My Cute Nanny

My Cute Nanny
Capung bertahtakan berlian


__ADS_3

Moses masuk ke dalam toko perhiasannya Harry. Harry's Jewel and Diamond nama toko tersebut. Toko yang sangat unik dan indah bangunannya itu selalu menyediakan perhiasan dengan desain khusus dan unik pula, sesuai dengan karakter sang pemiliknya.


Moses duduk dan langsung bersedekap lalu menyilangkan kakinya "aku mau dibikinkan liontin, cincin dan anting yang seperti ini bentuknya" Moses menunjukkan desain capung yang dia gambar tadi di sela sela rapat pentingnya.


"Aku dah punya yang persis seperti ini tetapi bros bukan liontin, cincin atau anting, mau?" tanya Harry sambil tersenyum.


"Oke bawa ke sini, aku mau lihat!" Moses nampak berbinar binar dan penuh semangat.


"Tapi sebentar" Harry celingukkan kemudian mulai mengedarkan pandangannya.


"Kamu cari siapa, cari Ray?" tanya Moses sembari mengulum senyum menahan geli.


"Enggak bukan Ray, Lo nggak bawa cewek nih? tumben" tanya Harry masih tampak heran. Biasanya Moses Elruno selalu mengajak cewek dan selalu baru ceweknya di setiap minggunya.


"Gue dah bertobat bro"


"Ooooo, Lo akhirnya serius sama Cindy, untuk Cindy nih, kamu pesan yang model capung kaya gini untuk melamar Cindy?" Ray bertanya sembari duduk di depannya Moses.


Moses menggelengkan kepalanya.


"Lalu? ooooo, oke, ada gebetan baru lagi pastinya, hahaha, Moses gitu lho" Harry terkekeh geli.


"Bukan gebetan tapi belahan jiwa" jawab Moses


"Maksudnya?"


"Cerewet Lo, aku pergi nih nggak jadi beli" Moses mulai jengkel.


"Aaa, iya baik bos, sebentar aku ambilkan brosnya dan satu set perhiasan berbentuk capung karya terbaru aku"


"Hmm"


Harry pun berdiri untuk mengambilkan perhiasan perhiasan yang dia sebutkan tadi.


Tidak begitu lama Harry pun muncul didampingi karyawannya yang berjalan disampingnya sembari membawa nampan yang diatasnya sudah tertata cantik perhiasan perhiasan bertahtakan berlian dan berbentuk capung.


"Taruh di atas meja!" perintah Harry kepada karyawannya.


Karyawannya menaruh nampan tersebut di atas meja dan langsung undur diri meninggalkan Moses dan Harry.


"Ini brosnya" Harry menunjukkan bros berbentuk capung yang bertahtakan berlian berwarna ungu, dikelilingi kristal swarovski berwarna putih dan hijau. Sangat indah dan cantik.



Moses tertegun menatap bros tersebut. Persis sama, baik bentuk maupun warnanya, dengan layang layang berbentuk capung yang pernah dia mainkan bersama Melati di masa kecilnya dulu. Sesaat angan angannya Moses berkelana di masa lalu. Di saat dia berlari larian dengan Melati kecil, mencoba menerbangkan layang layang berbentuk capung buah karya dari papanya Melati.


Pada waktu itulah, Moses pertama kali menatap senyumnya Melati yang membuat Moses kecil bisa melupakan semua peristiwa mengerikan yang dia alami, hampir diculik dan melihat seorang bapak yang telah menolongnya, menjadi terkapar tidak berdaya dan bersimbah darah perutnya. Senyum Melati kecil itulah yang membuat seorang Moses Elruno kembali nampak ceria, merasa hidup, dan merasa bahagia.


"Mo? kamu nggak suka? kalau gitu tinggalkan gambar desain kamu tadi, biar aku buatkan yang baru, tapi butuh waktu sebulan pengerjaannya" Suara Harry membuyarkan lamunannya Moses.

__ADS_1


Moses langsung mendekap bros berbentuk capung yang sedari tadi dia pegang dan dia amati, ke dalam dekapannya "jangan ambil bros ini!"


