
Hari ini adalah hari kepulangan mereka dari hotel, dan Levin memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya, Sesil meminta tinggal di sana beberapa hari, sebelum acara bulan madu mereka.Levin ingin memberikan Sesil sebuah kejutan di acara mereka nantinya. Levin ingin acara bulan madu mereka pergi ke negeri di mana Papa dan Mama nya di kuburkan. Sesil belum mengetahui rencana Levin, yang dia tau dia akan pergi ber bulan madu dengan suaminya sambil bekerja,DNA itu pun Sesil tak tau di mana, Sesil yang sekarang bukan tipe wanita yang menuntut terlalu banyak hal pada Levin, bersama Levin dan di cintai oleh lelaki itu saja ,sudah membuat Sesil sangat bahagia.
"Sesiiiiiiil" teriak Kiara senang ketika melihat anak mantunya datang ke rumah.
"Ma ...." sambut Sesil sambil memeluk Mama mertuanya, sungguh dia bersyukur mendapatkan mertua seperti Kiara dan Johan yang sangat menyayangi, walaupun Johan Ter tipe sama dengan suami nya, namun Sesil tau betul bagaimana Johan sangat menyayangi nya.
"Sudah makan?" tanya Kiara yang mengandeng Sesil menuju ke ruang keluarga.
"Sudah ma..." jawab Sesil
"Ma..... Mama lupa sama Levin?"
tanya Levin yang merasa tak di anggap oleh Mama nya, biasanya kalau dia yang pulang ke rumah utama, Kiara yang paling heboh dengan kedatangan anak lelakinya yang sudah memilih hidup sendiri itu.
"Oh iya... Mama lupa'' ucap Kiara sambil menoleh ke belakang dan kembali berjalan untuk memeluk anak lelakinya.
"Uuhh anak Mama udah gak perjaka tua lagi" seru Kiara sambil memeluk Levin.
"Mama!!"
"Sudah......ayo masuk!" ajak Kiara.
Karena hari masih sore, Kiara dan Sesil berbincang dengan sangat santai di teras belakang rumah nya,dia berharap Sesil akan terus tinggal di rumah itu setelah mereka menikah.
"Udah rayu suami kamu belum?" tanya Kiara pada Sesil
"Sudah ma, tapi kayaknya cuma beberapa hari ini, belum bicara lagi soal pindah ke rumah ini" kata Sesil yang merasa gak enak dengan permintaan Kiara yang belum dia penuhi.
__ADS_1
"Ya udah sih gak papa, jangan jadi beban buat kamu, Mama cuma berharap saja, syukur-syukur kalau kesampaian, kamu tau kan Kay sudah ikut sama suaminya" kata Kiara yang melihat Sesil seakan tak enak hati padanya.
"Ya Ma nanti Sesil bantu ngomong lagi sama Levin, karena sebenarnya Sesil senang kalau ada temennya, kalau di apartemen kan, selepas dia ke kantor, Sesil sendirian ma" kata Sesil.
"Sayaaang......"
Suara Levin memanggil Sesil, dia sedari tadi di tinggal Sesil sendirian di kamar, dia sendiri mulai bosen Karena pekerjaannya yang dikirim oleh Ali sudah selesai,dia menunggu beberapa saat karena mengira Sesil akan naik dan masuk ke dalam kamar,ternyata sampai sore menjelang malam Sesil tak kunjung naik ke atas.
"Ma.... Levin manggil, Sesil ke atas dulu ya Ma" kata Sesil
"Ya....nanti turun saat makan malam saja" kata Kiara
"Sepertinya Papa mu juga baru saja sampai" lanjut Kiara.
Akhirnya Sesil memutuskan untuk naik ke atas dan masuk ke dalam kamar yaitu kamar Levin,ketika membuka pintu dia tak melihat suaminya duduk di sofa atau pun di atas ranjang,Sesil masuk ke dalam dan menutup pintunya, Sesil mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, kemudian Sesil mengetuk pintu kamar mandi memastikan kalau Levin di dalamnya.
