Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Kecelakaan Kila


__ADS_3

Tian berlari menuju UGD, beberapa saat yang lalu terjadi kecelakaan beruntun di jalan yang lokasinya lebih dekat ke rumah sakit di mana Tian bekerja!


Dokter yang bertugas kali ini bekerja keras menolong para korban kecelakaan yang berjumlah hampir 15 orang,dan 4 diantara sedang dalam keadaan kritis.


"Dokter Tian! disini dok!" teriak seorang suster begitu melihat Tian yang baru saja masuk UGD, dengan sigap Tian menangani mereka satu persatu, keempat korban yang datang dengab keadaan kritis akhirnya dinyatakan meninggal dunia, dan beberapa orang yang terluka agak parah sudah mendapatkan ruang rawat nya.


"Aaaaaaaaaarghh......gak..gak...gak!!!" teriak seorang korban di ranjang paling pojok.


Seorang dokter harus menyuntikkan obat bius karena luka di kakinya lumayan terbuka agak dalam, jadi harus di lakukan penjahitan pada kakinya, dan tentunya dokter tak mungkin menjahit tanpa membiusnya terlebih dahulu.


"Nona kami belum menyuntikkan nya!" ucap seorang suster yang masuh memegang jarum suntik lengkap dengan obat di dalamnya.


"Dokter apa tidak bisa di kasih obat aja! salep atau apa gitu!" kata si gadis tersebut.


"Nona, ini luka nya terbuka, mana bisa di kasih salep! aku janji tidak akan sakit" bujuk si suster.


"Hiks.... hiks...tapi..aku tidak berani jarum suntik! hiks..hiks....?"


"Oh ya Tuhan!" suster itu pergi dengan sedikit kekesalan karena susah sekali membujuk si pasien, sedangkan dokter tersebut masih membujuk si gadis itu.


"Ada apa?" tanya salah satu rekannya.


"Tuhh ada anak manja!! takut sama jarum suntik!" ucap suster tersebut,


"Dimana sus?" tanya Tian yang ikut mendengarkan gosip mereka.


"Paling pojok dok! luka di kakinya agak dalam harus di jahit tapi dia takut jarum suntik!"


Akhirnya Tian dan dua Suster tadi menghampiri gadis yang masih di bujuk oleh dokter yang menangani nya.Gadis itu bersikeras menolak, namum wajahnya sudah pucat karena menaham sakit di kakinya.Ketika Tian sampai di depan di pasien tersebut.


Sreekkk.......suara pembuka pembatas ruang yang terbuat dari korden.


"Kila??'" betapa kagetnya Tian melihat bahwa korban tersebut adalah Kila sepupu sahabatnya.

__ADS_1


"Kak Cris! hiks...hiks.....kak..!" ucap Kila manja dan merentangkan tangannya meminta di peluk oleh Tian, melihat wajah Kila yang sudah pucat, Tian menghampiri nya dam membujuk Kila agar mau di tangani.Akhirnya Tian memeluk erat Kila dan menghalangi pandangan Kila dari kaki nya.Bebebrapa saat kemudian jeritan Kila terdengar kala dokter itu menyuntikkan obat bius pada kaki Kila, dan setelah menunggu beberapa waktu dokter menjahit kaki Kila yang terluka.


"Bagaimana bisa kamu jadi korban kecelakaan beruntun itu?" tanya Tian setelah melepaskan pelukannya karena dokter sudah selesai menjahit kaki nya.


'"Angkutan yang aku tumpangi adalah salah satu yang mengalami kecelakaan beruntun itu!" kata Kila.


"Kenapa naik angkutan umum? apa Ray tidak menyediakan sopir untuk mu?" tanya Tian, karena dia tau Ray tak akan melakukan itu.


"Tadi aku di antar! tapi pulangnya aku lebih sering naik angkutan umum lebih irit!" ucapnya tanpa beban, memang kehidupan Kila saat tinggal bersama orangtuanya tak semewah kehidupan nya bersama papa Arya.Jadi dia masih saja terbawa dengan pola hidup lamanya dan lagi Kila tau dia hanya menumpang di rumah Ray, Kila merasa harus cukup tau diri untuk tidak menghamburkan uang jajan yang di berikan Ray padanya, walaupun dia tau Ray akan marah bila tau Kila tidak mau menikmati hidup bersama dengan dirinya dan papa Arya.


