Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Perjalanan ke pulau


__ADS_3

Setelah semalam memberikan instruksi penjagaan yang ketat akan keluarganya, hari ini pagi sekali Tian datang atas permintaan Ray, selama kepergian Ray Tian akan menginap di rumah Ray, menjaga papa Arya, May dan semua penghuninya. Ray sudah bersiap-siap untuk berangkat, satu koper sudah disiapkan oleh Maysha, May bahkan tak bisa lepas dari Ray sejak subuh May sudah bangun dan menempel pada Ray, bahkan semalam dengan inisiatif nya sendiri, May memanjakan sang suami, namun karena kehamilan nya Ray yang biasanya tidak ada lelahnya mengempur sang istri, semalam dia hanya melakukan nya dengan hati-hati dan cukup dengan dua kali permainan saja.


"sudah aku harus pergi!" kata Ray mengelus rambut sang istri sambil menciumi puncak kepalanya.


"Jangan lama-lama perginya!" kata May


"Iya, aku janji di sana akan kerja keras biar segera bisa pulang!!"


Akhirnya Ray masuk ke dalam mobil dengan iringan tangis sang istri, Ray sadar bahwa suasana hati ibu hamil itu sangat sensitif. ternyata di dalam mobil sudah ada Johan yang sama-sama ikut ke luar pulau menyelesaikan masalah proyek tersebut.


"menurut loe apa ini akan segera bisa ditangani Jo??" tanya Ray.


"Aku harap Ray! Sialan!!!baru kali ini aku kecolongan!!!! apalagi ini proyek pertamaku dengan Tuan Adrian!"


kata Johan seakan menyesali kekurang waspadaannya, Proyek yang berada di luar pulau ini memang di awali dengan sengketa lahan antar keluarga, beberapa hektar tanah yang di beli oleh tuan Adrian ternyata tak di setujui oleh ahli waris yang lainnya, namun tuan Adrian tak ingin di pusingnya dengan sengketa tersebut, baginya asalkan dia membeli dengan prosedur hukum yang benar maka itu sudah sah menurut nya, dan dia memang membeli tanah tersebut dari pemilik tanah yang tertera dalam sertifikat tanah jadi dia membeli pada pemilik sah nya, masalah ahli waris yang mereka perdebatkan tuan Adrian tak mau ambil pusing,itu adalah urusan mereka.Namun laporan dari anak buah Ray mengatakan kalau sang ahli waris yang tak terima meminta bantuan sebuah kelompok untuk menghancurkan semuanya.


Pembangunan yang sudah menghabiskan dana milyaran tersebut tiba-tiba di hentikan dan di porak-poranda kan oleh suatu kelompok tersebut dan hal itu membuat para pekerja lokal maupun pekerja yang sengaja di datangkan dari Jakarta tak berani ambil resiko.Apalagi dana ratusan juta juga raib, hingga pembayaran pekerja terhambat dan pekerja mulai memberontak dan berbuat anarkis.


"bagaimana dengan anak buahmu Jo? apa sudah menemukan titik terang?" tanya Ray.


"ternyata ahli waris yang bersengketa tanah meminta tolong sekelompok Mafia!" kata Johan.

__ADS_1


"Ciih Mafia?? apa mau mereka?"


"Aku harap semuanya bisa terselesaikan dengan baik!! kalau tidak!! aku sendiri yang akan melenyapkan ahli waris itu!!!" kata Johan dengan geram.


"urusan pembagian warisan itu kan urusan keluarga mereka!!! bukan urusan kita, bahkan tanah itu sudah sah pengadilan!!" lanjut Johan.


"kita lihat saja nanti Jo!??kita harus menyelesaikannya dengan cepat, aku tidak bisa meninggalkan May lama-lama!!"


Akhirnya mereka tiba di Bandara, tuan Adrian, Raka dan juga Bams datang bersamaan dengan tibanya Ray di lokasi.Dengan berjalan cepat ke arah pesawat pribadinya yang akan membawa mereka ke luar pulau.


