Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
menemukan Monica


__ADS_3

"Wellcome back dokter Darius!" ucap manja Starla sambil memegang dagu dokter Darius yang masih lemas.


"Gadis licik!" ucapnya lirih


"Kenapa? apa kamu tidak suka sayang?"


"Oya..ada yang ingin berkenalan denganmu sayang! aku akan minum kopi dulu, aku gak tega kalo harus melihat kehancuran wajah tampan mu....cup..!"


ucap Starla sebelum pergi meninggalkan dokter Darius dan di akhiri kecupan di bibir lelaki tersebut.


Starla dan Darius adalah teman satu team dulu di bagian farmasi di salah satu pabrik obat milik keluarga Adrian, namun setelah itu mereka meneruskan kuliah masing-masing, Darius menjadi dokter di sebuah rumah sakit besar, sedangkan Starla menjadi ahli forensik sekaligus bekerja untuk Adrian.


Starla pribadi yang cuek dan tergolong agak nekat, dia sosok yang tak pernah memperdulikan orang lain, yang dia peduli kan adalah kesenangan sendiri dan tentunya uang.


"Jadi kau yang mengembangkan racun itu?"


"Aku hanya bekerja dan buka suara dengan uang!" ucap Darius santai.


"Di mana dia sekarang?"


Darius tetap diam, seperti yang dia katakan dia hanya buka suara dengan uang. Terdengar langkah kaki Seseorang memasuki ruangan tersebut dan tanpa di sangka Ray, Adrian datang sendiri ke markas, tengah malam ini.


"Tuan " sapa semuanya, Darius sedikit terkejut melihat mantan bos nya dulu ada di sini.


"Darius? jadi kau orangnya?"


"Apa maksud tuan? kenapa tuan ikut terlibat dalam masalah ini?" tanya Darius.


"Kau membuat racun untuk membunuh ku Darius!"


"Apa?? tidak mungkin! nona Monica akan membawa racun itu keluar negri tuan!"


"Ciihh apa dia membodohi mu?"


"Aku bekerja hanya demi uang tuan!"


"Sekarang katakan dimana dia? dan di mana sisa racunnya?" tanya Adrian yang masih terlihat sabar.


"Dia sudah pergi membawa semua sisa racunnya! aku hanya membuat 12 ampul racun!" Darius menjelaskan.


"Starla!!" teriak Adrian.


"ya Tuan!" Starla berlari ke arah Adrian.


"Berapa racun yang kau sita?"


"Ada 5 tuan!"


"Ray....suruh Mario melacak lewat panggilan terakhir nya!"

__ADS_1


"Baik Tuan!"


Adrian berdiri dan berlalu dari sana, sebelum pergi Starla menghentikan terlebih dahulu.


"Tuan Adrian! apa manusia ini boleh buat aku?" tanyanya dengan berbinar.


"Ambillah sebagai hasil kerja kerasmu!"


"Ray setelah menemukan nya hubungi Beniqno!" tuan Adrian pergi di ikuti Raka yang akan mengantarkan dia pulang.


Dengan girang Starla menghampiri Darius, dia membawa sesuatu di tangannya.


"Ayo sayang kita bermain-main sekarang!" ucap Starla sambil memberi kode pada pengawal agar memegang tangan Darius.


"Mau apa kau gadis licik!! hentikan!!" teriak


Starla menyuntikkan sesuatu di lengan dokter Darius dan setelah menyuruh pengawal tersebut melepaskan nya dan membawa nya ke sebuah kamar di lantai 2.


"Tuan Ray terima kasih hadiahnya!" ucap Starla girang sambil melangkah mengikuti pengawal itu membawa Darius yang masih berteriak-teriak.


"Dasar gadis gila!!" celetuk Jaya dan melangkah mengikuti tuannya.


Di dalam kamar Darius sudah di lepaskan, dan pengawal tadi sudah keluar dari kamar tersebut.


"Kau pikir ini akan berhasil gadis licik!!"


" Percuma sayang!! aku sudah menyuntikkan dengan dosis sedikit tinggi Darius sayang!..kau sangat tampan! aku benar-benar menginginkan mu!" lagi-lagi Starla memancing Darius dengan kata-kata manja dan desahan anehnya.dia duduk tenang di tepi ranjang bahkan hanya mengunakan pakaian dalamnya saja. ya... Starla menyuntikkan obat perangsang pada tubuh Darius.


