Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Maysha


__ADS_3

Ray sudah berada di rumah sakit selama kurang lebih satu minggu, dan dokter menyatakan keadaan Shailendra sang putra cukup baik dan bisa di bawa pulang, dengan membawa satu suster rekomendasi dari Tian, akhirnya Shailendra pulang dari rumah sakit.


Beberapa hari yang lalu sebelum kelahiran Shailendra.....


"Bagaimana dok?? bagaimana keadaan anak dan istri saya??" tanya Ray dengan wajah paniknya, dia bahkan lupa cara mengendalikan dirinya.


"Maaf tuan Ray, kami sangat berat mengatakan ini....namun, kita harus segera melakukan tindakan, kasihan anak yang ada di dalam rahim pasien tuan!" kata sang dokter.


"Lalu apa yang harus dilakukan dokter!!" kata Ray lagi yang sudah nampak frustasi dengan keadaan sang istri.


Akhirnya dengan berat hati dokter menjelaskan keadaan Maysha pada Ray, Dokter harus segera mengeluarkan bayi dari dalam rahim sang istri, dan setelah beberapa saat setelah melahirkan Maysha mengalami koma, menurut keterangan dari dokter, Maysha sengaja di buat koma karena pendarahan di otaknya berpotensi mematikan, hingga sekarang dua minggu telah berlalu dari hari kelahiran sang buah hati, dokter belum yakin masih bisa memulihkan Maysha, walaupun kerusakan pada otak Maysha tidak tergolong parah sekali, namun bila di paksakan dokter masih merasa takut dan khawatir hal itu justru akan mengakibatkan pasien amnesia dan lupa pernah melahirkan seorang bayi.


Maka dari itu dokter lebih berhati-hati dan masih berharap banyak akan pulihnya kesehatan pasien, bahkan Beniqno yang notabenenya juga seorang dokter, sengaja mendatangkan dokter ahli yang dikenalnya,mudah bagi Ben mencari dokter ahli yang tak lain adalah orang-orang yang dikenalnya juga. Kondisi Maysha sedikit membaik tak seperti awal-awal melahirkan dua Minggu yang lalu, walaupun dokter belum mengetahui kapan dia tersadar dari komanya, namun keadaan nya terlihat lebih baik.


Hari-hari Ray di habis di rumah sakit, bahkan selama ini Ray sama sekali tak masuk kerja ataupun membantu tuan Adrian di kantor, ini adalah hal yang membuat Ray merasa dalam titik yang paling rendah.Ray hanya duduk diam di samping sang istri,karena anaknya sudah pulang ke rumah, kalau biasanya Ray menghabiskan waktu di luar ruang anak-anak, sekarang seharian penuh dia hanya mengengam erat tangan istrinya saja. Bahkan Ray sering melewatkan makanan yang di belikan Tian ataupun Johan di meja, tak jarang Raka atau Kevin datang menjenguk.


Jay si pengawal setianya tak sekalipun pergi dari rumah sakit pula, bahkan dia sampai menyewa kamar di sebelah ruang rawat May agar bisa mengawasi tuan nya itu.


"Tuan! ini sarapan anda, dari kemarin siang,anda tidak makan sama sekali!" kata Jay membujuk Tuan nya.


"Makanlah Jay, aku tak nafsu makan!" saut Ray.


"Tapi tuan juga perlu tenaga untuk merawat nyonya tuan!" bujuk Jay kembali.


"Aku masih kenyang Jay!" jawab Ray.

__ADS_1


Dengan susah payah Jay membujuk Ray, nyatanya semuanya tak membuahkan hasil, Johan ternyata dari tadi berdiri di ambang pintu, dia sudah mengepalkan tangannya geram dengan semua perlakuan dari Ray! Dengan langkah panjang nya, Johan masuk dan langsung mencekram krah baju yang di pakai Ray.Johan menarik tubuh Ray agar berdiri dan agak menjauh dari tubuh yang istri. Jay yang berada di sana seketika kaget dengan perbuatan Johan.


"Tuan Johan!" pekik Jay.


"Diam ditempat loe Jay!!!" perintah Johan.


