
Pagi ini nampak dingin menerpa tubuh Sesil, dia lupa bahwa sekarang dia sedang berada di dalam dekapan Levin tanpa sehelai benang pun, selimut nya sedikit terbuka karena gerakan nya sendiri, karena itu lah dia merasa kedinginan. Sesil nampak mengeratkan pelukannya pada tubuh Levin, hal itu membuat Levin terbangun dari tidurnya, melihat siapa yang sedang berada di pelukan nya, Levin sedikit mengembang kan senyuman nya. Levin membelai wajah Sesil dengan lembut, memindahkan anak rambut yang berserakan di wajah Sesil. Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Levin,dia akan berada di posisi ini, mencintai gadis yang di kesan pertama pertemuan mereka cukup buruk, dia adalah gadis yang terobsesi untuk mendapatkan Leo serta tega menyakiti Ayana.
takdir benar-benar berbalik saat itu,di saat Sesil ingin menyakiti Ayana ternyata Tuhan masih memberikan perlindungan kepada gadis tersebut,hingga nasib atau lebih tepatnya pembalasan buruk dilakukan oleh Levin untuk membalas dendam atas apa yang terjadi pada sepupunya Ayana, Namun hukuman yang diberikan kepada Sesil nyatanya mampu mengubah seseorang tersebut menjadi lebih baik hingga sebuah keputusan bersama atas dasar kesepakatan mereka dilakukan, Sesil dan keluarga nya harus keluar dari negaranya dan pindah ke luar negeri,bukan hanya pindah saja,namun segala aset yang ada di dalam negeri pun harus dijual oleh Papa Sesil untuk bisa mengembangkan bisnisnya di luar negeri lebih tepatnya merintis kembali perusahaannya di luar negeri.
Setelah 5 tahun berlalu nyatanya Tuhan mempertemukan mereka dengan keadaannya yang terlihat buruk kala itu, Sesil meminta untuk tinggal bersama Levin, bahkan sebagai budak nya pun Sesil tak peduli, Sesil bukanlah gadis yang bisa hidup mandiri walaupun dia sudah dalam keadaan terburuk sekalipun. kebiasaan hidup manja dan segala terpenuhi oleh sang Papa cukup mempengaruhi kehidupannya saat ini, dia tidak bisa berjuang sendiri dengan hidup di sebuah kos-kosan atau apapun itu, Akhirnya Sesil tetap datang kepada Levin dengan berbekal surat perjanjian mereka, isi surat perjanjian itu adalah apabila suatu ketika Sesil kembali lagi ke tempat ini dan mengganggu Leo maka Sesil bersedia menjadi budak Levin seumur hidupnya, dan nyatanya Sesil benar-benar memilih pilihan itu.Baginya lebih baik dia menjadi budak di rumah mewah dan tentu saja bisa tinggal di sana, makan dan minum akan terjamin.
berbekal surat perjanjian tersebut akhirnya Sesil memberanikan diri menemui Levin, Sesil hanya merasa Levin tak akan menyiksanya seperti si pemilik kedai di mana dia tinggal selama setahun setelah pengusiran nya dari rumah nya sendiri, dan benar saja, dengan bantuan Ayana, wanita yang dulu ingin dia sakiti membuat Sesil bisa di terima oleh Levin.
__ADS_1
"Bangun sayang......cup..." sebuah kecupan manis di layangkan Levin untuk membangun kan Sesil.
Beberapa hari ini Sesil kurang tidur, dia tak bisa tidur karena Levin terlalu malam pulang ke apartemen, bahkan kadang-kadang dia tak pulang, Levin sedang membantu Fabri menyelesaikan masalahnya.
"Bangun sayang......" pinta Levin lagi
Levin memang tak melakukan hal lebih selain making o*ut yang semalam Levin lakukan dengan Sesil, namun tetap saja Sesil merasa kelelahan karena Levin melakukan nya lebih dari beberapa kali, bahkan Sesil yang terus saja di buat menjerit dan mendeesaah karena pelepasan nya berulang kali.
__ADS_1
"I love you....." Bisik Levin, dan kemudian dia mengeratkan pelukannya dan mencoba mengikuti Sesil ke alam mimpi.
Braaaakkk.......suara pintu di buka dengan begitu keras,hingga membuat Levin membuka matanya seketika.
"Leviiiiiiiiiiinn"
bersambung....
__ADS_1