Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Fabri terus berusaha menyelamatkan anak dan istrinya, dia benar-benar tak ingin kehilangan keduanya atau bahkan salah satu dari mereka, dia berusaha untuk meraih anaknya, dengan kecerdasan Leo berkendara dia bisa mengimbangi pergerakan mobil Ela yang kadang kala tak seimbang karena pergerakan Bian yang berusaha meraih tangan sang Papa.Fabri sudah berusaha semaksimal mungkin. Ela sudah melepaskan ikatan lengan jaket di tubuh Bian, sehingga memudahkan anaknya merentangkan tangannya ke arah Papa nya.


"Cepat Kak, kita sudah tak ada waktu lagi!"


kata Ela sambil melihat angka pada bom yang berada di bagian depannya.


"Sabar sayang!...."


"Bian.....ayo!" kata Fabri


00.10.46


"Sepuluh menit lagi" gumam Ela pelan,Sekilas Ela melirik ke arah angka pada bom tersebut.Ela juga beberapa kali melirik ke arah sang suami yang berusaha meraih anaknya, tiba-tiba Ela menangis,dia tak tau harus bagaimana.


00.06.10


Kembali Ela melirik ke arah bom tersebut, waktu nya sudah tak banyak lagi, tangan Ela mengangkat kaki anaknya,Dan dalam hitungan detik Bian terangkat dari mobil Ela.Fabri dengan cepat meminta Lee dan Levin menariknya pelan, kemudian dengan sigap Lee mengambil Bian dari tangan Fabri. Fabri nampak bersiap kembali untuk mengeluarkan Ela dari dalam mobil.Leo sudah mulai memposisikan mobilnya agar lebih dekat dengan mobil Ela,namun tak di sangka, Ela membanting stir ke arah kiri dan menjauh dari mobil Leo.


"Ela!!! No...no... no....... Ela jangan!!"


teriak Fabri yang melihat Ela menjauhi mobil yang mereka tumpangi.Ela nampak melihat ke arah Fabri dengan wajah sendu nya, bahkan Ela tak mempedulikan laju kendaraan nya yang mulai ke kanan dan ke kiri secara tak beraturan. Ela melihat mobil Leo yang semakin mendekat mobil nya.


"Maafkan aku" kata Ela tanpa suara, hanya dengan mengunakan isyarat mulutnya.

__ADS_1


"Jangan sayang ......aku mohon..... Ela jangaaannn!!!"


teriak Fabri ketika melihat sebuah senyuman tertib di wajah sang istri, senyuman yang terlihat sangat menyesakkan bagi Fabri, Fabri tak mau ini menjadi senyuman terakhir Ela untuk nya. Ela masih terus tersenyum, tak pernah di sangka nya, gadis miskin seperti nya akan ada di titik ini sekarang, bersama dengan orang-orang yang menyayangi nya.


Sekilas bayangan masa lalu saat pertama kali bertemu Fabri melintas di kepalanya.


'Enak!! maling sandwich?" kata Fabri datar.


Ela kaget, spontan berdiri dan hendak lagi, namun Fabri yang reflek menjambak rambutnya yang terbungkus topi, namun Fabri sangat kaget karena maling tersebut adalah seorang gadis, karena ketika topinya di ambil Fabri sambut panjangnya terurai.


"Cewek??" tanya Fabri.Gadis itu berlari setelah menginjak Kaki Fabri. Bahkan Fabri memangil nya gadis sandwich pada akhirnya, pertemuan yang tak sengaja hingga membuat Ela di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangi dirinya.


Begitu mengingat bagaimana pertama kali bertemu dengan Fabri, Kini Ela memilih untuk menyelamatkan anaknya,karena situasi nya sungguh tak memungkinkan untuk mereka selamat secara bersamaan, waktunya tak bisa di ajak kompromi. Ela semakin menjauhi mobil Leo dan tak menghiraukan panggilan Fabri.


Di sisi lain, Kevin sedang menerima laporan dari anak buahnya yang mengikuti jejak mobil yang dikendarai oleh Leo, bagaimana pun juga Kevin merasa tak tenang membiarkan anaknya menyelamatkan menantu dan cucu satu-satunya.


"Bagaimana?" tanya Kevin di sambungan teleponnya.


"Tuan Fabri bisa mengambil Nona kecil dari mobil satunya Tuan!" lapor anak buahnya


"Lalu bagaimana dengan menantu ku?" tanya Kevin dengan tenang, namun jelas sekali Ray melihat tampang tegang dan khawatir Kevin.


"Ada apa pa?" tanya Desi yang berada di dekapan May, dia sudah tak sabar mendengarkan berita tentang menantu dan cucunya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari Desi, Kevin hanya menaikkan tangan nya bertanda Desi harus bersabar.


"Ulangi?" seru Kevin


"Nona Ela masih belum bisa di keluarkan oleh tuan Fabri tuan! mereka masih berusaha" anak buahnya melanjutkan laporan nya.


"Kabari lagi!"


tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya Kevin menutup panggilan teleponnya, dia memejamkan matanya sejenak memandang langit-langit ruang tamu di rumah Fabri,Kevin menghela nafasnya pelan hal itu tak luput dari perhatian Desi, May dan juga Ray.


Fabri sedang berusaha menyelamatkan istrinya, sedangkan Edo sedang bersenang-senang dan menunggu berita dari anak buahnya yang sedang memantau di lokasi dengan penyamaran nya, Dan benar saja setelah beberapa menit anak buahnya melaporkan.


"Bagaimana....?" tanya Edo


"Bos dengarkan sendiri!" kata si pelapor


Booommmm.......


Suara sebuah ledakan nampak jelas di telinga Edo.


"hahahhahaha......puas aku!!! kalian pergilah dari sana!" perintah Edo pada anak buahnya.


Edo segera menghubungi Vandi, rasa senangnya mengalahkan segalanya, bahkan dia lupa peringatan dari Vandi bahwa jangan terlebih dulu menghubunginya, karena bisa saja ponsel Vandi di sadap oleh musuh mereka.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2