Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Mama Fabri, Desi terlihat tak enak hati memandang sang anak, dia tau betul bahwa Fabri tak suka dengan keadaan seperti ini, namun Desi tak enak hati juga pada sahabat nya itu yang jauh-jauh hanya untuk menuruti keinginan anaknya, jadi lah Desi mempersilahkan Rika duduk dan menunggu kedatangan Fabri.


"Fabri...sini sayang! ada Tante Rika!" kata Desi, mama Fabri.


"Fabri! maafkan aku Bri, aku benar-benar gak bisa tanpa kamu!!! aku kehilangan anak itu Fabri! dan kami sudah bercerai!!! Mau kah kau kembali padaku??"


kata Sania sambil bersujud di bawa kaki Fabri yang sedang duduk di samping Mama nya,dengan tak tau malunya, Sania mengajak orang tua nya berharap Fabri bisa memaafkan nya.Fabri tak bergeming, Rika dan Andi hanya diam saja, mereka tau bahwa anak nya salah, dan mereka tak mau mencampuri urusan Sania sebenarnya, karena mereka sudah merasa kecewa dan malu kepada keluarga Desi, sahabatnya sendiri.


"Fabri, maafkan aku!! berikan aku satu kesempatan saja!" bujuk Sania.


Desi merasa tak tega pada Sania, bagaimana pun Sania gadis yang baik dan sopan di mata Desi, terlepas dari kesalahannya pada Fabri, Desi juga menyayangi anak sahabat nya itu. Kurangnya perhatian dari keluarga nya membuat Sania melampiaskan nya pada pergaulan bebas saat tinggal di luar negeri.


"Sania, bangunlah!! jangan begini!" kata Desi,


Rika bahkan merasa lebih malu pada Desi, kesalahan Sania tak membuat kasih sayang Desi hilang begitu saja pada anak gadisnya itu. Rika melihat dengan jelas sorot mata Desi yang merasa tak tega melihat Sania bersujud di depan Fabri.


"Tidak Tante!! sampai Fabri mau memaafkan aku!" tolak Sania


"Duduklah kembali Nia!" pinta Fabri


Seketika Sania mendongak, dia tau Fabri pasti akan memaafkan nya, Fabri adalah pria yang baik.


"Kau memaafkan aku?"


tanya Sania berbinar, dan Fabri memberikan jawaban mengangguk padanya.


Sania senang karena Fabri mau memaafkannya, dia berharap Fabri juga bisa melupakan kesalahan nya dan mau kembali lagi menjadi kekasih nya, setidaknya itulah harapan Sania saat ini.


"Apa kau mau memulai nya denganku lagi Bri?" tanya Sania ragu-ragu namun penuh harap.


Fabri terdiam, beberapa waktu lalu memang dia sangat marah akan kelakuan Sania, namun dia sadar Sania adalah gadis yang lebih dekat dengan keluarga nya daripada dengan orang tua nya sendiri, bahkan sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Sania, Fabri sudah menganggap nya sebagai adiknya sendiri.


##########


"Maaf Frela, tapi kami harus mengurangi pegawai,karena keadaan yang sekarang sangat sepi, dan kamu adalah pegawai paling baru di sini!" kata pengelola mini market tersebut.


"Mbak... tolonglah aku!!! aku benar-benar butuh pekerjaan ini! hiks..hiks...!'' mohon Frela, dia tak tau lagi harus bagaimana, di pecat dari cafe, dan sekarang? setelah bekerja baru 3 hari saja, dia sudah harus di pecat lagi dari mini market. Setragis ini kah takdir Frela, dia mulai berpikir apa sebenarnya kesalahan nya hingga harus bernasib seperti ini. Mau tak mau Frela harus keluar dari mini market tersebut, beberapa kali dia memohon pada pengelola, dan beberapa kali pengelola juga meminta maaf padanya.

__ADS_1


Kembali lagi gadis itu terpuruk, dia berjalan dengan tatapan kosong, hingga pada akhirnya dia menabrak seseorang.


"Aduuhh!!" pekik orang tersebut.


"Maaf...Bu..maaf saya tidak sengaja!! ibu baik-baik saja!!" tanya Frela dengan cemas, dia benar-benar tipe gadis yang takut berbuat kesalahan.


