
Sejak di awal kehamilan, kandungan Maysha memang bermasalah, penyakit pleeklamsia yang di deritanya membuat dia tak bisa leluasa dalam menjalani kehamilan nya.Dengan berbagai cara yang tepat Maysha yang notabenenya buka dari bidang kebidanan tak begitu tau tentang kelanjutan dari penyakit kehamilan nya, setelah merasa baik-baik saja, Maysha memang tidak lagi melakukan pemeriksaan kelanjutan,dia hanya melakukan pemeriksaan kandungan biasa saja. Ray selalu menuruti apa yang menjadi keinginan Maysha, Ray merasa May lah yang menjalani nya, dan dia merasa selama May baik-baik saja dia tak ingin banyak menuntut kemauan nya pada sang istri.
Namun hal ini menjadi penyesalan yang berkepanjangan buat Ray, penjelasan dari dokter saat sang istri melahirkan benar-benar bagai pisau yang menusuk tajam ke relung hatinya, Eklamsia merupakan penyakit lanjutan pleeklamsia yang di derita oleh May! Eklamsia merupakan jenis hipertensi paling parah dalam masa kehamilan, selain tekanan darah tinggi, penyakit ini juga bisa menyebabkan May mengalami koma. seperti apa yang di alami oleh May, Ray benar-benar merasa kecolongan.
Tiba-tiba terdengar bunyi alat kesehatan yang ada di sekitar Maysha, Jay yang dari tadi menjaga nyonya besarnya agar tak menjadi korban perkelahian mereka begitu kaget, melihat alat-alat yang ada di sekitar Maysha.
"Tuan!!! nyonya tuan!!" teriak Jay pada Ray dan Johan.
"panggil dokter Jay!!!" perintah Ray sambil berdiri karena dia memang tengah tersungkur di lantai.
Belum juga Jay memanggil,dokter yang berada di depan ruangan tersebut sudah berhambur masuk dan memeriksa keadaan Maysha. Ray dan Johan serta Jay mundur beberapa langkah agar dokter bisa memeriksa May.Johan memeluk bahu Ray demi menguatkan sahabatnya.
Dokter memeriksa dengan teliti keadaan Maysha, jari jemari May di gerakkan dengan pelan dan hal itu do sadari oleh seorang suster yang berada di samping May.
"dokter!! pasien mengerakkan jarinya!" pekik seorang suster senang.
Dengan sigap dokter memeriksa kedua mata pasiennya, dengan sangat hati-hati memeriksa wanita yang di ketahui nya sebagai istri dari pemilik rumah sakit tersebut.
Setelah memeriksa, ketiga lelaki di belakang sang dokter sudah sangat tegang menantikan penjelasan tentang kesehatan Maysha.
__ADS_1
"Syukurlah!! ini berita bagus tuan Ray! pasien merespon setiap pemeriksaan yang saya lakukan dan sudah bisa dipastikan sebentar lagi pasien pasti kan bangun dari komanya!" jelas sang dokter.
"Ini benar-benar keajaiban Tuhan tuan Ray, anda sungguh sangat beruntung!!" kata si dokter melanjutkan kata-katanya.
"Dokter pasien membuka matanya!" kata Suster yang masih berada di samping Maysha, Ray segera berjalan cepat menuju tepi ranjang, dia memanggil Maysha pelan, May diam saja tanpa respon.
"Sayang..... May?!!" panggil Ray kembali.
"Nyonya? apa anda mendengar saya?" tanya sang dokter
May nampak terdiam, namun beberapa detik kemudian dia mengangguk pelan.
Kemudian dokter meneruskan pemeriksaan nya, dokter mengatakan bahwa ini benar-benar sebuah keberuntungan dan keajaiban, jarang sekali orang yang mengalaminya bisa bangun dari koma secepat ini, namun dokter terus akan memantau perkembangan kesehatan Maysha.Johan dan Jay sangat senang dengan apa yang ada di hadapannya, mereka bersyukur sekali atas apa yang telah Tuhan berikan pada May.
Berita tentang sadarnya Maysha sampai ke telinga Nayla dan mama Sita, sebenarnya mama sita ingin segera bertemu dengan Maysha,namun di urungkan karena May belum bisa merespon dengan baik kehadiran seseorang, bahkan Ray juga belum mengijinkan seseorang masuk ke dalam ruangan May.Ray masih sangat mencemaskan keadaan sang istri yang belum pulih betul.
Satu bulan telah berlalu sejak Maysha terbangun dari koma nya, dia sudah bisa merespon dengan cukup baik orang-orang yang ada di sekitarnya, Ray sudah kembali sebagai asisten sang Ceo, kehidupan yang sempat terhenti kini di jalani dengan baik oleh Ray kembali.
"Aku ingin melihat langsung anak kita sayang...!" ucap May sambil mengelus pipi lelaki yang berbaring sambil memeluk dirinya erat.
__ADS_1
"Hemmm...!" jawab Ray yang sudah sangat mengantuk.
"Sayang......kok cuma hemmm!" kata Maysha.
"Iya sayang .... cepat lah tidur,besok aku akan berbicara dengan dokter tentang kepulangan kamu dari sini." kata Ray sambil menarik sang istri lebih masuk lagi ke dalam dekapannya.Maysha hanya pasrah dengan apa yang dikatakan oleh Ray, sudah hampir 2 bulan dia melahirkan,namun belum sekalipun bertemu demgan buah hatinya, tentu saja.
"Ray??"
"Hemmm!"
"Apa kau sudah mengantuk sekali?"
"hemmm!"
"Ray.....bolehkan aku ...!" ucap May belum juga selesai sudah dipotong oleh Ray dengan kecupan kecil di bibirnya.
"Diam dan tidurlah!!"
May malah memandang dan mengelus pipi Ray dengan lembut! May merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan keluarga papa Arya, bertemu dengan Ray dan bahkan menikah dengan lelaki yang di Awalnya tak di cintainya sama sekali,namun seiring waktu May mulai mencintai Ray dan bahkan larut dalam cinta seorang Ray.sifat dingin yang di miliki Ray nyatanya bahkan menjadi kan May semakin mencintai Ray.di tambah dengan kehadiran buah hati mereka, May sangat bahagia.
__ADS_1
bersambung