Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Saat ini Johan sedang ke rumah Ray bersama Tian,karena mendapat kabar bahwa Arya,Papa Ray kurang enak badan. Johan dan Tian hanya punya Papa Arya saja saat ini, orang yang sudah di anggap nya Papa mereka sendiri, karena orang tua mereka sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. begitu mendapat kabar dari Ray, mereka langsung ke rumah Papa Arya,dan mereka sedang berkumpul di kamar Papa Arya sekarang


"Bagaimana Tian?" tanya Ray


"Papa hanya kelelahan dan juga kepikiran!" jawab Tian sambil menyimpan alat periksa kedokteran nya.


"Dengar pa! Papa kelelahan,dan jangan terlalu di pikir kan! Lerie pasti akan datang! besok dia baru bisa kembali ke sini pa!" kata Ray menjelaskan.


Lerie adik ipar Ray yang sudah sangat di sayangi oleh Papa Arya, mereka mendapatkan kabar bahwa istri Lerie meninggal karena kecelakaan. Lerie memang tinggal di luar kota, beberapa hari yang lalu semua keluarga ke sana, kecuali Papa Arya yang tak bisa di ajak perjalanan jauh, Papa Arya memikirkan bagaimana nasib anaknya itu. Apalagi Lerie ditinggal meninggal oleh sang istri dengan 1 orang anak perempuan yang masih berusia 3 tahun, jelas itu menjadi pikiran Papa Arya, Ray akhirnya meminta Lerie pulang ke rumah, dan menempati salah satu rumah di blok yang berdekatan dengan rumah Ray, Lerie yang selalu menurut pada kakak iparnya itu, langsung mengiyakan permintaan sang kakak, karena kantor Lerie bisa di pindah ke Jakarta juga. Lerie menunggu 7 hari sang istri baru dia akan pindah ke Jakarta,dan keluarga sang istri juga menyetujui permintaan Lerie.


"Papa tenang saja, Lerie akan baik-baik saja, kita tau siapa anak itu pa!" kali ini Johan yang ikut menenangkan sang Papa.


"Iya Papa tau!" jawab Papa Arya, lelaki yang sudah sangat tua itu namun masih terlihat bugar, hanya karena kepikiran anaknya yang lain, dia terlihat kurang sehat.Papa Arya akhirnya tertidur juga, Abhi meminta ijin sang Papa untuk tidur di kamar Opa nya,dan akhirnya Ray, Tian dan Johan keluar.


Sebelum masuk ke kamar Papa Arya, Johan sekilas melihat anaknya Kay di sana, pikir Johan mereka pasti berada di markas, markas yang dulu di tempat i tiga serangkai, sekarang beralih ke anak mereka yaitu empat sekawan.


"Gue lihat anak gue dulu!! gue benar-benar gak bisa percaya sama si Boy!!" ucap Johan sambil berlalu ke markas.


"Heleh!!! kayak loe gak pernah muda aja Jo! biarin aja deh!" kata Tian yang membuat Johan berhenti seketika.


"Loe gak tau gimana khawatir nya gue! punya anak gadis yang sudah remaja!! gue merasa tersingkirkan sejak kehadiran si Boy itu!!" ucap Johan, sedangkan Ray yang tak punya anak gadis hanya diam sebagai pendengar.


"Loe pikir anak gue juga gak gadis!!" ucap Tian.

__ADS_1


"Iya anak loe juga gadis!! tapi dia gak sedang terperangkap sama singa jantan keturunan singa mesum!!" ucap Johan sambil berlalu ke arah markas.


"Ciihhh yang ada dia tuh si singa jantan!! singa Jantan dapat mantu singa jantan!! kan pas!!" kata Tian yang tak lagi di dengar Johan.


Johan berjalan ke arah markas, pintunya yang terbuka memudahkan dia masuk begitu saja, dia sudah mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang, di sana Fabri, Leo dan Lee yang sedang berdebat,entah apapun itu tak begitu di perhatikan oleh Johan.Dia hanya fokus pada sang anak yang di pastikan Johan pasti berada di sana, bahkan dia juga melihat mobil Boy di luar.


"Di mana Kay dan Boy?" pertanyaan yang tiba-tiba di lontarkan Johan,bahkan Lee dan kawan-kawan nya merasa sulit sekali menjawab. Seperti halnya Lee yang langsung menurunkan sang istri dari pangkuannya karena kaget,Leo dan Fabri juga merasa kaget, Apalagi dengan tiba-tiba, si Singa Jantan itu melihat pintu kamar yang tertutup, dengan pelan dia menuju kamar tersebut.


"Mampus loe Boy!!" batin Fabri


"Tamat loe Boy!!" batin leo


"Gue yakin!!loe dinikahi juga Boy!!!! batin Lee tak kalah paniknya, dia tau betul siapa Om Johan.


"Sayang....aku keluar dulu ya!! mau di buatkan coklat hangat?" teriak Boy dari luar kamar mandi.


"Iya Kak!! tapi tunggu Kay!!!" balas Kay


tok...tok....tok.....


bunyi pintu di ketuk agak keras, beberapa kali bahkan sampai Boy merasa terganggu.


"Sudah gue bilang jangan ganggu!!!" ucap Boy sambil membuka pintu,

__ADS_1


"Pa-papa sing.....eh Papa Jo!!!" betapa kagetnya Boy sampai hampir sebutan "Papa singa" keluar dari mulut Boy.


"Sedang apa kau di kamar Boy?" tanya Johan sambil memiringkan kepalanya dan bicara penuh penekanan.


"Tidak ada pa! tadi Kay perutnya tidak nyaman, tuh sekarang dia ada di kamar mandi!!" kata Boy mencari alasan.


Ketiga temannya yang ada di belakang Johan hanya bisa menaikkan bahu mereka, bahkan Leo sudah menepuk jidatnya pelan. Vita yang tak mau terlibat maslaah, langsung ngacir keluar dari markas dan masuk ke rumah utama, di sana dia menceritakan semuanya pada Tian yang sedang bertanya apa yang terjadi.


"Harus kah kau ikut masuk dan menguncinya?"


tanya Johan lagi penuh selidik, sungguh dia curiga dengan apa yang dilakukan anak dan juga tunangan anaknya itu.


Belum juga Boy menjawab, teriakan Kay sudah mengacaukan keadaan, Kay tak pernah tau bahwa lima orang lelaki tengah berdiri di ambang pintu kamar tersebut, bahkan Boy sudah memikirkan bagaimana cara menyakinkan calon mertuanya yang sudah seperti singa kelaparan, namun Kay benar-benar mengacaukan nya.


"Boy Sayang!!!!...kenapa dadaku sudah seperti macan tutul???!!"" teriak Kay dengan nada kesal nya.


Boy sebisa mungkin menahan ekspresi wajahnya yang datar, walaupun dia sulit sekali menelan salivanya. Lee, Leo dan Fabri entah mengapa secara serentak menepuk jidatnya mereka, mendengar apa yang dikatakan Kay. Jangan katakan bagaimana Johan, tentu saja dia paham betul apa yang di katakan Kay, sang anak.


"Aaaarrggghhh......ampun pa!!! Boy bisa jelasin semuanya pa!!!!! ini tak seperti yang Papa pikirkan!!!" teriak Boy namun Johan tak mempedulikan semuanya, dia terus menyeret Boy sambil memegang telinga Boy keluar dari markas.


"kak....kak Boy.....sayang!!" panggil Kay saat keluar dari kamar mandi, Dia tak pernah tau bahwa kekasihnya saat ini sedang di eksekusi sang Papa.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2