Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Levin duduk dengan tenang di depan Johan, Kiara dan juga Kay duduk di samping suami-suami mereka dengan senyum yang tak hilang dari bibir mereka. Ya..... setelah tadi pagi Kiara dan juga Kay memergoki Levin dan Sesill tidur berpelukan di kamar Levin,dan dengan spontan Levin meminta untuk dinikahkan oleh Kiara,juga tentang penolakan dari Sesil yang tak mau menikah dengan Levin,hal itulah yang diceritakan Kiara kepada Johan, Johan yang mempunyai sedikit pekerjaan di kantor segera pulang karena hari ini adalah hari Minggu jadi dia ke kantor hanya sekedarnya saja, sedangkan Boy yang sedang mengadakan pertemuan dengan sahabat-sahabatnya diminta pulang oleh Kay karena berita yang sungguh membuat Kay sangat bahagia, Boy ikut bahagia dengan kebahagiaan sang istri, Kay merasa bahwa saat ini adalah saatnya Levin menikah juga sama seperti dirinya dan Kay beranggapan bahwa Sesil sudah banyak berubah, Sesil yang sekarang menjadi sosok yang pendiam, lembut dan tentu saja Kiara dan juga Kay bisa perkirakan bahwa Sesil bisa melengkapi kedinginan sifat dari Levin.


"Jadi bagaimana Vin?" tanya Johan pada anak lelakinya itu.


"Aku rasa Papa sudah dapat berita dari sumbernya terpercaya Papa, benarkan?" tanya Levin dan Johan hanya menantap anaknya tanpa membalasnya.


"Oke....aku minta kawin!" kata Levin santai


"Huh!! kawin-kawin!! nikah Kak! bukan kawin... kalau mau kawin nikah dulu!" kata Boy menyela


"Emang loe nikahi Kay dulu? enggak kan?? loe kawinin dia dulu!!" bales Levin tanpa dosa dan tanpa peduli mata Boy yang hampir keluar karena perkataan Levin memang benar adanya.Seketika Johan menatap Boy.


"Sorry pa!" ucap Boy sambil nyengir kuda.


"Jadi siapa calonmu Vin?" kata Johan, Levin tau itu hanya basa-basi saja, sebenarnya sang Papa pasti sudah tau siapa calonnya.


"Dia! bekas pembantu aku!"


kata Levin tenang, Sesil yang ada di sampingnya udah berkeringat dingin, tangan nya sampai dingin karena terus menerus mengeluarkan keringat ketika dia menyatukan jemarinya dan meremasnya secara terus-menerus.


"Ciihh emang dia mau sama cowok modelan kamu??" tanya Papa nya yang seakan meremehkan sang anak.


"Tentu saja dia mau! benarkan Sesil?" tanya Levin sambil memandang Sesil yang dan di samping nya.


"Benar! karena kamu memaksanya!" kali ini bukan Sesil yang menjawab karena Johan lah pelakunya.

__ADS_1


"Papa ini aneh! aku lama nggak nikah-nikah papa paksa! sekarang sudah ada calonnya Papa juga enggak setuju! maksud Papa apa? kalau aku tidak boleh menikah untuk selamanya....Ok! Levin sih senang-senang saja!" kata Levin dengan santai nya.


"Okey!! kamu gak perlu nikah sekalian!" kata Johan dan Kiara seketika memukul lengan suaminya.


"Deal pa!" kata Levin


"Tapi.....!'' kata Johan


"Tapi apa pa?" tanya Levin penasaran.


"Sesil akan Papa ambil dari apartemen kamu dan ikut kerja di sini selamanya, dia tidak boleh kembali ke apartemen mu!" kata Johan santai.


"Apa?? yang benar saja pa!!!??" teriak Levin karena merasa tak terima jika Sesil diambil oleh Papanya dan ditempatkan di rumah besar mereka.


"kenapa? seperti yang kamu bilang,dia hanya seorang pembantu di apartemen mu dan disini pun sama dia juga akan jadi pembantu bahkan mungkin Papa lebih suka kalau dia bekerja dikantor Papa karena menurut latar belakang Sesil, dia juga pernah mengenyam bangku kuliah! Tentu saja dia lebih pantas menjadi karyawan Papa daripada harus menjadi pembantu di apartemen mu!"


"Dia calon istri aku! suka tidak suka aku akan menikahi nya!!" kata Levin


"Levin pulang dulu, gak suka aku kalau dilarang-larang seperti ini!"


kata Levin sambil berlalu dari sana, tak lupa dia menarik tangan Sesil dan membawanya keluar dari rumah tersebut, Sesil hanya bisa menundukkan kepala memberi hormat satu persatu itu pasangan yang ada di hadapannya itu,dia sedikit berlari mengimbangi langkah Levin yang cukup lebar dan terlihat tergesa-gesa.kali ini Levin benar-benar marah entah mengapa dia mendorong Sesil masuk ke dalam mobil sedikit kasar hingga Sesil hampir saja terjungkal, Bahkan dia menutup pintu dengan begitu keras. Sesil semakin ketakutan dibuatnya.Dan Levin pun mengendarai mobilnya menuju apartemen nya.


Beberapa hari berlalu


"Hahahahahaha loe banget dia Jo!"

__ADS_1


kata Tian ketika mendengar cerita tentang Levine dari Johan.


"Maksud loe?" tanya Johan heran.


"lu nggak ingat kalau lu juga gengsi mengakui kalau lu cinta sama Kiara giliran kira sudah di dekat di dekati sama cowok lain kamu muleh posesif dan mengakui rasa cinta kamu pada Kiara emangnya kamu nggak ingat itu berapa tahun Kiara menunggumu dan berapa tahun juga kamu memendam cinta untuk Kiara!" kata Tian.


"ya enggaklah!" sanggah Johan


"Trus gimana Jo?" tanya Ray


"Gue pengennya Levin menyadari perasaannya dulu kepada Sesil, bukan hanya memaksa seseorang untuk menikah dengannya! Gue tahu banget kalau Sesil terpaksa menjadi pembantu di apartemen Levin karena dia melakukannya untuk bertahan hidup tapi menikahi Sesil itu sungguh keterlaluan namanya, Levin tidak mencintai Sesil dan itu akan membuat Sesil lebih menderita karena terikat pernikahan dengan seseorang yang tidak pernah mencintainya?!" Johan menjelaskan ketidak setujuannya pada tindakan Levin yang menikahi Sesil.


"loe bener Jo!Cinta tak bisa dipaksain,apalagi pernikahan untuk kita semua dan selalu berharap bahwa pernikahan itu satu seumur hidup!" kata Tian


"lalu apa yang akan lo lakuin Jo?" tanya Ray


"Jangan panggil gue Johan,kalau gue gak bisa mengendalikan anak gue sendiri!!"kata Johan dengan seringai licik nya.


"emang apa yang akan loe lakuin Jo?' tanya Tian


"sedikit uji nyali untuk Levin,kita lihat saja siapa yang menang di antara Johan dan Levin!!" kata Johan dengan penuh percaya diri.


dan si sisi lain,


uhuk....uhuk...uhuk..

__ADS_1


Levin nampak berbatuk-batuk saat menikmati makanan yang ada di hadapannya.


bersambung


__ADS_2