
Melati masih berkutat dengan pizza gosongnya. Dia menghilangkan bagian bawah yang nampak hangus dan di pinggiran pizza yang dia buat. Setelah selesai, ditaruhnya pizza itu di atas sebuah piring. Gadis cantik nan lembut dan imut itu kemudian merengkuh Chery ke dalam dekapannya dan memangku Chery sembari memberikan susu ke bibir mungilnya Chery.
Chery mengedot botol susunya dengan penuh semangat sembari terus menatap wajah ayu mamanya.
Sementara itu Moses masih terus menyunggingkan senyum lebarnya ketika dia melangkah masuk ke dalam kamarnya. Moses langsung tertegun menatap pakaian dan handuk sudah terlipat rapi di atas ranjangnya. Melati yang menyiapkan semuanya.
Moses merasa sangat bahagia dan beruntung bisa memiliki istri seperti Melati. Di sela sela kesibukannya mengurus Chery, istri cantiknya itu masih mau menyiapkan pakaian dan handuk untuknya.
Selesai mandi Moses menuju ke kulkas super besarnya yang tertanam di dalam tembok kamarnya. Moses membukanya untuk mengambil sebotol air mineral tetapi dia kembali dibuat tertegun dan kaget saat menemukan segelas besar es teh manis di dalam kulkas tersebut. Moses tersenyum dan meminum habis tak bersisa es teh manis itu lalu menaruh kembali gelasnya di dalam lemari es itu.
"Baik dan perhatian banget istriku, beruntungnya aku" gumam Moses sembari tersenyum lebar penuh cinta.
Moses lalu melangkah keluar kamar untuk menuju ke ruang kerjanya.
Ceklek
Pintu ruang kerja dia buka dan mendapati Ray tengah menelepon seseorang.
Ray menoleh ke arah tuan besarnya dan langsung menutup sambungan teleponnya.
"Ada apa Ray?"
"Tuan, kita harus segera menginterogasi si Scorpion. Saya sudah menaruh dia di villanya tuan yang berada di pinggiran kota, Dia merengek minta diamankan dari pengawasannya Dipo Herlambang"
Moses menaikkan sebelah alisnya "Oke kita ke sana malam ini juga"
"Oke tuan, kalau begitu saya pamit pulang dulu. Saya mau mandi dulu lalu balik lagi ke sini, tuan"
"Kenapa nggak mandi di sini? kamu nggak makan dulu di sini? Melati sudah memasak hari ini" kata Moses.
Lebih baik saya makan malam di luar saja, tuan. Atau makan malam di rumah saya, daripada melihat kemesraannya anda dan Melati. Batin Ray.
"Ray?"
"Nggak tuan, saya masih ada masalah penting yang harus saya selesaikan, saya makan malam di rumah saya saja. Masih sore juga ini, saya kurang terbiasa makan malam di jam segini, nanti saya ke sini lagi jam berapa, tuan?"
Moses melihat jam dindingnya, jam cantik yang menghiasi ruang kerjanya selama berpuluh puluh tahun itu menunjukkan waktu kepada tuannya.
"Emm, masih pukul enam sore ya ini, kalau begitu nanti jam sepuluh atau jam sembilan kamu ke sini lagi. Perjalanan ke villaku lumayan memakan waktu jadi kita harus berangkat lebih awal biar tidak kemalaman tiba di sana"
"Baik tuan, saya permisi"
"Hmm"
Ray langsung melangkah pergi meninggalkan tuannya. Moses masih duduk di atas sofa untuk meredakan emosinya yang timbul secara mendadak saat mendengar nama si Scorpion. Moses tidak ingin kalau Melati bisa merasakan kegusaran hatinya. Setelah merasa tenang, Moses kemudian melangkah keluar dari ruang kerjanya dan masuk ke dalam lift pribadinya untuk turun ke lantai bawah, menjumpai bidadari - bidadari cantiknya.
Moses langsung duduk di sampingnya Melati yang tengah bercanda dengan Chery. Bos tampan itu, mencium pipinya Chery dan mengecup bibirnya Melati "Mel, terima kasih ya sudah siapkan baju ganti dan bikinkan es teh untuk aku"
"Itu sudah tugasnya Melati sebagai seorang istri, sayang. Nggak perlu berterima kasih"
Moses kembali mencium bibirnya Melati. Chef pribadinya Moses beserta ketiga anak buahnya langsung menundukkan kepala mereka begitu melihat adegan mesra yang ditunjukkan oleh bos besar mereka.
