Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Sebelumnya di rumah Lee......


drt......drt......drt.....


"Eh bentar ya....temenku menelpon" kata Ayana sambil menjauh dari kerumunan.


"Hallo Sari, ada apa?" tanya Ayana setelah menekan tombol hijau di ponselnya.


"Ay....bisa kita ketemuan gak? aku butuh bantuan kamu" kata Sari di sebrang sana


"Kamu lagi di mana?" tanya Ayana


"Ntar aku share lok sama kamu nanti, emang kamu di mana Ay?" tanya Sari.


"Ini lagi di rumah Vita, main sama Shasha, lagi kumpul-kumpul" jawab Ayana.


"Ya udah aku ijin Leo dulu sama pamit sama yang lain, nanti share lok ya" kata Ayana


"Iya Ay.... makasih ya" kata Sari sebelum menutup sambungan teleponnya.


Dan setelah mendapatkan ijin dari Leo serta berpamitan dengan semua teman-temannya, Ayana pergi, dan di sinilah dia sekarang.


"Sari....kok ketemuan di sini?" tanya Ayana dengan lembut.


"Hiks....hiks....hiks..... Ayana...maafkan aku!! adikku hiks ......dalam..hiks....bahaya!" ucap Sari sambil terisak.


"Apa maksud kamu Sari? trus adik kamu mana?" tanya Ayana cemas, belum juga Ayana mendapatkan jawaban dari Sari, terdengar suara seseorang dari arah belakang nya.


"Hallo Ayana........!!"


Seketika Ayana menoleh melihat siapa yang memanggil nya dari belakang, betapa kagetnya dia ketika melihat Sesil berdiri di sana dengan beberapa lelaki yang ada di belakangnya. Melihat itu Ayana mundur beberapa langkah menuju ke arah Sari.


"Sari...." panggil Ayana lirih, ada rasa kecewa di hati Ayana karena di tipu oleh sahabat nya sendiri.


"Hiks....hiks....hiks..... Ayana...maafkan aku!! adikku hiks ......dalam..hiks....bahaya!" ucap Sari kembali sambil terisak.

__ADS_1


"Mereka menahan adikku Ay....kamu tau kan Sarah hiks ......jantung nya sedang tidak bagus! maafkan aku Ay.....maafkan aku!!"


lanjut Sari sambil terus menunduk, dia tak tega melihat wajah kecewa sahabatnya, namun nyawa adiknya juga penting, setelah ini dia akan segera menghubungi Leo untuk bisa menolong Ayana, begitu lah planning Sari.Ayana nampak ketakutan, dia tak tau harus bagaimana lagi.


"Sudah drama nya? dan kamu Sari!! kamu jangan coba menghubungi polisi atau Leo, kalau tidak!! bukan hanya adikmu,tapi aku juga akan memberi pelajaran buat kamu!!" ancam Sesil.


Sari hanya mengangguk tanda mengerti, dan akhirnya Sesil meminta Sari pergi dan tentu saja sebelum urusannya selesai,dia tidak akan memberitahu Sari di mana adiknya di tawan, Sesil benar-benar akan melakukan segala hal agar bisa memiliki Leo. Dia adalah gadis manja yang selalu di turuti segala keinginannya. Papa nya yang selalu kerja keras membuatnya kurang mendapatkan perhatian, namun sang Papa mengalihkan perhatian nya pada sang anak dengan cara menuruti segala keinginannya Sesil, apapun itu.


"Bawa masuk dia!" perintah Sesil pada ketiga anak buah Papa nya.


"Sesil! lepaskan aku! aku gak pernah menganggu kamu Sesil! apa salah aku??"


kata Ayana yang terus memberontak ketika seorang anak buah Sesil menyeretnya masuk ke dalam gedung tersebut. Ayana di lempar di atas ranjang di sebuah kamar di sana.


"Kamu tau kesalahan kamu?"


tanya Sesil sambil memegang dagu Ayana dengan sedikit kencang, hingga salah satu kuku panjang Sesil tercetak jelas di sana, bahkan kulit dagu Ayana sudah mengeluarkan sedikit darah.


"Aku tidak suka kamu dekat dengan Leo!! gara-gara kamu ,dia menolak perjodohan nya dengan ku!! aku mau Leo, aku harus bisa mendapatkan nya!!!" teriak Sesil dengan geram.


