
Melati berjalan mundur terhuyung-huyung sambil menggeleng-nggelengkan kepalanya ketika enam laki-laki mengepungnya dan terus bergerak maju secara perlahan dengan seringai mengerikannya mereka.
Melati mengerti bahasa Tiongkok walaupun dia tidak bisa berkata-kata dalam bahasa Tiongkok. Melati bergidik ngeri ketika dia bisa menangkap maksud tidak baik dari keenam laki-laki yang mengepung dan terus bergerak maju ke arahnya. Melati terus bergerak mundur untuk mengulur waktu demi mengumpulkan kembali energinya yang telah terkuras habis.
Bram hendak berlari menolong nyonya besarnya namun, kesepuluh orang berbadan kekar segera mengepungnya. Bram meladeni kesepuluh orang yang mengepungnya sambil berteriak lantang, "Nyonya bertahanlah!"
Tamu tak diundangnya The Elruno, mati satu tumbuh seribu, semakin banyak yang datang dan Bram bergumam ngeri, "bisa tumbang kita semua kalau seperti ini terus. Yang datang tidak ada habisnya, mau berapa banyak lagi orang yang harus kita hadapi? sial!"
Gideon menendang orang yang menghadangnya dan segera berlari menuju ke Melati namun, langkahnya juga dihentikan oleh lima orang yang cukup tangguh. Gideon meladeni kelima orang di depannya dan berteriak, "Mama Melati Bertahanlah! Saya akan segera menolong Mama!"
Bintang berteriak, "Kapan bantuan tiba? kalau seperti ini terus, kita bisa tumbang"
Celyn meladeni orang-orang yang mengeroyoknya sambil berteriak untuk membalas ucapannya Bintang, "Bertahanlah Kak! aku yakin Papaku akan segera tiba!"
Bram mengumpat kesal ketika kesepuluh anak buahnya telah roboh tak berdaya.
Maha yang bergerak sendiri naik sepeda motor balap yang dia pinjam dari satpam penjaga markasnya Moses. Maha mengebut di jalan raya lewat jalan pintas sambil terus berdoa semoga putrinya, Bintang teman barunya, Melati, dan yang lainnya baik-baik saja.
Sial! Moses itu memang bodoh! Kenapa ia membebaskan aku dan menangkap Goh. Jadi timbul kekacauan kan sekarang ini. Batin Maha sambil terus mengendarai sepeda motor yang ia tumpangi dengan kecepatan tinggi.
Moses menelepon Pramono dan Pramono mengatakan kalau ia dihadang beberapa orang tak dikenal beberapa jam yang lalu jadi, Pramono pun belum sampai di rumahnya Elmo. Pramono juga melaporkan bahwa rumah Elmo diserbu banyak sekali orang bersenjata tajam dan Bram pun kewalahan menghadapinya.
Moses segera berteriak, "lajukan lebih cepat lagi Mo! Mama kamu dalam bahaya! Pramono belum sampai di rumahmu dan Pramono mendapatkan telepon dari Bram kalau rumah kamu diserbu banyak orang dengan senjata tajam dan Bram kewalahan menghadapi mereka"
Elmo memukul kemudinya lalu mencengkeram kemudinya sambil menekan lebih dalam lagi pedal gas mobilnya.
Alfa menelepon Pramono dan mendapatkan kabar yang sama dari Pramono. Alfa menoleh ke Evan, "Bisakah kau menambah kecepatan lagi? keluargaku di ujung tanduk saat ini"
Evan langsung menekan pedal gas mobilnya lebih dalam lagi tanpa membalas pertanyannya Alfa dan Alfa langsung berucap, "terima kasih"
Lili merasa tidak tenang perasannya dan tiba-tiba saja ia mengkhawatirkan mama mertuanya. Lalu Lili berkata pada si kembar, "Tante akan keluar memberikan bantuan sebisa Tante, kalian tetap di dalam kamar dan begitu Tante keluar, kalian langsung kunci pintunya, oke?"
"Aku ikut" pekik Bryna. Aku bisa bela diri dan aku juga ingin memberikan bantuan sebisaku.
Barnes yang memiliki pemikiran lebih logis dan kritis segera berkata, "Kita berdiam diri di kamar itu sudah memberikan bantuan. Sepandai-pandainya kita bisa bela diri, kita ini masih anak kecil, Bryna, sadarlah!"
Lili tersenyum lalu mengusap kepala Bryna, "tetaplah di sini. Benar kata Barnes"
Bryna akhirnya menganggukkan kepalanya dan mengikuti instruksinya Lili dengan baik.
