Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

"Mulai sekarang kau akan tinggal bersama kak Levin"


kata Ayana sukses membuat Levin melotot.


"Ay!!" pekik Levin.


"Terima Sesil atau aku akan mengadu pada Om Johan!" ancam Ayana tetap dengan nada lembut nya.Dan kedua lelaki itu pun hanya bisa pasrah.Namun Levin masih nampak menolak.


"Kau tak bisa memaksa ku Ay!" kata Johan.


"Tante Kiara? Leo sayang.....bagaimana ya reaksi Tante Kiara kalau dia tau" kata Ayana lembut namun masih seperti sebuah sembilu bagi Levin, dan akhirnya laki-laki itu benar-benar pasrah.


Johan memang tak bisa mengendalikan Levin, namun bila dia tau Levin benar-benar tak berperasaan pada kemalangan gadis yang dulu pernah dia sekap maka bisa Ayana bayangkan bahwa Johan akan marah, dan Levin tak mau mengambil resiko tersebut.


tentu saja Ayana tidak akan menceritakan hal yang ada di depan matanya saja,sedikit menambahi sebuah cerita akan membuat kisah Sesil terlihat dramatis di depan Johan dan tentu saja itu akan sangat menguntungkan Ayana, apalagi jika tante Kiara tau,maka habislah Levin.


Kiara memang tak seberapa tau kisah tentang sepak terjang anak lelakinya itu,soal Sesil pun, Kiara hanya tau sekilas saja dan bahkan Kiara tak pernah tau bahwa Levin pernah menyekap anak gadis orang itu sampai hampir satu bulan lamanya. Johan yang tau segala sepak terjang Levin,sering kali mengambil keuntungan dari sana, ancaman akan menceritakan semuanya pada sang Mama kerap kali di pakai Johan untuk menaklukkan anaknya yang keras kepala,namun satu ancaman untuk membuat Levin menikah dengan anak salah satu rekan bisnisnya tak pernah berhasil di lakukan Johan,memang beberapa tahun ini Levin selalu diminta oleh Johan untuk segera menikah, menikah dan menikah.


Braaak....

__ADS_1


suara pintu apartemen nampak dibanting oleh Levin, sungguh sebenarnya dia sangat kesal ketika Ayana memaksanya untuk menerima Sesil di apartemennya, Levin tak pernah mau lagi berurusan dengan Sesil, gadis yang benar-benar sangat tidak disukainya beberapa waktu lalu dan sekarang pun Levin berharap tak lagi berurusan dengan Sesil, karena sejatinya dia benar-benar tak ada hubungan apa pun lagi yang menyangkut Sesil,Ayana pun sudah hidup dengan baik bersama dengan Leo, dalam hal penderitaan yang di alami Sesil saat ini bukanlah menjadi urusannya, begitulah pikir Levin! namun Ayana yang merasa iba dengan penampilan Sesil membuatnya terpaksa menerima Sesil ke dalam apartemennya.


Sesil nampak berdiri tegak di depan pintu apartemennya sudah tertutup,dia benar-benar bingung harus bagaimana lagi, dia membuang jauh-jauh harga dirinya agar dia bisa tinggal dan menjadi pembantu di apartemen Levin,rasanya hal inilah yang harus dilakukan untuk bertahan hidup karena memang dia bukan tipe orang yang bisa berjuang sendiri, tas kecil yang dibawanya hanya terdapat 3-4 kaos saja sedangkan baju-baju yang lain tertinggal di kedai di luar negeri saat dia kabur dari tempat tersebut.


"Dengar!! kalau bukan karena Ayana Aku tidak mau berurusan denganmu lagi!!di sana ada gudang bersihkan dan itu adalah tempat untukmu tidur,jangan pernah menggangguku ketika kau tinggal di rumah ini, tugasmu adalah membersihkan rumah ini, mencuci pakaian ku dan memasak namun jangan sekalipun kau masuk kedalam kamarku,aku sendiri yang akan membersihkannya, satu lagi! jangan pernah membangunkan aku atau berbicara apapun denganku kecuali benar-benar mendesak!!"


