Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 ( Empat Sekawan)


__ADS_3

"Baiklah....siapa namamu?"


"Revita Nyonya!! nyonya bisa memanggil saya Vita!" kata Vita dengan se- sopan mungkin.


"Baik Vita, hari ini cukup perkenalan kita, mulai besok malam kamu akan mengajar les untuk anak saya Abhi!" kata mama May.


"Bagaimana Ray? kamu setuju sayang?" tanya mama May


"Aku terserah kamu saja sayang!" kata papa Ray datar.


Akhirnya Revita di terima di rumah besar tersebut, bahkan Revita menempati apartemen milik paman Jay yang dulu dia tempati ketika masih sendiri, karena setelah menikah paman Jay membeli sebuah rumah dan merenovasi sedemikian rupa, dan rumah tersebut tak jauh dari rumah Ray.


"Vit, mulai sekarang kamu tinggal di sini, paman sudah berbicara dengan ayahmu! selama kamu bekerja dengan tuan Ray, dan menyelesaikan kuliah mu,kamu tinggal di apartemen paman saja!" kata paman Jay.


"Siap Paman! makasih!" kata Vita.


"Jangan lupa, nanti malam makan malam di rumah, bibimu sudah menunggu!" lanjutnya dan mendapatkan jawaban berupa anggukan dari Vita.


Paman Jay segera pergi dari apartemen tersebut, dan Vita yang memang sudah mengirimkan barang-barang nya ke alamat di mana apartemen baru nya akan di tempati.


Sedangkan Lee dan Boy sedang bermain basket di salah satu tempat latihan yang biasa mereka datangi, tempat yang di bangun oleh Beniqno atas permintaan sang sulung agar Boy dengan mudah latihan bela diri dan latihan olahraga lain bersama teman-temannya.


"Lee bentar lagi lulusan nih!! udah dapet referensi buat kuliah belum?" tanya Fabri, salah satu sahabat Boy dan Lee,dia adalah anak dari om Kevin.


"Loe sendiri mau ke mana? loe juga Boy?" tanya balik Lee


"Ke Kampus Mahendra group yang pasti!" Kata Boy yang setia dengan ponsel ditangannya.


"Suamikuuuuuuu!!!" teriakan dari luar ruangan, entah mengapa Boy langsung merinding mendengar suara seseorang yang sangat dia kenal, sedang kan Fabri dan Lee sudah cikikikan sendiri melihat wajah tegang Boy.


"Istri loe datang tuh!!" kata Fabri

__ADS_1


"Udah di peluk-peluk sana!! sebelum loe yang di peluk-peluk hahahahahahaha!!" saut Lee


"Sama aja dong! hahahhahahhaa!" ucap Fabri.


"Suamiku...iihhh kangen!!!" kata Fabri dan Lee serempak menirukan gadis yang tergila-gila pada Boy tersebut.Boy yang sudah dongkol hanya menatap tajam dua sahabatnya yang selalu menggodanya itu.


"Suamiku...iihhh kangen!!!" kata Kayra,ya....gadis itu adalah Kayra, gadis yang sudah mengklaim Boy sebagai lelaki masa depannya, calon suaminya.Di langsung bersimpuh di depan Boy yang cuek bebek, Gaya bicara Kay memang manja pada Boy namun sekalipun dia tak pernah berani menyentuh Boy, dia hanya akan memandang Boy lama-lama bahkan sampai Boy salah tingkah sendiri saking lamanya dipandang Kayra.


"idih tambah cakep deh!! kalau keringat gitu!" kata Kayra sambil memandang Boy yang memang baru saja latihan basket.


"Hai Kay...kita gak di sapa nih?" goda Fabri.


"Hai biri-biri, hai Lele!!'' sapa Kay tanpa mengalihkan pandangannya pada Boy. Lee dan Fabri yang di panggil cemberut seketika mendengar kata-kata dari Kayra. Namun Boy spontan tersenyum kecil.


"Lagi dong!! " kata Kayra


"Apanya?" tanya Boy heran


"Senyum nya!! bikin diabetes tau gak sih!!!" Kayra yang mulai keluar gombalan untuk Boy.Boy berdiri di ikuti kedua temannya, Mereka harus mandi dan berganti baju sebelum pulang.


