
Raja yang hanya mendaratkan ciuman ringan dan lembut kemudian menarik diri dan menatap Chery yang kini telah memejamkan mata dan bibirnya Chery terkatup dengan sangat rapat. Kedua tangannya Chery mencengkeram erat dress yang Chery pakai.
Shit! apa aku telah membuatnya ketakutan? Batin Raja.
Raja menyentuh pipinya Chery dan Chery terlonjak kaget.
"Sssttt.......sayang......tidak apa apa" kata Raja sambil mengelus pelan pipinya Chery "maafkan kakak, kakak bertindak impulsif dan tidak berpikir panjang, maafkan kakak, ya?" kata Raja.
Chery membuka matanya dan menatap Raja "a...apakah Chery akan hamil?"
"Hamil? hahahahaha.........maaf kakak tertawa bukan karena, menertawakan kamu. Dengar Chery sayang! kakak hanya mencium bibir kamu dan itu pun tidak lama, tidak intens dan tidak........ah kamu pasti belum paham soal jenis jenis ciuman yang lainnya, kakak nggak akan membahasnya sekarang.Tapi sayang, hanya dengan ciuman, kamu tidak akan hamil" kata Raja.
"Benarkah?" kata Chery mulai melemaskan tangannya yang sedari tadi tegang dan terus mencengkeram dressnya, Chery pun mulai bernapas lega.
Raja tersenyum geli menatap kepolosan kekasihnya itu.
Raja kemudian meraih kedua tangannya Chery dan menciumnya "sayang maafkan kakak ya, kakak nggak akan mengulanginya" kata Raja.
Chery menganggukkan kepalanya dan tersenyum lalu berkata "ta...tapi beneran janji ya, jangan diulangi lagi ya kak, Chery belum siap!" kata Chery
Raja mencium keningnya Chery dan berucap "iya, kakak benar benar janji, kakak nggak akan mengulanginya. Kakak hanya akan mencium bibir kamu kalau kamu sudah siap dan mengijinkannya" Raja tersenyum dan mengusap kepalanya Chery penuh sayang dan cinta.
Raja kembali memasang seat beltnya dan kembali melajukan mobilnya.
"Chery, apa kamu tidak mendalami pelajaran Biologi? kenapa kamu bisa sepolos itu mengira kalau berciuman bisa menyebabkan seseorang itu Hamil?" kata Raja sambil tersenyum geli.
Chery tersipu malu "kak, jangan tertawa terus!"
"Iya, maaf. Habisnya kamu tuh polos banget" kata Raja.
"Chery nggak begitu suka Matematika, Science, dan Biologi. Chery kan ambil kelas Bahasa" kata Chery.
"Oooo, sekarang ada kelas unggulan untuk bahasa ya?" tanya Raja.
"Iya, makanya Chery nggak tahu soal pelajaran IPA, Biologi, dan kawan kawannya" kata Chery.
Waaahhh, bakal repot dong malam pertama kita pas kita nikah nanti, Chery. Batin Raja sambil tersenyum geli.
Chery menoleh ke Raja dan mulai protes "tuh, ketawa lagi?!"
Raja melihat sekilas ke Chery dan terkekeh geli kemudian berucap "maaf ya, heeee, maaf, kakak nggak akan tertawa lagi, kok"
Mereka akhirnya sampai di halaman istana mama Claudia.
Raja dan Chery tadi membawa es krim strawberry.
Mama Grace yang menyuruh Chery dan Raja untuk membawa es krim strawberry-nya. Mama Grace tahu kesukaan dari mama Claudianya, dari feeling dia, kalau Chery suka strawberry maka mama kandungnya pun pasti juga menyukai strawberry.
Mama Claudia langsung menyambut kedatangannya Chery dan menyuruh Chery dan Raja untuk masuk ke dalam ruang tamunya. Steve suaminya belum pulang dari kantor dan anak anak tirinya juga sibuk di luar dengan urusan sekolah mereka.
Mama Claudia langsung memeluk erat putri cantiknya dengan sangat lama. Raja tersenyum melihat mama dan anak yang begitu saling menyayangi. Claudia lalu melepaskan pelukannya, dan menerima uluran tangannya Raja.
Claudia tersenyum dan bertanya "wah, siapa cowok tampan nan keren ini, Chery?"
Chery langsung tersipu malu menatap mama kandungnya.
Raja tersenyum dan berkata "saya Raja Darmawan, tante. Saya calon suaminya, Chery" kata Raja dengan rasa bangga.
"Ooooo, selamat ya untuk kalian berdua, ayok duduk!" Claudia memeluk bahunya Chery dan mengajak Chery untuk duduk di sampingnya. Raja ikutan duduk di depannya Chery dan Claudia.
Chery menyerahkan es krim strawberry-nya ke mama Claudia-nya.
"Ma, ini es krim kesukaannya mama dan mama dapat salam dari mamanya kak Raja" kata Chery.
Claudia melempar pandangannya ke Raja dan tersenyum "terima kasih ya Raja, salam balik buat mama kamu ya?" Kata Claudia.
"Sama sama tante" kata Raja.
