
Moses meraba raba kasur, dia tidak merasakan ada sosok Melati di sampingnya. Bos tampan itu langsung membuka matanya. Jam raksasa sahabat sejatinya selama ini berdenting lima kali.
Moses langsung panik melihat ke boxnya Chery, Putri kecilnya juga tidak ada. Dia lalu melangkah lebar setengah berlari membuka kamar mandi luas dan mewah miliknya.
"Kalian di sini ternyata" Moses menghela napas lega melihat Melati dan Chery tengah berendam air hangat di dalam bath-tub.
Moses menyeringai penuh arti lalu melepas kaos dan celana boxernya dan ikut masuk ke dalam bath-tub, bergabung dengan anak dan istrinya. Dia mengamati cara Melati memandikan Chery, sembari menggosok punggungnya Melati dan sesekali memberikan kecupan kecupan kecil di punggung indah milik istrinya.
Melati berasa mendapatkan percikan aliran listrik di tubuhnya, menggetarkan tetapi terasa hangat dan indah.
Moses mengguyur pelan tubuh istri dan anaknya. Mereka bertiga tertawa penuh kebahagiaan, bercanda ria di dalam cinta dan kasih sayang yang mereka miliki dan membuncah di dalam dada saat ini.
Melati kemudian berdiri sembari mendekap Chery. Moses berdiri dan membungkus tubuh mungilnya Chery dengan handuk dan memakaikan jubah mandi di tubuh indahnya Melati. Papa tampannya Chery itu kemudian mengecup pipi keduanya dan berkata "aku sangat mencintai kalian berdua"
Melati tersenyum senang dan melangkah keluar dari kamar mandi untuk bersiap siap.
Setelah selesai mendandani Chery, dia rebahkan Chery ke dalam box dengan teether kesayangannya Chery. Kemudian mama cantiknya Chery itu, mulai memakai baju yang berwarna hijau dan mematut diri sejenak di depan kaca besar, kemudian melangkah ke bar mini untuk membuat susunya Chery.
Moses keluar dari kamar mandi dan memicingkan matanya melihat istri cantiknya itu kembali memakai baju berwarna hijau dia mulai usil dan berkomentar "sayang, baju kamu hijau semuanya ya? lama kelamaan bisa jadi lumut kamu nanti" Moses mengambil baju ganti yang sudah disiapkan oleh istri tercintanya.
"Biarin, kalau aku jadi lumut, biar kamu terpeleset terus" Melati berkata sembari mencebikkan bibirnya dan melangkah ke boxnya Chery untuk memberikan susu yang sudah dia buat ke Chery.
"Waaah, kamu menggoda aku ya, sayang?" Moses sudah memakai bajunya dan mematut diri di depan kaca besar yang selalu setia memuji ketampanannya.
"Apaan sih, siapa yang menggoda?"
"Hahahahaha" Moses tertawa lepas kemudian berkata "sayang aku nampak tampan dan muda tidak?" Moses menoleh ke Melati dan tersenyum lebar penuh percaya diri.
Melati menoleh menatap suaminya.
"Iya, kamu selalu tampan di mata aku" jawab Melati sembari melepas dot susunya yang telah habis, dari bibir mungil putri cantiknya itu.
Moses melambaikan tangan dan menyuruh Melati duduk di depan meja rias. Melati menuruti suaminya dengan heran.
Moses kemudian mengambil kursi dan duduk di depannya Melati. Bos tampan itu kemudian mengambil sebuah lipstick dari atas meja rias.
"Kamu kelihatan pucat hari ini. Kamu sakit atau capek?" tanya Moses sembari membuka tutup lipstick yang sudah dia pegang.
Melati mengerucutkan bibirnya dan berucap dengan sangat polosnya "habisnya kamu sih, selalu menyerang aku tanpa batas toleransi"
"Hahahaha, habisnya kamu juga sih kenapa terlahir begitu cantik dan menggemaskan seperti ini" Moses kemudian menyeringai penuh arti dan berkata "kalau kamu mau aku serang lagi, aku masih bisa nih satu ronde aja tapi karena, aku juga kecapekkan sebenarnya, itu juga gara gara kamu"
"Apa, nggak ada satu ronde lagi, no no no! ini sudah mepet waktunya. Emm, sayang aku mau nanya nih, kamu kenapa bisa kuat sekali, apa kamu minum jamu atau obat?"
