Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Kecelakaan Cristian


__ADS_3

"Periksalah dokter.... dan pulanglah kembali dengan mobil mewahmu! dan ucapakan selamat tinggal pada dunia!"


ucap dokter Ica dengan senyum menyeramkan nya, kemudian dia kembali ke ruangannya dan mengambil tas jinjing nya dan pamit pada suster jaga untuk pulang karena ada urusan penting. Dokter Ica pulang dengan senyuman cerahnya, sebentar lagi satu persatu orang-orang yang di sayangi dan dekat dengan Ray akan mati! dokter Ica seperti mendapatkan hadiah ulangtahun yang sangat diinginkan nya.Dendamnya pada Ray membuat dia gelap mata, tujuan hidupnya saat ini adalah menghabisi semua orang yang ada di sekitar Ray dan Beniqno, seperti dirinya yang kehilangan orang yang dia cintai.


Dokter Ica memasuki apartemen miliknya, di langsung menuju ke kamar di mana dipenuhi foto orang-orang yang dia benci dan foto seseorang yang paling dia cintai.


"Sayang...satu tumbal nyawa buat kamu malam ini okey? aku jamin dia gak akan bisa lolos malam ini ha ha ha ha ha ha!"


"Sebaiknya aku tidur, karena besok akan ada berita menyenangkan!" lanjut Veronica atau yang biasa di panggil dokter Ica.


Malam semakin merayap, setelah menangani pasiennya, dokternya Tian berencana pulang kembali ke rumahnya, Beberapa waktu lalu setelah di tinggal sang kekasih Clara, Tian memutuskan untuk tinggal di sebuah apartemen yang dia beli sendiri di dekat perumahan papa Arya, entah mengapa Tian begitu nyaman dengan papa sahabatnya itu yang sudah dia anggap papanya sendiri, sang papa kandungnya yang lebih sering menuntut dirinya membuat jarak di antara mereka semakin lebar, Tian sebenarnya tak mau bekerja di rumah sakit keluarga nya tersebut, namun karena mengalami krisis,dua tahun yang lalu saham rumah sakit di beli oleh Ray yang mengakibatkan saham 60% rumah sakit tersebut adalah milik Ray, secara otomatis rumah sakit tersebut menjadi milik Ray, karena itu Tian masih mau bekerja di sana tapi untuk menjadi kepala rumah sakit itu Tian menolaknya, dia tak suka dengan jabatan tersebut karena akan menghalangi kebebasan dan impiannya yang ingin mempunyai rumah sakit sendiri karena itu Tian mendirikan sebuah klinik dengan uangnya sendiri.


Sedangkan perusahaan keluarga Tian diserahkan pada kakak perempuan nya beserta suami mereka.Di antara tiga serangkai memang papa Arya yang paling miskin, artinya diantara Johan, Tian dan Ray, Ray lah yang paling miskin, namun itu dulu, kecerdasan otak Ray yang menuntun nya menjadi sekaya ini bahkan hampir setara dengan Johan dan tentu nya sudah melebihi Tian.Investasi dari gaji dan bonus nya sebagai Asisten Ceo membuatnya bisa menjadi seperti sekarang, kejelian dalam berbisnis juga menjadi ciri khasnya, sebenarnya Ray bisa saja keluar dari pekerjaannya sebagai Asisten Ceo namun dia bahkan tak berpikir untuk itu, mengabdikan diri pada Adrian adalah salah satu tujuan hidupnya, karena Adrian lah dia seperti sekarang, begitulah pikir Ray. Kesetiaan itulah yang membuat Johan dan Tian sangat sayang dan menjadi persahabatan mereka, bertengkar?? bahkan itu tak pernah terjadi diantara mereka, Tian yang paling slegeannnya, bisa merendam Johan yang pemarah dan Ray yang pendiam dan dingin bak gunung es.


"Dokter Tian sudah mau pulang? kenapa tidak besok pagi saja dok? ini sudah pukul 3 pagi!" kata seorang suster.


"Tidak sus, hari ini aku ada praktek siang jadi sebaiknya aku tidur di rumah saja!" kata Tian yang bersiap hendak pulang.


"Baiklah dok, hati-hati dok! pelan-pelan saja membawa mobilnya!" kata suster yang satunya.

