Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Edo nampak tak suka ketika Boy menggantikan posisi Fabri, namun kemudian dia berpikir tak apalah bila Boy yang menyetorkan nyawanya terlebih dahulu, Fabri tak menyadari bahwa Edo juga mahir dengan senjata yang bernama samurai tersebut, namun Boy menyadari nya terlebih dahulu, Bagaimana cara Edo memegang dan memainkan samurai tersebut jelas Boy tau segala nya. Oleh karena itu, sebelum Fabri mengalami cidera karena permainan samurai nya tak sehebat dirinya, Boy berinisiatif menggantikan posisinya.


"Wahh sahabat sejati!! mau mengganti nyawa sahabat nya!" ucap Edo dengan seringai jahatnya.


"Apa kau sudah tak sabar ingin menguliti ku hemmm?" tanya balik Boy,


Boy bahkan sudah berjalan mengelilingi Edo dengan menyeret ujung samurai nya. Suara gesekan ujung samurai dengan lantai nampak menggema di ruangan tersebut, nampak sekali ruangan itu pernah di pakai untuk kegiatan olahraga atau semacamnya karena ruangan tersebut memang cukup luas bila di bandingkan dengan yang lain.


"Tentu saja!! bahkan aku ingin menikmati tubuh mu terlebih dahulu sebelum aku benar-benar menguliti mu!" ucap Edo dengan sedikit mengangkat ujung bibirnya, Edo benar-benar ingin melampiaskan seluruh kemarahan nya, melihat Vandi yang tak berdaya,dan begitu banyak darah yang keluar dari tubuh sang kekasih, membuat jiwa tak takut mati Edo keluar.


"Ciiihh...... bangsaaat!!! sebelum itu gue bakal memisahkan tangan loe dari tubuhnya!" ucap Boy penuh penekanan.


Benar perkiraan Boy pertarungan sengit terjadi di antara mereka, Edo cukup lihai dengan samurai di tangannya, bahkan setelah sekian detik, mereka sama-sama mempunyai sayatan ujung samurai masing-masing. Namun Boy tetap lah Boy, si raja samurai itu dengan cerdiknya mengelabuhi Edo, hingga beberapa luka mengagah nampak jelas di tubuh polos Edo bagian atas,karena sekali tebas Boy bisa merobek baju Edo hingga terlihat polos di bagian atasnya.


"Uuhh aku suka perutmu Baby...!"

__ADS_1


ucap Boy seolah merayu Edo, Leo tak percaya apa yang di katakan oleh Boy, dia bahkan sampai melotot tak percaya.


"Apa hanya segitu kemampuan loe?"


tanya Boy sambil mengelilingi Edo.Edo masih tersengal sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya,. sayatan-sayatan di tubuhnya mampu membuat nya meringis kesakitan.Berbeda dengan Boy yang nampak biasa saja ketika seluruh badannya juga terdapat luka sayatan karena ulah Boy mendekati Edo dengan perlahan-lahan, Edo yang menyadari nya segera mundur perlahan.


"Apa ada permintaan terakhir?" tanya Boy


"Ya..... mati aja loe!!" jawab Edo dengan penuh penekanan.


Tanpa di sadari Edo, Boy mendekati Vandi, dia nampak tersenyum tipis melihat keadaan Vandi.


"Lepaskan dia!! dia tak ada hubungan nya dengan kematian Ela!" ucap Edo penuh penekanan, kali ini dia tak berteriak,dia sungguh takut bila tiba-tiba saja Boy menebas leher Vandi.


"Waooow..... Fabri loe tau? dia berusaha membela kekasih nya hahahahhahaha" kata Boy di akhir i dengan tawa membahana nya.

__ADS_1


Leo sudah melihat gelagat tak baik dari kedua sahabatnya, Leo memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dan bergabung dengan Levin di ruang tamu.


"Apa sudah selesai eksekusi nya?" tanya Levin sambil mematikan rokoknya yang tinggal sedikit


"Mereka menggila di dalam Kak! lama-lama aku mual melihat nya.....oh God...... teman-temanku sedikit brutal" jawab Leo.


"Boy pelakunya?" tanya Levin ketika mendengar jeritan kesakitan dari ruangan tersebut.


"Mereka bertiga sama saja!" ucap Leo.


"Hemmm..... harus nya dua lelaki itu berpikir dua kali untuk berurusan dengan kalian!....kalian sungguh menyeramkan!" ucap Levin.


Levin memang kejam dengan musuh-musuhnya, namun tak segila Boy dan Lee, bahkan Fabri mu mampu mengendalikan diri dulu, tidak saat ini! tidak saat wanita yang sangat dia cintai,hangus terbakar karena ulah Edo, lelaki yang membantu Vandi untuk membalaskan dendam nya. di Pertemuan pertama mereka ketika menculik Vita dan Kay, empat sekawan masih bisa menahan diri untuk tidak menghakimi kawanan penjahat itu sendiri, mereka masih menyerahkan para penjahat itu ke kantor kepolisian,namun tidak untuk saat ini, Fabri dan kawan-kawannya bahkan berniat membakar keduanya seperti yang di alami Ela, namun sebelumnya mereka akan di siksa terlebih dahulu.


"Aku anak baik-baik Kak! mereka bertiga yang psikopat!"

__ADS_1


ucap Leo dan akhirnya mereka tertawa bersama.Namun tawa mereka berhenti seketika,ketika mendengar jeritan Edo dan suara kemarahan nya.


bersambung..


__ADS_2