
"Kembali ke aturan lama Canim!!!! servis aku sampai puas setelah ini!!"
Gleeek!!!
"Duuhh lemes lagi gue!! gue musti cari cara agar gagalin rencana mesum nih bule!!" batin Nayla
"Jangan mencoba mencari cara menghindari nya Canim! kehamilan kamu sudah 6 bulan! jadi aku tau itu aman!!"
ucap Ben sambil melirik Nayla yang tengah berpikir cara menghindari Ben, namun Ben seakan menjadi paranormal dadakan yang tau isi hati Nayla.
"Nyonya ini permintaan anda!" kata Antoni ketika memasuki mobil setelah membungkus semua makanan yang di jual si ibu.
"Terima kasih Antoni!" ucap Nayla dengan senyum terbaiknya.
"Berhenti tersenyum pada Antoni Canim!! aku bisa membuat Antoni tinggal di Amazon kalo kau terlalu ramah!!" ucap Ben cemburu
"Dasar pencemburu!! aku mau ke rumah bertemu Maysha!''
pinta Nayla.
'' Hemmm.. setelah kau menservis ku Canim!!'' ucap Ben bahkan tanpa mempedulikan si pengemudi yang masih mempunyai telinga dan pendengaran yang sangat tajam itu.
"Anthony cari hotel terdekat kita mampir di sana dulu!!''
"Baik tuan!!"
"Tuan mesum!! kau tidak minta di servis di sana kan?" ucap Nayla binggung.
''Menurutmu sayang?" tangan Beniqno sudah menjalar kemana-mana.
"Antoni fokus pada kemudimu!!'" perintah Ben.
"Ben!!!"
__ADS_1
Ben bahkan sudah meluuumat bibir ranum Nayla dan dengan gak ada akhlak nya semuanya di saksikan oleh Antoni si asisten, dengan cepat dan tanpa aba-aba Antoni menekan tombol penutup antara bangku pengemudi dan bangku penumpang. melihat itu Nayla melotot dan Ben sangat bersyukur bahwa asisten nya begitu sangat tanggap
"Antoniiii!!!! aku akan menghukum muu!!!" teriak Nayla karena perbuatan Antoni seakan melancarkan aksi Beniqno, dengan senyum seringai nya Ben mendekat pada Nayla.
"Saatnya bermain kelinci kecil!" ucap Ben.
Penghalang itu tertutup rapat.
"Lebih baik anda menghukum ku Nyonya, daripada aku di jadikan camilan buaya-buaya Tuan Ben!!" ucap Antoni setelah penghalang itu tertutup. Antoni tidak jadi mencari hotel yang diminta oleh Beniqno karena dia tahu apa yang dilakukan oleh tuannya di mobil saat ini, Antoni mencoba mencari jalan yang cukup jauh untuk menuju rumah sakit di mana sahabat Nyonya nya itu dirawat. perjalanan yang menghabiskan waktu hampir 1 jam itu akhirnya mendapatkan kode dari bangku belakang,karena Anthony sudah biasa mendapatkan kode tersebut dia membuka penghalang antara bangku pengemudi dan bangku penumpang.
terlihat jelas oleh Anthony bagaimana cemberutnya wajah sang nyonya besar, sedangkan Tuan Beniqno tersenyum puas akan kemenangannya.
"kita sudah sampai Tuan Nyonya di rumah sakit dimana istri Tuan Ray dirawat!!"kata Antoni
"Ayo Canim, kita turun sekarang!" ajak Ben
Nayla turun dari mobil dengan wajah yang ditekuk dia benar-benar tidak menyangka, kalau dia akan memberikan servis yang dimaksud suami mesumnya itu di dalam mobil.
"Anthony urusanku denganmu belum selesai!"
"ayolah Canim,kamu bilang ingin bertemu dengan sahabat segera?" Ben mencoba membantu asisten nya itu agar tak terlibat dengan sang istri.Akhirnya Nayla dan Ben masuk ke dalam rumah sakit mereka menanyakan Di mana letak kamar Maysha dirawat. kebetulan sekali di sana dia bertemu dengan dokter Tian dan Tian mengarahkan mereka berdua ke ruang rawat VVIP di mana istri Ray tersebut dirawat.