Lili segera berlari keluar dengan terus menggenggam pistolnya dengan kedua tangannya. Lili berdiri di depan pintu rumah dan tertegun melihat mama kesayangannya terpojok dan mendapatkan tinju wajah cantiknya. Dengan tanpa berpikir panjang, Lili mengarahkan pistolnya ke langit dan melepaskan satu peluru dari pistolnya itu.......Dooooorrrr!
Suara pistol Lili yang memekakkan telinga menghentikan semua pergerakan di halaman depan rumahnya Elmo yang sangat luas itu.
Gideon dan Lili yang berada paling dekat dengan Melati segera berlari ke arah Melati. Gideon memasang kuda-kuda untuk melindungi Melati dan Lili segera memeluk bahu mamanya yang terkulai lemas, "Ma, mama baik-baik saja?"
Melati mengusap darah yang mengucur dari dalam lubang hidungnya dan menggangguk lemah ke Lili lalu ia berkata, "Kenapa kau keluar? si kembar?"
"Si kembar aman, Ma"
__ADS_1
Gideon segera berteriak, "bawa Mama masuk ke dalam rumah! Aku akan melindungi kalian"
"Hmm!" Lili segera menuntun Melati masuk ke dalam rumah dan tepat di depan pintu masuk rumah, Melati jatuh pingsan. "Ma!" Gideon, Celyn, dan Lili berteriak panik melihat mama kesayangan mereka, jatuh pingsan.
Lili terus memeluk tubuh Melati sambil menembakkan pistolnya ke orang yang mendekati dia dan Melati. Namun, jumlah peluru di pistolnya hanya tersisa empat. Setelah merobohkan empat orang yang mendekati dia dan Melati, Lili hanya bisa memejamkan mata pasrah ketika dua orang laki-laki dengan tampang mengerikan mendekati dia dan Melati. Salah satu dari laki-laki itu berkata dalam bahasa Indonesia, "Ikut kami secara suka rela maka kami akan menghentikan kekacauan ini"
Lili membuka kedua kelopak matanya dan mengangkat wajah manisnya untuk memandang wajah kedua laki-laki asing yang berdiri tegap di depannya. Lili lalu berkata sinis, "Jangan mimpi! bahkan jika harus mati, aku tidak Sudi ikut kalian"
"Tapi Tuan Ivan Goh, memerintahkan kami membawa Anda tanpa ada luka sedikit pun maka, bekerja sama lah dengan kami Nona dan kami akan menghentikan kekacauan ini"
Moses segera meradang dan dengan membabi buta dia menghajar semua orang yang menghadangnya begitu ia turun dari dalam mobilnya. Moses dibakar emosi yang begitu besar melihat wanita tercintanya terkulai lemas tak sadarkan diri di dalam pelukannya Lili. Dan sangat marah melihat ada dua orang laki-laki berani berdiri di depan Lili dan Melati.
Moses melesat berlari ke Melati dan Lili berbarengan dengan Maha dan Elmo.
Pramono dan kedua puluh anak buahnya segera memberikan jalan bagi Moses, Maha, dan Elmo. Tidak begitu lama Alfa, Evan, dan Alexa pun datang dan segera memberikan kontribusi mereka untuk melumpuhkan gerombolan tak diundang itu dengan tanpa ampun.
Moses segera menendang kedua laki-laki yang berdiri di depan Lili dan Melati dengan amarah yang mendidih.
Maha segera berbalik badan untuk melawan beberapa orang yang mengejar dia, Moses dan Elmo.
Lili tersenyum lega melihat bala bantuan telah tiba. Elmo segera berjongkok, "Mama kenapa? dan kau baik-baik saja?" Lili berkata, "Aku baik-baik saja tapi Mama ......."
Moses segera menarik Melati masuk ke dalam pelukannya, "Rumi, kau kenapa?"
Lili berkata, "Maaf, saya terlambat menolong Mama dan........"
Maha yang melindungi Moses, Elmo, Lili, dan Melati segera berteriak, "bantu aku dulu! banyak banget nih lawanku"
Elmo membopong mama-nya masuk ke dalam rumah bersama dengan Lili lalu segera keluar kembali untuk menolong papa dan papa mertuanya.
Moses segera melompat ke tengah dan berteriak, "Tangkap semua yang masih hidup! dan taruh mereka di tengah halaman. Aku ingin menemukan orang yang telah berani menyakiti istriku!"
Rombongan orang yang tadi mengepung, menyakiti, dan hendak menculik Melati segera ciut nyalinya melihat keberingasan dan kehebatannya Moses Elruno.
Dan dalam hitungan menit, ada tersisa tiga puluh orang berhasil ditangkap dan sebelum Evan menggiring mereka ke kantor polisi, Evan memberikan kesempatan kepada Moses Elruno untuk menemukan orang yang telah berani menyentuh Melati Elruno.
