
Satu Minggu sebelum acara pernikahannya Raja dan Chery...........
Raja dan Chery dipingit. Atas permintaannya mama Grace yang masih kental adat Jawanya, mama Grace menghendaki Raja dan Chery harus menjalani masa pingitan. Dilarang saling bertemu dan keluar rumah selama satu Minggu sebelum hari H pernikahan mereka.
Raja yang menahan rindu serasa mau meledak dadanya dia pun mulai protes sama mamanya di hari pertama pingitannya, "ma, ketemu satu jam aja masak nggak boleh sih, ma?"
"No! nurut sama mama ya, anak tampannya mama" ucap mama Grace sambil mengelus pelan pipinya Raja.
Raja bersungut dan merengut sambil bersedekap di atas ranjangnya.
"Uluh uluh kerennya anak mama ya kalau pas ngambek, bener kata Chery tenyata ya, kalau kamu ngambek tuh malah nampak makin keren, hahahaha" mama Grace mencubit pelan pipinya Raja.
Raja mendengus kesal, "kalau nampak lebih keren, terus apa? mama mau bikin aku ngambek terus kayak gini, begitu ma? lagian ini sudah jaman modern ma, ngapain sih dipingit segala, huuuffttt"
"Itu demi kebaikan kalian. Supaya saat menikah nanti kalian tuh tambah bergelora saat beradu pandang di pelaminan, terus pas malam pertama juga akan makin greeeenngg, hihihihi" mama Grace terkekeh geli.
Raja beringsut dan merebahkan dirinya memunggungi mamanya begitu aja.
"Lho lho lho, kok malah memunggungi mama sih?" ucap Grace sambil mengelus punggungnya Raja.
"Bodo amat, ma! mau greng apa jreng! Raja nggak peduli! Raja kangen berat ma Chery ma saat ini. Raja pengen banget ketemu dan ngobrol sama Chery" ucap Raja kesal dan masih memunggungi mamanya.
"Sssttt! kok gitu sih. Dengar ya Raja, kalau ada rindu itu bagus. Salah satu tujuan dari pingitan adalah menumpuk rindu, belajar bersabar dan saling percaya, terus memberi kesempatan bagi Chery untuk mempersiapkan diri masuk ke jenjang pernikahan. Chery kan masih sangat belia butuh persiapan yang matang untuk menjadi seorang istri dan menghindarkan kedua mempelai dari bahaya kalau keluyuran sebelum menikah" ucap Grace.
Raja langsung memutar badannya, "bahaya apa?" protesnya.
"Ya bahaya di jalan, kan siapa yang tahu, kalau di rumah aja kan bisa diminimalisir bahayanya. Terus bahaya untuk kalian berdua kalau nggak bisa nahan godaan dan menerjang batas kesucian, gimana hayo?" ucap mama Grace sambil mengusap usap kepalanya Raja.
Raja menghela napas panjang dan luruh sudah gunung es yang ada di wajah gantengnya, "baiklah ma! walaupun merindu berat dan sangat tersiksa, Raja akan menjalani masa pingitan dengan sukses demi kesiapannya Chery" ucap Raja.
Mama Grace mencium pipinya Raja, "pinter anak mama" Grace kemudian bangkit melangkah keluar dari kamarnya Raja sambil tersenyum.
"Berat betul ya masa pingitan ini, arrgghh! melakukan video call aja juga dilarang, hufffft" Raja menutupkan guling di atas wajah tampannya dan dia pun mencoba untuk tidur.
Tok tok tok
Moses menghentikan aktivitasnya dan memakaikan kembali dressnya Melati lalu memakai kaosnya dan bangkit untuk membuka pintu kamarnya. Melati merapikan rambut dan dressnya dengan cepat, lalu bangun dan duduk bersandar di ranjangnya.
Moses membuka pintu dan mengerutkan dahinya, "Chery, kenapa ke kamarnya papa malam malam begini?"
Hampir aja papa gol, kok ya kamu ke sini to nak nak. Batin Moses kesal.
__ADS_1
Chery mendorong pintu kamar papanya dan melangkah lebar lalu melompat di atas kasur memeluk mamanya, "ma, selama satu Minggu ini, Chery bobok sama mama ya? Chery kan sebentar lagi pisah sama mama, Chery..........." gadis cantik putrinya Moses Elruno itu pun kemudian menangis sesenggukkan di dalam pelukan mamanya.
"Lho lho lho, kok jadi gini sih, kamu kan udah gede, kok bobok sama mama, terus papa gimana dong?" Moses mengajukan protes dengan polosnya.
Melati langsung membeliakkan kedua manik hitamnya ke arah Moses.
Moses langsung mengangkat kedua bahunya, mendengus kesal dan merengut.
Melati menggeleng nggelengkan kepalanya dan tersenyum geli. Dia menghadapi dua bayi gedenya saat itu.
"Sayang, aku ajak Chery ke kamarnya dulu ya, setelah itu aku urus kamu, oke?" bisik Melati sambil merangkul Chery yang masih terisak menangis, melangkah meninggalkan suaminya menuju ke kamarnya Chery.
Chery merebahkan tubuh rampingnya dan terus memeluk mama Melati-nya, "ma, Chery sebentar lagi akan pergi dari rumah ini, nggak bisa ketemu sama mama lagi, hiks hiks hiks"
Melati mengelus elus punggungnya Chery, "siapa bilang Chery nggak bisa ketemu sama mama lagi. Chery kan bisa ke sini, mampir pas pulang dari kampus, atau pas hari Sabtu dan Minggu, kamu sama Raja bisa menginap di sini" Melati lalu mencium puncak kepalanya Chery yang harum.