"Bagaimana Ray apa sudah kau siapkan semua nya?" kata tuan Adrian.


"Semuanya sudah siap tuan! saya sudah menempatkan beberapa anak buah kita dengan penyamaran,agar tak terlalu mencolok tuan!!" jawab Ray yang mengekor di belakang tuan Adrian.


"pagi tuan,tidak mengapa saya maklum anda mungkin sedikit kepikiran dengan masalah ini!" ucap Johan dengan sopan.


Mereka melanjutkan perjalanan dengan pesawat pribadi tuan Adrian.Informasi lengkap juga Ray dapatkan dari Sara, hacker muda yang mengantikan Mario di sana, dia sudah mendapatkan dengan jelas kelompok mana yang di perbantukan oleh ahli waris tersebut, dan dalam informasi tersebut kelompok mereka juga tak main-main dalam menjalankan tugasnya.Dengan informasi tersebut Ray mengatakan untuk menghubungi seseorang yang sangat di kenal Johan, bagaimana pun Johan juga bukan orang sembarang di pulau tersebut, nama besar sang papa masih selalu di hormati di sana.


"Apa kau sudah mendapatkan rumah tinggal yang aman untuk kita Bams?'' tanya Ray


"Sudah Bos!! bahkan Sara berada di sana saat ini!!" jawab Bams.

__ADS_1


"Bagaimana mobilmu Raka?" Ray bertanya pada Raka


"Beres Bos!!! sebelum kita sampai!! salah satu pembalap ku sudah sampai dengan mobil itu!!" jawab Raka.


Benar saja, sebuah mobil dengan cukup besar dan tentunya sudah termodifikasi dengan baik, sedang di kendarai oleh salah satu anak buah Raka di bengkel yang juga salah satu pembalap handal, Kiki seorang wanita dengan rambut pendek dan celana hitam pendeknya sedang berada di belakang kemudi mobil tersebut,jangan lupakan kacamata hitam yang bertengger manis di hidung nya, di temani dengan lelaki dengan darah keturunan korea sama seperti Raka, sepasang kekasih itu adalah orang kepercayaan Raka di bengkel.Raka sengaja meminta mereka mengirim mobil ke pulau tersebut, karena mobil itu adalah hasil modifikasi mereka berdua.Si hitam yang jarang sekali keluar bengkel itu, hari ini akan membawa tuannya berpetualang di medan yang cukup menantang.


Di sisi lain


"Bos....tuan mereka datang kesini Bos!!!" lapor seorang anak buah orang bertubuh kekar dengan bekas sayatan di bagian mata kanannya.


"Itu pasti pemilik lahan yang baru itu bos!!" kata si ahli waris yang bernama Anggara.


"Hahahahahaha bagus!! mereka datang menyetorkan nyawanya!! dan kau!! berikan aku apa yang kau janjikan bila lahan itu kembali padamu!!" kata si bos, Darka.


"Pasti bos!!! tapi aku akan perhitungan dengan mereka!! apalagi sekarang masyarakat dan para pekerja sudah tak percaya lagi pada mereka bos!! ini akan mempermudah semuanya!!"


Ketamakan dan kehausan akan harta membuat Anggara mengunakan berbagai cara agar niatnya terwujud, harusnya dia sudah tak berhak atas lahan puluhan hektar tersebut, karena dia memang sudah mendapatkan jatah dari orang tuanya di tempat lain, namun sekali lagi ketamakan manusia membuat mereka bahkan bisa berubah menjadi iblis.


Mereka terlalu meremehkan Ray dan tuan Adrian, menganggap pengusaha itu tak akan bernyali tinggi di pulau daerah kekuasaan nya pikir Anggara. namun Anggara sungguh tak tau! berurusan dengan tuan Adrian dan Ray sama saja dengan membangunkan Naga yang tertidur, bahkan hanya dengan sekali sembur saja, sang Naga bisa membakar apa saja yang ada di hadapannya.


bersambung.....

__ADS_1


Karena kemarin ada yang nanya ig....aku bikin baru heheheh


bintang_ramadhan_99


__ADS_2