Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 ( Empat Sekawan)


__ADS_3

Ada saja masalah yang di hadapi oleh empat sekawan, beberapa waktu lalu Fabri dengan segala keluh kesahnya, dan hari ini Leo yang mengalami nya, bahkan Leo lebih parah dari pada Fabri, sudah Lima hari Ayana tak bisa di hubungi, bahkan di kampus pun Ayana seakan main petak umpet dengan Leo,dan si uler keket Sesil selalu saja mencari kesempatan dan nempel pada Leo saat di kampus. Ayana memang bukan dari golongan orang kaya, restoran milik Papanya pun bukan sepenuhnya milik keluarganya, ada saham Ray yang tertanam di sana, karena restoran tersebut memang dulunya milik Arya, Papa Ray,yang pada akhirnya di serahkan kepada Krisna, Papa Ayana dan Ray hanya menanam kan modalnya saja di sana.


Ayana orang BB yang tak mau membuat onar, dia hanya ingin menghindari Leo sejenak, menyakinkan hatinya bahwa Leo bisa melindungi dan mencintai nya apa adanya,Ayana juga menyakinkan dirinya bahwa hanya Leo yang ada di hatinya. Sedikit banyak perkataan Sesil memang berpengaruh pada diri dan hatinya.Setiap melihat Leo dari jauh, Ayana akan menghindari atau bersembunyi terlebih dahulu.Seperti sekarang dia dan Sari yang hendak ke kantin, di hadapkan pada pemandangan Sesil yang sedang menyerahkan minuman pada Leo. Dengan langkah cepat Ayana pergi dari sana.


"Kakak ini minuman nya" kata Sesil pada Leo yang ada di depannya.


Boy hanya melirik saja, sedangkan Lee malah asyik berbalas chat dengan sang istri. Hari ini Fabri tidak ikut ke kampus, gara-gara sok-sok an hujan-hujanan menemani Ela yang sedang berkebun, hari ini dia mengalami demam, akhirnya Fabri harus menyetorkan surat dokter untuk ijin tidak ke kampus hari ini.


"Terimakasih!'' ucap Leo


"Kakak, apa kakak akan datang di ulang tahun perusahaan Papa ku?" tanya Sesil penuh percaya diri.


"Perusahaan? memang nya siapa papa mu! aku tidak paham!" kata Leo sambil terus mencoba menghubungi nomor Ayana.


"Perdana group! Papa ku Hadinata Putra Perdana" kata Sesil


Leo coba mengingat siapa gadis yang selama lima hari ini mencoba mendekatinya, Leo terus berpikir hingga dia menemukan jawaban nya.


'' Kau anak bungsu tuan Hadi?'' tanya Leo penuh selidik


"Iya Kak, Beberapa minggu lalu Papa kita membicarakan tentang perjodohan kita kak!" ucap Sesil terlihat sedikit malu-malu.


Lee berhenti mengotak-atik ponselnya, karena dia baru saja mendengar dari gadis di hadapannya ini, bahwa adik sang Papa yaitu papi Leo mengadakan perjodohan anak mereka dengan kliennya.

__ADS_1


"Dan kau tau jawabannya bukan?" kata Leo yang tak mau membuat salah paham di antara mereka.


"Aku masih mau berusaha Kak, agar perjodohan ini tetap berjalan Kak!" kata Sesil penuh harap, dia bersikap seanggun dan setenang mungkin.


"Aku tidak bisa! karena aku tidak mau menyakiti kekasih ku!" tegas Leo.


"Kakak tega membuat Papa kita berdua kecewa? tolong pertimbang kan lagi Kak!" ucap Sesil sambil memegang tangan Leo


"Lepaskan!!! " kata Leo sambil berdiri dan di ikuti oleh Boy dan juga Lee.


Sesil hendak mengejar Leo,namun seketika Boy berdiri menatap tajam ke arah Sesil.


"Berhenti menganggu teman ku!! kalau tidak, aku pastikan besok kau tak bisa masuk ke kampus lagi!" kata Boy penuh penekanan.


Lee berbalik, si jenius itu berdiri di depan Sesil, hak itu membuat Leo dan Boy diam seribu bahasa.


"Jadi.... Apa sikap Ayana ada hubungannya dengan anda Nona Sesil?" tanya Lee sambil membaca mimik muka Sesil,


dan benar saja, Sesil nampak terkejut dengan perkataan Lee, hal itu bisa dengan mudah di tanggap oleh Lee.


"Cukup!!! aku sudah tau jawabannya!!" kata Lee mengangkat satu tangannya saat Sesil berusaha membuat pembelaan.


"Apa maksud loe Lee?" tanya Leo yang mulai tertarik dengan perbincangan Lee dan Sesil.

__ADS_1


"Nona muda yang terhormat ini sudah menempel dan mengikuti kita selama 5 hari ini Leo! dan apa otak loe tak bisa berpikir, selama itu pula Ayana tak bisa di temui! apa ini hanya sebuah kebetulan belaka?...hemmmmm gue gak yakin!" ucap si jenius Lee


"Apa benar yang dikatakan Lee? apa benar kau bertemu Ayana sebelum nya? ".


Sesil hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Leo, hal itu membuat Leo sangat geram dia menarik baju Sesil yang saat itu sedang mengenakan dress berkerah.


"Jawab???"


Bentak Leo tanpa mempedulikan dimana dia berada saat ini. Sesil yang merasa takut dan malu, akhirnya mengangguk sambil berlinang air mata, tak pernah terpikirkan bahwa Leo akan melakukan hal ini di sini dan di saksikan begitu banyak mahasiswa di sana.


"Bangsaaat!!!!" umpat Leo sambil menghempaskan tubuh Sesil hingga menabrak sebuah kursi, Sesil menangis sesenggukan di sana.


"Kalau sampai Ayana menjauhi gue!!!! loe yang gak akan pernah gue biarkan hidup tenang!!"


bisik Leo penuh penekanan. hal itu membuat Sesil menyesali perbuatannya, Sesil berpikir bahwa Leo akan sangat mudah di dekati, namun siapa yang menyangka, bahwa dia akan di permalukan seperti ini, Leo bahkan nampak sangat murka.


Leo, Lee dan Boy meninggalkan tempat tersebut begitu saja, walaupun sebenarnya Lee tak tega melihat Sesil, namun dia juga tak mau, Leo dan Ayana berpisah hanya karena keegoisan dan ketamakan Sesil.


Leo segera berlari mencari Ayana, dia yakin Ayana pergi ke kampus hari ini, dia harus menemukan dan meluruskan segala nya, si bucin pemaksa ini sudah seperti orang gila hanya karena tak bisa menghubungi Ayana.


Bagaimana dengan Ayana? Ayana masih berusaha untuk memberikan waktu pada Leo dan juga hatinya sebelum menemui Leo, sungguh Ayana tak pernah tau bahwa Leo sudah seperti orang gila mencari dirinya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2