Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Keromantisan suami


__ADS_3

Ray masih tidur manja di dada yang istri, dengan tangan kekar nya yang bertengger di perut Maysha.


Sedangkan May sudah berusaha keluar dari dekapan Ray, namun tetap saja tak berhasil.


"Mas....aku mau keluar! mau masak buat papa!"


"Hemmm!" Ray menyauti tapi hanya hemmm saja dan tak jua. melepaskan pelukannya di perut May.


"Maaass.....!"


"Diam May!! aku belum pake baju!!"


"Trus kenapa??" May binggung dengan jawaban Ray, suaminya.Ray mendongak melihat istrinya,dia mengamati istrinya itu dan tiba-tiba...cup...ciuman singkat mendarat di bibir sang istri.


"Aku mau lagi...!"


"Mas!!" pekik May


Namun sia-sia, Ray terus saja terlihat menuntut Maysha, dengan keahlian barunya pada akhirnya May menyerah juga dan dengan senang hati, gunung es yang sekarang lebih suka dengan kehangatan itu melancarkan aksinya, menjiilaat l, mengis*ap dan merem*as apa aja yang di jumpai oleh lidah dan tangannya dan berada di tubuh May istrinya. Hingga satu ronde yang cukup panjang terjadi lagi di pagi hari ini, begitulah Ray, yang selalu memberikan kenyamanan terlebih dahulu pada sang istri, dengan sekali permainan saja,cukup membuat May selalu berada di puncak berkali-kali dan Ray? kadang hanya sekali saja sudah cukup membuat dia puas dengan kemolekan tubuh istrinya.


Selesai pergulatan mereka, kini May terlihat keluar dari kamar,jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.


"Pagi nyonya!" sapa bi Asti


"Ehh aduh duh duh!! bibi bikin kaget aja!" kata May.


"Hehehhee bisa aja nyonya, sarapan nyonya?" tanya bi Asti


"Papa mana bi? Lerie juga?" tanya May tanpa menjawab pertanyaan bi Asti

__ADS_1


"Tuan Arya di belakang, den Lerie sama non Kila ikut tuan dokter nyonya, baru saja berangkat..tuh mobilnya aja masih mau keluar dari pekarangan katanya sore nanti mau bakar-bakaran di teras belakang!" jelas bi Asti.


Seperti biasanya setiap tahun, Ray dan kedua sahabatnya selalu berkumpul dan menggelar acara barbeque bersama, bahkan taun kemarin pun juga sama, namun tahun kemarin acara itu terjadi satu minggu sebelum May masuk ke dalam rumah besarnya Ray.


"Biar aku masak sendiri saja bi, aku ingin makan oseng sayur hari ini!" kata May dan bi Asti menyiapkan nya setelah nya pergi undur diri untuk membawakan suami dan satpam jaga di pos kopi.


"Sedang apa?" tanya Ray yang tiba-tiba memeluk May dari belakang, meletakkan dagunya di bahu sang istri, mengikuti pergerakan May yang dengan lincahnya memasak sayur yang diinginkan tadi.


"Mundur mas!" kata May, namun tak dihiraukan oleh Ray


"Aku juga mau!" katanya dengan posisi yang sama.


"Karena itu duduk lah!! aku selesaikan ini!"


Akhirnya Ray menurut,dia duduk manis dengan gadget di tangannya, mengecek semua pekerjaan nya, mulai dari pekerjaan sebagai asisten Ceo dan berlanjut ke pekerjaan sebagai pemilik beberapa rumah sakit dan taman wisata yang di pegang oleh Kevin orang kepercayaannya saat ini.


"Aaaaaa.....buka mulutnya!" pinta May, Ray hanya melihat sekilas dan kemudian membuka mulutnya.Di benar-benar fokus pada pekerjaan,hingga tanpa terasa May habis menyuapkan makanan ke mulut Ray.