__ADS_1


"Waahh enak ngebut sus pagi buta gini! masih sepi!"


ucap Tian di iringi tawa kecil, hal itulah yang membuat banyak suster dan dokter muda mengidolakan Tian, dokter yang ramah dan baik hati, sayang sekali hatinya sulit di sentuh seorang wanita bila Tian benar-benar tak menginginkan nya, predikat playboy semasa SMA dan kuliah hilang sudah karena dia tak lagi bermain-main dengan banyak wanita bahkan bisa di pastikan dingin dengan wanita-wanita yang terang-terangan menyukainya, terakhir kekasihnya adalah Clara, wanita yang menghianatinya.


"Baiklah sus aku pulang dulu!" pamit Tian dan melangkah pergi dari sana.


"Hati-hati dokter ganteng!" kata salah satu suster


"Heleh tadi ada orangnya aja gak berani!!" saut suster yang lain.


"Idih mana berani aku! aku masih tau diri...he he he he ..tapi sumpah dia ganteng banget!! imut gitu!!" kata sang suster sambil membayangkan wajah Tian.


Tian sampai di parkiran, dan mencari mobilnya, karena darurat dia meminta seseorang memarkirkan mobilnya tadi, setelah mendapati letak mobilnya, Tian segera memasuki mobil dan keluar dari parkiran menuju ke apartemen miliknya.Hari hampir pagi tapi jalanan masih sangat sepi, membuat Tian menambah kecepatan laju mobilnya, sampai di sebuah perempatan, saat Tian mengurangi kecepatan mobil dan menginjak rem karena harus belok kanan nyatanya tiba-tiba rem mobilnya blong!


Tian panic hingga akhirnya dia mengambil jalan lurus, laju mobil yang kencang membuat Tian panik bagaimana mengendalikan mobilnya, hingga di depan ada sebuah gerobak seorang penjual makanan sedang menyebrang jalan, Tian lebih panik lagi akhirnya dia membanting setir nya ke kiri agar tak menabrak gerobak tersebut, karena kencang nya laju mobil membuat Tian menabrak sebuah tiang listrik dan membuat mobilnya berguling di jalanan, sedikit saja berguling kembali mobil itu pasti menabrak gerobak tersebut, karena jaraknya hanya beberapa meter dari gerobak penjual makanan keliling tersebut yang ternyata adalah seorang penjual nasi goreng yang sering mangkal di depan rumah sakit.Dia mengenali mobil yang di kendarai Tian,dengan cepat mang Asep nama orang tersebut, meninggalkan gerobaknya dan menuju ke mobil melihat keadaan mobil yang terbalik.


Darah segar keluar dan memenuhi wajah Tian walaupun begitu mang Asep masih bisa mengenali nya.


"Dokter Tian??... aduuhh kumaha atuh!" kata mang Asep binggung sendiri, karena keadaan jalan masih sepi, akhirnya mang Asep menelpon salah satu satpam rumah sakit langganan nya mangkal.

__ADS_1


"Haallo Rio?"


"Ada apa mang Asep? tumben telepon pagi gini? baru pulang ya?" tanya Rio yang memang tau mang Asep jualan saat tengah malam sampai pagi buta.


"dokter Tian Rio!"


"Ada apa dengan dokter Tian?"


"Kecelakaan!!! kirim ambulan segera ke jalan Cendrawasih sekarang!!" teriak mang Asep.


Rio yang memang sip malam dan baru saja melihat mobil dokter Tian keluar dari area rumah sakit, berlari ke unit UGD dan memberikan seorang dokter jaga di sana.


"Ada apa pak?" tanya dokter tersebut yang melihat Rio berlari sampai nafasnya tersengal-sengal.


"Dokter Tian!! kirim ambulan!! dia...dia kecelakaan di jalan cendrawasih dok!!" teriak Rio.


"Apa??!! baik...segera kesana!!"


Rumah sakit itu heboh di pagi buta, seorang sopir ambulans berlari ke parkiran khusus ambulan dan segera menancapkan gas nya menuju lokasi, sedangkan dokter dan beberapa suster bersiap-siap di UGD menyambut kedatangan Tian.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2