"Hahahaha, oke, kalau kamu suka bawa aja tapi jangan lupa bayar! hahahaha" Harry langsung tertawa geli menatap ekspresi wajahnya Moses yang mirip seorang anak kecil ketika merasa was - was kalau mainannya bakalan direbut oleh orang lain.


"Pasti aku bayar"


"Itu mahal banget bro, spesial desain dan hanya ada satu di dunia ini, kamu tahu kan, aku selalu bikin satu karya aja untuk setiap desain spesialku"


"Aku nggak peduli soal harga, bungkus bros ini dengan baik dan hati hati!" kata Moses sembari menyodorkan bros capung yang begitu indah itu ke Harry.


Harry meraihnya dan memanggil salah satu karyawannya untuk membungkus bros capung bertahtakan berlian itu "bungkus ini dan hati hati jangan sampai tergores!"


"Baik, tuan" karyawannya Harry menundukkan kepalanya dan berjalan mundur kalau berbalik badan meninggalkan Moses dan Harry.


Moses kemudian menatap satu set perhiasan dari gelang, kalung dengan liontinnya, cincin dan anting semuanya berbentuk capung.



"Bungkus yang itu juga!" kata Moses sembari menunjuk satu set perhiasan emas putih bertahtakan berlian yang ada di hadapannya.


"Oke" Harry kembali memanggil karyawannya untuk membungkus satu set perhiasan yang dipilih oleh Moses Elruno.


"Beruntungnya wanita yang akan menerima perhiasan - perhiasan tadi, siapa wanita itu Mo?" tanya Harry penasaran. Karena kali ini Moses membeli perhiasan yang begitu spesial tidak seperti biasanya dimana Moses hanya memilihnya secara asal, yang penting wanita - wanitanya yang dulu sering diajak Moses ke tokonya Harry, merasa senang. Tetapi kali ini Harry bisa merasakan perbedaannya.


Moses tersenyum penuh makna dan berkata "Dia wanita yang sangat spesial dan tidak tergantikan"


"Kenapa nggak Lo ajak ke sini? aku juga pengen lihat dan mengenalnya, apa dia sedang menunggu di dalam mobil saat ini?"


"Aaah, aku merasa nggak enak menyebutkan nominalnya karena, beneran karya aku tadi begitu spesial, bahan - bahannya pun pilihan, jadi sangat mahal harganya, Mo"


Moses langsung menyerahkan kartu goldnya "gesek aja! berapa pun harganya aku tidak peduli"


"Terima kasih brother, karena kamu temanku dan langgananku, maka aku kasih diskon sepuluh persen" Harry berkata sembari berdiri untuk mulai menggesek kartu goldnya Moses Elruno.


Beberapa menit kemudian, Harry menyerahkan kartu goldnya Moses dan paper bag cantik yang di dalamnya terdapat semua perhiasan - perhiasan yang sudah dibeli oleh Moses Erluno.


"Ini rinciannya, tidak kamu lihat dulu?" tanya Harry sembari menyodorkan secarik kertas berisi rincian harga perhiasan perhiasan tersebut beserta diskon sepuluh persennya.


Moses meraih kartu gold dan paper bagnya dari tangannya Harry lalu berucap "rinciannya buat kamu saja" Moses lalu melangkah pergi meninggalkan Harry.


"Hahaha, bodohnya aku ya, untuk apa juga aku kasih seorang konglomerat semacam Moses Elruno rincian belanjaannya, hahahaha"


"Mo!"


Moses mengerem langkahnya dan menoleh ke belakang "apalagi?"


"Salam buat Ray"


Moses langsung menggelegarkan tawanya dan kembali melangkah pergi meninggalkan Harry.

__ADS_1


Begitu masuk kembali ke dalam mobilnya, Moses langsung berucap "Ray, kamu dapat salam dari Harry"


"Hiiiihhhh" Ray bergidik ngeri.


Moses kembali tertawa terbahak bahak melihat tingkah konyolnya Ray.


Mereka akhirnya sampai di istananya Moses Elruno.


