Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Di rumah kediaman keluarga Johan, hari ini sedang membahas acara syukuran atas kehamilan kedua Kayra, dan Kay, Kiara dan Nayla memutuskan untuk mengadakan acara yang hanya akan di hadiri sahabat dan saudara sana di rumah orangtuanya Kay.


"Mommy gak papa kalau acaranya di sini?"


tanya Kay pada Nayla, dia takut kalau di bilang pilih kasih oleh menantu nya.


"Santai saja sayang... mommy setuju saja, toh mommy juga ikut membantu di sini" jawab Nayla.


"Benar jeng, kita bikin kue aja pagi nya...kue kecil-kecil aja, yang lain nanti biar di bantu sama pelayan,biar gak ribet dan gak capek!" kata Kiara


"Iya, saya setuju, lagian Vita juga mau bikin kue tradisional, tuh anak kan jagonya bikin kue tradisional...mana enak lagi'" saut Nayla.


"Ma..gimana kalau kita ajak Sesil ke sini besok pagi, kan dia bisa membantu Mama juga" kata Kay memberikan ide.


"Tapi, apa Kakak kamu nanti gak bakalan marah,kan katanya tangan Sesil baru saja sembuh" saut Kiara


"Asal Mama yang ke sana,bisa di pastikan kalau Kak Levin gak bakal bisa nolak, kan kita juga mau nyulik dia ma, bukan ijin sama Kak Levin"


"emang siapa sesil jeng Kiara, Kay?" tanya Nayla yang dari tadi menyimak perbincangan menantu dan besan nya itu.


akhirnya Kiara menceritakan kisah Sesil kepada besannya itu, bagaimana rencana Kay dan juga Ayana untuk mempersatukan Levin dengan Sesil,Karena setelah beberapa kali bertemu Sesil pun, Kiara yakin Sesil adalah gadis yang baik terlepas dari masa lalunya, bagaimanapun juga kisah Sesil tetap menjadi perhatian khusus bagi Kiara, Sesil hidup sebatang kara setelah meninggalnya sang Papa,bahkan orang yang sangat dipercaya ia pun berkhianat kepada Sesil, Sesil bukannya tidak ingin melawan tapi dia bukanlah tipe orang yang bisa melakukan apapun sendiri,jadi Sesil lebih memilih menderita dan meninggalkan segalanya agar hidupnya lebih tenang.


Pagi hari sebelum acara syukuran


Kiara sengaja datang pukul 08.00, Kiara sudah memperkirakan bahwa itu jam di mana Levin sudah berangkat ke kantor,Setelah menunggu sang anak pergi dari apartemennya, Kiara mengetok apartemen tersebut untuk menjemput Sesil ke rumahnya.

__ADS_1


"Nyonya Kiara apa kabar?"


kata Sesil dengan berbinar, entah mengapa beberapa hari tidak bertemu dengan ibu dari majikannya itu membuat Sesil merindukan sosok Kiara, Kiara begitu lemah lembut kepada Sesil,itulah yang membuat Sesil selalu betah bila Kiara datang berkunjung atau dengan alasan membawakan berbagai makanan kesukaan Levin,Kiara tak pernah bosan bila bercerita dengan Sesil,wanita yang dijadikan pembantu oleh Levin di apartemennya, bahkan Sesil tak pernah neko-neko begitulah menurut Kiara, Sesil hanya akan patuh kepada Levin, duduk diam di apartemennya, dia hanya akan keluar ketika bahan makanannya habis, Kiara sampai tidak habis pikir bagaimana Sesil bisa betah tinggal di apartemen itu selama 24 jam lamanya,bahkan Sesil tidak punya ponsel yang bisa dipakai untuk berselancar di dunia maya, Sesil benar-benar menjadi gadis yang hidup tanpa menggunakan sosial media sebagai pelepas penat nya, dia hanya membaca buku-buku yang ada di ruang tamu Levin, menonton TV di sana dan membersihkan rumah saja.


"aku baik Sesil....kau sendiri bagaimana?wah sekarang berat badanmu naik lagi ya?"kata Kiara karena pipi chubby Sesil nampaknya kembali lagi, dulu saat pertama kali ketemu Sesil wanita itu sungguh sangat kurus hingga tulang pipinya terlihat sangat tirus.


