
Seorang wanita tengah berada di dalam mobil hitamnya di depan gedung menjulang tinggi yaitu perusahaan besar tuan Adrian, dendam yang ada di dalam hatinya sulit dia hilangkan, kematian suami dan anaknya membuat dia menjadi wanita berhati batu!.
Sambil memandang lekat ke arah Adrian dan Ray yang baru saja turun dari mobilnya, tangannya mengepal! Beniqno yang akan dijadikan batu loncatan untuk usahanya menghancurkan Adrian malah terendus oleh Ray dan anak buahnya, apalagi dia sudah kehilangan satu pionnya yaitu assiten kepala pelayan ndi rumah Adrian.
"Kau selalu melindungi mereka asisten Ray? saat ini aku akan melenyapkan satu persatu orang-orang yang ada di sekitar mu!"
"Jalan!" perintah nya pada sang sopir.
Monica, wanita berusia tak jauh beda dengan Clarissa itu adalah wanita licik dengan segudang akal bulus, sudah hampir 6 tahun nyatanya Adrian yang notabenenya orang yang cukup berkuasa tak bisa menangkap wanita tersebut, terlalu licik dan lincah! begitulah Monica.
Monica terkenal baik hati di depan orang-orang yang akan dimanfaatkan olehnya, termasuk Beniqno yang tak bisa melihat topeng di balik wajah cantik Monica.
Berulang kali dia melakukan operasi keperawaaanan bila ingin memanfaatkan seorang pengusaha atau Lelaki baik-baik.
dan dia akan bersikap seperti jaaalang yang pintar dan menggoda bila berhadapan dengan pria yang terkenal playboy seperti Beniqno, tujuannya hanya satu! kehancuran keluarga Adrian Reksa Mahendra.
Jalan monica semakin sulit tatkala Ray, asisten cerdik dan dinginnya itu selalu ada di sampingnya si Ceo tersebut, di tambah orang-orang yang ada di sekitar Ray yang di rekrut sendiri oleh Ray. Jalan satu-satunya adalah melenyapkan orang-orang yang ada di sekitar Ray dan juga Ray sendiri.
Monica sudah merencanakan berbagai macam cara licik, dia mencari peluang siapa saja yang bisa masuk ke dalam rumah Ray, seleksi ketat! itulah yang membuat dia susah untuk masuk ke sana! sampai akhirnya dia menemukan ide gila.
Monica menelpon seseorang....
"Hallo sayang....." suaranya lembut
"ini siapa?" tanya yang di telpon.
"Sayang...kau ingin bicara dengan seseorang yang kau sayangi?"
"siapa ini?" tanyanya lagi.
"Mbaaakk?....hiks....hiks...!"
"Lerie!!" kata Maysha suster yang berada di dalam rumah Ray.
"Apa mau kamu? apa yang terjadi?" tanya May panik
Akhirnya Monica mengalihkan ke panggilan video call, di sana terlihat bu dhe nya sudah tak berdaya di sebuah kursi dengan ikatan di kaki dan tangannya, sedangkan Lerie sang adik masih terjaga!
__ADS_1
"Sayang .....apa kau ingin menukar satu nyawa dengan adikmu? atau dengan bu dhe mu? hemmm!" ucap Monica dengan nada lembut yang terdengar menyeramkan.
"Apa mau mu? aku bahkan tak punya apa-apa untuk di tukar dengan mereka!!"
"Kematian majikanmu!! bagaimana?"
"Tidak!! kau sudah gila!!" teriak Maysha.
"Ya..aku memang sudah gila!! kenapa? apa kau mau ikut gila bersamaku? hahahhahahahaa!"
"Jangan sakiti mereka!! aku mohon!!"
"Kalo begitu menurut lah! ahh....pak dhe kamu akan datang kesana dan memberikan sesuatu yang harus kamu taruh di minumannya tuan Arya atau Ray kau boleh memilihnya satu untuk di tukar dengan mereka!"
"Kakak!! jangan lakukan!! bilapun aku harus mati!! kakak tidak boleh jadi pembunuh!! kakak......jangan!" teriak Lerie.
"Diam!" teriak Monica sambil memukul Lerie sampai pingsan.
