
Ray sudah mengepalkan tangannya dengan kuat mendengar percakapan antara tuan Adrian dan Beniqno sedangkan Beniqno sendiri sudah tersenyum licik penuh kemenangan melihat kepalan tangan Ray.
"ehem....ehem... asisten Ray bagaimana kabar gadis yang kamu gandeng kemarin? apa dia baik-baik saja? kau tidak menyakiti dia bukan?" kata Beniqno terlihat serius.
"Tenang saja tuan Beniqno dia baik-baik saja!"
"Benarkah? karena aku lihat kemarin dia sangat ketakutan! aku hanya khawatir!"
"Anda tidak perlu repot-repot mengawatirkan kekasih orang lain tuan!"
"Ha ha ha ha ha kata banyak orang, selama janur kuning belum melengkung! siapapun bisa menikung!"
Ray semakin di buat kesal oleh Beniqno, melihat wajah Ray yang menahan amarahnya menjadi kepuasan tersendiri di hati Beniqno, jujur saja selama ini Beniqno tak pernah sekalipun melihat Ray marah karena Ray begitu pandai membuat mimik wajah, dia selalu terlihat datar apapun masalah yang di hadapinya.
"Apa yang kalian bicarakan? membuat pusing saja!"
"Ray siapkan berkas untuk psikopat ini! dan kau keluar dari ruanganku jika sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan!! jangan menganggu kerja ku pengangguran!!"
"Uuh galak sekali! baiklah tuan Adrian, asisten Ray aku pergi dulu! Oh iya asisten Ray salam untuk gadis itu!" ucap Beniqno sambil mengedipkan sebelah matanya.
Akhirnya Ray memberikan berkas-berkas yang di perlukan oleh Beniqno kepada Antoni dan merekapun berlalu dari ruangan Adrian.
"Kau punya kekasih Ray?"
"ehmm itu tuan....!"
"aku senang mendengarnya, paling tidak ada batu es yang meleleh di dekatku ha ha ha ha !"
Ray undur diri dari ruangan Adrian, hari ini Ray di permainan oleh dua Lelaki bule tersebut.
*********
"Apa??? .Loe yakin Nay?" tanya May saat dia menelpon Nayla.
"Yakin banget May!! yakin 1000%! May gimana ini ntar malam dia ngajakin gue keluar!! bahkan gue udah di beri gaun buat acara ntar malam! gue mau di apain coba May??" ucap Nayla cemas.
"Tenang dong Nay!! aduuhh gimana nih Nay, gue ikutan tegang! mama? mama loe gimana? dia kan biasanya galak banget sama semua cowok yang dekat sama kamu?"
"Cihhh jangan bicarakan emak-emak matre itu! semalam aja dia udah di suap sama tuh bule gila!" ucap Nayla kesal membayangkan kejadian semalam saat Beniqno datang ke rumah nya.
__ADS_1
"Papa? gimana?"
"Sama aja!! si papa gak berani melarang gara-gara mama udah ngijinin! kamu kan tau papa takut sama si nyonya menir itu!"
"Udah pasrah aja deh Nay!" ucap May akhirnya.
"Iiihhhh gue takut May!! jangan-jangan ntar gue dimutilasi! atau gue di perkosa! terus tubuh gue di buang di tengah hutan terus gue..... aaaaaggghhhh May!!! gue beneran takut ini!!"
"Kenapa takut sayang? hemmm?aku gak akan melakukan apa yang kamu takutkan.. kecuali bagian di perkosa! aku suka penggunaan kata-kata itu!" tiba-tiba saja Beniqno sudah berada di kamar Nayla dan memeluknya dari belakang karena saat ini Nayla sedang berdiri di dekat jendela dan menelpon Maysha sahabat nya.
"Ba-bagaimana kamu ma-masuk?" tanya Nayla, sedangkan sambungan telepon masih terhubung, May mencoba mendalami situasi yang di alami sahabat nya tersebut.
"Mama kamu memberi ijin! cup....." jawab Beniqno sambil mencium leher Nayla.
"Siapa yang kamu hubungi sayang? jangan bilang kau sedang selingkuh dari ku! aku benar-benar bisa memutilasi selingkuhan mu sayang!" tanya Beniqno.
