My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku akan jadi papa yang hebat


__ADS_3

Sinar mentari tersenyum cerah menyapa dunia. Secerah suasana hati Melati Arumi Putri dan Moses Elruno. Melati sudah mandi dan bersiap mengajak Chery ke teras belakang rumahnya Moses Elruno, untuk berjemur.


Melati langsung duduk sambil memangku Chery begitu sampai di teras belakang rumah mewah nan megah itu.


Moses sudah berada di ruangan gym, yang letaknya berseberangan dengan posisi Melati saat ini. Jarak mereka terpisahkan oleh kolam renang.


Moses bisa mengamati Melati dari dalam ruang gym tetapi, Melati tidak bisa melihat Moses.


Moses berolah tubuh sambil memperhatikan Melati dan Chery. Moses terhipnotis senyum cerah cerianya Melati saat, bercanda dengan Chery. Cantik, alami dan polos.


Melati tidak pernah memakai make-up. Dia sudah cantik alami jadi tidak perlu menambahkan make-up.


Moses ikutan tersenyum dan tertawa saat melihat Melati bercanda ria dengan putri cantiknya sambil menjemur Chery.


Ray, masuk ke dalam ruang gym dan langsung melihat tuannya tengah menatap Melati dan Chery tanpa berkedip sama sekali.


Tuan Moses Elruno benar benar sudah tertarik sama kamu, Mel. Batin Raymond senang.


Semoga tuan Moses berjodoh dengan Melati. Batin Ray sambil tersenyum lebar.


"Ehem" Ray mulai berdehem.


Moses langsung menoleh dan tersenyum lebar saat melihat Raymond.


"Ray, lihatlah! mereka menggemaskan bukan?" kata Moses sambil menunjuk ke arah Melati dan Chery.


"Iya tuan" jawab Ray sambil tersenyum.


"Aku senang melihat mereka, Ray" kata Moses sambil mengelap tubuhnya dengan handuk kecil yang sedari tadi dia kalungkan di lehernya.


"Apa jadwal aku hari ini?" tanya Moses.


"Hari ini jadwal anda sangat padat tuan, sepertinya anda tidak akan bisa pulang awal" kata Ray.


"Tapi Ray, kalau aku kangen sama Chery gimana?" tanya Moses mulai nampak kesal.


"Ya harus ditahan, tuan!" kata Ray dengan santainya.


"Jam berapa kira kira aku sampai di rumah nanti?" tanya Moses.


"Sekitar jam sebelas malam tuan, karena kita akan keluar kota mengurus proyek baru kita di kota B" jawab Ray.


"Aaah, sial! Chery sudah tidur kalau jam segitu" kata Moses kesal.


Ray hanya bisa tersenyum dan mengangkat kedua bahunya.


"Kita ajak saja mereka, bisa kan Ray?" tanya Moses dengan mata berbinar binar penuh harapan kalau, Ray, akan menjawab oke.


Ray nampak ragu untuk menjawab pertanyaan dari tuannya.


"Ray, jangan kelamaan mikirnya!" kata Moses.

__ADS_1


"Tapi, perjalanannya memakan waktu sekitar lima jam pulang pergi, tuan. Apa Chery tidak capek nantinya?" kata Ray.


"Kita pakai mobil aku yang luas dan nyaman dong, lagian kasihan Melati dan Chery selama ini belum pernah pergi jalan jalan" kata Moses.


Akhirnya Ray mengalah dan menjawab Iya.


"Bagus Ray, kamu bilang sama Melati untuk bersiap siap dan membawa semua perlengkapannya Chery!" kaya Moses sambil melangkah lebar meninggalkan Ray, untuk mandi dan bersiap siap.


"Hmm, semangat betul" gumam Ray sambil berbalik badan dan melangkah menghampiri Melati.


Ray menyuruh Melati untuk bersiap siap dan mendandani Chery, juga membawa semua perlengkapannya Chery.


Ray mengatakan kepada Melati kalau tuan Moses Elruno ingin mengajak Chery ke luar kota.


Melati langsung mengikuti semua perintahnya Ray. Setelah selesai mempersiapkan semuanya, Melati menggendong Chery dan duduk di sofa ruang tamu untuk menunggu tuannya.


Ray, menyuruh Sri untuk memasukkan semua barang barang keperluannya Chery ke dalam mobil.


Moses tersenyum dan berkata "Ayok, berangkat!"


Melati mengikuti langkah Ray dan tuannya dalam diam.


Keberangkatannya mereka dikawal dua buah mobil Van yang berisi pengawal pengawalnya Moses Elruno.


"Tuan, kita langsung ke kantornya tuan apa ke proyek dulu?" tanya Ray.


Moses yang tengah mencubiti pipi Chery langsung menoleh ke Ray dan menjawab "Ke kantor dulu aja Ray, biar Melati sama Chery bisa beristirahat di sana. Kalau ikut ke proyek, kasihan mereka. Tempatnya berdebu dan sangat panas."


"Apa cantik, suka ya lihat wajah tampannya papa kamu ini?" ucap Moses dengan pedenya.


Tanpa sadar Melati mengulum senyumnya.


"Apa?" tanya Moses saat melihat Melati mengulum senyumnya.


"Nggak apa apa, tuan" kata Melati masih mengulum senyumnya.


"Oooo, jadi menurut kamu, aku ini nggak tampan?* tanya Moses mulai mengernyitkan dahinya.


"Ray, ikutan menahan geli saat melihat tuannya mulai kesal saat ini.