"Kangen suamiku!!'' jawab Kay yang mengikuti Boy


"Ckc....... beneran mau ngapain?" tanya Boy


"Di suruh papa Ray, jemput Lee!!" kata Kay yang memang dekat dengan sahabat papa Johan tersebut.


"Kalau jemput Lee ngapain ngekor mulu' sih!!! sana gue mau mandi!! mau ikut?" ucap Boy dengan seringai di bibirnya menakuti Kay, dia tau Kay pasti takut kalau benar-benar Boy melakukan skinship padanya, karena selama belasan tahun mengikuti Boy,tak pernah sekalipun Kay bermanja di lengan Boy atau bahkan menyentuh Boy.


"Iihh apaan sih suamiku!!! kan banyak orang!! nanti aja kalau sudah sepi!!" kata Kay dan itu di luar perkiraan Boy, Boy melotot sempurna mendengar perkataan Kayra,dia langsung berlari kecil menghindari Kay dan masuk ke dalam bilik kamar mandi.


"Lucu banget sih!!! jadi makin sayang!!" ucap Kay sambil menatap pintu bilik kamar mandi tersebut.

__ADS_1


"Bersihkan tuh otak!!" jitak Lee pada kepala Kay.


"Ihh apaan sih kak!!" sewot Kay, Lee memang sudah menganggap Kay sebagai adiknya sendiri, Lee sangat di sayangi oleh om Johan papa Kay, maka dari itu mereka sering bertemu dan itu yang membuat Lee menganggap dan sayang pada Kay seperti adiknya sendiri, apalagi dia tidak punya adik cewek.Akhirnya Lee pulang bersama Kayra, tentu saja dengan drama mengantar Boy pulang ke mansion nya dulu, padahal Deri asisten Boy sudah membawa mobil sendiri, karena merasa risih dan tak mau berdebat dengan Kay, Boy lebih memilih untuk masuk ke dalam mobil Lee, sedang kan Fabri sudah menjauh dengan motor sport nya.


"Mama May......" teriak Kayra.


"Kay... Lee sudah sampai?" tanya mama May, Kayra di titipkan di rumah papa Ray karena om Johan harus ke luar negri bersama sang istri untuk menghadiri wisuda anak pertama mereka, dan memutuskan untuk tidak membawa Kayra.


"Berisik Kay!!" teriak Lee sambil menutup telinga nya dan berjalan ke arah kamarnya.Lee melewati kamar Abhi yang terbuka, terdengar suara seorang wanita sedang menjelaskan pelajaran pada Abhi, Lee melihat sekilas,namun hanya punggung wanita dengan kuncir kudanya yang dia lihat, dilihatnya jam menunjukkan pukul 6.30 malam pantas saja Abhi sudah mulai les, pikirnya.


Lee melanjutkan langkahnya ke kamarnya, berganti baju dan Langsung ke meja makan, karena Papa dan Mama nya serta Kayra sudah menunggu untuk makan malam.


"Okey Abhi... sebaiknya kamu makan malam dulu! nanti kita lanjutkan!" kata Vita sambil menutup bukunya.


"Miss Vita tidak ikut?" tanya Abhi


"Tidak Abhi, terima kasih tapi aku sudah membawa roti!" kata Vita sambil menunjukkan roti di tangannya.akhirnya Abhi keluar dan duduk disamping sang kakak.


"Lho Miss Vita nya mana Bhi?" tanya Mama nya.


"Miss Vita gak mau ikut ma!"


"Siapa ma? guru les baru Abhi ya?" tanya Lee


"iya...bik tolong panggil kan Miss Vita, suruh turun makan malam!" kata mama May. Dan beberapa saat kemudian Vita turun.


"Ya Nyonya?" kata Vita, mendengar sebuah suara, Lee yang tadinya tertunduk melihat ke arah wanita tersebut, seorang wanita dengan tampilan yang sederhana, celana jeans dengan kaos putih oblong dan kuncir kuda nya, Lee melihat dengan jelas wanita yang terlihat manis itu.


"Manis!" gumam Lee,


"Apa Lee?" kata mamanya yang masih mendengar nya.

__ADS_1


"Teh nya terlalu manis ma!" kata Lee yang kebetulan memegang segelas teh manis.Melihat itu papa Ray hanya tersenyum tipis.


bersambung


__ADS_2