"Baik Tuan"


kata Sesil dengan sopan, dia mulai mempraktekkan apa yang dilakukan oleh pelayannya dulu di rumah besarnya. Dia terlihat patuh dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik setelah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, ia segera memasuki gudang di samping dapur yang ada di apartemen Levin, gudang itu penuh dengan beberapa barang walaupun tak terlalu berdebu namun tempat itu masih harus dibersihkan agar Sesil nyaman berada di kamar tersebut.


"Semangat Sesil!!! kau sudah bisa makan dan tidur, jadi..


berjuanglah lagi!! patuhlah pada tuan Levin!!" kata Sesil menyemangati dirinya sendiri.


Beberapa hari telah berlalu,Empat Sekawan sedang berkumpul bersama anak dan istrinya di rumah besar Ray,. empat sekawan yang sudah mempunyai rumah sendiri-sendiri pun memutuskan untuk menjadikan samping rumah besar Ray yaitu sebagai markas tetap mereka untuk berkumpul,dan hari ini di rumah besar Ray yang bertepatan dengan weekend, setiap 3 bulan sekali Boy,Lee, Leo dan Fabri memutuskan untuk berkumpul bersama, karena kesibukan mereka membuat intensitas pertemuan mereka terkadang terganggu, akhirnya mereka berempat memutuskan untuk melakukan pertemuan keluarga setiap 3 bulan sekali dan itu adalah pertemuan wajib yang harus mereka datangi.


Ayana dan juga Leo yang datang paling terakhir mereka baru saja memarkirkan mobilnya dan bergabung dengan teman-teman yang lainnya.


" Tumben telat? dari mana?" tanya Vita yang membawa minuman dari dalam menuju teras markas tempat mereka mengadakan pesta kecil bersama.

__ADS_1


"Aku baru dari apartemen Kak Levin, membawakan baju buat Sesil, dia gak ada baju sama sekali"


Kata Ayana dan kemudian menyerahkan anaknya pada Leo, beranjak bersama Vita membantu Ela membakar daging dan beberapa makanan, karena mereka mengadakan pesta barbeque kali ini.


"Emang keadaan nya menyedihkan banget ya Ay?'"


tanya Kay


"Iya, dia kurus banget....ada beberapa bekas luka kecil di dahi dan bekas luka di daerah mata dan bibir nya, dia kehilangan Papa dan semuanya Kay, Dia sangat menderita selama setahun sebelum dia di bantu salah satu maid nya keluar dari negara itu"


kata Ayana yang menceritakan sekilas kisah Sesil, Kay memang adiknya Levin, namun dia tak pernah berani bertanya apapun tentang urusan Levin, kadangkala tatapan mata Levin yang tajam membuat Kay takut bila harus terlalu banyak mencampuri urusan sang Kakak. Sekarang sang Kakak lebih dekat dengan Boy suaminya.


"Kay kenapa kita tidak menjodohkan mereka saja ya?"


kata Ayana yang tiba-tiba mempunyai ide itu, dia merasa Sesil sudah bukan Sesil yang dulu lagi, Sesil sangat berbeda sekarang, bila melihat dan bergaul dengan Sesil yang sekarang, Ayana tak akan pernah percaya bila Sesil dulu wanita yang manja dan ambisius.


"Emang Kak Levin mau? atau emang Sesil mau?" kata Kay


"Ay, kamu tau kan, kak Levin itu tembok berjalan kalau berhubungan dengan wanita!! udah ada beberapa anak klien Papa yang di sodorkan Papa untuk kencan buta, dan hasilnya.... wanita-wanita itu memilih pulang sendiri ke rumah mereka dan tak mau lagi bertemu dengan kak Levin!!" lanjut Kay.

__ADS_1


"Iya juga ya.....mulut Kak Levin itu pedasnya udah kayak makan cabe 10kg....pedeeees banget!!" saut Ayana dan di akhiri tawa mereka bersama.


bersambung.......


__ADS_2