
Merasakan Leo sudah tenang Ayana melerai pelukan nya di tubuh Leo, dan benar saja Leo sudah mulai bisa mengatur nafasnya perlahan, reflek Ayana melihat ke arah tangan Leo, tangannya berlumuran darah,Ayana yang kaget segera mengambil tangan tersebut dan meniupnya pelan.
"Sakit?" tanya Ayana namun airmata nya tak mampu dia pendam.
Leo masih diam saja, Ayana menarik Leo agar duduk di kursi dapur dan segera berlari mencari kotak obat, yang sudah cukup di hafal Ayana di mana letak kotak P3k tersebut. Dengan telaten Ayana mengobati luka di tangan Leo, Leo memperhatikan wajah cemas Ayana, dia benar-benar sudah jatuh cinta terlalu dalam dengan gadis lembut tersebut.ketika tiba-tiba Ayana meminta putus, rasanya dunia Leo terbalik!! dia merasa marah akan sikap Ayana yang tak percaya pada Leo, Leo sosok pria yang tak tergoyahkan, namun Ayana tak tau itu, hubungan nya dengan Leo memang hanya di dasar i dari cinta Leo terlebih dahulu, si pemaksa itu memang sudah menjadikan Ayana kekasih nya sebelum Ayana jatuh cinta pada nya, namun seiring berjalannya waktu, Ayana pun jatuh cinta pada Leo dan tentu saja rasa itu semakin dalam.
"Maaf" ucap Ayana lirih.
"Maaf aku tak akan mengulangi lagi! aku akan percaya pada mu! aku janji!" ucap Ayana nampak menyakinkan Leo
Ayana bahkan sudah duduk di pangkuan Leo, dia tau betul kelemahan Leo, sedikit manja dan menangis, akan membuat Leo luluh. Benar saja, Leo menarik pinggang Ayana dan semakin menempel padanya, Leo menjatuhkan wajahnya ke dalam dada Ayana, Ayana hanya diam sambil mengelus kepala Leo dengan sabar.
"Bagaimana bisa kau berpikir untuk meninggalkan aku Ay!'' ucap Leo lirih.
"Maaf! dia bilang kalau kamu batal di jodohkan gara-gara aku, perjodohan ku pernah batal Leo, dan aku tak ingin merusak perjodohan orang lain!" ucap Ayana
__ADS_1
"Walaupun itu perjodohan ku?" tanya Leo sambil mendongakkan kepalanya melihat Ayana.
"Tidak lagi! aku akan mempertahankan mu!! Kau Leo ku!! kau Lion ku!!" kata Ayana di akhiri dengan kecupan singkat di bibirnya.
"Aaaaaaaggggg...... Papi aku mau kawin!!!" teriak Leo ketika mendapatkan kecupan singkat itu, jarang sekali Ayana punya inisiatif sendiri seperti itu, biasanya Leo lah yang memulainya
Hahahhahahaaha.......
Mereka tertawa bersama, Leo bahkan sudah mengelitik pinggang Ayana, mereka seperti seorang anak kecil yang berlarian di dalam apartemen tersebut,Leo terus mengejar Ayana yang lari karena gelitikan Leo, tak ada Leo yang mesum seperti biasanya, Leo memang hanya melakukan ma*king o*ut dengan Ayana bila dia benar-benar sangat rindu pada sosok kekasih nya itu, karena beberapa kali mereka terpaksa terpisahkan oleh keadaan.
Setelah selesai mandi, di sinilah Lee sekarang, sambil naik pelan ke atas ranjang, Lee menyingkapkan selimut dan berbaring di samping sang istri Revita.
"turun dan tidur di sofa!!! kalau kau masih mau aku sapa besok pagi!!"
suara Vita tiba-tiba terdengar,Lee tak menyadari bahwa istrinya tidak tidur sama sekali demi menunggu kedatangannya, Lee sudah janji pada Vita akan membelikan rujak buah tadi sore, namun apa yang ditunggu sampai jam makan malam tak datang juga, dan malam ini tepat pukul 12 malam lebih 36 menit,Lee baru saja datang dan hal itu tentu saja membuat Vita sangat murka.
__ADS_1
"Sayang belum tidur?" Rayu Lee sambil hendak memeluk Vita.
"Stop!!! jangan sentuh!!" sentak Vita, hatinya benar-benar sangat jengkel pada suaminya tersebut.
"Sayang...maaf! tadi mas lupa!" kata Lee dengan mimik wajah di buat sesendu mungkin.
"Gak!!! kamu keterlaluan mas!! turun gak??!! turun!! dan tidur di sofa!!" kata Vita tak main-main.
Vita membiarkan Lee tidur di kamarnya karena tak mau Mama dan papa mertua nya tau kalau mereka bertengkar, namun Vita tak mau tidur seranjang dengan Lee,jadi dia meminta Lee tidur di sofa yang biasanya di pakai Vita untuk menonton televisi.
karena tak mau melihat mood istrinya yang semakin hancur, dia akhirnya mengambil bantal dan tidur di sofa, Lee benar-benar menggerutu sikapnya sendiri kenapa bisa lupa untuk membelikan rujak buah istrinya dan Bahkan dia lupa pamit pada Vita kalau dia dan Boy akan pulang malam pantas saja Vita murka, biasanya Lee selalu pamit kepada Vita dan biasanya mereka hanya begadang di markas saja namun hari ini Lee ingin mencoba motor baru trailnya yang baru di modifikasi oleh staf Om Raka, saking senangnya Lee bahkan lupa mengabari Vita,dia dan Boy bergegas pergi ke hutan buatan yang sering dipakai mereka untuk berlatih.
Lee masih memikirkan cara agar dia bisa berbaikan dengan Vita besok pagi, bisa hancur jatahnya bila Vita terus saja marah.
Lalu bagaimana dengan nasib Boy?
__ADS_1
bersambung....