Saat akan melangkah menuju ke lift, Moses melihat ke arah dapur. Melati tengah memasak dan ada strollernya Chery di sampingnya Melati.


Moses menyerahkan paper bag dan tas kerjanya ke Ray "tolong taruh ke dalam kamarku! tunggu aku di ruang kerja setelahnya!"


"Baik, tuan" Ray langsung melangkah menuju ke lift, masuk ke dalamnya dan naik untuk meluncur ke kamar mewah tuan besarnya.


Moses melangkah pelan menuju ke dapur. Papa tampannya Chery itu, mendengarkan senandung lirihnya Melati lalu tersenyum dengan sangat hangat. Pelan dan hati hati Moses mencium Chery yang berbaring tenang di dalam strollernya dan nampak asyik mengunyah teethernya.


Melati tidak menyadari kedatangan suaminya. Dia masih asyik memanggang pizza di atas wajan teflon sembari bersenandung lirih menyanyikan lagu hasil karya dia dan suami tercintanya yang dia beri judul "kuat".


Moses melangkah pelan ke belakang tubuhnya Melati dan langsung melingkarkan lengan kekarnya di pinggang ramping istri tercintanya.


Melati terlonjak kaget dan langsung menoleh.


Cup


Moses mengecup bibirnya Melati "Kamu ngapain masak? kita kan punya chef pribadi"


Moses masih melingkarkan lengannya di pinggang rampingnya Melati.


Melati kembali menatap pizza-nya dan mulai menaburi pizza-nya dengan sosis, daging asap, bawang Bombay dan terakhir keju, lalu mengecilkan api kompornya "aku pengen masak pizza, kata Mak Ijah makanan kesukaanmu tuh pizza"


"Hmm, ada lagi masakan yang masuk ke dalam daftar makanan favoritku" Moses berucap sembari mencium cupingnya Melati.


Melati bergidik geli "sayang, jangan begini ah, malu kalau dilihat orang"


"Biar aja dilihat! sudah sah juga, ngapain malu" Moses meneruskan aksinya menjilat kupingnya Melati.


"Aaahh, sayang, hentikan, aahh" Melati mulai kewalahan menerima serangannya Moses.


"Aku lebih suka sayur asem, sambel terasi sama tempe goreng, seperti yang dimasak sama mama kemarin waktu kita makan di rumah kamu" Moses kini menempelkan wajahnya di leher cantiknya Melati.


Melati melenguh dan berusaha menjawab di sela sela cumbuan suaminya karena, dia mulai merasa lemas mendapat cumbuan manis yang bertubi tubi dari suami tercintanya "aku....aaahh...sayang...aku....juga sudah masak sayur asem...... tuh sudah aku siapkan di atas meja.....aahh....sayang"


Moses mendengarkan lenguhan istrinya dan menjadi bergairah dengan pelan dia membalikkan badannya Melati dan sekarang posisi mereka menjadi berhadapan dan berhimpitan. Moses langsung melahap bibir istri cantiknya dan berucap di tengah tengah serangannya "aku pengen memakan kamu terlebih dulu sayang, di sini, saat ini juga" Moses semakin memperdalam ciumannya dan tangannya mulai bergerilya.


Melati hanya bisa pasrah dan menikmati cumbuan penuh cinta dari suaminya.


Beberapa detik kemudian tercium bau gosong. Melati langsung mendorong tubuhnya Moses dan membalikkan badan menatap pizza bikinannya. Melati menyeringai "akibat ulah kamu, nih jadi gosong pizza-nya" Melati mematikan api kompornya dan menatap pizza bikinannya yang telah menghitam di bagian bawah dan pinggirannnya. Dengan tatapan kecewa kemudian mengerucutkan bibirnya dia menatap suaminya.


Moses tertawa terbahak bahak "taruh aja di meja, aku akan tetap memakannya, aku mandi dulu" Moses mengecup keningnya Melati dan melangkah pergi menuju ke kamarnya untuk mandi sembari menggelegarkan tawanya.

__ADS_1


Melati hanya bisa menatap pizza gosongnya sembari tersenyum geli dan menggeleng nggelengkan kepalanya.


__ADS_2