Melati menarik bibirnya dari bibir suaminya dan berbisik "sayang, banyak orang tuh, malu. Kebiasaan deh kamu, suka mencium dadakan kaya gini, Melati malu"
"Kamu harus terbiasa karena aku akan sering sering melakukannya, hahahaha" Moses tertawa sembari mengambil sayur asem dan lauk pauknya"
Melati merebahkan Chery kembali ke dalam strollernya dan mulai mengambilkan beberapa lauk lagi dan menuangkan air minum untuk suaminya.
__ADS_1
Moses menatap Melati dengan penuh kekaguman "mana tadi pizzanya?"
Melati mengambilkan piring pizzanya dan menaruh di depannya Moses "bagian yang hangus dan hitam sudah aku hilangkan, semoga gak terasa pahit, kalau nggak enak jangan dilanjutkan makan ya, aku takut kalau kamu nanti sakit perut!?"
Moses mengiris pizza bikinannya Melati memakai pisau khusus lalu menusuk potongan itu dengan garpu kemudian memasukannya ke dalam mulut.
Moses mengunyah pizzanya sembari mengernyit dan tiba tiba mengaduh memegangi perutnya.
"Sayang, kamu kenapa? jangan diteruskan makannya kalau bikin sakit perut" Melati langsung panik dan hendak menjauhkan piring pizzanya dari hadapannya Moses.
Tetapi Moses langsung menggemakan tawanya dan menahan piring pizzanya "aku bercanda sayang, enak kok pizzanya, makasih ya. Pizza ini lebih enak dibandingkan pizza manapun, serius nih, baru kali ini aku makan pizza seenak ini" Moses kembali memakan pizzanya.
Melati mengerucutkan bibirnya dan berkata "apa benar seenak itu? mana aku mau coba?!"
Moses langsung melingkarkan tangannya untuk melindungi pizza yang tengah dia nikmati "nggak boleh, ini untuk aku kan? kamu nggak boleh minta!"
Tetapi yang namanya Melati kalau sudah merasa penasaran akan sesuatu maka dengan segala cara akan dia usahakan untuk mendapatkannya. Melati kemudian mengecup pipinya Moses dan di saat pertahanannya Moses akan pizzanya melemah, cewek cantik itu pun langsung mencuil pizzanya dan langsung memasukkannya ke dalam mulut.
Moses langsung menoleh ke arah Melati dan wajahnya menegang. Dia merasa takut kalau Melati langsung mengomel karena, dia berbohong saat mengatakan kalau pizzanya enak. Pizza itu terasa pahit sebenarnya tetapi karena dibuat dengan penuh perhatian dan cinta oleh istri cantiknya, Moses merasakan kenikmatan tiada tara saat memakan pizzanya.
Melati langsung melepeh cuilan pizza sembari memukul pundak suaminya "pahit gini kok kamu bilang enak sih? mana biar Melati buang, besok Melati bikinkan lagi"
Moses langsung memasukkan cuilan terakhir pizzanya ke dalam mulutnya.
"Sayang!"
"Enak kok, bagi aku enak, aku suka" kata Moses sembari mengunyah pizzanya.
Melati terkekeh geli melihat tingkah konyol suami tercintanya.
Setelah selesai makan Moses berkata "gendong Chery!"
"Sayang apa nggak berat nih? kamu membopong aku dan Chery kaya gini?"
Moses tidak menjawab pertanyaannya Melati alih alih mencium mesra bibirnya Melati.
"Hmmmppt, sayang, dilihat Chery nih, malu"
Chery nampak membelakkan mata indahnya. Entah apa yang ada di dalam benaknya Chery, hanya Chery yang mengetahuinya.
"Chery belum paham, sayang, hahahaha" Moses berkata sembari tertawa terbahak bahak.
Melati mencebikkan bibirnya ke arah suaminya.
Ting
Lift terbuka dan Moses langsung masuk ke dalam kamarnya. Moses menurunkan Melati yang masih mendekap erat Chery dengan hati hati.
"Sayang, rebahkan Chery ke dalam boxnya, ada yang mau aku tunjukkan sama kamu!"
Melati langsung merebahkan Chery ke dalam boxnya.
Moses menepuk kasur, menyuruh Melati untuk duduk di sampingnya.
Setelah Melati duduk, Moses menyerahkan paper bag cantik bertuliskan Harry's Jewel and Diamond.
Melati mengernyit "apa ini?"
