Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Beberapa menit sebelum acara menggerebek Levin


"Papa berangkat dulu ma, ingat jangan macam-macam sayang!"


kata Johan memberikan peringatan pada sang istri.


"Iya Papa,jadi ke kantor nya?!" saut Kiara,


"Jadi!" jawab Johan singkat, kemudian Johan pamit.


"Kakak juga ke kantor?" tanya Kay pada suaminya.


"Gak sayang, Kakak ada janji dengan Lee.. sekalian nganter Al ketemu Daddy, akhir-akhir ini anak itu terlalu lengket dengan Daddy!" saut Boy sambil mencium bibir istri nya sekilas.


"Ma.... Boy pamit dulu!'' pamit Boy pada Kiara, dan Kiara mengiyakan nya.


"Al.....come on!!" ajak Boy pada anaknya dan dengan antusias Al menyambut tangan Boy.


Kay dan Kiara nampak berbincang, jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 pagi.


"Ma kita grebek aja kak Levin, ini kesempatan kita buat bikin Kak Levin menikahi Sesil! emang Mama mau anak lelaki Mama jadi bujang lapuk?"


kata Kay coba memanas-manasi sang Mama.


"Kamu benar!! Mama juga menilai Sesil gadis yang baik, dana hanya diam yang betah tinggal bersama Levin.


Akhirnya Kay dan Kiara beranjak ke kamar Levin, Karena tahu kamar tersebut tak di kunci oleh Levin, Kiara segera membuka kamar tersebut.


Dan di sinilah Kiara dan Kay berada....


Betapa kagetnya Sesil melihat siapa yang berada di ambang pintu kamar yang terbuka,


"Kak Levin!!"


"Levin!!"


Teriak mereka bersama, Levin tau betul ekspresi senang mereka memergoki Levin dan Sesil,namun wajah senang mereka di balut dengan wajah yang pura-pura terlihat terkejut dan tak suka.

__ADS_1


"Ma..... nikahkan kami!! karena aku sudah tak suci lagi!! dia memperkosa ku semalam!!"


ucap Levin datar, dingin dan tanpa dosa, dia tak tau bahwa jantung Sesil seakan ingin berhenti karena ketakutan.


Kay dan Kiara sungguh tak menyangka dengan apa yang di katakan oleh Levin, Sesil segera melepaskan pelukannya dari tubuh Levin, Levin turun dengan tenang dari ranjang nya, Sesil buru-buru mengikuti langkah Levin dan berada di hadapannya Kiara.


"Nyonya!! Ini tidak seperti yang Nyonya lihat! maaf kan saya Nyonya....tuan Levin hanya bercanda...ja-jangan dengar kan dia Nyonya" kata Sesil memohon ampun pada Kiara, dia sungguh tak tahu harus berbuat apa.


"Aku....aku yang salah! aku hanya....aku...hiks......hiks.....!"


tubuh Sesil merosot ke bawah,dia tak tau harus berkata apa, benar saja kata Levin semalam, Sesil kini menyesali kesalahannya, tangannya gemetaran, seharusnya dia tak pingsan hingga berakhir di ranjang Levin, walaupun dia yakini bahwa dia dan Levin tidak berbuat apa-apa. Melihat tubuh Sesil yang seakan bersimpuh di kaki nya,Kiara langsung mengangkat bahu Sesil dan membantu nya berdiri.


"Sesil....kamu tidak salah! Levin hanya sedang melamar mu!" kata Kiara.


Namun ketakutan Sesil lebih mendominasi, dia tau betul selama satu bulan ini Levin pasti mati-matian bertahan hidup bersama nya hanya demi memenuhi ancaman Ayana.


"Tidak Nyonya....ini tidak benar" Sesil menyekap airmata nya.


"Maafkan saya Tuan, saya sudah menimbulkan banyak masalah buat Anda! hari ini saya mengundurkan diri Tuan, sekali lagi maaf kan saya dan terimakasih karena sudah menampung saya selama ini!" kata Sesil dengan menundukkan kepalanya tanda hormat.


"Sesil!" gumam Kay melihat ketegaran seorang Sesil.


Sedangkan di kamar Kiara sudah berulang kali memukul kepala anaknya tersebut.