"Dan loe Ray!! brengseeek loe!!! mau sampai kapan loe jadi mayat hidup hah??!!! mana Ray yang gue kenal dulu!!!!" Teriak Johan bahkan tak peduli bila dia berada di dekat orang sakit sekali pun.


buughhh..... pukulan mendarat di wajah Ray yang masih diam bagai mayat hidup. Ray terhuyung ke belakang, Johan kembali menarik krah baju Ray.


"Loe seharusnya lebih tegar Ray!!! loe laki-laki !! bukan banci!!!" teriak Johan lagi.


Kembali Ray mendapatkan pukulan dari Johan


buughhh....." Ini untuk kebodohan loe Ray!!"


buughhh......" ini untuk anak loe yang mempunyai papa yang brengsek!!"


buughhh....."Dan ini buat gue yang udah benar-benar loe buat khawatir setiap detik Ray!!!"


Pukulan dan teriakan Johan,hanya mampu di terima begitu saja oleh Ray, entah apa yang di pikirkan oleh Ray. Johan tiba-tiba beralih dari Ray dan berdiri di depan Maysha yang sedang tertidur karena koma.


"Dan loe May!!! bangun!!! sebelum gue sendiri yang bunuh suami loe yang bodoh ini!!" teriak Johan, hal ini menyulut emosi dari Ray.


"Bangsaaat!!!! jangan loe ganggu istri gue Jo!!" teriak Ray sambil menarik tubuh Johan menjauh dari istrinya.

__ADS_1


"Lepas sialaaan!!! jadi loe benar-benar sudah tidak waras Ray!!!loe Benar-benar pengen mati di tangan gue!!!" teriak Johan tak mau kalah.


"Tuan sebaiknya berhenti!! tolong!! kasihan nyo....!!" lerai Jay, namun belum juga selesai bicara mereka berdua sudah membentak Jay bersamaan.


"Diam!!!"


Perkelahian tidak dapat di hindarkan, untung nya ruangan VVIP tersebut cukup luas, beberapa pengawal Johan dan Ray tak berani berkutik di luar ruangan, apalagi dokter yang tadi mendapatkan laporan dari seorang suster,hanya bisa berdiri di depan kamar pasien karena di larang masuk oleh para pengawal Ray. Postur tubuh yang sama membuat perkelahian mereka imbang di awal, namun semakin lama Ray semakin terlihat lemas karena memang dia belum makan sama sekali sejak kemarin siang.


"Lihat loe Ray!!! ciihhh....tubuh seperti itu saja mau merawat orang sakit!!! menurut loe pantas!! hah???!!"


ucap Johan sinis, rasanya hati Johan sangat sakit melihat keadaan Ray yang dia bikin babak belur, namun Johan tak punya cara lain agar Ray kembali tegar seperti Ray yang dulu. Berbagai cara baik sudah pernah Johan dan Tian lakukan,namun semuanya nihil.


"Kau tau Ray!!! May memang koma! tapi dia bisa mendengar orang-orang yang ada di dekatnya!! apa loe pikir dia akan senang melihat lelaki yang di cintai nya terpuruk hah??!!"


"Otak jenius loe kemana Naraya!!!" teriak Johan.


Ray seketika mendongak menatap Johan ketika dia mendengar namanya keluar dari mulut Johan, jika Johan sudah seperti itu berarti Johan sudah berada di puncak kekesalan nya pada Ray.


Tiba-tiba terdengar bunyi alat kesehatan yang ada di sekitar Maysha, Jay yang dari tadi menjaga nyonya besarnya agar tak menjadi korban perkelahian mereka begitu kaget, melihat alat-alat yang ada di sekitar Maysha.


"Tuan!!! nyonya tuan!!" teriak Jay pada Ray dan Johan.


"panggil dokter Jay!!!" perintah Ray sambil berdiri karena dia memang tengah tersungkur di lantai.


Belum juga Jay memanggil,dokter yang berada di depan ruangan tersebut sudah berhambur masuk dan memeriksa keadaan Maysha. Ray dan Johan serta Jay mundur beberapa langkah agar dokter bisa memeriksa May.Johan memeluk bahu Ray demi menguatkan sahabatnya.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2