
Braaak......
pintu apartemen Leo sampai berbunyi nyaring, Ayana hanya berdiri diam di samping pintu apartemen tersebut, Leo benar-benar diam seribu bahasa, yang ada sejak di dalam mobil Leo hanya diam tanpa ekspresi, bahkan mobil yang di kendarai nya hampir saja membuat jantung Ayana copot karena terlalu kencang.
Ayana hanya melihat sang kekasih yang berlalu begitu saja ke kamar nya,dan Ayana masih berdiri di tempatnya tanpa berani melakukan apapun.
Leo yang berada di kamar mandi,segera menguyur kepalanya yang panas karena amarahnya agar menjadi lebih dingin. Leo tipe orang yang bisa berbuat kasar bila sedang marah, dia akan membanting bahkan melempar sesuatu saat hatinya kacau, karena itu dia tak ingin menyakiti Ayana, dia lebih senang menghindari gadis tersebut. Leo menyalah kan Ayana, benar! ini semua salah Ayana,pikir Leo. Tak seharusnya Ayana mudah di pengaruhi oleh Sesil, gadis yang bahkan Leo saja lupa siapa gadis tersebut, mengaku sebagai anak teman Papinya yang akan di jodohkan dengan Leo, sungguh tak masuk akal bila Ayana langsung mempercayai nya.
Karena capek berdiri dan Leo tak kunjung keluar dari kamar, Ayana duduk di ruang tamu di apartemen tersebut, dia menerka-nerka apa yang akan di lakukan Leo padanya, berulang kali dia meremas ujung dress yang di pakainya.Ayana melihat ponselnya yang sudah kehabisan baterai,memang akhir-akhir ini Ayana jarang mencharge baterai nya agar Leo tak bisa menghubungi nomor nya.
Disisi lain.....
"Papa!! pokoknya Sesil mau perjodohan itu di lanjutkan!! Sesil cinta pa sama Leo hiks...hiks......!" ucap Sesil memohon pada Papa nya.
"Ya nanti Papa usaha kan bicara dengan Om Raka!" kata pak Hadi papa Sesil.
"Selama mereka belum menikah pa, Sesil mau terus mendekat Leo! Sesil harus membuat hati Leo berpaling pada Sesil pa" kata nya pada sang Papa.
Pak Hadi yang tau bagaimana manjanya sang anak hanya bisa menghela nafasnya pelan, Sesil memang selalu mendapatkan apa yang dia mau sejak kematian sang Mama, pak Hadi menjadi sosok single parent yang selalu mengabulkan semua permintaan Sesil, dan Sesil tumbuh menjadi gadis yang manja dan selalu terpenuhi segalanya.
__ADS_1
Sesil sebenarnya gadis yang baik, hanya saja karena terlalu manja kadang kala membuat nya menjadi gadis yang sedikit nakal, dan arogan, walaupun dia bukan tipe anak yang sering berbuat jahat pada teman-teman nya. Namun melihat Ayana yang dekat dengan Leo, jiwa nakal Sesil kembali muncul,dia seakan tak rela jika Leo menemukan tambatan hatinya dan tak mau menerima perjodohan dengan nya.
Kembali ke apartemen Leo, keheningan masih terjadi di sana, bahkan jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, Ayana yang tak di perhatikan oleh Leo,pada akhirnya tertidur di sofa saking lelahnya. Ayana tak pernah menyangka hubungan nya dengan Leo akan mendapatkan kerikil-kerikil tajam yang menghalangi, dan parahnya lagi Ayana bukan tipe wanita yang mau bermasalah bahkan dia tipe gadis yang pasrah tak mau mempermasalahkan segala hal, sama seperti beberapa waktu lalu tentang perjodohan nya yang gagal hanya karena Lelaki yang dijodohkan dengan nya lebih memilih wanita lain, padahal kala itu, seandainya Ayana bersikeras untuk melanjutkan perjodohan, maka lelaki tersebut tak ada pilihan lain selain menuruti kedua orang tua nya, Namun Ayana tak mau egois, dia tak mau menjadi penyebab kehancuran seseorang, karena itu Ayana menolak perjodohan tersebut di lanjutkan.
