My Cute Nanny

My Cute Nanny
Semoga suamiku, baik baik saja


__ADS_3

Satu jam yang lalu........


Konglomerat muda nan tampan itu turun dari mobil kesayangannya untuk mengecek mesin mobilnya. Si hitam seolah bisa merasakan kalau bosnya sedang menuju ke dalam sebuah bahaya yang begitu besar saat ini. Secara mendadak mobil sport yang selalu menemani Moses itu mogok beberapa kali dalam perjalanannya menuju ke gudang yang dimaksud oleh si penelepon gelap tadi.


Moses terkekeh sendiri di antara geli dan kesal dia pun bergumam sembari menyeringai dan masuk ke dalam mobilnya kembali "baru kali ini aku mendapati blacky mogok, ayolah blacky! kamu tuh seksi dan mahal, jangan mogok dong!" Moses mencoba menstarternya lagi, Kik Kik Kik kik "ayolah blacky, aku akan lebih memanjakanmu ke depannya, ayo please jangan mogok!" dan Brummmmmm. Dia berhasil menghidupkan kembali si hitam mobil sport kesayangannya.


Papa tampannya Chery itu pun langsung meluncurkan kembali si hitam dan berhasil dengan lancar, bos besar dan mobil mewahnya sampai di depan gudang yang dimaksud oleh pria bertimbre suara berat, yang tadi meneleponnya.



Moses Elruno turun dari mobil kesayangannya dan langsung mengernyitkan dahinya. Tepat pukul dua belas siang, Moses melirik jam tangannya, cuaca sangat terik, panas, dan menyilaukan pandangannya. Ponselnya tanpa dia sadari tertinggal di dalam mobilnya.


Seorang pria tinggi, kekar dan berbadan besar melangkah keluar dari dalam gudang tersebut beserta kedua puluh anak buahnya yang mengekor di belakangnya.


"Di mana Dokter Erlangga? jangan kalian sakiti dia!" kata Moses geram.


"Hahahaha, berani beraninya kamu mengancam kami?! kamu datang sendiri kan? tanpa polisi?" tanya pria berbadan kekar tersebut.


Moses hanya diam dan memberikan tatapan mautnya kepada semua orang yang tengah menghadang dia saat ini.


"Bebaskan Dokter Erlangga!" Moses berteriak lantang.


"Lawan kami dulu! kalau kamu bisa mengalahkan kami semua, maka kamu bisa membebaskannya" jawab Pria menakutkan tersebut.


Moses langsung melesat menuju ke arah mereka semua dengan penuh emosi dan sedikit kendor kewaspadaannya. Konsentrasi dia terpecah karena, dia masih sangat mengkhawatirkan kondisi papa asuhnya saat ini di sela sela dia melayangkan tinju dan tendangan mautnya ke para berandalan tersebut.


Tiba tiba Moses menoleh ke belakang mengaduh dan secara spontan memegang kepala bagian belakangnya. Ada yang memukul dia memakai kayu di saat di lengah., dan Bruuukkk Moses terjatuh pingsan.


"Oooeeekkk oooeeekkk oooooeeekkk" Chery langsung bisa merasakan kalau papanya tengah berada di dalam bahaya, dan di detik yang sama dengan pingsannya Moses Elruno, Chery pun secara spontan menangis dengan sangat kencang.


"Shhhh sshhhh sshhh, sayang jangan menangis, papa nggak apa apa kok" kata Melati sembari menimang nimang Chery, mencoba menenangkan putri kecil kesayangannya itu.


"Mel, aku cari tuan Moses dulu ya" kata Ray yang langsung berdiri.


"Tunggu, aku ikut!" kata Alfa sembari ikutan berdiri.


"Lalu, yang menjaga mereka siapa?" tanya Ray sambil melempar pandangannya ke arah Rini, Melati dan Chery.


Alfa menghela napas panjang "iya, kamu benar!" cowok tampan itu akhirnya duduk kembali.


"Oke, aku berangkat, kalian ati ati ya di rumah, sebentar lagi akan datang anak buahku ke sini untuk menjaga kalian!" kata Ray.

__ADS_1


"Kalau gitu, kamu tunggu dulu sampai anak buah kamu datang aja! jadi aku bisa temani kamu mencari Moses!" kata Alfa.


"Terlalu lama, tuan" jawab Ray.


"Okelah, berangkatlah! ati ati! aku akan jaga cewek cewek cantik ini" kata Alfa.


Raymond Wijaya pun langsung melangkah lebar setengah berlari masuk kembali ke dalam mobilnya dan tancap gas untuk mulai mencari keberadaan bos besarnya.


Melati masih terus menenangkan Chery yang masih belum menghentikan tangisnya.


"Mel, kamu coba ambilkan Chery susu lagi gih! biar aku gendong Chery!" kata Rini.


Melati menganggukkan kepalanya dan menaruh Chery dengan sangat hati hati ke dalam gendongannya Rini.


Rini langsung menimang nimang Chery dan menyenandungkan sebuah lagu anak anak semut semut kecil, berharap Chery bisa terhibur dan menghentikan tangisannya, tetapi Chery masih tetap saja menangis.


"Coba aku yang gendong, Rin. Siapa tahu dia melihat paman tampannya ini langsung diam karena terpesona, heeee" kata Alfa.


Rini terkekeh geli dan menaruh Chery dengan hati hati ke dalam dekapannya Alfa. Ajaib, Chery menatap Alfa dan langsung menghentikan tangisannya.