"Kalo udah gini? gimana coba?...aku telepon ray dulu!" kata Tian sambil merogoh sakunya dan mencoba mencari nomor ponsel Ray.


"Iiihh kakak Cris!! jangan!! nanti aja! kasihan kak Nara nanti kerjaannya terganggu" ucap Kila yang masih menahan rasa sakit di kakinya.


Tian akhirnya menuruti keinginan Kila, dia bahkan menjaga Kila disamping nya, Tian memberi isyarat pada dokter yang menangani Kila agar memberikan sedikit obat yang bisa menyebabkan dia tertidur agar Kila bisa tidur dengan lelap, apalagi sebentar lagi pengaruh obat bius di kakinya akan hilang berangsur-angsur,dan pastinya rasa sakitnya akan terasa, itu yang sedari tadi Kila khawatir kan, dia bukan orang yang bisa menahan rasa sakit. Setelah Kila tidur terlelap, Tian menghubungi Ray.


tut....tut....tut....


"Ada apa?" jawab Ray langsung


"Apa??"


Tian menjelaskan pada Ray apa yang terjadi pada Kila,karena pekerjaan nya tak memungkinkan untuk di tinggal, Ray menghubungi istrinya dan meminta May untuk segera ke rumah sakit.


Dirumah sakit....


"Kak Maaayyyy!" suara manja Kila, begitulah Kila jika sudah bersama Maysha.


"Bagaimana bisa seperti ini? Sudah kakak bilang kan? kalo kamu harus kasih tau pak Yanto kapan kamu pulang ngampus!" kata May memperhatikan keadaan kaki Kila, pak Yanto adalah sopir perusahaan yang dipimpin oleh Kevin dan di pindahkan sebagai sopir pribadi rumah Ray.


"Maaf kak!" kata Kila menunduk.


"Ya udah, yang penting sekarang sudah gak papa!" ucap Maysha.

__ADS_1


"Apa perlu di rawat lama Kak Tian?" tanya Maysha pada Tian yang berada di ruangan itu juga.


"Ya mungkin 2/3 hari cukup untuk mengawasi dan merawat luka agar tak infeksi, lagian dia itu takut sakit! susah!" ucap Tian yang tau bagaimana susah nya merawat Kila.


"Kan sakit kak Cris!" saut Kila


"Kalo gak di rawat mana bisa sembuh!!" kata Tian.


"Cepet sembuh kok!! asal ada dokter Cinta ku di sini!" ucap Kila dengan tak tau malunya masih sempat menggoda Tian.


"Dasar anak bau kencur!!"


"Iihh kak Cris!!!"


"Udah!! apaan sih kakak-kakak ini!! ada aku nih yang masih polos dan suci!!" saut Lerie yang sedari tadi diam saja dengan ponsel ditangan nya.


"Heleh suci apannya?? kemarin aja di telpon terus sama cewek itu!" kata Kila keceplosan.


"Kak Kill!!" pekik Lerie, remaja yang duduk di bangku kelas dua SMP ini menatap tajam ke Kila, teman curhat nya kala ada sesuatu yang meresahkan dirinya.


"Kamu pacaran?" selidik Maysha.


"Gak kak! dia di kejar-kejar sama cewek heheheheh, tapi dia gak mau kak! aman kok!" bela Kila.


"Oohh... hati-hati Lerie,jangan mainin hati cewek!" kata May


"Iya kak! Lerie gak pernah nanggapi mereka kok! tenang aja!"


"Wiihhh masih bau kencur aja udah banyak yang ngejar-ngejar!! buat kakak satu dong!" goda Tian pada Lerie.


"Kak Cris itu milik Kila ya..jangan macam-macam!!!" ucap Kila dingin dan tajam,entah mengapa aura Ray tiba-tiba keluar dari wajah gadis yang biasa terlihat polos ini dan menyebalkan ini.


Glek......

__ADS_1


'Mampus gue!!...berasa ketauan selingkuh aja gue!!!' batin Tian sambil menelan salivanya susah payah.


bersambung....


__ADS_2