
Hari-hari kembali seperti biasanya, Caca sudah kembali ke rumahnya bersama sang baby sitter beberapa hari yang lalu, kelegaan hati Camilla membuatnya kembali terlihat ceria dan bekerja di rumah keluarga Adrian dengan baik, sesekali dia akan ke rumah sakit untuk menjenguk sang papa.
Di ruang kerja tuan Adrian
"Tuan kita akan ke Bali untuk beberapa hari, ada klien dari luar negeri yang singgah di Bali tuan!" kata Ray menjelaskan.
"memang nya tidak bisa kamu saja Ray?"
"ini klien besar kita tuan! saya rasa sebaiknya anda sendiri yang menemuinya tuan!"
"Baiklah Ray kamu siapkan saja!"
"Baik tuan!"
"Dan Ray apa istriku bisa ikut?"
"Saya rasa nyonya tidak bisa ikut tuan?"
"kenapa? aku ingin anak dan istri ku ikut sekalian kita bakalan liburan disana!"
"Nyonya sedang hamil muda tuan, rentan bagi ibu hamil naik pesawat!"
"Haiiissshh kau benar juga!!apa yang akan aku lakukan tanpa istriku disana!!"
"berapa hari kita disana?"
"2 hari cukup tuan!"
"baiklah siapkan semuanya!"
Ray bersiap untuk pulang ke rumah, Adrian kedatangan salah satu keluarga dari istri nya.
"Selamat malam Ray?" sapa Valeria.
"Selamat malam nona Valeria"
"Jangan bersikap terlalu formal dengan ku! bukannya kita seumuran? panggil saja Ria" pintanya.
"Baiklah nona Ria!"
"masih nona?"
__ADS_1
"Maafkan saya nona!"
"Tante Riaaaaaa!" teriak Caca sambil berlari menuju Valeria yang memang baru saja datang.
"Waahh keponakan cantik tante! apa kabar sayang?"
" Baik tante! apa tante akan tinggal di sini?"
"Hemmm tante akan menetap di sini, tapi punya rumah sendiri, jadi tante hanya akan menginap malam ini bersama caca!"
"Ye...ye...ye...yee..caca suka!" celoteh si bocah balita itu.
Ray akhirnya pulang ke rumahnya, Valeria memandang punggung Ray dari jauh.
"Kenapa?" tanya Clarissa yang tiba-tiba ada di sampingnya.
"Susah banget ya dapetin hati dia kak!"
"Usaha nya di keras in dong!! kan sekarang udah menetap di kota ini, saatnya meluluhkan hati dia!"
"Apa dia udah ada tambatan hati ya kak?"
"Setau kakak sih belum! dia itu gila kerja!!"
"sippp deh!! semangat dong!!!"
Camilla yang ada disampingnya ikut mendengarkan pembicaraan mereka, rasanya ada yang mengusik hatinya ketika ada seseorang yang mencintai Naraya tapi dia sadar diri bahwa dia sudah tak pantas lagi buat Ray, bisa di maafkan saja sudah syukur banget, apalagi dia juga sudah meminta maaf pada Johan dan Cristian sahabat Ray, dan mereka memaafkan sama halnya dengan Ray, sekarang ketika ada seorang yang mencintai Ray dia ikut mendukung seperti sang majikan mendukung adiknya dan lagian Valeria terlihat baik walaupun ini pertama kali bertemu dengan Valeria.
Di rumah papa Arya
"Pa...belum tidur?" tanya Ray yang baru saja masuk.
"papa tidak bisa tidur Ray!"
"Ada apa pa?"
"dua hari lagi peringatan kematian mama kamu Ray, papa kangen banget sama dia!"
Ray hanya diam tak tahu harus berkata apa, wanita yang melahirkan nya itu tak pernah bertemu dengannya, karena setelah melahirkan Ray, mamanya meninggal dunia.
Papa Arya menceritakan kalo sang mama lebih memilih memberikan kebahagiaan pada papa Arya daripada mengugurkan kandungan nya tang beresiko saat itu. papa Arya juga berkata jangan menyia-nyiakan hidupnya yang telah di pilih oleh sang mama untuk Ray.
__ADS_1
"Kita ke makam mama lusa pa! aku akan meminta ijin tuan Adrian untuk pulang lebih awal!"
