Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Levin dengan galak menjitak kepala mereka berempat bergantian, sedangkan Boy merayu sang Kakak ipar dengan berbagai cara agar Levin tak lagi marah, sebenarnya Levin tak begitu marah tapi karena hatinya sedang suntuk maka kata-kata mereka seakan menjadi bahan bakar yang siap untuk membesarkan nyala api kompor yang ada di hati Levin yang kembali karena ketinggalan kunci mobilnya, Levin kembali duduk dan menenggak sekali lagi minuman yang ada di depannya.


Boy sedari tadi sudah merayu sang kakak ipar,dan akhirnya Levin memutuskan untuk pulang bersama Boy, Boy mengantarkan Levin sampai ke depan apartemennya, Levin memang tak seberapa mabuk dia masih bisa menguasai kesadarannya.


Levin lama berdiri di depan pintu apartemen, kata-kata dan nasehat empat sekawan tergiang di telinga nya, berulang kali Levin mengacak rambutnya dan mengusap wajahnya kasar.


"brengsek!!! brengseekk!!!"


umpat Levin berulang kali, dia belum pernah sama sekali merasakan apa yang namanya cinta, apalagi jatuh cinta pada seorang gadis, bahkan hatinya sekarang pun tak yakin kalau saat ini dia sedang jatuh cinta pada Sesil.


Sesil di dalam sana sedang gelisah, Ayana mengabari dirinya, ya.... beberapa hari yang lalu bingkisan yang di bawa Johan dari Kiara ternyata adalah ponsel yang di peruntukan untuk Sesil. dan Sesil menggunakan nya tanpa sepengetahuan Levin.Ayana baru saja mengabari Sesil kalau Levin sedang galau dan sedang kurang enak badan, padahal Levin hanya sedikit mabuk dan galau bukannya tak enak badan, siapa pelakunya? Leo! suami Ayana itu dan kawan-kawannya sengaja mencari cara untuk mendekatkan Sesil dengan Levin.


ceklek...... pintu apartemen nampak terbuka, Sesil yang duduk menunggu di sofa ruang tamu spontan berdiri melihat pintu apartemen terbuka.


"Tuan!" panggil Sesil sambil menghampiri Levin,dia terlihat sangat khawatir.


"Tuan, apa tuan baik-baik saja?''


tanya Sesil sambil terus berdiri di depan Levin, Levin terdiam melihat Sesil berada di hadapannya, biasanya gadis ini akan mengurung diri di kamarnya ketika Levin pulang tapi entah mengapa kepulangnya kali ini disambut oleh wajah cemas Sesil yang sekarang berada dalam hadapannya, sekarang dia semakin bingung dengan perasaannya sendiri.


"ngapain kamu di sini? harusnya kamu berada di kamarmu saat aku pulang! apa kamu lupa dengan aturan tersebut!? Sana...masuk kamar!!'' ucap Levin ketus.

__ADS_1


Sesil terdiam, Sesil jelas tau Levin baru saja meminum minuman beralkohol, bau alkohol dari mulut nya tak bisa di sembunyikan.


"Maaf tuan! saya lancang!" kata Sesil menunduk


Sesil bersiap masuk ke dalam kamarnya,namun sebelum itu terjadi Levin memerintahkan Sesil terlebih dahulu.


''Siap kan air panas! aku mau mandi!!!" perintah Levin


"Ya?" tanya Sesil heran


bagaimana tidak? biasanya Sesil dilarang keras oleh Levin untuk masuk ke dalam kamarnya bahkan untuk membersihkan kamar Levin,Levin pun melakukannya sendiri dan kali ini Sesil mendengar bahwa Levin meminta dia untuk menyiapkan air panas, Tentu saja itu tidak ada dalam perjanjian kerjasama mereka, kerjasama sebagai pembantu dan majikan.Sesil masih mematung di depan Levin yang sudah duduk di sofa ruang tamu dia masih heran dengan permintaan dari Levin.


"Kenapa masih di situ? siapkan air panas!!" kata Levin dengan tegas.


kata Sisil sambil berlalu masuk ke dalam kamar Levin, namun sebelum masuk ke kamar Levin hasil nampak terdiam di depan kamar Levin,selama sebulan lebih tinggal bersama Levin,baru kali ini dia akan memasuki kamar laki-laki tersebut, rasanya ada keraguan dalam diri Sesil, Namun karena perintah dari Levin, Sesil segera membuka kamar tersebut, pertama kali yang dilihat oleh Sesil adalah kamar dengan nuansa putih dan abu-abu yang terlihat sangat bersih dan rapi bahkan Sesil bisa mengira kalau Levin seringkali membersihkannya sendiri karena selamat tinggal di situ Sesil tak pernah sekalipun menjamah kamar tersebut, Sesil melangkah pelan masuk ke dalam kamar mandi menyiapkan air untuk Levin berendam,memberikan aroma sabun ke dalam air hangat tersebut agar Levin bisa merendamkan badannya.


Belum juga Sesil keluar dari kamar mandi, Levin sudah berada di ambang pintu kamar mandi tersebut dengan hanya memakai celana pendek yang biasa dipakai untuk tidur,tiba-tiba Levin sudah ada di belakangnya membuat Sesil kaget.


"Aaaaaaa!!'' teriak Sesil sambil menutup mulutnya dengan tangan kanan nya.


''Minggir!! dan siapkan bajiku!" kata Levin dengan tenang.

__ADS_1


"Iya Tuan!"


Sesil yang terlihat memerah mukanya, segera berlalu dari sana dan mencari letak pakaian untuk Levin, kemudian dia berlalu ke dapur membuatkan sup ayam panas untuk Levin. Hampir 1 jam Sesil menunggu di meja makan,dan dia bahkan sudah menguap beberapa kali, tapi orang yang di tunggu tak kunjung keluar dari kamar, dengan memberanikan diri sesil membawa satu mangkuk sup ayam dengan nampan.


tok


tok


tok


"Tuan Levin!'' panggil Sesil dan setelah menunggu cukup lama Levin membuka pintu kamar nya.


"Sudah aku bilang...jangan......!''


"Sup ayam! makanlah dulu Tuan" kata Sesil memotong perkataan Levin


Levin membuka lebar pintu kamarnya dan membiarkan Sesil masuk, Sesil menaruh sup tersebut di meja sofa yang ada di ruangan tersebut.Levin nampak menunggu di ambang pintu, dan akhirnya Sesil hendak keluar dari kamar Levin.


Namun tiba-tiba Levin menutup pintu kamar nya.Sesil nampak kaget dengan apa yang dilakukan Levin.


"Sedari tadi aku sudah membiarkan mu pergi!! ini salahmu kenapa kau kembali masuk ke dalam kesini!"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2