"Tidak apa-apa!! tapi hati-hati kalau jalan!!" kata si ibu tanpa melihat Ela, dia sibuk membersihkan tas nya yang terjatuh. Seorang supir berlari kecil mendekati si ibu.


"Nyonya tidak apa-apa? mari nyonya, mobilnya sudah siap!" kata si sopir.


"Sekali lagi maaf Bu!" kata Ela


"Iya...!' jawab si ibu singkat namun memperhatikan Ela dengn seksama.


"Kamu.... El......!"


"Ela Bu!" jawab Ela.


"Ibu mengenal saya?" lanjut Ela.


"Ini ibu, yang beberapa lalu kamu tolong!" kata si ibu.


"Ibu ada acara di cafe depan sana dengan teman-teman ibu, makanya ibu sedikit dandan! kamu sendiri,dari mana?" tanya Desi, ibu yang di tolong Ela hingga tangannya terluka beberapa hari lalu.


"Ela nyari kerja Bu! Ela baru saja kena pengurangan karyawan!" kata Ela sendu.


"Aduuhh kasihan banget!! emang mau kerja di mana?" tanya Desi


"gak tau Bu, kan Ela cuma lulusan SMP!" kata Ela dengan polosnya.


Desi nampak berpikir, entah mengapa dia begitu suka dengan sosok Ela,bahkan beberapa hari yang lalu saat gadis menolong dia, gadis tersebut tak mau menerima imbalan sepeserpun.


"Kata ibu saya, menolong jangan setengah-setengah Bu, nah kalau saya menerima imbalan dari ibu, berarti saya nolongnya setengah-setengah Bu, benar Bu!! saya ikhlas!!" kata itu lah yang di ingat Desi, yang keluar dari mulut Ela, hal itu juga yang membuat Desi menyukai Ela, walaupun baru dua kali bertemu.


"Mau kerja sama ibu?" tawar Desi, dengn cepat Ela mengangguk dan akhirnya dia di antar Desi ke kosan.


Di dalam Markas Empat Sekawan..

__ADS_1


"Apa????!!! enggak!!! aku gak mau!!" teriak Leo


Fabri hanya cekikikan melihat wajah panik Leo, bagaimana gak panik, bila dengan seenaknya saja ,si bumil meminta Leo berdandan ala wanita,dengan berbagai alat make up di depan meja, dan dengan wajah polosnya Vita duduk di karpet sofa di depan meja.Vita beranggapan bahwa wajah Leo yang semi Korea itu pasti sangat cantik bila di dandani.


"Aku akan membelikan motor trail idamanmu Leo!!" kata Lee


"Tidak!!!" teriak Leo


"Udah turutin aja!! daripada keponakan loe ngiler!!"


kata Boy dengan kejamnya mendukung penuh keinginan Vita, jangan hanya dia yang menderita karena tidak bisa ketemu Kay, Leo juga harus menderita, tawa jahat Boy di dalam batinnya.


"Iya Leo,kasihan Vita!" Fabri menambahkan bumbu garam di hati Leo.


"Aku bisa membujuk om Krisna untuk mengadakan pertunangan mu dengan Ayana! gimana?" kata Lee mencoba membujuk Leo.


"Janji loe!!!" pekik Leo senang.


"Janji!!! Dasar bucin!!!" teriak Lee, Boy dan Fabri bersamaan.


"Yeeee....sini Leo!!! biara aku rias!!"


kata Vita dengan senang, dia mulai merias wajah Leo yang masih terlihat cemberut.


"Cewek loe gimana Bri?" tanya Lee


"Cewek? sejak kapan gue punya cewek?" kata Fabri santai.


Dia teringat kembali beberapa hari yang lalu, saat Sania dan keluarganya datang ke rumah.


"Aku sudah punya kekasih Nia, maafkan aku, aku tidak bisa kembali sama kamu!!" kata Fabri saat itu.


"Gak!! aku gak percaya!!! gak mungkin kamu secepat itu melupakan hubungan kita Fabri!!" ucap Sania terdengar pilu.


"Kalau kamu saja bisa lupa denganku saat berhubungan dengan lelaki lain padahal kita masih berstatus pacaran!!kenapa aku tidak bisa? bahkan aku punya kekasih saat aku sudah tak lagi bersama mu!!"


Sekali lagi, Sania di buat terdiam dengan kata-kata Fabri, ap harapannya dengan Fabri sudah tidak ada? begitu lah pikir Sania.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2