Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Menghilangkan jejak


__ADS_3

"Tuan Ray bikin betah juga dong!!"


"Eh......." suster May binggung dan terlihat salah tingkah.


"Hahaahhaahah" Tian malah meninggalkan suster May di dapur dengan gelak tawa yang membahana di ruangan tersebut.


" Dasar dokter gila!!"


Setelah mandi Tian berganti baju dan menuju meja makan, rumah Ray seperti rumah ke dua bagi Tian dan Johan, jadi semua keperluan mereka ada di dalam markas. Siang ini Tian menemani papa Arya makan siang dan setelah nya dia bersantai ria bersama sang papa di teras belakang.


drt....drt....drt....


nama Clara ter dapat disana....


drt....drt....drt ...


sekali lagi Tian mengabaikan panggilan telepon nya.


Tian memejamkan matanya seakan menikmati rasa sakit yang Clara berikan padanya.


ting......suara pesan masuk, karena di lihat nama "Si pedas" di layar ponselnya, dia membuka isi pesan tersebut. Isi pesan tersebut adalah foto-foto kehancuran cafe milik Clara, di bagian terakhir dari pesan tersebut bertuliskan


"Jangan coba-coba mengangkat teleponnya atau membantu dia kalo kau tak ingin aku membunuh seseorang"


Heh.....!! Tian menghembus nafasnya, dia tau Johan akan melakukan ini semuanya! namun dia diam saja, kembali melihat ponselnya dan memblokir nama Clara disana, sayangnya itu bertepatan dengan suster May yang datang mengambil minum untuk papa Arya dan terlihat jelas oleh suster May kalo Tian memblokir nama kekasihnya.." Clara my love" begitulah tertulisnya di layar ponsel Tian.


'Ehh apa dia mabuk karena putus dari nona Clara ya? waahh berita heboh nih buat nay!!....ntar aku panas-panas in dia ahh' batin suster May dengan jiwa jahilnya.


"Pa.... Tian masuk dulu ya...mau tidur!" pamit Tian, dia memang tak mau pulang ke rumah sudah bisa dipastikan kalo kakak ke tiganya pasti di rumah karena masih bertengkar dengan David kakak iparnya, dia malas jika harus di sudutkan oleh semua anggota keluarganya. dia lebih memilih untuk ke markas dan tidur disana.


**********


"Kamu butuh sopir Ria?" kata Clarissa


"Gak kak!! aku gak butuh apa-apa! aku mau ngerjain desain aku di rumah aja! biar nanti asisten aku yang ke sini!"


ya sejak kejadian tersebut, Valeria yang sejatinya ingin tinggal di apartemen nya sendiri di urung kan niatnya, karena dia tak berani naik mobil walau hanya sekedar ke apartemen, dan sekarang di tambah dia tidak pergi ke butik sama sekali.


Clarissa binggung dengan keadaan adik sepupunya itu, ide gila terlintas di kepala Clarissa.


"apa dia akan baik-baik saja nyonya?" tanya Raka yang terlihat ragu-ragu.

__ADS_1


"Udah deh kamu percaya sama aku saja! dia gak bisa terus menerus trauma kayak gini! gimana aku jelasin ke orang tuanya nanti!"


"Baiklah nyonya!" Raka akhirnya pasrah, gimana tidak membuat Raka ragu, nanti selepas menjemput sang suami, Clarissa meminta Raka membawa Valeria jalan-jalan dengan mobilnya namun sebelumnya dia kan memberikan obat tidur dengan dosis rendah pada Valeria, dan dia berharap saat di perjalanan Valeria bangun dan melihat dirinya sedang berada di dalam mobil.


Dan di siang hari ketika tuan Adrian mengajak Ray makan siang dengan klien, Raka sudah mengatakan pada Ray kalo dia butuh berdiskusi dengannya.


Setelah acara makan siang Ray membiarkan Raka masuk ke ruangan nya.


"Ada apa?"


"Boleh curhat bos?"


"Kau pikir aku ada waktu?"


"Haishhh ini penting bos?"


"Katakan!"


"Kak menurut kakak apa yang harus aku lakukan? apa aku katakan saja pad tuan Adrian ya?"


Raka mengawali ceritanya, saat curhat memang Raka akan memanggil Ray dengan sebutan kakak.


