
Di saat Nayla mengalami kontraksi dan sedang menahan kesakitan dia melihat Beniqno dan Antoni malah berbincang santai di hadapannya, rasanya sangat geram dan sangat marah melihat mereka tak mempedulikan kontraksi yang dialami oleh Nayla! Sedangkan para pelayan sudah bingung dengan tindakan apa yang harus mereka lakukan, apalagi Mereka melihat tuannya seakan lupa bahwa istri yang kesakitan karena kontraksi.
"Beeeennnn!!!?! Antoniiii??!!!!! aku yang akan mencincang kalian jika anakku kenapa-kenapa!!!" teriak Nayla.
Bahkan drama kelahiran anak Beniqno baru saja di mulai, Nayla yang mengalami kontraksi membuat geger seisi mansion, dengan cepat Ben membawa Nay ke rumah sakit dan menelpon mama Sita. Ben yang tak pernah tahu atau bahkan tak pernah menangani wanita hamil terlihat panik dan juga bingung.
"lebih cepat Antoni!!! jangan seperti siput!!!! Brengseeek!!!" bentak Beniqno, Namun siapa yang menyangka bahwa Nayla membentak balik Beniqno.
"Kau yang brengseeek Ben!!!! apakah membuat kita mati konyol bersama!!! kendalikan dengan baik mobilnya Antoni!!! Jangan dengarkan Ben!!" bentak Nayla, yang membuat Beniqno menelan salivanya sendiri pelan, dia tak menyangka istrinya yang sedang hamil sudah seperti harimau padahal dulu dia gadis yang penurut bahkan cenderung takut kepada Beniqno, rasanya Ben merasa sekarang dialah yang takut dengan Nayla,... begitulah cinta semuanya bisa berubah hanya karena cinta!!!
Beniqno yang garang, galak dan juga kadang sadis itu, bisa bucin akut kepada Nayla dan bahkan menuruti segala sesuatu yang diinginkan oleh Nayla,kelinci kecilnya itu.
"Ehem.....pelankan sedikit kecepatan nya Antoni!!! apa kau tidak dengar apa kata nyonya mu!! hah???!!!" ucap Beniqno ketika Antoni tak kunjung mengurangi kecepatan laju kendaraan, karena memang Anthony seringkali mendengarkan titah Beniqno terlebih dahulu daripada Nyonya besarnya.
"Aaarrrgggghhh sakit Ben!!! ini sakit sekali!!!'" bentak Nayla yang tak tahan dengan rasa sakit yang di deritanya.
"Iya Canim....!! kita segera sampai.....sayang..jangan bikin mommy kesakitan ya!! atau kau akan berhadapan dengan Daddy langsung!!!" ucap Ben sambil mengelus perut Nayla.
"kau mau menabuh genderang perang dengan anakmu Ben!!! bahkan dia belum lahir!!!" ucap Nayla yang mendengar semua kata-kata Beniqno, Beniqno diam saja merasa segala yang di bicarakan nya salah semua di mata Nayla.
akhirnya mereka sampai di rumah sakit bertepatan dengan Ray dan May yang keluar dari rumah sakit setelah melakukan pemeriksaan kandungan.
"May....itu mobil Ben!" kata Ray menyadari keberadaan mobil Beniqno.
"Iya....apa Nay mau periksa juga?" baru saja Maysha mau mendekati mobil Beniqno,tapi belum juga berjalan bertepatan dengan keluarnya Beniqno dari mobil dengan membopong sang istri dan berteriak lantang.
"Dokter!!! siapkan ruang persalinan!!! istri ku mau melahirkan!!!" teriak Benigno! seorang suster yang tahu siapa Beniqno segera berlari menuju ruang dokter kandungan, dan beberapa saat kemudian beberapa dokter menyambut kedatangan Beniqno, setelah membaringkan istrinya di ruang persalinan dengan segera seorang dokter memeriksa keadaan Nayla.
__ADS_1
"Kau mau apa??!!!!" hardik Beniqno pada seorang dokter kandungan.
"Maaf tuan! saya mau memeriksa nyonya, sudah pembukaan berapa sekarang!!" kata si dokter.
"Kau mau melihat daerah sensitif istri ku!!!! dasar gila!! keluar kamu!!!" bentak Beniqno dengan lantang, sang dokter mundur seketika karena takut.
