
Boy nampak belum paham dengan kesakitan yang di alami oleh Kayra sang istri, namun sekian kali Kay menjerit kesakitan akhirnya Boy mulai menghentikan kegiatan nya.
"Kay...sayang!!" pekik Boy, dia sudah tak mood lagi melanjutkan kegiatan nya padahal sudah dalam keadaan tegang-tegangnya.
"Aaaarrggghhh.....sakit!!!"
jerit Kay sambil menarik rambut sang suami...
"Awooww lepas dulu sayang!!! kita ..kita masih polos!!" pekik Boy ketika Kay menarik rambut Boy demi menahan rasa sakit nya.
"Sa-sayang..... bentar sayang ... lepaskan dulu pegangan di rambutku! Kakak pakai baju dulu!! masa' ke rumah sakit polos gini!!" kata Boy membujuk sang istri agar melepaskan jambakan di rambutnya.
"Tapi sakit Kak!! aaaarrggghhh..... ini beneran Kak!!! sakit!!" kata Kay sambil terlihat meringis menahan rasa sakitnya.
setelah berhasil melepaskan tangan kaki dan rambutnya, Boy langsung pakai boxernya tanpa memakai bajunya lagi,dia begitu panik karena melihat Kay kesakitan.Kay masih berada di balik selimut dengan tubuh yang masih polos.
"Kay...sabar sayang...aku bangunin mama dulu!!! kakak bingung harus bagaimana sayang!!" kata Boy dengan paniknya.
"Cepat kak!!! jangan banyak bicara!!" bentak Kay, ini kali pertama selama mereka menikah , Kay berani membentak Boy, boy di nilai terlalu lama membiarkan dirinya kesakitan, apalagi Kay sudah tak tahan dengan rasa sakitnya.Boy lari naik ke atas membangunkan Kiara, Mama mertua nya,dia bahkan tidak mempedulikan bagaimana penampilannya saat ini, yang ada di otaknya saat ini adalah membangun kan Kiara karena Boy tak tahu harus berbuat apa.
Tok...tok....tok.....
"Ma....mama!!"
Tok....tok.....tok....
"Ma... Mama!!''
Tak ada jawaban dari dalam, membuat Boy akhirnya mengedor pintu kamar dengan sedikit keras.
Dok....dok....dok....
"Mama Kiara!!!!" teriak Boy
Spontan Johan yang bangun terlebih dahulu baru di susul Kiara.
"Ada apa pa?" tanya Kiara
"Entahlah, seperti nya ada yang mengedor pintu kamar kuat ma!" jawab Johan.
Johan dan Kiara berhenti sejenak dan mendengar kembali ketukan pintu yang cukup keras. Akhirnya Kiara dan Johan bergegas turun dari ranjang nya dan menghampiri si penggedor pintu.
__ADS_1
ceklek.....suara pintu terbuka.
"Ngapain aja sih ma! lama banget buka pintu nya!!" ucap Boy ketus, dia tak sadar saking paniknya.
"Berani kamu gak sopan sama mama kamu!!" sentak Johan yang tak terima dengan nada ketus Boy.
Boy tiba-tiba tersadar, dan buru-buru dia menetralkan raut wajahnya yang memang terlihat jengkel pada kedua mertuanya.
"A-anu ma,pa.... Kay....Kay kesakitan pa, ma!!" ucap Boy langsung teringat sang istri.
"Apa?"
Kiara bergegas turun ke bawah di mana letak kamar Kay berada, dia berlari sedikit kencang karena tau pasti sang anak sedang mengalami kontraksi.
"Kay.....sayang!" panggil Kiara ketika masuk ke dalam kamar anaknya.
"Ma.....hiks....sakit banget!" kata Kay.
"Aduuhh Boy!!! kamu apakan Kay!!! ini kok bisa polos gini sih!!" ucap Kiara ketika menyadari bahwa sang anak masih polos di balik selimut nya.
"Hehehehe Boy cuma njengukin dedek bayi ma, belum juga selesai!! Kay sudah kesakitan ma" kata boy dengan polosnya.
"Apa sih Papa!! pusing tau kalau belum kelar!! kayak gak pernah aja!" gumam Boy, dan naas masih di dengar oleh Johan.
"Apa kamu bilang??" kata Johan yang sudah bernada tinggi.