__ADS_1
"Bukalah!" Moses berucap sembari merebahkan kepalanya di atas pangkuan istri cantiknya.
Melati mengambil dua buah kotak beludru berwarna merah lalu membuka kotak yang berukuran kecil terlebih dahulu dan langsung tertegun membeku di saat melihat bros berbentuk capung yang bentuk dan warnanya menyerupai layang layang capung kesayangannya di masa kecilnya dulu.
"Sayang ini?"
Moses menaikkan wajahnya untuk melihat ekspresi dari istri tercintanya "kamu suka?"
"Suka banget, ini persis sama dengan layang layang yang dibikinkan papa dulu" Melati berucap sembari meneteskan air mata karena terharu.
Air jernih nan suci yang tercipta dari sanubarinya Melati dan meluncur turun dari kedua kelopak mata indahnya Melati, menetes di atas keningnya Moses.
Moses langsung bangun dan memeluk istri tercintanya "sayang, kok malah nangis?"
Melati membalas pelukan suaminya dengan sangat erat dan semakin deraslah tangisannya.
"Ssshh, sayang, cup cup cup" Moses mengelus elus punggungnya Melati.
"Terima kasih sayang, Melati akan selalu membawa bros ini kemanapun Melati pergi, Melati juga bisa mencium dan memeluknya jikalau Melati merasa kangen sama papa, terima kasih sayang, melihat bros capung ini Melati tiba tiba merasakan kehadirannya papa" Melati akhirnya bisa berucap setelah merasa tenang dan reda tangisnya.
Moses melepaskan pelukannya dan menatap istrinya "aku akan berikan apapun asal kamu bahagia, sayang, apapun yang kamu inginkan aku akan memenuhinya" Moses kembali mencium bibir istrinya sangat lama dan sangat dalam.
Kemudian Moses melepas ciumannya dan berucap "masih ada satu kotak lagi, bukalah?"
Melati menaruh bros capung ke dalam tempatnya, lalu membuka kotak yang satunya. "Ini, indah banget"
Moses langsung mengambil kalungnya dan memakaikannya di atas leher cantik istrinya setelah selesai memakaikannya dia mengecup mesra leher jenjangnya Melati.
"Cantik seperti kamu" bisik Moses di telinganya Melati.
Kemudian melanjutkan memakaikan gelang, cincin, dan antingnya. Moses memutar tubuhnya Melati "kamu nampak semakin cantik"
Melati menundukkan wajahnya karena malu.
"Masih ada lagi" kata Moses sembari menyodorkan amplop cokelat.
"Apa ini?" Melati langsung mendongakkan kepalanya.
"Ini gaji kamu, perjanjian kita dulu sebelum kamu jadi istri aku, ini gaji kamu sebagai pengasuhnya Chery, sudah genap satu bulan ini kamu mengasuh Chery dengan penuh kasih sayang, terima kasih, sayang" Moses mengecup bibirnya Melati "aku juga menunggu undangan kamu, katanya kamu akan traktir aku setelah kamu terima gaji kamu"
Melati menepuk pelan dada bidangnya Moses sembari tersenyum malu dan merona.
"Ada lagi"
"Apalagi sayang?"
"Ini kartu gold untuk kamu. Unlimited ini, kamu bisa membelanjakannya di mana saja tanpa batas tapi tidak bisa kamu belanjakan jika kamu belanja di pasar tradisional, heeee"
Melati mengembalikan kartu goldnya "nggak usah sayang, aku nggak mau belanja sendiri tanpa kamu, jadi aku nggak perlu kartu ini"
"Kalau pas aku di luar kota atau di luar negeri, kamu akan membutuhkan kartu ini, simpan saja ya, untuk jaga jaga kalau pas kamu butuh sesuatu dan aku berada jauh dari kamu, kamu bisa menggunakannya, please?!"
Akhirnya Melati menganggukkan kepalanya dan tersenyum "terima kasih, sayang"
"Masih ada satu lagi" Moses menyodorkan map yang berisi formulir bermeterai. Bertuliskan penyerahan semua aset dari Moses Elruno kepada Melati Arumi Putri.
"Apa ini?" Melati kembali mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Tanda tangani ya, please! kalau terjadi sesuatu sama aku, aku akan tenang, kamu dan Chery tidak bakalan kehilangan semua aset kekayaanku"
"Kamu ngomong apa sih? memangnya apa yang akan terjadi sama kamu? jangan ngomong yang enggak enggak!" Melati kembali terisak.