'Apa? selingkuh? memang kita pacaran apa?" batin Nayla
ya Nayla hanya bisa membatin tanpa berani berucap langsung pada Beniqno.
"Jawab sayang!" ucap Beniqno lagi sambil mengeratkan pelukannya.
"Teman di cafe Mall waktu itu?"
"I-iya dia sahabat ku!"
"Dia yang kerja di rumah asisten Ray?"
"Darimana kau tahu?" tanya Nayla yang berusaha melepas pelukan Beniqno, karena sudah melewati batas menurutnya, Beniqno tak henti-hentinya menciumi pipi dan pelipis kanan Nayla.
"Hanya tau saja! sini biarkan aku bicara padanya!" pinta Beniqno
"Jangan bergerak sayang.....aku bisa menghabisimu di sini sekarang juga!" bisik Ben sambil meraih ponsel di tangan Nayla.kemudian dia duduk di sebuah kursi di samping jendela dan menarik Nayla duduk di pangkuan nya, jujur Nayla sangat takut pada Beniqno, dari penilaian nya beberapa hari ini, Beniqno adalah orang yang cukup berkuasa dan bertindak sesuka hati. Nayla masih memikirkan keselamatan mama dan papa nya juga dirinya bila dia menolak Beniqno secara terang-terangan.
"Hallo! kau temannya Nay?"
"Eh.. i-iya tuan!"
"Beniqno! namaku Beniqno!"
__ADS_1
"iya tuan Beniqno, tolong perlakuan temanku dengan baik, dia adalah gadis yang baik!"
"Aku tau! dia meminta pendapatmu tentang aku?" tanya Beniqno.
"iya.... aku rasa dia butuh waktu untuk mencerna semuanya tuan!" ucap May berharap Beniqno tau maksud dari perkataannya.
"Apa kau tidak setuju bila dia bersama ku?"
"Asal dia bahagia bersama anda tentu aku tak mengapa, tapi tolong jangan memaksa"
"Tidak! aku tidak pernah memaksa"
'ciih tidak memaksa! tapi apa ini!! dia memperlakukan aku seperti kekasihnya saja! bahkan menembak ku saja belum!' gerutu Nayla lagi-lagi hanya di hati saja.
"Baiklah tuan, jaga Nay dengan baik!"
"Ben! panggil saja aku Ben karena kau adalah sahabat dari kekasih ku jadi jangan panggil aku dengan sebutan tuan!" minta Beniqno.
"Baiklah Ben... Beniqno!"
Dan bersamaan dengan kata yang keluar dari mulut Maysha,Ray yang dari tadi mengetuk pintu May namun tak ada sautan, langsung berinisiatif masuk saja dan dia mendengar May sedang menelpon seseorang, dan saat dia masuk kata yang di dengar Ray adalah Ben! Beniqno!.
Rasa cemburunya kembali meledak, Ray langsung mengambil paksa ponsel dari tangan May, May yang kaget hanya bisa melongo saja.
"Jangan berani menghubungi kekasih ku tuan Beniqno yang terhormat!!"
"Ha ha ha ha ha Asisten Ray...aku...."
tut.. belum juga Beniqno melanjutkan perkataannya Ray sudah mematikan sambungan teleponnya.
"Diam-diam kau berhubungan dengan nya? kau bilang akan memberikan aku kesempatan tapi kau bermain-main dengannya? apa maksud mu May? mau mempermainkan perasaan ku? jawab May? jawab!!!"
bentak Ray yang membuat Maysha kaget dan seketika meneteskan airmata nya karena tak menyangka Ray akan membentaknya tanpa mendengar penjelasan darinya.
"Kau keterlaluan May!! kau mempermainkan perasaanku! kau mempermainkan perasaanku!" ucap Ray meninggalkan kamar Maysha karena tak tahan melihat May menangis, namun hatinya cukup sakit mendengar May sedang menelpon Beniqno padahal itu hanya sebuah kesalahpahaman.
"Hiks....hiks....kenapa kau pergi....kau belum mendengar penjelasan dariku hiks...." gumam Maysha, jujur hatinya sakit saat Ray menuduh dia mempermainkan hati Ray.
ada sudut hatinya yang merasa sakit melihat Ray pergi dengan amarah di dadanya.
__ADS_1
bersambung