Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Frela di tangani oleh dokter psikiater atas permintaan Fabri, Fabri menargetkan untuk kesembuhan mental dan fisik Ela secara bersamaan, dan kebetulan dokter yang menangani Ela memanggil dokter ahli kulit dari rumah sakit luar negri hingga Ela tak perlu sampai di pindahkan ke sana.


Ela berangsur membaik, dengan berbagai dukungan tentu nya dari teman-teman dan keluarga Fabri, Ray dan keluarganya bahkan datang memberikan dukungan pada calon menantu Kevin tersebut.


Karena Fabri ingin merawat Ela sepenuhnya, akhirnya Kevin memutuskan untuk menikahkan Ela dan Fabri secara singkat, pernikahan mereka di tercatat di catatan sipil terlebih dahulu, Kevin melakukan itu agar Ela merasa nyaman saja, karena sepengamatan Kevin, Ela merasa tak nyama dengan semua bantuan Fabri, apalagi Fabri tak membiarkan siapapun menyentuh Ela bahkan untuk urusan ke kamar mandi sekalipun.Dan tentu saja pernikahan itu di sambut gembira oleh Fabri.


"Selamat ya Ela, akhirnya kamu menikah juga'"


kata Kay memberikan selamat, hari ini Kay di perbolehkan meninggalkan rumah sakit, karena rumah sakit mereka satu lokasi, Kay meminta pada Boy untuk mengunjungi Ela terlebih dahulu, apalagi selama Ela sakit ini kali pertama Kay mengunjungi nya.


"Terimakasih Kay" kata Ela dengan sedikit tersipu malu.


"Gue sendiri dong yang masih belum menikah!"


kata Leo sambil menarik pinggang Ayana seakan memberi Ayana sinyal agar segera menyusul mereka.


"Ya nanti juga bakalan menikah!" saut Ayana


Dan di sambut cekikikan dari kedua temannya yang lain, Ayana seakan tak terpengaruh dengan pernikahan ketiga teman kekasihnya, Ayana masih bersikukuh akan menikah setelah acara wisuda mereka dan itupun tinggal beberapa bulan lagi, Fabri dan Boy sibuk dengan bayi Boy yang ada di gendongan Boy namun masih menyimak percakapan mereka.

__ADS_1


"Siapa namanya Boy?" tanya Fabri ketika melihat baby boy itu terlelap cukup nyaman di gendongan sang Daddy.


"Aldevaro Putra Emmad!" saut Boy


"Jadi di panggil baby Al? gak jadi baby Alphard?" saut Leo di akhiri dengan cekikikan nya.


"Teman lucknut loe!!" ucap Boy


Perbincangan mereka mengalir begitu seru nya, bahkan Ela sudah terlihat tak malu-malu lagi seperti beberapa waktu lalu, dia sudah merasa bisa menerima keadaannya. Apalagi dukungan dari sahabat dan keluarga Fabri sangat berguna baginya.


Meninggalkan kebahagiaan mereka, di sebuah villa, Sesil terlihat sangat senang ketika Levin datang ke sana, dia berharap bisa memohon ampun pada Levin dan bisa membiarkan dirinya bertemu dengan Papa nya. Gadis yang terlihat sekali berat badannya turun beberapa kilo ini, nampak sedang memasak untuk dirinya sendiri. Safea jarang terlihat di villa beberapa hari ini, hanya ada beberapa bodyguard suruhannya Levin yang berjaga di sana.


Selesai memasak dan makan, Sesil membuatkan kopi untuk Levin yang duduk di ruang tamu dengan ponsel di tangannya.


"Tuan, silahkan di minum kopinya" kata Sesil dengan sopan.


"Aku tidak butuh kopi!" Jawab Levin bahkan tanpa melihat tubuh kurus gadis di depannya itu.


"Tuan... A-apa aku sudah bi-bisa pulang?" tanya Sesil dengan lirih namun masih bisa di dengar oleh Levin.

__ADS_1


"Ade!!" panggil Levin pada sang asisten yang juga sekertaris nya.


"Berikan berkas-berkas itu padanya!" perintah Levin


"Baik Tuan!"


Ade memberikan berkas pada Sesil, dan meminta Sesil untuk membuka dan membacanya. Sesil membaca berkas di tangannya itu dengan seksama, ada beberapa perjanjian tertulis di sana yang harus ditepati ketika dia keluar dari villa tersebut,jika suatu hari nanti Sesil melanggar janjinya,maka dia harus bersiap untuk menjadi budak Levin seumur hidupnya,bekerja pada Levin tanpa digaji sepeserpun dan hanya akan mendapatkan kan tempat tinggal dan makan di rumah milik Levin. Sesil nampak berbinar mengetahui bahwa dia akan segera keluar dari villa tersebut dan bertemu sang Papa, walaupun perjanjian itu membuatnya rugi namun bila dia tidak melanggarnya maka perjanjian itu akan dinyatakan tidak sah.Sesil membaca kembali perjanjian tersebut, salah satunya tertera di sana bahwa dia dan ayahnya harus menjual seluruh aset perusahaan mulai dari saham perusahaan, rumah dan segala sesuatu yang mereka punya di negara ini dan kemudian tinggal di negara lain tanpa kembali lagi ke sini. Sesil merasa tak bermasalah dengan hal itu karena bagaimanapun dulu di waktu kecil dia tinggal di negara sang mama dan setelah sang Mama meninggal dunia,Papanya berinisiatif untuk kembali ke negara ini lagi dan hidup berdua dengan Sesil di sini dan saat ini perbuatan Sesil membuat dia kembali lagi ke negara mamanya.


"Baik Tuan, saya menyetujui nya!"


kata Sesil berbinar, yang ada di pikirannya saat ini adalah bertemu sang Papa.


"Baiklah Nona, silahkan tandatangani kontrak perjanjian ini!"


pinta Ade.


Dengan senang hati Sesil menandatangani perjanjian tersebut dan beberapa saat kemudian Safea dipanggil untuk mengantarkan Sesil pulang ke rumahnya,Levin pun bergegas pergi dari situ sebelum Sesil bersiap-siap,dia benar-benar sudah tak mau berurusan lagi dengan wanita tersebut,Namun untuk menjaga hubungan Leo dan Ayana Levin harus melakukan hal tegas yaitu mengusir mereka keluar dari negara ini,menurut Levin itu adalah hal yang paling efektif untuk mengusir mereka agar tak mengganggu Ayana dan juga Leo kembali.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2