Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Musuh mulai terlihat


__ADS_3

"Bos!! tuan Beniqno ingin bertemu!" kata Mario di ambang pintu ruang Ray.


Ray hanya mengerutkan keningnya nya, dia heran kenapa Beniqno ingin menemuinya bukan langsung bertemu dengan tuan Adrian saja.


"Persilahkan dia masuk!" Ray berdiri dari kursi kebesarannya, kemudian berjalan ke depan meja kerjanya untuk menyambut Beniqno pimpinan dari Artanawa yang beberapa saat yang lalu sempat di beri pelajaran oleh Ray dan Mario.


"Selamat siang tuan Beniqno, silahkan duduk!" sapa Ray sopan.


"Selamat siang asisten Ray! begitu kan anda dipanggil?" ucap Beniqno angguh.


"Benar tuan! ada yang bisa saya bantu!"


"Ya...aku datang untuk sebuah kompensasi dari perbuatanmu asisten Ray!"


"Perbuatan yang mana tuan Beniqno? apa anda tidak salah orang!!"


"Ciihh benar kata orang!! kau sangat menyebalkan!!"


"Jangan mudah percaya pada seseorang tuan Beniqno!" ucap Ray sedikit menyindir tamunya, karena kecerobohan Beniqno dia harus berurusan dengan si Ray dan Ceo nya Adrian.


"Ya....ya...ya...kau tidak pernah tau bagaimana rasanya menikmati wanita di atas ring empuk asisten Ray! saat di atas ring kau akan melupakan segalanya! termasuk jika wanita itu ular sekali pun hahahahahah!!"


ucap Beniqno sambil meledek Ray, yang terkenal tak tersentuh wanita sedikit pun. Perbuatan Beniqno beberapa waktu yang lalu yang mengibarkan bendera peperangan pada Adrian karena hasutan seorang wanita yang berhasil memuaskan Ceo play boy kelas dewa ini.


"Karena itu seleksi dan kekuatan otak perlu tuan Beniqno!"


saut Ray yang tentunya tak mau terkalahkan akan sindiran orang yang ada di hadapannya itu.


"Kau!!!.....dasar menyebalkan!!"


"Apa yang membawa anda kemari tuan Beniqno?"


Tanya seseorang yang baru saja memasuki ruangan Ray dan langsung duduk di kursi kebesaran Ray.


Ray berdiri sejenak untuk memberi hormat pada Ceo nya tersebut, ya... Adrian yang baru saja datang setelah mendapatkan informasi dari sekertarisnya karena mencari keberadaan Ray.


"Ah... selamat siang tuan Adrian, apa kabar Anda?"


Adrian diam saja tanpa menjawab pertanyaan dari Beniqno. Karena tak mendapatkan jawaban dari Adrian, Beniqno fokus kembali ke arah Ray.

__ADS_1


"Bagaimana asisten Ray? kompensasi apa yang sedang anda pikirkan untuk ku?"


"Rasanya aku tak harus memberikan apapun pada anda tuan Beniqno!"


"Ckckck....tuan Adrian!! hukumlah asisten mu yang sudah kecolongan ini hahahahaha!!"


Ray dan Adrian saling pandang heran dengan apa yang dikatakan oleh Beniqno.


"Antoni! berikan pada mereka!"


Asisten Beniqno yang sejak tadi berdiri di belakang Beniqno maju memberikan sesuatu pada Ray, Ray dengan cepat membuka amplop yang baru saja di berikan padanya! amplop itu berisi kan foto-foto pertemuan seorang wanita ular yang di maksud tuannya dengan salah satu asisten kepala pelayan di rumah Adrian, yang mana asisten itu sama posisinya bila kepala pelayan di rumah Adrian sedang tak ada di tempat.


Ray memandang ke arah Beniqno seperti menaruh berbagai pertanyaan.


"Dia mata-mata di rumah utama!"


"Ah jangan katakan kalo istri mu sekarang sedang dalam perjalanan dari suatu tempat ke rumah besar tuan Adrian? karena itu sangat berbahaya!!" tanya Beniqno dengan tenang!.


"Ray!" suara geram dari sang majikan. Ray langsung mengambil ponsel di sakunya.


tut....tut....tut....


"Hallo!"


"Ada musuh yang mengincar nyonya besar tuan!"


"Dimana??" teriak Ray, yang mana membuat Adrian berdiri karena merasa cemas dengan sang istri.


Disisi lain...


"Aaaaaaaaaa.......... Rakaaaaaaa!!"


teriakan dari dalam mobil yang di kendarai Raka.


klakson berbunyi berkali-kali dari mobil tersebut,berharap mobil atau mengendara lain menghindari laju kencang mobil yang di bawa nya.


