Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Pulang ke rumah


__ADS_3

Pekerjaan Ben di pulau sudah di anggap nya berakhir, akhirnya dia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu di banding Ray dan tuan Adrian.Dia sudah sangat merindukan Nayla istri tercintanya yang kini sedang hamil tua, Ben takut dia tidak bisa menemani istrinya melahirkan sewaktu-waktu, jadi begitu pekerjaannya selesai Dia segera pulang bersama Anthony sedangkan ketiga anak buahnya yang dia bawa masih membantu Ray di pulau.


Di rumah Mama Sita, May dan Nay sudah berkumpul.


"jadi kamu mengirim suamimu untuk membantu suaminya May, Nay?" tanya mama Sita.


"Iya ma!! aku bahkan meminta Anthony untuk merekam perkelahian mereka!!! pasti seru nih mah kalau Ben berkelahi dengan tangan kosong kayak si Jackie Chan itu ma!!" ucapkan Nayla antusias.


"ya kalau seperti Jackie Chan!! kalau seperti Joker gimana?" kata mama Sita.


"Iihh ya gak lah ma!! masa' anak aku ngidamnya aneh gitu!! Joker kan suka bunuh orang!!" ucap Nayla.


"Barang kali aja Ben malah suka mutilasi orang!!" ucap mama Sita asal.


"Yeee...emang dia jagal sapi!! suka mutilasi!!" ucap Nayla sewot.


"Ya kan menantu mama yang satu itu aneh Nay!! mana dia Mafia lagi!!"


"Mama! Ben bukan Mafia!!" pekik Nayla.


"Heleh.... giliran sekarang udah di enak-enak in sama Ben!! dibela terus tuh May, dulu aja!! nyari seribu cara buat menjauhi si Ben!!" kata mama Sita berbicara pada May yang masih senang menggoda anaknya Nayla.


"Biarin aja!! emang kalau udah cinta mau diapain lagi!! dasar Nyonya Meneer!!!" kata Nayla sambil memasukkan buah ke dalam mulutnya.


Dari luar nampak seseorang masuk dengan tergesa-gesa...


"Nay.....nay.....!!' teriak nya dari luar sudah tak sabar ingin bertemu dengan istri nya.


"Eh May!! kayak suara laki gue?" kata Nayla menajamkan telinga nya.


"Nay......sayang.... Canim!!!"


"Iya itu laki gue!!!" kata Nayla senang dan berdiri dari duduknya.


"Sayang..... kangeeeennn!!" rengek Nayla..


Howeeekkkkk....sang mama mengejeknya dengan pura-pura muntah, Ben tidak suka melihat istrinya di ledek oleh sang mertua.


"Antoni..... sepertinya kartu kredit mama perlu di blokir!!" ucap Ben dengan santai dan dingin seperti biasa,sambil terus menciumi pipi Nay dan mengelus perut buncitnya.


"Dasar mantu laaknat!!!" kata mama Sita, mama Sita sudah tak setakut waktu pertama kali mengenal Ben, karena sekarang dia paham karakter menantunya tersebut, biarpun kadang jutek, galak bahkan jarang sekali tersenyum pada nya dan suaminya,tapi menantunya itu adalah orang yang baik.


"mana videonya sayang mana?" kata Nay antusias.


"kamu berkelahi seperti Jackie Chan? " tanya mama Sita yang sukses membuat kening Ben mengerut binggung.

__ADS_1


"Aku bercerita pada Mama kalau kau membantu Tuan Adrian dan Ray menyelesaikan misinya di pulau itu!!" kata Nay


"Iya, Nay bilang kau meminta Anthony untuk merekam perkelahian kalian!!! pasti seru tuh kata Nay, kalau Ben berkelahi dengan tangan kosong kayak si Jackie Chan itu!!!" terang si mama Sita.


"Sayang kamu tau gak apa yang mama bilang!??" kata Nay sambil mengerucutkan bibirnya.


"Apa?"


"ya kalau seperti Jackie Chan!! kalau seperti Joker gimana? gitu kata mama!! gak mungkin kan anakku ngidam mencincang daging manusia!! emang suamiku jagal sapi apa!!" kata Nay, sedangkan Ben sudah menatap istrinya lekat.


"Jadi maksudnya ngidam kemarin hanya menghajar ala Jackie Chan? bukan mencincang daging manusia?.....waahh padahal lebih seru mencincang daging manusia sayang!!" batin Beniqno.


