
Rini membelai wajah tampannya Alfa dan hendak bangun saat dirasanya, suami tercintanya itu telah benar-benar terhanyut di dalam mimpi namun, lengannya Alfa tiba-tiba menahan tubuhnya untuk tetap berada di pelukan hangatnya Alfa. Alfa membuka kedua matanya dan menatap Rini, "Mau ke mana?"
Rini tersenyum, "Aku pengen lihat wanita dan anjing ganasnya itu"
Alfa menggelengkan kepalanya, "Ini sudah malam. Besok saja" Alfa mempererat pelukannya.
"Tapi, aku ingin lihat seganas apa anjing itu"
"Seganas kamu bila di atas ranjang" Alfa berkata dengan mengulum senyum.
Rini langsung menepuk dada bidangnya Alfa lalu berucap, "Aku juga pengen lihat seperti apa wanita itu"
Alfa menghela napas panjang, "Ini sudah malam, Sayang. Kalau kamu diapa-apain sama wanita itu gimana"
Rini akhirnya mengalah lalu merebahkan kepalanya di dada bidangnya Alfa. Dia memainkan jari jemarinya di atas dada bidang itu sambil berucap, "Untunglah kamu baik-baik saja. Kalau kamu terluka lagi, aku bisa kena serangan jantung"
"Aku selalu jaga keselamatanku untuk kamu dan Celestia. Kerinduanku padamu dan Celestia selalu membuatku kuat dan membuatku mampu terhindar dari bahaya" Sahut Alfa, "Dan kamu, apa kamu merindukanku?"
"Rasa rindu di dalam hatiku ini lebih besar daripada rasa rindu di hati kamu, aku yakin seratus persen lebih" kata Rini sambil terus memainkan jari jemarinya di dadanya Alfa.
"Sok tahu" Alfa terkekeh geli lalu mencium keningnya Rini. Rini ikutan terkekeh geli.
"Sayang, kenapa kamu nggak pernah mengajak aku kalau kamu menjalankan misi dengan Kak Moses? Padahal Kak Moses selalu mengajak Melati ke mana pun Kak Moses pergi"
"Aku tidak sehebat Moses. Moses terbiasa menghadapi situasi sulit di dunia bisnis dan itulah yang membuat ia terlatih untuk bisa menjaga istrinya dengan baik. Sedangkan aku, kau tahu sendiri kan, aku ini orangnya teledor dan suka nggak fokus apalagi kalau aku melihat kamu berada di dalam bahaya yang tengah mengancamku. Itulah kenapa aku nggak pernah mengajakmu ikut. Aku nggak mau kamu terluka karena, keteledoranku. Lagian, kalau kamu ikut aku, Celestia siapa yang jaga?" sahut Alfa sambil mengelus rambutnya Rini.
"Iya kamu benar. Aku mencintaimu" Rini mengangkat wajahnya dan mencium pipinya Alfa.
"Aku juga mencintaimu. Tidurlah!" Alfa mempererat pelukannya dan Rini pun terjatuh ke alam mimpi di dalam dekapan hangat suami tampannya.
Di kediamannya Elmo Elruno, semua tengah berkumpul di ruang samping ruang keluarga dan bermain bilyard di sana.
"Mama tidur ya?" tanya Elmo ke Raja.
"Iya. Lebih baik kita nggak ganggu Mama dulu. Mama pasti capek banget saat ini" sahut Raja.
"Hmm, baiklah! aku nggak akan ganggu Mama dulu, biar Mama beristirahat dengan baik" sahut Elmo.
Si kembar yang tidur di dalam pelukan neneknya, tampak damai wajahnya saat Melati membuka kedua matanya dan langsung menemukan wajah dari kedua cucunya yang sangat ia sayangi itu. Melati lalu mengusap pipinya si kembar secara bergantian lalu, ia cium pipinya si kembar.
Hanya si kembar yang berani nekat masuk ke dalam kamar Neneknya secara diam-diam lalu tidur di samping Neneknya.
Melati tersenyum lalu bergumam, "Nggak nyangka tahu-tahu kalian udah sebesar ini. Tumbuh begitu sehat, ceria, dan menggemaskan. Nenek sayang sekali sama kalian" Ucap Melati sambil menyusup pelan di tengah-tengahnya si kembar agar ia bisa menepuk-nepuk dada Bryna dan Barnes secara bersamaan dan ia kemudian memejamkan kedua matanya kembali. Rasa lelah masih sangat dahsyat menyergap raganya.Melati.
"Si kembar mana?" tanya Chery.
__ADS_1
"Lho nggak bersama kamu?" Raja balik bertanya.
"Nggak" Chery mulai panik.
"Paling si kembar menyusul Mama" sahut Celyn.
Chery langsung berlari kecil dan mengetuk pintu kamar Mamanya. Tidak ada sahutan dari dalam, Chery lalu membuka pelan pintu kamar itu dan tersenyum lega saat ia melihat Mamanya tidur di tengah-tengahnya Bryna dan Barnes.
Chery lalu berputar badan, keluar dari dalam kamar itu dan menutup pelan-pelan pintunya. Chery kembali masuk ke ruang keluarga.
"Iya kan" Celyn langsung menatap kakak cantiknya.
Chery tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Semua langsung menghela napas lega.
"Kita tunggu Papa datang barulah kita tidur ya" ucap Chery.
"Iya. Kami siap begadang. Celyn tadi siang beli banyak camilan" sahut Celyn.
"Kamu memang doyan makan" Chery mengusap pipi Celyn dengan penuh kasih sayang dan Celyn tersenyum lebar ke kakak cantiknya.