"May....Sayang.... kangen!" ucap Nayla sambil memeluk sang sahabat.
"aku juga Nay!" balas May lirih.
"hai Ray!" sapa Nayla
"hai juga Nay! terimakasih sudah datang Ben!" ucap Ray.
"Hemmm is okey!"
'" bagaimana kata dokter?Apa kamu masih mengalami mual dan muntah juga?'' tanya Nayla yang melihat sahabatnya terlihat pucat.
__ADS_1
"iya! dia mengalami muntah dan mual yang cukup hebat tapi untung saja dokter bisa menanganinya lebih cepat karena dokter mengetahui gejalanya!" jawab Ray
"kamu yang kuat May!!nanti kita akan sama-sama merawat anak kita, bukan kah hanya berjarak 5 bulan saja? siapa tahu kita bisa menjadi besan atau anak-anak kita akan menjadi sahabat seperti kita!" kata Nayla dan di jawab senyuman oleh May
"Kalau anakku jadi menantunya si gunung Everest itu bisa kedinginan setiap hari Canim!!" ujar Beniqno, seketika mendapatkan tatapan tajam dari Nayla.
"kalau anak Ray menjadi menantumu dia bisa terkontaminasi otak mesummu itu tuan mesum!!" ucap Nayla sinis mengingat apa yang dilakukan Ben di dalam mobil tadi.
Ray dan Maysha hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan perdebatan sepasang suami istri itu. tiba-tiba saja Tian datang ke ruangan itu menambah kacaunya perdebatan antara Ben dan Nayla, tentu saja Tian memanas-manasi Ben dengan membela terus Nayla.
"Nay Apa kamu tidak ngidam ingin memandang wajahku mungkin? biar anak kamu menjadi imut dan tampan seperti aku?" goda Tian.
"memang ada yang seperti itu dokter? wah aku mau sekali!! Dulu aku mendambakan seorang laki-laki yang imut, tampan dan unyu-unyu seperti kamu dokter!!"
kata Nayla dengan berbinar,dia sungguh lupa bahwa sang suami adalah pencemburu parah!! dan jangan lupakan hukuman super ektrim yang akan di terima Nayla karena berani membuat nya murka.
"tentu saja ada yang seperti itu! dan kamu bisa memandangiku dengan puas agar anak mirip denganku!" Tian meneruskan godaan nya.
Greeep...
tiba-tiba saja menarik pinggang Nayla dan ******* bibirnya dengan rakus, bahkan Ben tak mempedulikan kalau di situ ada Ray dan juga Maysha,jangan lupakan Tian yang melihat kecemburuan Ben, dia sangat puas! Tian bahkan tertawa terbahak-bahak setelah berhasil membuat Ben cemburu, setelah Nayla memukul-mukul dada Beniqno, Ben baru melepaskan ******* yang pada istri kecilnya itu.
"Ben!!'" sentak Nayla.
"Dasar tak tau tempat!! bahkan kau baru saja memperkosa aku di mobil 1 jam yang lalu Ben!!" ucap Nayla tanpa sadar karena saking kesalnya pada Beniqno yang dengan tak tau malunya mencumbui dirinya di ruang rawat Maysha.
"wow kau parah sekali Tuan Beniqno, sebaiknya kau berhati-hati karena istrimu kan sedang hamil!!" kata Tian
"memangnya kenapa?istriku sudah dalam tahap aman biarpun kami bercinta setiap hari!" ucap Ben tanpa dosa
"tidak!!aku hanya khawatir calon keponakanku akan terkontaminasinya otak mesum Daddynya hahahahhahaha!!"
acara menjenguk Maysha hari ini menjadi ajang perdebatan antara Nayla,Ben dan juga Tian,sedangkan yang empunya ruangan hanya diam dan menyaksikan mereka sambil sesekali geleng-geleng kepala. Maysha merasa rasa mual nya berangsur hilang melihat drama perdebatan di antara mereka, hal itu menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi Maysha.
__ADS_1
bersambung.......