Alfa bergumam, "Kalau kalian tidak memiliki jantung yang kuat jangan melihat adegannya. Kakak sepupuku itu akan berubah menjadi Moses Elruno yang sesungguhnya jika Melati-nya disentuh orang lain bahkan sampai tersakiti"
Alexa menyahut, "Pantas saja Elmo Elruno sangat tampan dan keren, Papanya aja sekeren dan setampan itu"
Alfa menoleh ke Alexa, "Perasaan, semua laki-laki kau katakan tampan sedari tadi"
"Oh no Om! Hanya The Elruno yang aku katakan tampan karena gen di keluarga kalian memang sangat luar biasa bahkan adiknya Elmo pun sangat cantik tuh"
"Kakaknya pun sangat cantik. Keponakanku Chery Elruno sangat lembut dan cantik sama seperti putriku"
"Boleh kenalan Om?"Sahut Evan.
"Semua perempuan di keluargaku udah punya pasangan, maaf ya Van"
__ADS_1
"Memang wanita cantik, menarik, dan pintar selalu saja udah punya pasangan kecuali kamu" Evan berkata ke Alexa dan Alexa langsung memukul keras bahunya Evan.
"Bawa kelima orang itu ke sini!" perintah Moses ke Pramono.
Pramono dan Bram segera menyeret kelima orang yang telah berani menyentuh Melati Elruno.
Tanpa banyak cakap dan tanya, Moses segera mematahkan kedua tangan dan kedua kaki kelima orang yang telah berani menyentuh Melati-nya tanpa ampun. Lalu ia berteriak ke Evan, "Bawa mereka semua dan jangan sampai aku melihat mereka lagi karena, di kesempatan berikutnya, aku akan membunuh mereka semua"
Evan dan Alexa segera membawa semua gerombolan itu ke kantor polisi.
Moses lalu berlari masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamarnya. Moses melihat Bryna, Barnes, dan Lili duduk di atas ranjang mengelilingi Melati.
Lili bangkit dan berkata, "Mama sudah saya obati dan ada luka memar di perut Mama kalau Mama sudah sadar nanti, kita bawa Mama ke rumah sakit untuk di Rontgen dan tes lab jika, Mama kesakitan menggerakkan pinggulnya"
"Hmm" Sahut Moses dengan wajah sedih.
Lili lalu mengajak si kembar keluar dari dalam kamar itu.
Moses segera berbaring dan memeluk Melati. Dia menciumi luka di wajah cantik istrinya, "Kenapa wanita sebaik dan secantik kamu harus terluka seperti ini" Moses lalu mendaratkan bibirnya di kening Melati. "Aku rasanya belum puas hanya mematahkan tangan dan kaki mereka, aku ingin menyiksa mereka sampai puas tapi, sayangnya ada hukum yang harus dipatuhi"
Moses terus terjaga selama Melati belum sadarkan diri dan belum membuka kedua mata cantik idamannya Moses Elruno. Moses bahkan tidak merasa lapar dan haus. Dia terus berada di dalam kamarnya dan terus memeluk Melati-nya.
Semua orang di luar kamar, tidak berani masuk ke dalam kamar itu untuk sekadar mengantarkan makan dan minum untuk Moses Elruno bahkan Ray sekalipun.
"Kenapa kau sering telat akhir-akhir ini Kak Ray?" tanya Alfa
"Karena, aku sekarang ini lebih senang mengurusi surat menyurat daripada baku hantam, hehehehe" sahut Ray.
"Dasar gila!" Alfa terkekeh geli mendengar celotehannya Ray.
Melati mendecakkan bibirnya dan mulai membuka kedua bola matanya tepat di jam delapan malam. Moses segera bertanya, "Sayang, apa yang sakit?"
"Sayang, kau sudah datang?" Melati berucap lirih.
"Hmm, aku ada di sini dan mulai sekarang aku nggak akan pernah meninggalkanmu barang sedetik pun"
Melati tersenyum dan berkata lemah, "bagaimana kondisi semuanya? nggak ada yang terluka kan?"
"Kamu yang terluka paling parah. Bagaimana, ada yang sakit?"
"Semuanya terasa sakit Sayang dan......."
"Semuanya?"Moses segera bangkit dan Melati segera menahan lengannya Moses, "Mau ke mana?"
"Aku akan bunuh mereka. Mereka telah membuatmu kesakitan seperti ini"
"Aku cuma kecapekkan Sayang dan ingin kamu peluk terus. Jangan ke mana-mana!"
Moses kembali ke tempat tidur dan memeluk Melati, "baiklah aku nggak akan ke mana-mana dan akan terus memelukmu sampai pagi tiba. Sekarang tidurlah lagi!" Moses mendaratkan kecupan di bibirnya Melati dan Melati kembali tertidur pulas di dalam dekapan suaminya.
__ADS_1