"Ehem, perhatian semuanya! Ada pasangan baru lho hari ini" Elmo tersenyum ke Bagas.
Bagas dan Bintang langsung merona malu.
Bintang tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Celyn langsung melangkah maju ke arahnya Bagas dan menepuk keras pundaknya Bagas dan Bagas langsung mengaduh kesakitan.
Semua terkekeh geli dan Gideon segera menyahut, "Kak Bagas bersiaplah menerima ocehannya Celyn. Pacarku itu kalau udah menepuk pundak seseorang dengan keras seperti itu, berarti dia akan kasih wejangan ke Kakak dan itu akan sangat panjaaannnnggg dan lamaaaaaa kalau nggak gitu, dia akan memberikan bogem mentahnya ke Kakak"
"Apa?" Bagas langsung menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Semua langsung tertawa terbahak-bahak mendengar selorohannya Gideon dan tingkah jenakanya Bagas. Celyn langsung mendelik ke Gideon. Gideon segera mengangkat kedua jarinya ke udara dengan kata, "Peace, sayangku, Hehehehe"
Celyn lalu menoleh ke Bagas lagi dengan tangan kanan masih tersampir di pundaknya Bagas, lalu ia berkata, "Buka tangan Kakak dan tatap aku!" Bagas menarik kedua tangannya yang ia pakai untuk menutupi wajahnya dan menatap Celyn dengan mimik wajah penuh tanda tanya.
Celyn melanjutkan kata-katanya, "Jaga Kak Bintang dengan baik dan jangan pernah membuatnya menangis! kalau sampai aku melihat Kak Bintang menangis karena, Kak Bagas maka aku akan bikin perhitungan dengan Kak Bagas, mengerti?"
"Mengerti" sahut semuanya. Dan Celyn langsung menoleh ke belakang dengan mendelik. Semua lalu mengacungkan kedua jari mereka ke udara dan berkata, "Peace" secara serempak.
Bintang tertawa terbahak-bahak tiada henti melihat tingkah jenaka The Elruno.
Celyn lalu menoleh ke Bagas kembali, "Camkan kata-katanya Celyn karena, seorang Elruno tidak pernah main-main dengan kata-katanya"
__ADS_1
Bagas langsung bangkit dan memberi hormat ke Celyn, "Siap komandan!"
Semuanya kembali terkekeh geli dan Celyn langsung mengangkat tangannya dari pundaknya Bagas, "Bagus! good job Brother"
Bagas lalu mengelus dadanya dan berucap, "Fiuuuuhhhh! aman deh wajahku dari bogem mentah"
Semua kembali tergelak geli secara bersamaan.
"Kita nonton film aja yuk! main bilyard terus nggak seru. Aku kalah terus" celetuk Chery.
"Nonton film horror judulnya apa? perasaan semua film horror terbaru udah kamu tonton semua" tanya Raja.
"Iya cari lagi dong, film lama pun nggak masalah, aku suka film ho......."
"Nggak!" Pekik Celyn, "Aku takut nonton film horror"
"Hah?!" Bagas menarik rahang bawahnya di depan Celyn, "Kamu yang jagoan dan tomboy kayak gini, takut lihat film horror?"
"Wah! ngajak berantem nih orang" Celyn mulai menyincingkan kedua lengan kaos bergambar tokoh kartun favoritnya.
Bagas segera melempar kedua jarinya ke udara dan berkata, "Peace, hehehehe, aku cuma nanya, jangan marah dong"
Celyn menghempaskan rasa kesalnya dan Gideon langsung merangkul Celyn, "Oke, jangan marah dan kesal ya, Kak Bagas cuma nanya kok" Gideon mengelus bahunya Celyn.
"Peace" Bagas mengucapkan kata itu lagi sambil tersenyum ke Celyn.
Celyn lalu berkata, "Lain kali kalau nanya tuh nadanya yang enak didengar, jangan kayak tadi!"
"Iya baiklah, maafkan Kak Bagas ya" Sahut Bagas.
"Sudahlah aku sudah memaafkan Kakak,. Lupakan saja!"
"Kalau gitu, kalian lanjutkan main bilyard-nya, aku nonton film horror sendirian ya" Chery langsung menyerahkan stick bilyard ke Raja dan dia melesat ke ruang tengah untuk menonton film favoritnya.
"Aku lebih suka. nonton film kartun anak-anak asal kau tahu" Celyn menoleh ke Bagas
Bagas meringis ke Celyn dengan heran. Chery yang feminin dan lembut menyukai film horror sedangkan Celyn yang tomboy dan garang, menyukai film kartun anak-anak.
Hmm, dunia memang suka kebalik-balik. Batin Bagas.
Lili menyusul Chery dan berkata, "Aku temani Kakak nonton ya"
Chery menoleh ke Lili dan tersenyum lebar, "Oh iya benar! kamu juga suka nonton film horror. Dulu kamu sering menemani Kakak nonton kan"
Lili tersenyum penuh kasih ke Chery dan ia berkata, "Iya, dulu kita suka sekali menonton film horror Jepang. Horror Jepang lebih mencekam"
__ADS_1
Chery langsung merangkul Lili, "Iya selera kita memang selalu sama" lalu kedua wanita menawan itu mulai menikmati film horror pilihan mereka untuk mengisi waktu menunggu kepulangan Papa mereka.
Ray sendirian di ruang tamu sambil memangku laptopnya, menggarap laporan untuk tuan besarnya sambil menunggu kedatangannya Moses, Maha, Evan, dan Alexa.