"Tapi ma, kalau Chery takut pas malam malam Chery mimpi buruk, nggak ada mama yang menenangkan Chery" ucap Chery sambil mempererat pelukannya.
"Hahahahaha, sayang, kan ada Raja, suami kamu. Raja yang akan menenangkan kamu" ucap Melati.
Chery mendongakkan wajah cantiknya, "lalu kalau Chery pengen curhat yang rahasia?"
"Ssssttt! suami istri nggak boleh main rahasia rahasiaan. Harus saling terbuka di dalam segala hal" Melati berucap sembari mengecup kening lebarnya Chery, "pantas aja ya putri mama ini cerdasnya minta ampun, lha jidatnya lebar kayak lapangan terbang gini sih"
Melati memeluk erat Chery dan terkekeh geli, "iya cuma jidatnya mama yang nurun ke kamu, sisanya semuaaaaaa mirip papa"
Chery juga mempererat pelukannya dan tergelak geli, "ma, Chery mau nanya soal hal yang melebihi ciuman itu apa aja sih?"
Melati melepaskan pelukannya dan menatap mata Chery, "emm, kamu beneran pengen tahu ya?"
Chery menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.
"Oke" Melati mulai bangun dan bersandar ke ranjang, "mama juga bingung jawabnya nih, heeee. Hal yang melebihi ciuman itu ya sentuhan dan ciuman yang berlanjut dari ujung kepala, sampai ke ujung kaki"
"Geli dong ma, kalau sampai ujung kaki" ucap Chery dengan polosnya.
"Hahahahaha" Melati langsung tertawa terbahak bahak, "kamu akan menemukan sensasinya nanti kalau kamu menikah, hal itu tidak bisa digambarkan dengan sekadar kata kata, sayang. Emm, ada yang harus mama katakan sama kamu, tapi kamu nggak usah takut ya!?"
Chery langsung mengerutkan dahinya, "apa itu ma?"
"Di saat nanti terjadi penyatuan cinta dan raga antara suami dan istri, kamu paham maksud mama?" tanya Melati sambil mengelus rambutnya Chery.
__ADS_1
Chery menganggukkan kepalanya, "paham, ma. Terus?"
"Akan terasa sakit dan........."
Chery langsung mendekap mamanya, "aaahhh, Chery nggak mau kalau sakit ma! Chery takut"
"Sssttt!" Melati mengelus punggungnya Chery, "nggak usah takut, kamu harus tahan demi cinta kamu ke suami kamu. Itu ibadah sayang, menyenangkan hati suami, itu ibadah" ucap Melati.
Chery belum melepaskan dekapannya, "sakit mana sama disuntik jarum?" tanya Chery kemudian.
"Emm, gimana ya? nanti akan kamu rasakan sendiri, ambang batas nyeri seseorang kan beda beda, sayang" ucap Melati sembari terus mengelus elus punggungnya Chery, "pesan mama jangan ditolak, kalau terasa sakit harus ditahan ya!? kamu boleh Jambak rambutnya Raja, atau cengkeram pundaknya Raja atau.............."
"Atau pukul kak Raja?" ucap Chery sambil memamerkan jejeran gigi putihnya ke Melati.
"Hahahahaha" Melati kembali tergelak geli, "iya pukul Raja juga nggak apa apa, hahahaha"
Waahhh! Raja siap siaplah berpusing ria menghadapi kepolosannya putri tante. Batin Melati geli.
"Ma, terus kenapa mama Grace menginginkan ada ritual pingitan satu Minggu sebelum menikah? mama sama papa dulu juga dipingit?" tanya Chery.
Moses membuka pintu kamarnya Chery dan menyahut, "papa nggak mau dipingit, sedetik aja nggak lihat wajah mama kamu, papa sesak napas kok"
"Lho, papa kok ke sini? ini obrolan cewek lho" Chery mulai protes.
"Anggap aja papa seorang cewek saat ini heeee" Moses duduk di sebelahnya Melati dengan santainya.
"Pa!" Chery mulai merengut.
"Apa? habisnya mama, kamu culik sih, papa kan kesepian di kamar sendirian" Moses tidak mau mengalah.
"Udah ah, tengah malam ribut, entar seisi rumah jadi terbangun kan malah repot. Anggap aja papa kamu nggak ada, sayang" ucap Melati.
"Hmm, iya betul! anggap papa nggak ada. Lanjutkan obrolan kalian!" Moses beringsut merebahkan diri di sampingnya Melati sambil memeluk pinggangnya Melati dengan santainya.
"Pa! sempit nih kalau papa tidur di sini" Chery pun merengut.
"Mana ada sempit, papa miring nih tidurnya, jadi masih muat, tuh tempat kamu aja masih longgar, kalian kan ramping badannya jadi muat kalau ketambahan papa, udah ssttt! papa mau tidur" ucap Moses dan dengan santainya mulai memejamkan matanya dan masih merangkul pinggang rampingnya Melati.
"Papa emang ya paling jahil sedunia" ucap Chery.
"Biarin! lha kamu udah gede masih suka merajuk" sahut Moses dengan polosnya.
__ADS_1
Chery pun terkekeh geli, " biarin!" Chery berucap sambil mencubit pipi papanya. Moses pun terkekeh geli.
"Oke ma, lanjutkan apa pingitan tadi, terus kenapa papa dan mama nggak dipingit?" ucap Chery kemudian.