"Kamu terobsesi Sesil!!! kamu gak cinta dengan Leo" kata Ayana yang masih berusaha melembut.


"Dengan Ayana sayang! aku akan buat film pendek! tentang kisah seorang gadis yang selingkuh dari pacarnya, dan tidur dengan selingkuhannya serta menikah demi menutupi aibnya?" kata Sesil menjelaskan sesuatu yang belum di pahami oleh Ayana.


"Apa maksud kamu Sesil?" tanya Ayana bingung.


"Dengar Ayana!!! aku akan membuat perusahaan Papa Leo bangkrut!! dan itu karena dirimu!! Aku akan membuatmu terlihat selingkuh dengan seorang lelaki!! dan kau harus mengakui itu pada Leo,karena kalau tidak!! aku akan menghancurkan Restoran orang tua mu yang tak seberapa itu!!"


Kata Sesil yang sukses membuat Ayana ketakutan, dia tak ingin semua orang menderita hanya karena dirinya, hanya karena mempertahankan hubungan nya dengan Leo.


"Jangan Sesil!!! aku mohon!!!" kata Ayana sambil menangkupkan kedua telapak tangan nya di depan wajahnya.


"Tenang Ayana sayang!! aku akan memilihkan pria yang tampan dan dia juga tidak miskin-miskin banget!!" kata Sesil dengan santainya, Ayana hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan cepat, sungguh saat ini dia sangat takut, bahkan airmata nya sudah mengalir dari tadi.


"Deni!!"

__ADS_1


panggil Sesil pada seseorang, dan datanglah lelaki yang kira-kira berusia 25 tahun, dia mendekati Sesil sambil memandang lekat ke arah Ayana yang sedang berada di atas ranjang di depannya.


"Ayo kita mulai Deni!! kalian siapkan kamera, dan kau Deni....cepat buka bajumu!!"


Di sisi lain, Sari mendapatkan lokasi adiknya setelah hampir setengah jam menunggu chat dari Sesil dan betul saja, Sesil menepati janjinya, dan ternyata adiknya berada di sebuah rumah sakit yang ada di kota ini juga, di sana adik Sari sedang dirawat dan dijaga oleh dua bodyguard suruhannya Sesil, bila rencananya untuk memisahkan Ayana dengan Leo tak berhasil maka Sari akan tetap dijadikan alat untuk melancarkan aksinya, tentu saja dengan menjadikan adik Sari sebagai tawanan nya.


Sari duduk termenung di tepi jalan, hanya adiknya yang dia punya. dia tak tega dengan Ayana, Ayana adalah gadis yang sangat baik padanya.


"Tuhan!! aku harus apa!!" ucap Sari frustasi.


Setelah beberapa saat akhirnya Sari tau harus melakukan apa, dia menelpon seseorang.


"Kania!! bisa bantu aku!!" kata Sari setelah sambungan teleponnya terhubung.


Sari bertekad menolong Ayana, sayangnya dia tak tau nomor telpon Leo, bahkan dia sudah menelpon beberapa teman nya yang barangkali tau nomor ponsel Leo, namun nihil! karena memang empat sekawan sangat tertutup mengenai data pribadi mereka kepada orang lain. Akhirnya Sari menyetop taksi yang melintas dan menuju rumah Leo, untuk rumah Leo tak begitu jauh, hingga dia yang baru saja sampai langsung berlari ke arah pos satpam dan berteriak menyebut nama Leo, Sari terlihat terburu-buru karena dia tak mau terlambat menolong Ayana.


"Leo.....kak Leoooooo!!" teriak Sari


"Eh non! yang sopan!! kalau anda ingin bertemu dengan tuan muda!" sentak salah satu satpam di sana.


'Tolong pak!! Leoooooo!!!"


Sari berlari menerobos masuk rumah Leo dan seorang satpam nampak mengejarnya.


"Maaf Nona tolong keluar kalau tak ingin saya sert paksa!!"


"Leoooooo!!"


"Ada apa ini?" tanya Raka yang terganggu dengan teriakan dari luar.


"Om ...mana Leo om....."


"Sari? kamu teman Ayana kan?" tanya Leo yang datang dari belakang Papi nya.


"Ayana! Tolong dia!!!"

__ADS_1


Deg...


bersambung


__ADS_2