang mendampingi kamu selama di Amerika, aku yang terus ada di saat kamu sedih, kesulitan, dan sakit, aku yang ada di sampingmu, tega kamu Raja!" kata Natasha mulai memekik kesal. Dia terpaksa mengungkapkan perasaan cintanya yang selama.ini dia pendam karena, tersulut kecemburuan.


" Tapi aku tidak pernah mencintai kamu. Dengar! cinta itu tidak bisa dipaksakan, lupakan aku karena, aku hanya akan mencintai Chery selama lamanya" kata Raja.


"Aku juga akan mencintaimu selama lamanya. Hanya kamu, aku nggak mau cowok lain. Aku selalu ada buat kamu dan ini balasanmu?" Natasha mulai berkaca kaca matanya.


"Dengar Natasha! Aku menghargai semua bantuanmu tapi aku juga sudah banyak membantu kamu jadi aku rasa tidak ada hutang budi lagi diantara kita, lagian kita adalah sahabat bukan? setahuku sahabat itu tidak pernah mengharapkan balas budi, tapi kurasa persahabatan kita sudah berakhir detik ini juga. Sekarang kita tidak bisa bersahabat lagi dan bahkan tidak bisa hanya sekadar berteman. Pergilah! aku kecewa sama sikap kamu, ternyata kamu tidak tulus bersahabat denganku" kata Raja.


Natasha mulai menangis "bukannya tidak tulus tapi aku mencintaimu pada pandangan pertama, aku tidak pernah berpaling dari kamu sejak kamu menolongku dari seorang preman malam itu, aku mohon Raja jangan berpaling dariku, aku mohon!? aku sangat mencintaimu"


"Maaf aku sudah kecewa jadi lupakan aku! kita bukan sahabat lagi mulai sekarang" kata Raja.


"Semua karena Chery, kenapa harus ada Chery?!" Natasha mulai berteriak karena frustasi.


"Jangan salahkan Chery! Chery tidak bersalah! aku berubah pikiran, aku tidak akan pernah membiarkan Chery bertemu denganmu dan aku tidak akan pernah mengenalkan Chery ke kamu setelah melihat sikap kamu yang seperti ini!" kata Raja.


"Chery,Chery,Chery terus aku muak dengan nama itu, cih!" Natasha mengumpat kesal.


"Kalau kamu tidak mau keluar dari ruangan ini maka aku yang akan keluar" kata Raja mulai bangkit dari kursi kerjanya.


"Oke aku pergi, tapi aku tidak akan menyerah, aku akan terus berjuang untuk menjadi istri kamu, aku hanya akan menikah denganmu saja, ingat itu!" Kata Natasha sambil menyambar rantangnya dan melangkah keluar dari ruang kerjanya Raja dengan penuh amarah.

__ADS_1


Raja kembali duduk dan menatap berkas berkasnya lagi.


__ADS_2