"Hahahahaha" Moses langsung tertawa ngakak mendengar pertanyaan polos dan konyol dari istri cantiknya itu dan membuat dia berhenti sejenak, tidak jadi mengoleskan lipstick di atas bibir cantiknya Melati.
"Malah tertawa" Melati memukul pelan dadanya Moses.
__ADS_1
"Aku kan rajin fitness dan olah tubuh tiap pagi, kalau sore ada waktu, aku juga berenang, jadi itu yang membikin aku selalu bugar dan sehat, sekarang aku tambah bugar dan sehat karena dapat multivitamin dari kamu" Moses mengecup bibirnya Melati.
Melati tersenyum lega kalau ternyata suaminya tidak mengonsumsi obat obatan.
"Sekarang diam ya, aku mau oleskan lipsticknya, biar kamu tidak kelihatan pucat" Moses mengoleskan lipstick di atas bibirnya Melati. Setelah selesai papa tampannya Chery itu menatap istrinya dan langsung tertegun. Hanya karena olesan lipstick saja, Melati berubah menjadi sangat cantik.
"Apa? aku nampak aneh ya pakai lipstick" Melati hendak memutar wajahnya untuk menatap cermin tetapi ditahan oleh Moses. Suaminya Melati itu langsung melahap bibir ranumnya Melati. Moses menghapus olesan lipsticknya dengan bibirnya.
"Hhmmppttt" Melati mendorong pelan tubuh suaminya.
Moses kemudian mengusap lembut bibirnya Melati dan berucap "aku hapus saja lipsticknya, kamu cantik sekali ternyata kalau pakai lipstick. Aku nggak rela kecantikanmu dilihat oleh cowok lain, cih! kecantikan kamu hanya untuk aku"
Melati hanya bisa menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya "ayok turun kalau begitu! kak Alfa dan Rini pasti sudah menunggu di bawah.
Tidak begitu lama Moses dan Melati turun dan langsung menuju ke ruang makan. Moses menyuruh salah satu pengawalnya untuk memanggil Alfa dan Rini ke ruang makan.
Beberapa saat kemudian Alfa dan Rini masuk ke ruang makan dan langsung duduk di depannya Moses dan Melati.
"Mo, aku nanti ada rapat penting jam satu siang dengan klien untuk merebutkan sebuah proyek yang cukup menggiurkan. Kalau kamu ada waktu luang, emm, temani aku ya, ajari aku kehebatan kamu dalam memenangkan setiap proyek besar yang sudah berhasil kamu lakukan selama ini"
"Oke" jawab Moses sembari melemparkan senyum tampannya ke Alfa.
"Aaahh, makasih banyak brother. I love you" kedua bola matanya Alfa langsung berbinar binar ceria.
"Hmm" jawab Moses santai sembari meminum susunya.
"Kok nggak dijawab I Love You too sih?" Alfa mulai protes.
"Hahahaha" Alfa menggemakan tawa luasnya di udara.
Moses dan Melati kemudian berdiri. Moses dan Melati bergiliran mencium Chery yang rebahan di dalam strollernya sembari mengunyah teethernya.
"Aku dan Melati berangkat dulu, aku nitip Chery ya" ucap Moses ke Alfa.
"Oke, ati ati" Sahut Alfa.
"Kak Alfa, Rin, makasih ya" kata Melati sembari melempar senyum cantiknya ke Alfa dan Rini.
"Santai aja, Mel. Sukses untuk pengajuan makalahnya" kata Rini sambil tersenyum hangat ke Melati.
Satu jam kemudian sampailah Moses dan Melati di depan gedung Psikologi. Kali ini Moses tidak mengajak si Blacky karena, tidak mau kelihatan mencolok di kampusnya Melati Dia memilih memakai mobil sedan berwarna merah.
Mereka turun dari mobil dan langsung disapa oleh seorang cowok yang lumayan keren, seumuran dengan Awan "Mel, kamu lama nggak datang ke kampus ya? tambah cantik aja nih"
Melati tersenyum canggung dan langsung menoleh ke suaminya.