"Dasar bodoh!!! kalau tidak di periksa bagaimana bisa tau keadaan Nay!!!" kali ini Ray yang bicara, setelah tadi mendengar suara lantang Beniqno, May yang tau juga bagaimana sifat Ben meminta sang suami masuk ke ruang persalinan.
"Untuk apa kamu masuk sini Ray??!!!" ucap Ben dengan geram.
Ray hanya memutar bola matanya saja, kemudian Dia menyuruh seorang dokter perempuan untuk penanganan Nayla, dia tahu Ben tak menginginkan dokter laki-laki untuk menangani Nayla!!! karena itu dokter laki-laki yang ingin menangani Nayla pertama dari diusir oleh Ben.Ben masih memberontak karena panik dan juga tak sanggup melihat kesakitan sang istri!.
"Biar aku tanggani istriku sendiri!!" teriak Ben
"Aku juga seorang dokter!!!" lanjut Ben.
Nayla benar-benar sudah tak sanggup lagi untuk membantah perintah Ben,bahkan untuk protes pun dia sudah tak sanggup karena merasa kan sakit pada perutnya akibat kontraksi yang dialami nya!! dia hanya berharap mama Sita segera datang dan bisa menghentikan kegilaan Ben di rumah sakit, rasanya berharap pada Ray yang sedang ada di sana sangat tipis harapannya.
sentak Ray pada Ben yang tak tega melihat Nay kesakitan namun belum juga di tanggani dokter karena ulah Ben.Ray tau kalau Ben juga seorang dokter, namun dia adalah dokter bedah bukan dokter kandungan. karena panik dan juga cemas Beniqno yang tergolong jenius itu tiba-tiba menjadi seseorang yang terlihat bodoh!bahkan dia mengamuk di ruang bersalin, karena masih berteriak dan memberontak akhirnya Ray menghajar Ben di dalam ruang bersalin.
bugh.....bugh....bugh....
Ray menghajar Ben di sana, semua suster terlihat menjerit dan ketakutan!!Mama Sita yang baru saja datang merasa kaget dengan dua menantu nya yang sedang baku hantam.
"Duhh Gusti!!!!!!! apa-apa an kalian!!!! berhenti!!!" teriaknya.
"Drama apa lagi ini??? aduuhhh Nay!!! anakmu benar-benar unik!!! kemarin ngidam lihat suami kayak Jackie Chan!!! sekarang apa??? lihat live ala-ala Jackie Chan apa??? hah???!!!"
__ADS_1
bentak mama Sita sambil menjewer telinga mereka berdua dan menyeretnya keluar ruang persalinan, rumah sakit nampak ramai dengan kejadian tersebut.
"Mama!! lepas!!!!" ucap Ben dengan ketus.
"Diam kalian di sini!!!" bentak mama Sita yang bahkan lupa kalau dia sering takut pada menantunya itu.
"Aku mau menemani Nay ma!!" ucap Ben saat mau masuk ke dalam ruang bersalin.
"Mama bilang diam!!! oohh Tuhan Ben!!! kau memperburuk keadaan!!!"
Kata mama Sita yang masuk ruang bersalin,May mendekati suaminya, dan mengelus punggung sang suami agar lebih sabar, mereka bahkan sudah saling menatap tajam satu sama lain.
"Ini semua salah kamu Ray!!' tuduh Ben yang tak diperbolehkan sang mertua masuk menemani Nay melahirkan.
"Kau yang bodoh Ben!!!" Ray tak mau kalah.
"Kau pikir aku akan membiarkan seseorang menyentuh istriku hah???!!" bentak Ben tak terima
"Ohh Tuhan!!! apa kau sudah mengadaikan otakmu Ben??" tanya Ray sambil memiringkan kepalanya,seakan mengejek Ben yang benar-benar terlihat posesif namun bodoh!!
"Kau!!!" ucap Ben terpotong saat May menengah i mereka.
"Ben!! biarkan Nayla di tangani dokter! kalau bayi mu tak segera lahir, Nay akan terus kesakitan!! apa kau mau seperti itu?" kata Maysha lembut, Hal itu membuat Ben kembali kewarasan nya.
"Ohh shit!!!! bodoh...bodoh...bodoh.....!!!" ucap Ben sambil membenturkan kepalanya pelan di tembok di belakang nya.
"Apa perlu palu untuk mengembalikan kewarasan otakmu Ben!!" ucap Ray.
__ADS_1
"Diam kau gunung es!!!!"
bersambung....