"Yang jelas!!" tegas Ray.


"Heh!!...." Ray membuang nafasnya pelan.


"Bawa Bams dan beberapa anak buahmu kalo ada apa-apa kamu bisa andalkan mereka!"


"Ciihh menyusahkan saja!! makanya aku tidak suka kerja dengan perempuan!!" keluh Raka.


Ray tau memicu adrenalin adalah kesukaan Raka, tapi berhubungan dengan wanita saat menjalankan tugasnya bukalah hal yang menyenangkan buat Raka.


"Sudah sana pergi!! besok kamu bisa libur!"


"beneran kak!! woooooow besok ada balapan kak!! aku akan datang kesana!"


"Dan jangan bikin ulah Raka!" Ray memperingatkan


"Tenang kak!! aku bisa jaga diri!"


Raka mudah terpancing emosi jika sudah berada di dalam komunitas balapnya dan sudah beberapa kali dia menyusahkan Ray, terakhir dia berurusan dengan Bams, hampir saja nyawa mereka melayang dengan satu kali tembak dari senjata api yang di bawa Bams dan untungnya Ray mengenali Bams waktu itu.

__ADS_1


Saat yang paling tidak disukai Raka akhirnya terjadi, sudah dari setengah jam lalu Valeria tertidur karena pengaruh obat tidur yang di berikan oleh Clarissa melalui teh herbal kesukaannya.


"Raka! sudah siap?"


"Baik nyonya!"


Bams yang ikut bersama Beberapa anak buahnya mengikuti kepergian Raka tanpa di ketahui sang nyonya besar,dan Clarissa juga tak menceritakan semuanya pada suaminya, tapi Clarissa seakan lupa bahwa anak buah suaminya bahkan lebih setia pada tuannya di bandingkan dengan nyonya nya, jelas Adrian tau apa yang dilakukan isterinya setelah Ray dengan pertimbangan memberitahu tuannya dan Adrian akhirnya berpura-pura tak tau menahu tentang rencana sang istri.


Raka mengendarai mobilnya keluar dari jalur kota yang padat ,dia mulai mengambil jalur pinggir kota yang terlihat agak sepi, dengan Valeria yang duduk manis sambil tertidur di samping kemudi.


Berharap Valeria bangun Raka tiba-tiba mengerem mobilnya mendadak setelah menancap gasnya.


dan benar saja, merasa terguncang ke kanan dan ke kiri Valeria mulai menggeliat dan terbangun dari tidur nya. dia belum sepenuhnya sadar dan masih mengucek matanya, sedetik kemudian....


Dia memandang Raka yang fokus pada jalanan dan memandang ke depan dan....


"Aaaaaggghhhh.... hentikan!!!! Raka!!! hentikan!!! kamu bisa menabrak!! aku tidak mau mati!!! berhenti Raka!!!"


Raka tak menggubris nya dia malah menambah kecepatan mobilnya...


"Nona lihat ke depan!! kita baik-baik saja dan aku sedang membawa nona jalan-jalan menikamati malam ini!" ucap Raka mencoba menenangkan Valeria, namun gadis itu sudah menangis sejadi-jadinya sambil menaikkan kakinya dan meringguk di kursinya.


"Nona lihat ke depan?!! ayooo.....!!" bujuk Raka


tapi Valeria tetap mengeleng kan kepalanya.


"Oohh shit!!!" umpat Raka.


"Kalo kau tidak mau melihat ke depan!! aku akan memperkosa kamu di sini!!! lihat kan jalanan sepi!!"


ancam Raka.


"Dasar anak kecil mesum!!! kurang ajar!!!" ucap Valeria sambil memukul lengan Raka karena perkataan Raka barusan.


"Lihat ke depan!! Katakan kau tidak takut naik mobil lagi!!"


"Tidak!! aku tidak takut naik mobil lagi!! hiks....hikss...aku takut Raka!!!" ucap Valeria yang sudah menangis


"Katakan kau tidak takut naik mobil!!" perintah Raka.


"aku tidak takut naik mobil...aku tidak takut naik mobil!" ucap Valeria sambil memandang ke depan, dan kemudian Raka tersenyum karena rencana nyonya besarnya sukses walaupun hanya 60% saja.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2