
Lee benar-benar dihukum oleh sang papa, begitu pula Boy, bahkan berulang lali Boy menghubungi ponsel Mommy dan Daddy nya namun kepergian mereka yang sudah tiga hari bak di telan bumi, Boy sampai harus menghubungi uncle Antoni yang sedang mengurus perusahaan ketika Daddy nya liburan.
p nya.
"Pa....!"
"Boy pergi pa...mau nemui Lee di markas!" pamit Boy karena tak berhasil membujuk Ray. anak berumur 10 tahun itu, memang menjadikan markas lama Ray menjadi tempat nya bertemu dengan Lee yang memang lebih tertarik tinggal di markas daripada kamar pribadi nya.Sejak Lerie mendapatkan beasiswa ke luar negri, Lee merasa sendiri, apalagi sang papa melarang keras May untuk hamil lagi.
"Sedang apa disini?" tanya Boy
"Sedang membuat siasat, agar bisa keluar dari si!i!!" saut Lee
"Bagaimana caranya Lee?" ucap Boy antusias.
"Emmmmm....apa ya??'" kata Lee sambil mengetuk-ngetuk jarinya di dagunya.
"Boy!! bukankah kita di undang ulang tahun siapa itu......emmm... Sapi!!" kata Lee.
"Safi.....namanya Safira! bukan Sapi!" kata Boy meralat nama teman sekelasnya yang mengundang nya ke acara ulang tahun gadis tersebut.
"Terserahlah!! yang pasti itu jalan kita keluar dari rumah ini!! oohh Tuhan aku sudah sangat kangen dengan motor trail ku!!" pekik Lee.
"Benar Lee!! kita akan pergi ke pinggir hutan! aku ingin berlatih!!" kata Boy
'Tapi bagaimana dengan paman Jay?" lanjut Boy
"Ayolah Boy!! kamu seperti tidak kenal Lee saja!!" kata Lee
"Serahkan saja pada Shailendra!!!" ucapnya jumawa.
Di belahan bumi yang lain....
"Ben... hentikan!! aku mau menelpon Boy, sudah tiga hari kau mengurungku disini!!" ucap Nayla, namun Ben tetaplah Ben yang tak akan peduli sama sekali jika dengan asyik dengan tubuh sang istri, terpaksa Nay membiarkan suaminya melucuti pakaiannya dan bermain-main dengan leher, dada bahkan perut Nayla.
__ADS_1
"Hallo May!" kata Nay begitu telepon nya tersambung dengan Maysha.
"Ada apa Nay?"
"Dimana Boy?''
"Dia sedang di markasnya, mereka berdua sedang di hukum oleh Ray!" kata Maysha, Lee dan Boy memang sedang libur sekolah.
"Hehehehehehe, apa mama Sita tidak datang ke sana?"
"Tidak! mama Sita ingin istirahat katanya, happy time sama papa!" saut Maysha.
"May aku mau....ahhh!!" ucap Nayla bersamaan dengan wajah dan lidah Ben yang sudah berada di kolam surga milik Nay.
"Sialan kamu Nay!!!! kamu sedang apa sih!!!" kata May ketus, sebenarnya dia sudah bisa menebak apa yang sedang di lakukan Nayla dan bule gila tersebut.
"Hehehehe ya udah ya.. salam aja buat anak ganteng ku!! aku.....aku bikinin adik dia dulu!" ucap Nayla dengan sedikit tertahan.
"Iihhhh ngeselin Nay!!!" ucap May sambil melihat ponselnya.
"Kenapa?" tanya Ray yang tiba-tiba masuk ke kamar dan memeluk May dari belakang.
"Bisa-bisanya Nay nelpon pas Ben lagi mainin dirinya!! nyebelin banget!!" kata May yang masih terlihat kesel.
"Ya udah aku mainin kamu juga deh!!! sini!" kata Ray sambil menarik Maysha naik duduk di tepi ranjang, seketika May berbalik badan...
"Ray.....sayang....Lee butuh seorang adik!" ucap May pelan sambil memainkan jarinya di dada yang suami.
"No.... May!!! Lee tidak butuh adik!! Lee dan aku hanya butuh kamu!!" ucap Ray,
dia begitu trauma dengan kejadian saat hari kelahiran sang anak, saat itu juga Ray berjanji tak akan membiarkan May hamil kembali, bayang-bayang kematian sang mama yang pernah di ceritakan oleh papanya, serta keadaan koma yang di alami May paska melahirkan membuat Ray bertekad tak akan menambah anak lagi, kalau dia bisa hidup tanpa saudara!! Lee juga harus bisa!! namun dia tak ingin menjadi seperti papa Arya yang kehilangan wanita yang di cintai nya.
"Kalau begitu tidak jadi enak-enak nya!!" ucap May sambil melepaskan diri dari suaminya.
__ADS_1
"No May!! aku sudah sangat ingin!!"
Akhirnya si murid mesum Ben itu melancarkan aksinya di siang bolong tanpa mempedulikan anak-anak yang masih di hukum oleh Ray di markas mereka, Mereka tak berpikir apakah anak-anak akan mencari mereka atau tidak,yang penting bagi Ray sekarang adalah kenikmatan yang akan di dapatkan nya bersama sang istri.
###########
"Apa? mana undangan nya?" tanya Ray ketika Lee mengatakan harus pergi ke ulang tahun temannya.
"Itu benar pa!" kata Boy yang memang tak pernah berbohong.
"Kapan ini?" tanya Ray sambil membolak-balik undangan mereka.
"Besok siang pa!'' kata Lee, Ray memandang ke arah Lee dengan penuh waspada, dia tau beribu akal otak anak jenius nya itu.
"Ayolah pa!! apa yang papa pikirkan tidak akan terjadi!!" ucap Lee seolah bisa membaca pikiran sang papa.
"Paman Jay akan ikut!" ucap Ray sambil meletakkan undangan nya di meja, senyum samar terlihat di bibir Lee, benar-benar licik seperti Beniqno dan jenius seperti Ray.
"Mari bermain paman Jay!" batin Lee dan memandang ke arah Boy sekilas.
bersambung
Ini si jenius Lee
Dan si dingin Boy.
Jangan protes ya... hehehehe....Lee masih punya darah India, jadi gak mungkin visual anak bule.... kalau Boy emang bapaknya bule...jadi visual nya bule....
Makasih
__ADS_1