"Raja? emm, maaf kalau tante tanya, apa kamu sudah bekerja?" tanya Claudia.
"Sudah tante, sementara ini Raja membantu om Moses di perusahannya om Moses. Bulan depan Raja rencananya akan ke Singapore. Raja mendapatkan panggilan kerja di Singapore" kata Raja.
Raja menyebutkan nama perusahaan di Singapore yang telah merekrutnya. Claudia langsung membelalakkan matanya "waaahh! kamu anak cerdas dan hebat berarti, bisa diterima di perusahaan tersebut"
__ADS_1
"Biasa aja kok, tante" kata Raja sambil tersipu malu mendengar pujian dari mama kandung kekasihnya.
"Iya ma, kak Raja ini sedari kecil memang sangat cerdas. Kak Raja sering memenangkan perlombaan Matematika dan Science. Asal mama tahu, kak Raja sekarang ini sudah S3 lulusan dari universitas bergengsi di Amerika" kata Chery sambil menatap Raja penuh rasa bangga dan cinta.
Raja membalas tatapannya Chery dengan penuh cinta pula.
"Waaahhh, mama jadi tenang nih menitipkan putri tunggalnya mama ke kamu" kata Claudia
"Saya akan selalu menjaga dan membahagiakan Chery, tante" keseriusan ada di dalam nada bicaranya Raja.
Claudia tersenyum dan berkata "terima kasih ya Raja, sudah mau menjaga, menyayangi, mencintai, dan memberikan kebahagiaan untuk putri cantiknya tante" Claudia mengusap kepalanya Chery lalu mencium pipinya Chery.
Raja membalas ucapannya Claudia dengan senyum.
Mereka bercengkerama untuk beberapa jam lamanya. Kemudian Chery mengucapkan kata pamit ke mama kandungnya.
"Kok pulang sih? kok cuma sebentar?" Claudia merasa tidak rela Chery pulang begitu cepat.
"Maaf, ma. Lain kali Chery ke sini lagi" kata Chery.
"Mama masih pengen kamu menginap di sini" kata Claudia.
"Baiklah ma, lain kali pas Chery ke sini lagi, Chery akan menginap di sini" Chery tersenyum menatap mama kandungnya.
"Benarkah?" Claudia langsung berbinar penuh kebahagiaan.
Chery tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Raja dan Chery kembali menyusuri jalan raya nan ramai untuk menuju ke taman tempat favoritnya Raja. Chery pengen menikmati langit sore sambil menikmati jajanan di sana.
Raja dan Chery duduk di bangku favoritnya Raja, di samping pohon saksi cintanya untuk Chery selama ini.
Raja kemudian bangkit dan bertanya ke Chery "oke, kamu mau jajan apa nih?"
"Emm, Chery nggak tahu, heeee. Chery belum pernah jajan, yang enak apa kak?" tanya Chery.
"Kalau kakak sukanya jajan cilok, batagor, sama es potong jadul" kata Raja "kamu mau apa?"
Chery menatap Raja dengan mimik jenaka "semuanya boleh?"
Chery tersenyum "iya kak, terima kasih ya"
Raja melangkah menuju ke Abang penjual batagor, lalu Abang penjual cilok dan terakhir ke Abang penjual es potong djadoel.
Dia kemudian balik duduk di bangku tempat Chery tengah menunggunya dengan tidak sabar.
"Mau yang mana dulu?" tanya Raja.
"Cilok deh" kata Chery.
Raja menaruh batagor dan es potong djadoelnya di atas meja yang terbuat dari kayu, yang ada di depan mereka. Lalu cowok keren itu membuka plastik ciloknya dan menusuk cilok itu dengan tusukan yang sudah tersedia lalu meniupnya.
"Aaaaa" kata Raja dan menyodorkan tusukan ciloknya ke Chery.
Chery tersenyum, membuka mulutnya dan memakan ciloknya.
"Enak?" tanya Raja.
Chery menganggukkan kepalanya penuh semangat dan berkata "enak banget! baru kali ini Chery makan cilok, enak banget, kak!"
Raja tersenyum sambil memasukkan satu cilok ke dalam mulutnya sendiri dia mengunyah ciloknya sambil berkata "dulu abangnya cilok bukan yang itu, rasa ciloknya juga lebih enak"
"Benarkah?" Chery berucap sambil membuka mulutnya lagi ke Raja.
Raja tersenyum dan menyuapkan cilok lagi ke Chery.
"Iya, semua penjualnya udah ganti kecuali Abang penjual es potong, masih sama Abangnya dan masih ingat sama kakak, kata dia, kakak masih sama tengilnya, hahahaha" Raja tersenyum bahagia kali ini, dia bisa menikmati sore di taman itu bersama dengan kekasih hatinya.
Chery ikutan tertawa lalu berkata "Chery pengen incip es potongnya dong" kata Chery.
"Tapi tinggal rasa coklat? yang strawberry habis" kata Raja sambil meraih es potong djadoel-nya.
Chery tersenyum dan berucap "nggak apa apa, kak"
__ADS_1
"Aaaaa, gigit pelan pelan ya, dingin dan keras nih" kata Raja sambil menyodorkan es potongnya ke Chery.
