Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Fabri yang sedikit berlari karena melihat Sania di bawa ke UGD, dia ingin memastikan keadaan Sania, Namun dokter tak memperbolehkan nya, teman -teman Sania sudah ijin untuk pulang, tinggal Cerry sahabat nya saja yang tertinggal di sana.


"Ada apa ini?" tanya Fabri cemas.


"Eh Fabri? gak tau! tiba-tiba saja, dia merasa pusing dan pingsan seketika!!" kata salah seorang teman Sania yang mengenali Fabri, yaitu Cerry. Beberapa saat kemudian dokter datang dan meminta Fabri untuk ke ruangannya. sedang kan Cerry menerima Sania di dalam yang baru saja terbangun. Langkah gontai Fabri menarik perhatian sahabat-sahabatnya.


"Ada apa Bri? bagaimana keadaan Sania?" tanya Leo yang duduk di samping Fabri.


"Dia hamil!!" jawab Fabri sambil menyapu wajahnya kasar.


"Apa???!!! gila loe ya!!! main DP aja loe!!!" teriak Leo seketika berdiri.


"Bukan anak gue!!!" ucap Fabri lirih, namun masih bisa di dengar semuanya.


Boy langsung duduk di samping kiri Fabri, begitu pula Leo yang kembali duduk di samping kanan nya, Lee hanya bisa menghela nafasnya pelan.


"Padahal gue sayang banget sama dia!!! gue menghormati dan menjaga dia banget!!! jangankan menyentuh nya!! bahkan menciumnya saja tidak pernah!!"


ucap Fabri dengan nada sendu. Fabri menyayangi Sania bahkan Fabri sudah mulai mencintai anak dari teman Mama nya itu,dia merasa di hianati oleh Sania,karena sejak SMP mereka saling mengenal, dan memang Sania lebih dulu mendekati Fabri, keluarganya yang lebih sering melakukan perjalanan kerja ke luar negeri,membuat Sania lebih dekat dengan keluarga Fabri. Hingga satu tahun belakangan mereka memutuskan untuk menjalin hubungan pacaran.Dan enam bulan lalu Sania ikut orangtuanya ke luar negeri serta Dua minggu yang lalu Sania pulang kembali ke tanah air.


"Lalu? apa yang bakal loe lakuin?" tanya Lee

__ADS_1


"Gue gak tau Lee!!" jawab Fabri


Fabri yang ceria, seketika berubah jadi pendiam, entah apa yang ada di pikirannya saat ini. tiba-tiba Cerry teman Sania datang dan mengabari bahwasannya Sania sudah sadarkan diri dan ingin bertemu dengan Fabri karena Cerry mengatakan dia bertemu dengan Fabri di rumah sakit, Cerry belum tahu tentang kebenaran keadaan Sania yang tengah hamil muda, begitu pula dengan Sania yang belum tahu bagaimana keadaannya, karena dokter hanya berbincang dengan Fabri saja tanpa memberitahu keadaannya kepada pasien. Boy menepuk pelan punggung Fabri, dia berharap Fabri mau dengan tenang menemui Sania, tau kalau sahabat-sahabatnya mencoba menguatkan dirinya, akhirnya Fabri berdiri dan masuk ke dalam ruang di mana Sania di rawat.


"Fabri!" seru Sania senang, dia masih terlihat pucat, namun melihat Fabri yang ada di hadapannya dia sangat senang.


Fabri hanya diam saja, Sania sampai heran kenapa sikap Fabri begitu dingin.


"Bri, maaf aku belum bisa menemui kamu, dua minggu ini aku masih sibuk!" kata Sania,


pasalnya sepulang dari luar negeri Sania hanya menyapa Fabri melalui ponselnya,ya mereka sering melakukan kontak dengan ponsel, jarang sekali bisa bertemu bahkan saat kelulusan Fabri pun Sania tidak pulang dari luar negeri, pertemuan pertama mereka setelah kedatangan Sania dari luar negeri adalah saat ini, di rumah sakit dengan membawa berita yang sangat mencengangkan untuk Fabri.


"kamu nggak ingin meluk aku Bri? aku kangen sama kamu!"


"Temui ayah dari anak yang kamu kandung!" kata Fabri dingin dan datar tanpa basa-basi.


Deg......


mendengar apa yang dikatakan oleh Fabri Sania begitu terkejut, begitu juga dengan Cerry, Sania tak percaya akan pendengarannya,benarkah Fabri tahu dia berhubungan dengan lelaki lain selain berpacaran dengan Fabri dan apa yang dikatakan oleh Fabri?anak? Sania tak habis pikir apa yang dimaksud dengan Fabri?


"Apa maksud kamu Bri?" tanya Sania tak paham.

__ADS_1


"Kamu sedang hamil! cari lelaki itu dan kita putus!!" kata Fabri,


Fabri hendak pergi dari hadapan Sania, dengan cepat Sania turun dari ranjang dan sedikit berlari mencegah agar Fabri tak keluar dari ruangan tersebut, Sania bahkan sudah berlutut di kaki Fabri,dia ingin meminta maaf sepenuhnya kepada Fabri, pergaulannya di luar negeri membuat Sania sedikit liar,Sania gadis manis dan lemah lembut yang dikenal Fabri nyatanya hanya sebuah topeng saja di mata Fabri, tidak mungkin gadis manis dan lemah lembut itu kini hamil dengan seseorang selain pacarnya, setidaknya begitulah penilaian Fabri mengenai Sania, Sania menjalani hidup yang bebas di luar negeri,disana dia menjalin hubungan dengan seseorang yang menjadi pacarnya ketika dia tak bersama dengan Fabri.


"Fabri maafkan aku! aku mohon sayang!! ampuni aku!!!" kata Sania sesegukan di kaki Fabri


"Minggir Sania!!!"


"Nggak!! aku gak mau!!!! aku bisa jelaskan semuanya sayang! maafkan aku!!! aku mohon jangan tinggalkan aku!!! Aku....aku bisa gugurkan kandungan ini demi kamu!!" ucap Sania menyakinkan Fabri.


Drama mereka hanya di lihat saja oleh ketiga sahabat Fabri, bahkan Cerry sudah berulang kali kaget mendengar penuturan Sania.Fabri hanya diam memandang kearah Sania yang sedang bersujud di kakinya.


"Berdiri lah!" perintah Fabri, dengan senang hati dan Sania bangun karena mengira Fabri memaafkan nya, dan Sania siap kehilangan janinnya demi Fabri.


"Jadi? mau kah kau bersama lagi denganku sayang?" tanya Sania dengan berbinar.


"Sayangnya!!....aku tak suka barang bekas Sania!!"


ucapan Fabri sukses membuat terdiam, Fabri melewati begitu saja Sania yang masih shock dengan perkataan Fabri.


Dia berlalu begitu saja dan menghampiri teman-temannya, mereka akhirnya meninggal kan ruangan UGD dengan Sania yang terpaku di sana.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2