"Lerie..... aaagghhh......jangan sakiti adikku!!"
tut..... untung saja Maysha melakukan panggilan di dalam kamar mandinya hingga tak ada orang lain yang mendengar teriakkannya.
Maysha terduduk di depan kamar mandi sambil menangis sesenggukan membayangkan bagaimana nasib bu dhe dan adiknya.
Karena tak mau menaruh curiga, Monica meminta Maysha bersikap seperti biasanya, Maysha yang terlalu khawatir dengan adik dan juga bu dhe nya bersikap biasa saja di depan Ray dan papa Arya, hanya bi Asti yang merasa kalo suster May terlihat berbeda beberapa hari setelah kedatangan lelaki yang mengaku sebagai pak dhe nya yang datang untuk mengambil uang yang sengaja di minta cash oleh suster May saat gajian pada tuan Ray.
Drt.....drt....drt....
Hampir tengah malam suster May mendapatkan telepon dari ponsel adiknya, Ray tak menaruh curiga pada suster May karena suster May benar-benar berakting dengan baik karena nyawa bu dhe dan adiknya sebagai taruhannya.
Suster May langsung masuk ke dalam kamar mandi agar suaranya tak di dengar oleh semua penghuni rumah tersebut.
"Ha-hallo..!"
"Kau ingin berbicara dengan adikmu sayang?"
"Di-dimana dia!"
__ADS_1
"Mbak!!!"
"Lerie...hiks...hiks...!"
panggilan beralih ke video call.
"Mbak May!" panggil Lerie lemah...
"Aku mohon jangan apa-apa kan mereka hiks ..hiks...!"
"Baiklah sayang ....jangan menangis ya......sayang...jangan menangis" kata Monica dengan sangat lembut namun menyeramkan.
"Apa mau mu?"
"Besok pagi!! aku ingin kau menaruh racun itu pada minuman Ray dan papanya!! kamu tenang saja! bila bercampur dengan minuman maka racun itu tak akan terasa.....berikan satu botol ampul pada masing-masing minuman!"
"Mbaaaakkk jangan!! kalopun aku harus mati jangan jadi pembunuh mbak!!!" ucap Lerie yang masih bisa di dengar oleh Maysha.
"Diam kamu anak kecil sialan!!!"
plaaaakkk..... tamparan mendarat di pipi kanan Lerie.
"Jangan!!! jangan sakiti adikku!!....ya..aku...aku akan melakukannya besok!"
"Bagus sayang! tapi dengar ya....jangan coba-coba untuk menipuku!! atau kau akan menerima mayat dari mereka!!"
"Ti-tidak....aku akan melakukan nya!!"
Suster May bahkan tak bisa tidur karena memikirkan semuanya, dia duduk di tepi ranjang dengan memeluk kedua lututnya, pernah kehilangan ibunya saat melahirkan Lerie membuat Maysha tak ingin lagi kehilangan siapapun dalam hidupnya, apalagi sang ayah yang pergi tanpa kabar berita di negri sebrang sebagai TKI,melihat wajah sendu pak dhe nya kemarin membuat hati Maysha sakit seketika, apalagi membayangkan bagaimana nasib bu dhe dan Lerie adiknya.
Hampir sepertiga malam Maysha memandang 2 botol ampul racun di tangannya, sekali lagi dia menangis memikirkan rencananya besok. bagaimana pun dia menyayangi tuan Arya yang sudah seperti ayahnya sendiri, Suster May yang membuat papa Arya sembuh seperti sekarang namun demi nyawa bu dhe dan adiknya dia harus melenyapkan anak satu-satunya tuan Arya.
Suster May menghapus airmatanya, setelah memikirkan dengan matang, akhirnya suster May mengambil keputusan nya. Otaknya sudah tak bisa berpikir lebih jauh lagi, bagaimana pun hasilnya nanti itu akan menjadi resiko yang akan dia ambil! di masuk kan dua botol ampul racun tersebut ke dalam saku baju perawatnya yang tergantung di pintu.
"Ya aku harus melakukan itu!! aku harus melakukan nya!"...
bersambung....
__ADS_1
@ Siapa nih yang bakalan celaka? papa Arya atau asisten Ray?? aduuhhh deg..deg..deg an aku!!
@eiittt..... Suster May baik lhoo....dia terpaksa lho itu!! ingat terpaksa!! 😁😁