Sang penumpang memegang seatbelt dengan sangat kencang sambil sesekali berteriak karena ketakutan.


Laju mobil yang tak lazim menurutnya, membuat jantung nya serasa tak berada di tempatnya.

__ADS_1


Raka masih tenang di belakang kemudinya, dia mencari jalan yang tepat untuk menghentikan laju kendaraannya, rem yang sudah tak berfungsi lagi membuatnya tak bisa mengendalikan mobil yang tadinya memang berjalan lumayan kencang, tadinya dia tak ingin membawa seorang penumpang pun namun Valeria yang mendengar apa yang di bicarakan Bams dan Raka berinisiatif membantu mereka.


Mereka baru saja melakukan perjalanan ke butik baru yang berada di luar kota, saat hendak pulang Raka menyadari ada yang aneh dengan mobilnya, dan dia berdiskusi dengan Bams bagaimana cara melindungi nyonya besar karena dia yakin pasti ada orang yang mengikuti mereka, akhirnya Raka dan Bams memutuskan untuk mengecoh musuh dengan cara tetap mengendarai mobil yang di bawa dari Jakarta, namun sebelumnya Raka sudah memilih jalur yang terbilang cukup sepi, saat berdiskusi Valeria yang memang sudah ada di sana mengetahui rencana mereka dan akhirnya berpura-pura menjadi Clarissa.


Dan disinilah Valeria Sekarang!!!


"Tidak....oh Tuhan...aku masih ingin hidup!!!! Rakaaaaaa!!!!!!" teriak Valeria dan hebatnya itu tak berpengaruh pada Raka sama sekali, Raka sudah masuk ke jalur tol untuk menghindari adanya kecelakaan akibat laju kecepatan mobilnya.


drt....drt....drt....


"Hallo!"


"Raka! nyonya sudah aman!!" lapor Bams


"Bagus Bams!!".....tut... sambungan terputus, Raka memasukkan kembali ponselnya dan memandang sesekali ke arah Valeria.


"Nona lepaskan seatbelt anda!!"


"Gak!....aku gak mau!!" ucap Valeria sambil memegang seatbelt dan mengeleng-gelengkan kepalanya, dia sangat takut, pake seatbelt saja badannya masih terombang-ambing di dalam mobil, bagaimana kalo seandainya dia melepaskan nya.


"Ria!! cepat buka!!! naik ke pangkuan ku!! cepat!!!"


"Tidak!!tidak! tidak!". teriak Valeria.


Raka merasa sudah tak ada waktu lagi, area persawahan disamping jalan tol yang segera berganti jalan dengan aspal yang kalo jatuh di sana bisa dipastikan Raka akan mendapatkan luka-luka lecet di wajah imutnya.


"Ria!!!! ku mohon percaya padaku!!"


Dengan deraian airmatanya Valeria melepaskan seatbelt nya dan dengan hati-hati naik ke pangkuan Raka, Raka membuka pintu mobil setelah dia juga melepaskan seatbelt nya sendiri, kemudian membanting setir ke kiri setelah memastikan di belakang nya tak ada lagi mobil, detik kemudian Raka sudah melompat keluar dari mobil dengan Valeria berada di dekapan nya, mereka berguling di tepi jalan tol tanpa pembatas itu sampai masuk ke area persawahan.


"Nona! nona Valeria!!"


Raka coba membangunkan Valeria yang masih berada di atas tubuhnya , berulangkali dia mencoba membangunkan sepupu majikannya itu, sampai akhirnya dia menempelkan jari telunjuknya ke arah hidung Valeria.


"Shit!!! sudah gue bilang!! cewek itu menyusahkan!! kalo akhirnya jadi begini jangan sok-sok an mau jadi pahlawan!!"


omel Raka pada gadis yang sedang pingsan berada di dalam dekapannya itu, dia membopong Valeria ke tepi jalan tol dan beberapa saat kemudian Raka di jemput oleh anak buahnya dengan kotak P3K ditangannya, Raka membawa Valeria masuk ke dalam mobil dan sebelumnya menyuruh anak buahnya mengurus mobil yang sudah berhenti karena menabrak pembatas jalan sebelah kanan.


Misi menyelamatkan nyonya besar dari kecelakaan akibat pemutusan kabel rem berhasil, dan tuannya sudah mendapatkan laporan langsung dari Bams, bodyguard baru nyonya Clarissa yang berhasil membawa pulang nyonya besarnya dengan ide gila dari Raka tentu nya.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2