Namun tak ada jawaban dari dalam kamar mandi, Sesil berusaha untuk mengetuk kembali pintu kamar mandi dan sekali lagi Tak ada jawaban dari dalam kamar mandi.Karena panik dan takut terjadi apa-apa pada Levin, tanpa pikir panjang Sesil langsung membuka handle pintu tersebut, dan ternyata pintu tersebut tak di kunci. dengan muka yang panik Sesil langsung membuka pintu kamar mandi tersebut sedikit agak keras, sehingga menimbulkan suara yang cukup keras juga. Dia segera masuk ke kamar mandi dan mencari keberadaan suaminya.
"Levin......Abang!!" teriak Sesil ketika tak menemukan seseorang di dalam kamar mandi.
Greep
"Aaaarrrgghh......" Teriak Sesil ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.
"Abang!!! sengaja ya Abang nipu aku??.....bikin aku jantungan!" omel Sesil karena merasa di tipu oleh Levin.
"Siapa yang nipu?" tanya Levin dengan santainya.
__ADS_1
"jelas abang nipu aku!!!berkali-kali aku ketok pintunya Abang tidak menyahut, aku panik!aku takut terjadi apa-apa pada Abang di dalam kamar mandi!!!" kata Sesil dengan cerewet nya.
"Abang sedang sikat gigi Sesil! mana bisa menjawab kalau ada orang yang memanggilnya dari luar, jangan-jangan emang kamu mau menggodaku ya?? makanya kau masuk ke dalam?" goda Levin
"Gak!! mana ada aku begitu" kata Sesil sambil tersipu malu.
Apalagi dia bisa merasakan betul berubah bentuk batang milik Levin yang sedari tadi menempel di bagian belakang tubuhnya karena Levin memeluk nya dari belakang. Sesil berusaha untuk memberontak,dia ingin keluar dari dekapan tubuh Sang suami yang terlihat sekali masih sangat polos, karena anduk yang mau dia pakai hanya dikalungkan di lehernya saja.
"tanggung jawab sayang,kamu yang membuat sesuatu tadinya baik-baik saja sekarang sudah berdiri dan berubah bentuknya" kata Levin dengan sesekali menggigit kecil leher sang istri.
"Ohh Tuhan!! kemana Levin si pedas mulut itu!! Kenapa sekarang menjadi si mulut mesum!" kata Sesil sambil memanyunkan bibirnya.
Levin tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh istrinya, walaupun Sesil cemberut tapi Sesil diam saja ketika Levin sudah melepas kain yang menempel di tubuhnya satu persatu, hingga beberapa menit kemudian Sesil sudah benar-benar polos sama seperti dirinya, Levin membuang handuk yang melingkar di lehernya, kemudian mendorong pelan sang istri masuk ke dalam ruang kaca yang didalamnya terdapat shower untuk mandi,menyalakan air hangatnya kemudian mulai membasahi mereka berdua, Levin dengan gerakan yang cukup lembut mematikan shower nya ketika dirasa sang istri sudah terlihat basah, entah mengapa melihat Sesil yang basah,membuat gairah nya meningkat,Levin bahkan tak sabar untuk absen setiap jengkal tubuh sang istri.
"A--abang!!! jangan begini!!"
pekik Sesil ketika Levin sudah duduk jongkok di bawah Sesil dan menaikkan satu kaki Sesil ke bahunya dan menikmati gua kenikmatan sang istri. Sesil merasakan sensasi yang berbeda ketika Levin melakukan dengan posisi Sesil yang berdiri, karena rasanya kakinya tak bisa menopang tubuhnya yang beberapa saat kemudian bergetar karena pelepasan pertama nya.
"Oohh God.......!!"
pekik Levin ketika dia sudah memasukan batang miliknya yang sudah berdiri kokoh, kali ini dia ingin bermain dengan pose yang berbeda.Levin membalikkan tubuh sang istri dan memacunya dari belakang, menautkan kedua tangannya dengan tangan sang istri, eraaangan dan desaahan nampak menggema di dalam kamar mandi.
"Sebentar lagi sayang......" bisik Levin ketika melihat Sesil sudah terlihat lemas.
"Ooohh.....aa@ahh"
"Terimakasih sayang......" ucap Levin mengakhiri sesi panasnya di kamar mandi kamar nya, Sesil tak lagi bisa menjawab kata-kata Levin, dia hanya bisa membalikkan tubuhnya dan memeluk sang suami karena terlalu lemas.
__ADS_1
bersambung.....