"Ya nyonya..suami anda memang jagal!! jagal manusia bukan sapi!!" batin Antoni yang dari tadi hanya diam saja.


Ben akhirnya memberikan isyarat pada Antoni agak tak memperlihatkan rekaman adegan pembantaian nya kepada Nayla lewat tatapan matanya.


'Jangan perlihatkan video itu pada istri ku Antoni!!'


'Saya paham tuan!!'


Seperti itulah kira-kira arti tatapan antar bos dan bawahannya itu.


"Sayang mana video nya? kan aku minta kemarin untuk merekamnya!" kata Nayla antusias


"Mana Antoni?'' tanya Nayla.


"Ma-maaf nyonya... ponsel yang di pakai hancur terjatuh saat saya di serang Nyonya!! maafkan saya!!" kata Antoni sedikit gugup


"Apa??? sayang!!! gimana ini?" rengek Nayla


"Waahhh berani sekali kamu Antoni!!! harusnya kamu menjaga nya dengan baik!!" kata Ben pura-pura membela Nayla.


"Maafkan saya tuan!!" kata Antoni


"Tuan apa aku akan jadi tumbal lagi hari ini?" batin Antoni.


"Kamu boleh memberinya hukuman Canim!" kata Ben dengan enteng nya.


Dan di sinilah Antoni sekarang?!


''Yang benar Antoni!!! sebelah sana belum!! sebelah kiri juga!! apa kau mau hukuman yang lebih dari ini???"


"Tidak nyonya!!"


Antoni harus menyapu seluruh halaman rumah mama Sita, Setelah nya membantu mama Sita berkebun dan terakhir membantu memasak di dapur sebagai asisten koki.

__ADS_1


###########


Di dalam ruangan miliknya, Tian duduk dengan sangat gelisah, beberapa saat tadi dia baru saja berbincang dengan seseorang, ya malam ini dia pulang agak malam karena ad pasien yang harus dia operasi, di lorong rumah sakit Tian bertemu dengan salah satu temannya yaitu dokter Fabian.


"Udah mau pulang?" tanya dokter Fabian.


"Iya mau siap-siap ini!! udah malam juga!" kata Tian sambil meraih minuman yang di bawa oleh dokter Fabian.


"Ehh...eh....minuman gue!!"


"Habis!!!!" kata Tian meminum minuman botol kecil tersebut.


"Aneh minumannya!!! rasanya kayak asem-asem gitu!?"


kata Tian dan menyisakan sedikit di botol minuman tersebut.


"Dikasih sama suster Chaca, jamu katanya!!"


"Ya udah aku anter dia pulang dulu!" lanjut dokter Fabian.


Sedangkan Tian masuk ke dalam ruangan nya, Setelah setengah jam dia mulai merasakan hal-hal aneh pada tubuhnya, dia tau apa yang terjadi dalam dirinya.


"Oohh shit!!!! brengsek!!!!!" Tian merasa panas di dalam tubuhnya namun dia ingat dengan dokter Fabian, minuman yang harusnya diminum Fabian mengandung obat perangsang, Tian yang menjadi korbannya sekarang karena dia tiba-tiba merebut minuman tersebut dari tangan dokter Fabian.


tut....tut.....tut.....


"Hallo... Tian?" sapa dokter Fabian.


"Loe di mana?? minuman yang loe bawa tadi di beri obat laknat!!! jika kau bersama perempuan itu!! menjauh sekarng, dia pasti akan menjebak mu!!" kata Tian memperingati dokter Fabian. tut.... sambungan terputus.


"Oohh shit!!!" ucap dokter Fabian dan menghentikan mobilnya ditengah jalan.


"Ada apa dokter!!" kata Suster Chaca yang mengira obat yang diberikan pada dokter Fabian bereaksi.


"Jaaalang laknat!!!! keluar dari mobilku!!!" bentaknya.


Sedangkan Tian sedang berjuang mencari obat di lacinya barangkali ada yang bisa dia pakai untuk meredakan efek obat tersebut, karena sepertinya obat tersebut tidak dalam dosis rendah!! sedang sibuk mencari sesuatu tiba-tiba pintu ruangan Tian terbuka....


ceklek.....


"Kak Cris??!!!"


"Keluar!!!! keluar loe sekarang!!!!" teriak Tian dengan wajah yang sudah memerah.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2