"Iya Ray, sudah lama kamu gak kesana!"
"Ya sudah papa tidur ya..sudah malam! Ray juga mau istirahat!"
Akhirnya sang papa beranjak dari tempatnya menuju kamarnya, hari ini bi Ana dan pak Agung pulang karena istri Krisna melahirkan dan mereka pergi menengok cucu nya itu, karena sendirian membuat papa Arya kesepian dan merindukan istrinya di hari tuanya tanpa kehadiran seorang pendamping.
Selesai mandi Ray duduk termenung di balkon kamarnya, setelah tadi membuat coklat hangat untuk nya sendiri, Ray melihat indahnya malam dari balkon kamarnya.
Ray sebenarnya tau apa yang dirindukan sang papa selain mamanya, hari ini bi Ana pamit menemui cucu barunya, tentu saja hal itu juga mengusik hati papanya, setelah sekian lama dia tak pernah memperkenalkan kembali kekasihnya, karena jujur Ray sangat susah untuk jatuh cinta, kalopun Camilla dulu bisa masuk ke dalam hatinya, maka sangat sulit bagi Ray mengeluarkan nama wanita itu dari hatinya, dengan sudah payah dan perjuangan lama, Ray baru merasa nyaman dengan hatinya.
Namun untuk jatuh cinta lagi rasanya sangat sulit baginya. Camilla kembali bersamaan dengan kembalinya Valeria, wanita yang 2 tahun lalu menyatakan cintanya pada Ray, namun sampai saat ini Ray masih diam seribu bahasa.
Dimanakah hatinya saat inipun dia tak tau, setelah permohonan maaf Camilla beberapa hari yang lalu, Camilla menjauh darinya dan datanglah Valeria yang ingin mengisi hatinya.
"Pa...apa yang sebenarnya hatiku inginkan!!"
gumam Ray.
Apakah hatinya masih ada Camilla disana? atau dia siap dengan orang baru yang baik seperti Valeria?
Ray mengacak rambutnya sendiri, mencoba ingin memulai sebuah hubungan demi sang papa rasanya sangat sulit dia binggung harus memulai dari mana, Ray ingin melakukan semuanya agar papanya tenang dan tidak terlalu kepikiran,jujur Ray mendapatkan laporan dari dokter pribadi sang papa, yang mengatakan tekanan darah tingginya naik dan dia di anjurkan untuk jangan terlalu banyak pikiran.
Disisi lain Valeria memandang foto dimana ada Ray, Caca dan sang kakak ipar juga kakak sepupu nya Clarissa.
"Aku benar-benar mencintai kamu Ray? mengapa kamu membentengi hatimu sedemikian rupa! apa kurangnya aku buat kamu? aku pasti coba memperbaiki semuanya Ray!"
"Tapi selagi kamu belum bersama wanita lain Ray aku akan tetap membuat kamu jatuh cinta sama aku!!
duuuuhhh Ray! muka datar gini aja cakep! apa lagi senyum ya!" Valeria berguling di atas kasur nya yang ada di rumah Clarissa, hatinya entah mengapa menjadi sangat bahagia mengingat sang kakak mengatakan kalo Ray belum punya tambatan hati.
Dan di kamar Camilla..
Gadis itu memandang sebuah album kecil yang selalu dia bawa kemanapun dia tinggal. disana nampak jelas foto orang-orang yang pernah berarti dalam hidupnya.
dia buka satu bersatu foto kenangan itu, Erina, Angel Marco bahkan di sana ada foto saat bersama Ray, Johan dan Cristian...Dia memandang lama foto Ray yang saat itu tengah tersenyum karena Camilla yang meminta dulu,ada foto sang mama juga.
"Kamu sudah berubah Naya!"
begitulah Camilla memanggil Ray bila sedang berduaan. Dia mengelus foto Ray yang duduk disampingnya, namun tak memandang ke arah camera, yang dipandang adalah wajah Camilla yang sedang cemberut sedangkan Ray malah tersenyum.
__ADS_1
"Semoga kamu bahagia bersama orang yang kamu cintai! biarlah aku tetap menyimpan kamu di sisi hatiku, selamat tinggal cintaku!!"
bersambung...