"Oh shit!!! wanita jaaalang!!" teriak Darius sambil menerkam Starla, otaknya sudah tidak bisa di ajak berpikir lagi,yang mana itu membuat Starla tersenyum penuh kemenangan, dia menjamin malam ini Darius tidak hanya akan puas dalam satu pertandingan saja! dan pergulatan yang diinginkan Starla pun terjadi di lantai 2 markas tersebut.


Di tempat lain...


"Bagaimana Mario?" tanya Ray yang sudah satu mobil dengan Mario.


" Sedang di usahakan bos!"


" cepat!!"


Dengan tangannya yang lincah akhirnya Mario menemukan titik di mana keberadaan Monica.


"Prefect!!! di sini bos!" tunjuk Mario ke salah satu apartemen di pusat kota.


"Jaya! kirim anak buahmu diam-diam kesana! ingat jangan sampai mencurigakan!"


"Baik tuan Ray!"


Ray dan rombongan melakukan jalannya ke arah tempat yang ada di layar laptop Mario. dan orang-orang Ray sudah berpencar di segala penjuru, seorang spesialis pembobol pintu apartemen sudah di hubungi juga oleh Mario.


mereka benar-benar melakukan penangkapan besar kali ini. Monica tidak tau kalo dia sudah menjadi incaran Ray, dia dengan nyenyak nya tidur dan bergelut dengan mimpi indahnya.

__ADS_1


Sesampainya Ray di parkiran apartemen tersebut, Ray bergegas naik mengunakan lift, meminta anak buahnya berjaga di setiap jalan keluar dari apartemen tersebut mengingat Monica adalah wanita yang cerdik dan licik, Ray sudah tak mau lagi gagal dalam penangkapan kali ini, selama kerja bersama Adrian memang Monica hanya bertindak sesekali saja.


Namun tindakannya kali ini membawa banyak korban dan Ray adalah Incaran pertamanya.


Ray memberi isyarat pada pembobol pintu apartemen tersebut untuk membuka paksa apartemen Monica dan benar saja tanpa harus menunggu lama, Ray dan anak buahnya bisa masuk dengan mudah ke sana.dengan isyarat tangannya anak buah Ray menyusuri setiap ruangan yang ada di apartemen Monica, sampai Jaya memberitahu pada Ray dia menemukan Monica sedang terbaring di atas kasur king size miliknya.


Ray akhirnya menghubungi seseorang yang di rasa pasti sangat senang dengan tangkapan kali ini.


tut...tut....tut..... sambungan terhubung..


"Haloo"


"Tuan Beniqno?"


"Kau gila!! jam 3 pagi menelpon ku?"


"Ya..tapi kali ini anda yang akan gila tuan!"


"Apa maksud mu?"


"saya akan mengirim lokasi dan foto seseorang untuk anda tuan!"


tut.... sambungan di putuskan oleh Ray secara sepihak.


"Shit!! dasar asisten gila!! main matiin aja!!" umpat Beniqno pada lelaki yang menganggu tidurnya itu.


Ting....ting....ting...


Beberapa pesan masuk ke dalam ponsel miliknya.Masih dengan geram Beniqno membuka pesan dsn ternyata itu adalah pesan dari Ray.


Ray mengirim foto seorang wanita dengan baju tidur minim dan wajah yang cukup dia kenal.


"Wow...wow...wow... nice!! ini baru tangkapan besar hahahhahahaa!"


"Very good job asisten Ray hahahahahhahah" Beniqno berbicara sendiri dengan ponsel miliknya, kemudian dengan cepat dia menghubungi Antoni Asistennya.


Beberapa saat Antoni sudah datang karena rumah nya tak jauh dari Beniqno.


"Mari tuan!"


"Ayo Antoni!! si asisten Ray itu punya tangkapan besar buat aku hahahhahahaahanaha!"


"Baik tuan!"


"Monica sayang... Wellcome to the hell....Yes! in my hell......" sebuah senyuman seringai nampak jelas di ujung bibir Beniqno.


bersambung...


@Waduuuhhh Monica di apain yaaaa😱😱😱

__ADS_1


__ADS_2