Leo yang hendak ke dapur melihat sekilas ke arah Ayana, dia mendekati Ayana ketika tau bahwa Ayana sedang meringkuk di sofa, Leo merasa bersalah karena mendiamkan kekasih nya itu seharian ini, bagi Leo ini adalah hukuman yang setimpal untuk Ayana,karena 5 hari telah mendiamkan Leo bahkan susah sekali di temui.
"Maaf sayang.... aku terpaksa mendiamkan mu!" gumam Leo lirih dan mencium kening Ayana pelan.
Leo bergegas ke dapur, dia akan masak untuk makan malam, dan mendengar sedikit suara di dapur, Ayana terbangun dari tidurnya, beberapa kali dia mengucek matanya, mencoba mengumpulkan nyawanya, dan dia bisa melihat wajah datar Leo sambil memasak sesuatu. Ayana kembali diam, dia benar-benar tak tau harus bagaimana.Apa dia harus meminta maaf? atau hanya berdiam diri saja seperti ini sejak tadi siang. Ayana sebenarnya sangat lapar, namun dia menahannya, namun suara berat Leo memanggil nya.
"Makanlah!! aku tak ingin masuk penjara hanya karena ada orang mati kelaparan di apartemen ku!" ucap Leo dengan ketus.
Perlahan Ayana mulai mendekati dapur dan duduk di sana, dia mulai memasukkan makanan buatan Leo ke dalam mulutnya, sedangkan Leo makan tanpa mempedulikan Ayana. Keheningan kembali terjadi di antara mereka, Ayana bukan tipe wanita yang suka menjelaskan, begitu pula Leo, ego mereka masing-masing cukup tinggi.
"Maaf karena sudah menjadi beban untuk mu selama ini"
Ayana melanjutkan omongannya ketika kata maaf pertama nya di abaikan oleh Leo. Ayana menunggu Leo menjawab, tapi dasar Leo yang masih menyalahkan Ayana, dia diam saja tanpa menanggapi perkataan Ayana.
Ayana meletakkan sendok nya dan meminum air putih disebelahnya, memandang Leo yang masih setia dengan diam nya.
__ADS_1
"Ayo.....ayo.....kita putus!" kata Ayana
"Aku tak ingin membuat masalah untuk mu, terima lah perjodohan orang tua mu... dan mari kita putus!" ucap Ayana dengan menahan agar air matanya tak menetes.
Praaaang........suara piring di lempar oleh Leo.
Seketika Ayana berdiri dari kursinya, Ayana nampak ketakutan melihat reaksi dari Leo.
"Beraninya kamu minta putus dariku Ayana!!" Teriak Leo sambil mendorong Ayana sampai ke tembok dapur tersebut, sambil mencekik leher Ayana walaupun tak seberapa kuat.
"Bukankah harusnya kau minta maaf!!!Beraninya kamu minta putus dariku Ayana!!" teriak Leo lagi.
"Hiks.... hiks... lepasin Leo!!" pinta Ayana sambil berlinang air mata.
Melihat Air mata Ayana, reflek Leo menarik Ayana ke dalam pelukannya, dengan masih diliputi amarahnya, Leo berulang kali menghantam kan tangannya ke tembok belakang tubuh Ayana.
"Berani kau minta putus Ayana!!!" Teriak nya sambil tangannya menghantam tembok di belakang Ayana, sedangkan Ayana mengeratkan pelukannya,karena merasa Leo sangat marah dan takut Leo berbuat kasar padanya.
Leo memang buruk bisa sedang marah, dan Ayana hari ini benar-benar melihat bagaimana sisi lain dari kekasihnya yang selama ini sangat manja pada nya.
__ADS_1
"Maafkan aku!....." ucap Ayana, berharap Leo menghentikan amarahnya dan tak melukai tangannya lagi, karena Ayana yakin tangan Leo sekarang pasti sudah terluka.
bersambung.....