"Masih lama?" tanya May


"Kenapa? tinggal sedikit!" kata Ray


"Sini...!" lanjut Ray sambil menepuk pahanya meminta May duduk di sana.


"Aku mau nemenin papa!" ucap May yang sudah duduk di paha kiri Ray.


"Papa di mana?" tanya Ray setelah menyimpan data terakhir pekerjaan nya.


"Diteras belakang! ayo ke sana! aku bikinin kopi jahe!" kata May sambil mengalungkan tangannya ke leher Ray, karena dia tau bahwa Ray sudah selesai dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"cium dulu!" kata Ray menunjukkan bibirnya.


"Iihh mas!! pasti deh!!"


"Cepet sayang....papa nungguin tuh!" alasan Ray


Kemesraan mereka memang masih terlihat kaku, bukan May namun Ray yang tak terlihat pantas berbuat hal-hal romantis, gayanya kaku dan bahkan jauh dari kata lembut, kadangkala romantis nya terlihat datar dan dingin, May awalnya tidak nyaman dan merasa Ray mengada-ada dengan sikap romantis nya, namun semakin lama dia semakin memahami sifat dan sikap suaminya.


Hal itu membuat May berpikir, mungkin dengan begini rumah tangga nya akan aman dari yang namanya pelakor, karena Ray sama sekali tak menunjukkan ketertarikan atau kepedulian pada wanita lain, selain dia dan Kila serta Kiara adik-adiknya itu. Dia masih bisa bernafas lega, tak seperti Nayla yang bercerita bahwa ternyata sang suami yaitu Beniqno adalah mantan seorang Casanova yang hampir di setiap kepergian kencan mereka di hampiri seorang wanita dengan wajah dan pakaian seksi,kadang sampai bergelayut manja di lengan sang suami.


Seperti yang terjadi saat ini, Nayla baru semalam curhat pada Maysha bahwa makan malam mereka hancur gara-gara seorang wanita datang dan tiba-tiba saja memeluk dan mencium pipi sang suami, Nayla bukan lagi gadis polos yang dulu, dia benar-benar bisa mengekspresikan rasa di dadanya, mau marah! mau senang! mau kesal pada sang suami semua diungkapkan dengan gamblang di depan Beniqno walaupun tak dipungkiri aura Ben masih membuat Nay terkadang takut.


"Hen-hentikan Ben!! aku masih marah sama kamu!!!" ucap Nayla yang mencoba memberontak dari tangan dan mulut sang suami,ya Ben bahkan tak mau masuk kantor karena mau merendam kemarahan sang istri.


"Aku sudah tobat sayang! sejak cinta sama kamu! aku sudah tidak pernah lagi tidur dengan wanita manapun!" kata-kata yang terus diucapkan oleh Ben pada sang istri.


"Canim!! jangan marah lagi! kau tau kan hukuman apa yang kau terima jika aku gemas dengan tingkah mu?"


mendengar ucapan Ben, Nay merasa seperti dia saja yang salah, padahal Nay merasa Ben lah yang salah, kenapa dia harus menjadi mantan Casanova, membayangkan Ben manis pada setiap wanita membuat Nayla kembali lagi amarah nya.


"Iihh minggir!!" kata Nayla sambil memanyunkan mulutnya.


"Ini salahmu Canim!" kata Ben karena merasa gemas dengan tingkah istri nya. Ben langsung merobek baju Nay yang sedari tadi dia tahan-tahan, acara membuat sang istri tak lagi marah hilang sudah karena tingkah istrinya yang malah membuat hasratnya naik berkali lipat.


"Ben!!!!! aku masih marah!! hentikan!!!" teriak Nay, namun bukan Ben si mantan Casanova kalo tak bisa membuat Nayla mendesah bahkan hanya dalam hitungan detik! Ben sudah tersenyum penuh kemenangan,melihat Nayla sudah terpancing gairah nya


"Aku mau 5X sampai sore Canim!" bisik Ben yang bahkan sudah tak di hiraukan Nay karena sibuk menata gairah nya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2