"Ma!! sakit! apa salah Levin sih??!" kata Levin protes.


"Kurang apa sih Sesil itu di mata kamu!!?? dia gadis penurut! gadis baik dan juga cantik!! apalagi coba yang kamu cari!!""


pekik Kiara merasa jengkel atas kebodohan anaknya.


"Aku gak cinta sama dia ma!!" kata Levin tegas


"Benarkah gak cinta?? kalau kamu gak cinta sama dia!! gak mungkin kamu betah tinggal satu atap dengan dia selama sebulan lebih!! kamu pikir Mama sebodoh kamu!!"


teriak Kiara sekali lagi sambil memukul kepala anaknya lagi.


"Dasar bujang lapuk!!! sana kejar Sesil!! bawa dia ke sini sebagai menantu Mama!! kalau tidak jangan salahkan Mama kalau......!!" kata Kiara yang belum menyelesaikan omongan nya namun Levin sudah memotong nya.

__ADS_1


"Iya Mama sayang......!" kata Levin


"Eh bocil! jangan cekikikan saja kamu!" ucap Levin ketus ketika melihat Kay cekikikan dari tadi Karena melihat sang Kakak di jitaki oleh Mama nya, Padahal biasanya Kiara nampak tak terlalu melarang apapun yang di lakukan Levin.


Levin segera berlalu dari sana, dia mencoba mencari Sesil, karena Levin yakin betul kalau Sesil tak akan pernah meninggalkan rumah ini secepat itu.


dan benar saja, ketika Levin menanyakan Sesil pada salah satu pelayan, pelayan itu mengatakan bahwa Sesil sedang memakai ponsel milik salah satu pelayan di sana.


"Memangnya kamu di mana Sil?" tanya seseorang di sebrang sana.


"Nara ,nanti aku share lokasi nya, kamu bisa jemput aku kan? aku gak tau alamat pasti nya ini di mana!" kata Sesil, Levin berhenti di balik pilar rumah besar tersebut dan mendengarkan setiap obrolan Sesil dan seseorang yang di yakini Levin adalah seorang cewek, Levin Ingat gadis yang bertemu dengan Sesil beberapa waktu lalu.


"Lalu bagaimana dengan suamimu?" tanya Nara


"Nanti aku ceritakan! jemput aku ya?!" kata Sesil


"Baiklah...share lokasi nya!"


Sesil mematikan ponselnya, untung saja kertas yang berisi nomor Nara selalu dia bawa kemanapun dia pergi. Dan hari ini dia sudah mengundurkan diri sebagai pembantu Levin, dia harus berani hidup sendiri, tujuan utamanya saat ini adalah keluarga bik Sri, biarlah dia menjadi benalu sejenak sebelum benar-benar bisa berdiri sendiri.


"Sebaiknya aku share lokasi dulu!" kata Sesil.


Sesil mengutak-atik ponsel, hingga secara cepat sebuah tangan merampas ponselnya dan melemparnya begitu saja, ponsel itu bahkan sudah tak berbentuk.


"Tuan!!" teriak Sesil antara kaget dan takut, bahkan dia sudah ingin menangis melihat ponsel yang dia pinjam dari pelayan lain hancur tak berbentuk.


"Kau berani menolak ku!!! dan sekarang berani mau lari dari ku??!!" hardik Levin sambil terus bergerak maju ke arah Sesil, Sesil terus saja mundur karena ketakutan melihat sorot mata tajam Levin,hingga punggung nya terbentur tembok rumah tersebut.


"Katakan!!! kau ingin lari dariku?? heh!!!!"


Levin mengungkung Sesil dengan kedua tangannya berada di kanan dan kiri bahu Sesil. Sesil merasa sungguh ketakutan saat ini.


"Katakan!!!Kau berani menolak ku!!! dan sekarang berani mau lari dariku!!!" hardik ulang Levin.


Sesil tak ada pilihan lain untuk meredam amarah Levin, seketika dia memeluk pinggang Levin.


"To-tolong.... ja-jangan marah tu-tuan!"

__ADS_1


ucap Sesil dengan gugup dan gemetaran, sungguh Levin sukses membuat Sesil tak berdaya.


bersambung


__ADS_2