Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Spesial Levin & Sesil


__ADS_3

Levin berjalan menuju kamar pengantin yang sudah di siapkan untuk nya, sedangkan Sesil sudah berada di sana terlebih dahulu karena Kiara dan Ayana yang mengantarkan terlebih dahulu. Levin harus berkumpul dengan sahabat-sahabatnya yang datang ke acara pernikahan mereka.


"Gak nyangka gue, loe mau nikah juga!" ucap Roni salah satu sahabat nya.


"Iya Vin, gue kira loe betah cuci botol sendiri!" Axel menimpali kata-kata Roni.


Roni yang tau maksud Axel tertawa keras mendengar perkataan Axel, sedangkan Levin hanya menghela nafasnya mendengar kedua sahabatnya tertawa dengan sangat keras. Ya selama ini Axel sering bolak balik ke luar negeri untuk mengurusi perusahaan nya,hingga jarang bisa berkumpul dengan Roni dan Levin, dan bahkan beberapa waktu lalu Levin lebih banyak curhat dengan empat sekawan karena Roni fokus pada istri nya yang mengalami masalah pada kehamilan yang ke dua. Mereka bertiga bersahabat sejak di bangku SMA, Roni menikah terlebih dahulu setelah lulus kuliah, dan Axel baru saja menikah di usia ke 28 tahun, dan Levin menyusul di usia 32 tahun.


"Ckc..... dasar sahabat gak ada akhlak!! harusnya temen nikah tuh Seneng!! bukannya di ledek terus" ucap Levin dengan sedikit kesal


"Hahahaha kita seneng aja Vin, benar kan Xel?" tanya Roni


"Benar dong! kita seneng dong Vin, malah kita doain semoga loe segera dapat momongan!" kata Axel


"Gue yakin deh! kalau loe udah bisa main kuda-kudaan ma istri loe!! loe bakalan ketagihan" kata Roni

__ADS_1


"Bangsaaat!!! makanya pulang sana!! gue mau main kuda-kudaan!!" ucap Levin kesal karena dari tadi di ledek teman-teman nya.


Dan saat ini dengan langkah tak sabar setelah mengusir teman-temannya, Levin berjalan menuju ke kamar pengantin nya. Dia benar-benar sudah ingin mempraktekkan video lucknut dari sahabat-sahabatnya tadi, Roni mengatakan bahwa video ini adalah kursus dadakan untuk pengantin baru, padahal tak perlu kursus dadakan, naluri lelaki Levin sudah bisa menggiring nya ke hal-hal yang berkaitan dengan malam pertama nya.


"Ingat Vin, satu ronde aja cukup!" kata-kata Roni terngiang di telinga Levin sambil terus melangkah


"Iya...kasihan Vin, masih bersegel!" Axel ikut bicara.


Levin tersenyum sambil terus berjalan mendekati pintu, di depan pintu dia berhenti dan menatap pintu yang tertutup itu sebentar,kemudian dia mencoba membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam kamar. Terlihat kamar mewah itu di hias sedemikian rupa, siapa lagi kalau bukan kerjaan adik-adik nya.Levin nampak tersenyum tipis sambil mengedarkan pandangannya menjadi sang istri, dia melihat pintu kamar mandi tertutup, bisa di pastikan sang istri sedang membersihkan diri di sana.


Sesil yang sebenarnya sudah selesai sejak tadi, nampak mondar-mandir tak karuan, dia entah mengapa sangat gugup malam ini, padahal hampir setiap malam, dia tidur bersama Levin dalam satu ranjang, namun Levin tak pernah berbuat yang lebih dari sekedar berciuman dan berpelukan,Namun malam ini beda! Sesil sudah menjadi istri sah dari Levin dan sudah bisa di pastikan juga, bahwa Levin pasti tak akan membiarkan Sesil lepas dari tangannya.


Saat ini dia memakai baju dengan bahan satin yang sangat pendek, jelas sekali baju itu memperlihatkan lekuk tubuhnya yang putih bersih.Lamunan Sesil terganggu ketika suara ketukan di pintu kamar mandi.


tok...tok...tok...

__ADS_1


"Sayaaang... Sesil....kamu gak papa kan?" teriak Levin yang merasa cemas karena Sesil tak kunjung keluar juga.


"I...iya.. sebentar....a..aku baik-baik saja kok" jawab Sesil tergagap.


Levin yang mendengar suara Sesil sedikit gemetar tersenyum simpul, dia paham betul bahwa Sesil sedang gugup menghadapi malam pertama mereka.Dan hal itu membuat jiwa jahil Levin muncul.


"Buka!! atau aku robohkan pintu nya!" ucap Levin tegas dan terdengar marah.


"I....iya sebentar!" ucap Sesil


Sesaat kemudian, pintu kamar mandi terbuka, namun belum ada orang yang keluar dari sana, Levin menahan senyum nya kuat-kuat, dia benar-benar ingin membuat Sesil takut padanya, karena bila Sesil takut padanya, segala sesuatu yang di perintahkan Levin selalu di turuti oleh Sesil, rencananya Levin agar mempermudah proses malam pertama mereka.Sesil nampak keluar dengan pelan-pelan, kepalanya di perlihatkan terlebih dahulu, melihat wajah datar Levin, Sesil mengulas senyum nya tipis namun terlihat sangat canggung.


Glek


Levin menelan salivanya susah payah, dia yang niatnya ingin menjahili Sesil,namun dia merasa Sesil lah yang menjahilinya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Ohh Shi*t!!!!" umpat Levin dalam hati begitu merasakan batang miliknya mulai berubah ukuran dan terasa sesak di bawah sana.


bersambung...


__ADS_2