"Tuan rajin merawat saya Nyonya heheheheh, yang baik hanya tuan,tuan juga tidak pernah merepotkan,dia juga sangat baik karena membiarkan saya untuk tetap tinggal di sini"


jawab sesil dengan terlihat sangat bahagia,ya Sesil sekarang sudah tak murung lagi, apalagi selama 1 bulan lebih berada di apartemen Levin, Sesil merasa sangat bahagia, Dia seakan punya privasi sendiri ketika Levin sudah berangkat kerja sampai Levin kembali ke apartemen lagi, dan lagi di saat hari Sabtu dan Minggu Levin jarang menghabiskan waktunya di apartemen, dia pasti akan keluar bersama teman-temannya Atau paling tidak dia akan datang kerumah besar orang tuanya.


"kalau gitu bersiaplah temani aku belanja hari ini,hari ini kami akan merayakan syukuran untuk kehamilan Kay yang kedua" kata Kiara.


"tapi Nyonya bagaimana nanti kalau Tuan Levin marah?saya.... saya tidak berani keluar dari apartemen ini nyonya!" tolak Sesil


"Levin itu urusan aku......sekarang bersiaplah oke"


sesampainya di rumah besar itu Kay menyambut Sesil dengan baik karena di sana juga sudah ada Ayana yang ikut membantu mereka,semua berbincang di ruang tengah sambil sesekali bercanda, Sesil tahu diri dia menuju ke dapur bergabung dengan para pelayan yang ada di dapur yang sedang mempersiapkan beberapa kue dan camilan untuk acara nanti sore, acara di adakan nanti sore sampai malam karena memang ini bukanlah hari Minggu melainkan hari Sabtu jadi sebagian dari mereka masih bekerja setengah hari.


"kamu siapa Kenapa membantu kami disini? sebaiknya kamu tergabung saja dengan mereka di ruang tengah"


kata seorang pelayan kepada sesil.


"Aku juga sama dengan kalian jadi aku tidak pantas berada di sana, Aku memang harus disini untuk membantu kalian aku"


sampai akhirnya pun sore menjelang seluruh keluarga besar Johan datang juga teman-teman dari Boy dan juga teman-teman Johan seperti Tian dan keluarganya sekali dan keluarganya Ray,mereka berbincang-bincang dan berkumpul bersama menikmati camilan dan juga makanan yang tersaji disana. Levin yang baru saja datang menangkap sosok yang sangat dia dikenal,dia melotot sempurna kepada gadis yang dengan beraninya datang ke sini karena berani meninggalkan apartemen miliknya.

__ADS_1


Kiara menyadari tatapan anak lelakinya itu,Dia mendekati Levin yang tak berkedip sama sekali melihat Sesil yang membantu beberapa pelayan menyajikan makanan.


"Mama yang menjemputnya Levin, jangan melotot seperti itu nanti matamu keluar!!" kata Kiara


Levin hanya menghela nafasnya pelan, Dia tak tahu apa sebenarnya rencana sang mama karena begitu gencar mendekati Sesil.


"Sebenarnya apa yang mama rencanakan?" tanya Levin tegas


"emang apa yang bisa mama merencanakan Levin? bukankah kau tidak pernah mau menuruti rencana mama?"


kata Kiara santai. Levin berlalu begitu saja karena merasa tak pernah menang dari sang Mama.


Acara syukuran selesai dan semua pelayan dengan berberes, namun Levin tidak menemukan keberadaan Sesil.


"Kamu....kamu tau di mana gadis yang membantu mu tadi?" tanya Levin pada salah satu pelayan.


"Oh dia sedang makan tadi Tuan, dari sore dia belum makan!"


Levin mengikuti jari pelayan yang menunjukkan keberadaan Sesil, Levin menatap Sesil dari belakang,di sana nampak Sesil duduk bersandar di tembok yang berada di sisi kanannya, namun makanan di samping nya masih utuh.


"Cepat makan!! kamu mau pulang bareng,atau mau jalan!!" ucap Levin, namun tak ada respon dari Sesil


"Hai!! apa kamu tuli!!!" bentak Levin,


Levin mencoba menggoyang tubuh Sesil, namun tubuh Sesil malah tumbang ke depan.

__ADS_1


"Sesil!!!" pekik Levin ketika menyadari bahwa Sesil pingsan.


bersambung


__ADS_2