Moses langsung meradang karena emosi "siapa kamu? lancang sekali bilang cantik ke Melati"
"Maaf paman, saya tidak bermaksud apa apa, kenalkan nama saya Randy, saya satu angkatan dengan Melati di jurusan yang sama. Keponakan anda ini mahasiswi terpandai lho paman" cerocos cowok itu dengan santainya.
Moses mulai mengeraskan bibirnya dan memicingkan matanya penuh amarah menatap cowok itu.
__ADS_1
Berani benar dia memanggilku paman. Kalau saat ini kamu tidak sedang berada di dalam area kampus ini bocah, aku sudah menghajarmu. kata Moses di dalam hatinya.
Melati hanya bisa menutup wajahnya dengan tangannya.
Randy, aku mohon pergilah dan jangan bicara lagi. Batin Melati.
"Pergi kamu!"
"Tapi paman, saya masih ada yang perlu saya tanyakan ke Melati" jawab Randy dengan santainya.
"Pergi! atau kamu akan menyesal" Moses mulai menggertakkan gerahamnya dan melotot ke arah Randy.
"Mel, aku pergi. Ternyata paman kamu galak banget, hiiihhh" Randy langsung memutar badan dan melangkah pergi.
Moses langsung merangkul bahu istrinya dan melangkah memasuki gedung Psikologi itu sembari berucap "sayang, apa aku kelihatan tua? Bocah tengik tadi memanggilku paman" Moses mulai memudar rasa percaya dirinya.
"Enggak kok sayang, jangan hiraukan Randy. Dia memang ceplas ceplos kalau ngomong. Kamu tampan kok, dan masih nampak muda, dan memang kamu masih muda, kan? masih tiga puluh tahun tuh masih muda, sayang"
Moses hanya diam membisu. Mereka menghentikan langkah mereka di depan sebuah pintu.
Tok tok tok
Melati mengetuk pelan pintu itu dan langsung mendapat sahutan dari dalam "ya, masuklah"
Moses membukakan pintu itu untuk Melati dan Melati langsung melangkah masuk, kemudian duduk menghadap ke dosen pembimbing.
Moses mematung di depan pintu dan musnahlah rasa kepercayaan dirinya. Baru kali ini seorang Moses Elruno kehilangan rasa percaya dirinya.
Dosen pembimbingnya Melati tengah menatap serius ke arah Melati dan mereka mulai saling memperkenalkan diri.
Apa benar dia seumuran denganku? kenapa dia nampak begitu muda dan sangat tampan. Kata Moses di dalam hatinya.
Moses kemudian menutup pintu ruangan itu dan melangkah mendekati Melati kemudian duduk di sebelah istrinya.
Dosen pembimbingnya Melati langsung berdiri dan membungkukkan badannya ke Moses "suatu kehormatan, anda bersedia berkunjung ke ruangan saya ini, tuan Moses Elruno" ucap dosen tersebut.
Moses ikutan berdiri dan berkata "Anda tahu siapa saya?"
Dosen tesebut menegakkan badannya kembali dan berucap "tentu saja saya tahu siapa anda. Anda pengusaha tersukses se-Asia. Saya salah satu dari sekian banyak penggemarnya anda, tuan"
Moses tersenyum senang. Rasa percaya dirinya kembali pulih seketika. "Duduklah!" Moses berucap sembari duduk.
Dosen itu pun kembali duduk.
Moses menatap papan nama yang ada di atas meja dosen tersebut. Tertulis dengan sangat indah. Prof. Arkan Wijaya, M.Si., Ph.D.
Waahhh banyak bener gelarnya. papan namaku hanya tertulis Moses Elruno, B.Sc. Kata Moses di dalam hatinya.
Moses hanya bisa diam ketika Melati dan dosen itu sudah memulai membahas makalahnya Melati. Dia sudah berjanji sama Melati kalau nanti di dalam ruangan tidak boleh berisik dan tidak boleh protes, kalau tidak nurut, maka tidak akan dapat jatah selama setahun. Berubahlah si singa jantan super ganas yang bernama Moses Elruno menjadi singa ompong di samping istri tercintanya saat ini. Daripada nantinya tidak mendapatkan jatah selama setahun, bisa benar benar ompong si singa nantinya.
__ADS_1