"Nah, benar kan, Chery langsung berhenti nih nangisnya, uluh uluh anak cantik, anak pintar, mmuuaahh" kata Alfa bangga sambil mencium wajahnya Chery.



Chery langsung merasakan damai karena, bau badannya Alfa sama dengan bau badan papanya. Beraroma maskulin bercampur mint.


Alfa memang sedari kecil sangat mengagumi abang sepupunya itu. Segala hal yang Moses lakukan ataupun pilih, selalu dia ikuti. Termasuk gaya playboy-nya Moses tampak keren di mata Alfa dan dia pun mengikutinya.


Alfa pernah bertanya kepada Moses mengenai parfum yang dipakainya. Alfa bertanya kepada Moses dan terus merengek kala itu, meminta Moses menyebutkan parfum merk apa yang dipakai sama abang sepupunya itu. Akhirnya dengan kesal dan cemberut, Moses menyebutkan merk parfum yang dia pakai, Alfa pun tersenyum senang dan ikutan membeli dan langsung memakai merk parfum yang sama dengan yang dipakai abang sepupunya itu.


Melati menurunkan sudut bibirnya, meredupkan sorot matanya, dan menatap kosong ke arah termos, susu, dan botol susunya Chery.


Rini menoleh ke arah dapur dan menemukan sahabatnya tengah melamun "kak, titip Chery ya, aku mau membantu Melati bikin susu" Alfa menganggukkan kepalanya sambil menimang nimang Chery yang mulai bisa tersenyum simpul menatap Alfa.


Rini menepuk pelan pundaknya Melati dan membuat Melati terlonjak kaget "ada apa, Mel?" tanya Rini.


"Aku mengkhawatirkan kak Moses, Rin" kata Melati.


"Kamu sudah sangat akrab ya sama tuan Moses, tadi aku lihat kamu sudah bisa menyapa tuan Moses layaknya seorang teman, sangat santai dan kamu sekarang memanggilnya kakak?" tanya Rini.


Melati tersenyum dan menghela napas "iya, kami sangat akrab beberapa hari ini. Ada banyak hal yang belum aku ceritakan sama kamu, Rin"

__ADS_1


"oke aku akan tunggu cerita kamu" ucap Rini sambil merangkul pundaknya Melati.


Melati mulai membuat susu untuk Chery dan berkata "nanti saja ya, kalau kak Moses sudah pulang ke rumah dalam keadaan selamat, aku akan ceritakan semuanya ke kamu"


Rini menganggukkan kepalanya dan tersenyum "oke"


Chery benar benar merasa nyaman dalam pelukannya Alfa. Alfa menatap Chery dan sangat mengagumi kecantikan putri tunggalnya Moses itu.


"Wajah kamu mirip sama seseorang yang pernah aku temui, tapi siapa ya? hahahaha, dasar mantan playboy sampai lupa siapa saja yang pernah berkencan sama kamu ya, Alfa Elruno" gumam Alfa kepada dirinya sendiri sambil terkekeh geli dan Chery ikutan tersenyum melihat senyum lebar paman tampannya.


"Chery, dengar ya! besok kalo udah gede, kamu harus kenalkan teman kamu yang cowok sama om Alfa, ya! om akan baca karakter mereka lewat aura yang mereka pancarkan. Om, akan pilihkan cowok yang tampan, setia, dan benar benar tulus sama kamu, oke cantik?" kata Alfa sambil tersenyum dan menatap wajah cantiknya Chery.


Melati dan Rini melangkah kembali ke ruang tamu.


"Tante juga akan ikut ke dalam timnya om kamu, Chery. Tim penyeleksi cowok terbaik untuk Chery Elruno, hahahaha" sahut Rini.


"Mamanya terus ngapain dong?" ucap Melati dengan tanpa sadar menyebutkan kata mama.


Alfa dan Rini pun kaget mendengarkan kata mama keluar dari mulut manisnya Melati. Alfa dan Rini secara spontan menoleh secara bersamaan ke arah Melati.


Melati heran menerima tatapan aneh dari Alfa dan Rini "ada apa? kenapa kalian menatap aku seperti itu?"


"Kamu ngomong mama tadi, maksudnya apa? bukannya mamanya Chery belum nongol sampai hari ini?" tanya Rini.


"Iya" sahut Alfa.


"Aaahh, maaf. Aku sudah menganggap Chery seperti anakku sendiri" kata Melati sambil menggaruk nggaruk kepalanya.


"Ooooo, aku kira Chery sudah menemukan mamanya" kata Rini sembari merengkuh kembali Chery ke dalam pelukannya dan.......


"Oooooeeekkk oooooekkkk oooooekkk" Chery kembali menangis sekencang kencangnya.


Alfa merengkuh kembali Chery ke dalam pelukannya dengan hati hati dan ajaib, Chery kembali menghentikan tangisnya.


"Waaahhh Chery sudah tahu arti sebuah ketampanan nih, hahahaha, dia nggak mau lepas wajah tampanku dari pandangannya hahahahaha" Alfa berucap dengan polosnya.


Rini langsung tergelak geli dan Melati hanya bisa tersenyum kecil. Hati Melati masih sangat sedih dan sangat mengkhawatirkan suaminya. Semoga kamu tidak kenapa kenapa, sayang. Ucap Melati di dalam hatinya.


"Mel, mana botol susunya. Biar aku yang kasih ke Chery!" kata Alfa sembari meraih botol susunya Chery dari tangannya Melati.


Chery mengedot susunya dalam dekapan dan pangkuannya Alfa Elruno.

__ADS_1


__ADS_2