"Ray, menurut kamu, aku tampan tidak?" tanya Moses sambil menoleh ke arah Ray.


"Jangan tanya saya tuan, saya kan cowok" jawab Ray dengan santainya.


"Cih! kalian sama saja" kata Moses mulai kesal.


"Tuan, bagi seorang anak, apalagi kalau anak itu cewek, sosok paling hebat dan paling tampan ya papanya. Sama seperti Melati, cowok yang paling tampan dalam hidupnya Melati, ya papanya Melati" kata Melati sambil tersenyum.


"Aaah, benarkah Chery, papa yang paling tampan dan hebat ya, papa akan berusaha sekuat tenaga, papa nggak akan pernah bikin Chery kecewa sama papa, papa janji" kata Moses sambil menarik jari kelingkingnya Chery dengan jari kelingkingnya.


Chery seolah mengerti apa yang diucapkan papanya dan langsung tertawa renyah sambil menggerak nggerakkan kedua kaki dan tangan mungilnya.

__ADS_1


Ray dan Melati, menatap Moses dengan senyum bahagia.


Moses meminta Melati untuk menaruh Chery ke dalam dekapannya, saat Moses melihat Melati berkali kali menguap.


Melati menuruti perintah tuannya, menaruh pelan pelan tubuh Chery ke dalam dekapan tuannya.


Tidak begitu lama, Chery pun terlelap tidur berbarengan dengan Melati. Tanpa Melati sadari kepalanya terjatuh dengan sangat manisnya di atas bahunya Moses.


Ray, yang duduk di bangku, berhadapan dengan Melati dan tuannya, hanya bisa tersenyum bahagia. Seperti melihat sebuah foto keluarga yang harmonis. Batin Raymond penuh rasa bahagia.


Semoga kalian berjodoh. Lalu bagaimana dengan Awan, aaahh, ke laut aja kau Wan! Batin Ray dengan santainya


Moses membiarkan kepalanya Melati bersandar di atas bahunya. Moses berharap perjalanan mereka lebih panjang lagi karena, dia mendapatkan kehangatan dan kebahagiaan yang luar biasa bisa merasakan kepalanya Melati bersandar di bahunya saat ini.


Selang satu jam, mereka pun sampai di depan kantornya Moses.


"Tunggu dia bangun, baru aku turun, Ray" kata Moses.


"Baik tuan, saya turun dulu untuk mempersiapkan semuanya" kata Raymond.


"Hmm" Moses menjawab dengan sangat singkat.


Hanya tinggal Moses, Chery, dan Melati yang berada di dalam mobil tersebut.


Moses memandangi wajah putri cantiknya yang tengah tertidur lelap di dalam dekapannya lalu, dia menoleh ke Melati, saat ini bibirnya berada dekat sekali dengan keningnya Melati.


Wangi rambutnya Melati sungguh menggoda untuk dihirup dan dicium. Akhirnya nalurinya mengalahkan akal sehatnya, Moses nekat memberanikan dirinya, mencium pelan pucuk kepalanya Melati. Moses menghela napas panjang saat dia merasa enggan mengangkat bibirnya yang telah mendarat sempurna di atas pucuk kepalanya Melati.


Melati menggerak nggerakkan kepalanya dan dengan sangat terpaksa, Moses mengangkat bibirnya dari pucuk kepalanya Melati.


Melati mengucek ngucek pelan kelopak matanya, mengerjap ngerjapkannya lalu, menegakkan kepalanya sambil berkata "maafkan kelancangan saya, tuan"


Melati merasa malu. Aaah, kenapa aku bisa bersandar di bahunya tuan Moses. Batin Melati malu.


"Tidak apa apa, aku tidak keberatan kok, ayok kita turun!" kata Moses sambil tersenyum.


Moses turun dari mobil sambil mendekap tubuh mungil bayinya. Melati mengambil tas yang berisi semua perlengkapannya Chery dari bagai mobil tersebut lalu, melangkah mengikuti langkah tuannya untuk masuk ke dalam nan besar dan megah itu.


Moses masuk ke dalam ruangannya dan langsung menuju ke dalam kamar yang tersedia di dalam ruangan tersebut. Moses membaringkan pelan pelan tubuh Chery diatas kasur lalu, berkata sama Melati "aku ke proyek sebentar, kamu tidurlah kalau masih ngantuk!"


"Baik tuan" jawab Melati.


Moses dan Ray segera keluar dari ruangan tersebut dan melangkah lebar menuju ke parkiran mobil kembali untuk, langsung meluncur ke lokasi proyek yang bernilai milyaran rupiah itu.


Melati membuat susu untuk Chery karena, sebentar lagi Chery pasti bangun dan mencari susu.


Setelah selesai membuat susu, Melati membuka ponselnya, untuk memeriksa email yang masuk, Melati pun mulai mengerjakan tugas tugas yang sudah diberikan oleh dosennya.


Sementara itu, tidak jauh dari lokasi proyeknya Moses, ada sebuah pemotretan.


Seorang model cantik berusia dua puluh lima tahun, tengah melakukan beberapa pose nan indah dan seksi. Sangat indah dipandang oleh mata. Nama model tersebut adalah Claudia, tinggi, seksi, berambut lurus, hitam dan lebat, berkulit sangat putih bak mutiara. Tanpa Moses sadari, Claudia melihat keberadaannya Moses dan tidak berkedip sama sekali, saat kedua kelopak mata indahnya, memerangkap sosoknya Moses Elruno.

__ADS_1


__ADS_2