Chery tersenyum sambil menggigit es potong djadoel-nya.
Raja mengusap pelan sudut bibirnya Chery yang terkena cokelat dari es potong itu. Kemudian Raja menggigit es potong bekas gigitannya Chery lalu bertanya lagi "enak?"
"Enak banget!" Chery tersenyum lebar dan membuka mulutnya lagi.
"Mau apa nih? cilok apa es potong?" tanya Raja.
"Es potong" jawab Chery dan kembali menganga membuka mulutnya.
Raja menyuapkan es potongnya ke Chery dengan penuh kasih sayang sambil terus mengulas senyum bahagia di wajah tampannya.
Setelah menghabiskan semua jajahan yang dibeli oleh Raja. Mereka pun pergi meninggalkan taman itu.
"Mau makan dulu ke resto cepat saji kesukaanmu?" tanya Raja.
"Nggak kak, Chery kenyang makan jajanan tadi. Makasih ya kak"
Raja mencium tangannya Chery "kakak bahagia melihat senyum kamu, sayang"
Mereka akhirnya sampai di rumahnya Chery. Raja langsung pamit karena, mendapatkan telepon dari papa Charlie-nya, komputer di restoran papa Charlie-nya bermasalah dan papa Charlie membutuhkan kecerdasannya Raja untuk membetulkan komputer itu.
Jam bergulir dengan sangat cepat. Moses sudah bersiap di ruang tamu sejak pukul tujuh malam setelah dia selesai makan malam bersama keluarga kecilnya. Anak anaknya menjadi heran dan bertanya ke papa tampan mereka "pa, papa nunggu siapa sih?" tanya Celyn.
Moses tersenyum "nunggu mama kamu, papa mau nge-date sama mama kamu"
"Iiihhh, kayak abege aja nge-date" Celyn lalu mencium pipi papanya dan meninggalkan papanya sendirian di ruang tamu.
Tidak begitu lama muncul Elmo "pa, memangnya mau ada tamu ya?" Elmo langsung duduk di samping papanya.
Moses tersenyum dan mengusap penuh kasih sayang kepalanya Elmo "papa mau nonton sama mama"
"Ooooo, memangnya mau nonton jam berapa?" tanya Elmo.
"Midnight" kata Moses.
"Ya ampun pa, midnight itu masih lama jamnya, ngapain papa duduk di sini terus. Bisa ditinggal ngapain dulu kek, tiduran dulu atau apa gitu?" kata Elmo.
"Papa takut telat dan kalau tiduran, papa takut beneran ketiduran entar. Papa nggak mau gagal nge-date sama mama, pokoknya hari ini harus nge-date sama mama"
Elmo mencium pipi papanya dan terkekeh geli "papa kayak anak kecil"
"Biarin" Moses mencebikkan bibirnya ke Elmo.
Elmo tertawa dan menggelengkan kepalanya menatap tingkah konyol papanya.
"hei! kakak kamu sudah punya pacar, adik kamu Celyn juga sudah punya pacar, lalu kamu? kamu kok nggak pernah cerita sendiri soal pacar kamu?"
"Elmo belum punya pacar" kata Elmo.
"Belum punya atau malah sudah punya banyak nih? awas ya, jangan jadi playboy! nggak baik itu" kata Moses.
"Elmo bukan playboy, pa. Elmo memang belum punya pacar karena, belum nemu cewek yang kayak mama" Elmo berucap sambil bangkit dan meninggalkan papanya sendirian di ruang tamu.
Beberapa menit kemudian giliran Chery yang menghampiri Moses. Chery langsung duduk di samping papanya dan langsung masuk ke dalam pelukan papanya "papa nunggu siapa sih?"
Moses mencium pucuk kepalanya Chery dan berucap "nunggu mama kamu"
"Lho, mama kan di rumah nggak pergi Kok ditungguin di sini? mama ada di kamar" Chery bertanya heran.
"Papa mau nonton sama mama" kata Moses.
"Mama kok belum siap? papa malah udah rapi dan siap nih? jangan jangan mama lupa lagi kalau mau nonton sama papa" Chery menarik diri dari pelukannya Moses dan mulai menatap heran ke papa tampannya.
"Nggak, mama kamu tuh ingatannya tajam nggak mungkin mama kamu lupa. Papa nih yang sering lupa maka-nya papa nunggu di sini, biar nggak lupa, nggak telat dan nggak ketiduran, heeee"
"Tapi mama masih nyantai di kamar. Memangnya mau nonton jam berapa sih?" tanya Chery.
"Midnight" kata Moses sambil meringis ke Chery.
Chery mengulum bibirnya menahan tawa lalu dia mencium pipi papanya kemudian berucap "pa, selamat berjuang ya, semoga nggak ketiduran di sini karena, waktunya masih sangat panjang" kemudian Chery terkekeh geli dan meninggalkan papanya sendirian di ruang tamu.
__ADS_1
Moses merasa heran dengan tingkah anak anaknya.
Aku nunggu mama kalian, apa yang aneh sih? Batin Moses heran.