"Sudah!! sudah!! kalian masih bisa ya berdebat!!" sentak Kiara pada keduanya.
"Boy...ambil daster buat Kay dan ganti baju mu juga, dan Papa siapkan mobil!" perintah Kiara.
Mereka berdua berlarian dengan tugas masing-masing, Boy segera membantu Kiara memakai kan baju untuk istrinya.dan beberapa saat kemudian,dia membopong tubuh Kay keluar dari kamar ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh Johan. Johan mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju ke rumah sakit terdekat di mana Kay harus melahirkan, Boy yang berada di samping sang istri terus-menerus mengelus perut buncit istrinya, jelas Boy sangat panik melihat Kay kesakitan menahan kontraksi nya.
"Sayang...jangan buat Mommy mu kesakitan dong!....kalau kayak gini terus kamu bisa jadi musuh Daddy nanti!!! Daddy gak akan biarkan kamu menyakiti Mommy!!!"
ucap Boy,malah membuat Kay kesal, Johan yang mendengar pun merasa menantunya sangat bodoh! dimana ada orang mau melahirkan tidak sakit?? pikir Johan.
pletaakk.....pukulan di kepala Boy membuat dia mengaduh.
"Awwwoww sakit ma!" kata Boy
"Lagian kalau ngomong gak kira-kira!! Mana ada anak menyakiti Mama nya!! emang kalau mau lahiran bawaannya sakit Boy!!" kata Kiara
__ADS_1
"Tapi aku kasihan lihat Kay ma!" kata Boy membela diri.
"Kalau kasihan, besok-besok gak usah bikin anak lagi!!" kata Johan ikut jengkel dengan Boy.
"Ya jangan dong pa!! bikinnya enak kok! iya kan Kay?" tanya Boy.
pletaakk......kembali Boy mendapatkan pukulan di kepala nya dari Kiara.
"Kamu coba tenangkan Kay Boy!! bukannya malah bikin jengkel dia!!" kata Kiara.
"Sayang.....sakit banget ya?" tanya Boy sambil mengelus perut Kay dengan pelan, dan entah mengapa kontraksinya berhenti sejenak.
"Kak... berhenti sakit nya kalau di elus"
Kata Kay sambil memegang tangan Boy dengan erat, bahkan beberapa tangan Boy sudah berbekas kuku-kuku jari Kay, walaupun jari-jarinya tak berkuku panjang, namun cukup membuat bekas di beberapa tempat di tangan Boy.Baru saja merasa enakan dikit, Kay merasa sakit lagi,dan sekarang malah semakin sering, seakan-akan ada yang mendorong di bagian sensitif Kay.
"Pa...masih lama?" tanya Kiara yang sudah melihat tanda-tanda Kay mau melahirkan, dan benar saja...
"Ma...mama.... Kay...Kay.... mengeluarkan banyak air!?" teriak Boy dengan panik. Perjalanan yang masih 10 menit itu terasa sangat lama bagi Kay dan Boy yang panik parah.
"Itu air ketuban Boy, coba Kay bersandar ke dada Boy,...boy ubah posisi Kay!" perintah Kay.
Dan akhirnya Kiara mengalah duduk di bawa kursinya, dia menaikkan kaki Kay hingga Kay di posisi berbaring dengan bersandar di dada Boy.
"Ma....... eeggghhh!!!" Kay terlihat mengejan tiba-tiba.
"Sabar sayang....pa masih lama??" tanya Kiara panik
"Itu ma!!! kita beberapa meter lagi sampai gerbang rumah sakit!" kata Johan sambil menaikkan laju kendaraannya karena di depan sudah terlihat rumah sakit yang di tuju.
"Ma.... Mama... Kay!!!!!!!" teriak Boy panik karena melihat Kay kembali mengejan dan akhirnya...
"Oek......oek......oek......."
"Astaga!!!" pekik Kiara begitu melihat Kay melahirkan anak pertamanya di dalam mobil, sedangkan Johan tiba-tiba menghentikan mobilnya ketika mendengar cucunya lahir di dalam mobil.
"Ma..... anakku kok lahir di dalam mobil? gak berkelas banget ya" kata Boy dengan polosnya.
Pletaakk..... kali ini Johan benar-benar tak tahan untuk memukul kepala menantunya itu.
bersambung
__ADS_1