
"Bagaimana kalo lamarannya di batalkan saja!!"
"Tidak!!" Teriak Beniqno dan Ray bersamaan, kemudian mereka menatap tajam seseorang yang memberikan ide konyol menurut kedua lelaki yang tak mau kalah satu sama lain ini!.Tian! lagi-lagi Tian yang mengusili Ray dan kali ini tuan Beniqno juga ikutan jadi korbannya.
"Lalu mau gimana lagi? kalian tak ada yang mau mengalah!" lanjut Tian.
"Aku rasa itu ide yang bagus!" celetuk papa Roki, yang mana mereka berdua malah memandang ke arah papa Roki, walaupun tak melotot dan tak menatap tajam tapi pandangan datar dan dingin dari kedua lelaki yang di mabuk kasmaran itu mampu membuat sang calon mertua sedikit takut!.
"hei...kalian mau membuat tuan Roki jantungan!! yang sopan menatap calon mertua kalian!!" ucap Johan yang sudah yak tahan dengan situasi yang sedang terjadi saat ini.
"Gini saja tuan Beniqno!! sebaiknya kita adakan acara lamaran kali ini secara bersamaan, anggap saja kami sekeluarga dan papa Arya tentu nya sebagai papa tuan Ben juga! yang datang ke sini melamarkan anak kembarnya pada seorang gadis! bagaimana?" usul Johan.
Semuanya diam, termasuk Ray dan Ben namun suara cekikikan berasal dari mulut Nayla yang tak sadar bahwa dia jadi perhatian, dia sedikit berbisik pada May yang ada disampingnya namun naas masih terdengar beberapa orang yang ada di sana.
"Tuh kan May, tuan Johan saja beranggapan mereka kembar hi hih hi hi!" celetuk Nayla tanpa sadar tengah di perhatikan semua orang, May yang tau langsung menginjak pelan kaki Nayla.
"awwwoww sakit May!" ucap Nayla pelan.
"Diam Nay!!"
Akhirnya May mengisyaratkan bahkan sekarang mereka menjadi perhatian semua orang, menyadari itu Nayla langsung saja diam dan menegakkan cara duduknya.
Setelah melalui pertimbangan dan diskusi yang alot akhirnya lamaran pun di lakukan oleh kedua pria tersebut, Beniqno yang melamar Nayla dan Ray yang melamar Maysha.
Tukar cincin yang di di bawa masing-masing pasangan akhirnya di laksanakan,hanya acara lamaran biasa karena mereka akan mengadakan pesta pernikahan yang cukup mewah nantinya.dan masalah yang sama terulang lagi.
"Tidak aku tidak setuju!! pokoknya aku dulu yang menikah bulan depan!" kata Ray yang tiba-tiba tanggal pernikahan yang sudah di siapkan hanya berselang 1 hari dari tanggal pernikahan yang di minta Beniqno.
"Tidak bisa!! aku juga sibuk asisten Ray! aku sudah mempersiapkan semuanya dari awal!!"
"Tapi tidak bisa selang sehari begitu tuan Beniqno!! apa kau pikir orangtua mereka robot! mereka harus istirahat karena acara pernikahan kami juga tak main-main! tentu banyak orang dan kerabat yang harus di undang! selang sehari? apa kau pikir mereka tidak harus istirahat!"
__ADS_1
"Kalau begitu kau saja yang mengalah!! aku sudah mengalah perihal lamaran, sekarang mengalah saja soal tanggal pernikahan!"
"Maaf tuan Beniqno aku tidak bisa mengalah! itu adalah tanggal kelahiran dan pernikahan mamaku! jadi aku sengaja memilih nya jauh-jauh hari!"
"Aku juga tak....." kata Beniqno namun terpotong dengan ucapan Nayla.
"Sayang.....ikut aku dulu yuk..." ucap Nayla terdengar manja yang mana membuat Beniqno diam seketika, pasalnya selama ini dialah yang agresif bukan Nayla, panggilan manja Nayla membuat otak Beniqno berhenti berpikir seketika.
Ben diam saja ketika Nayla menariknya masuk ke kamar tamu, Nayla berharap dia bisa membujuk Ben untuk mengalah saja dari Ray.
"Anakmu sama persis sama kamu!" bisik papa Roki pada sang istri.
"Iyalah dia tahu kapan hari mengunakan jurus menaklukkan lelaki!" balas mama Sita dengan berbisik pula.
Di dalam kamar tamu, Nayla menatap Ben dengan lekat.
"Duduk dulu!" pinta Nayla, dan Ben menurut saja apa kata kekasihnya.Namun sebelum Nayla mengambil tempat duduk yang lain, Ben sudah menariknya agar duduk di pangkuan nya.
"Sini saja!" ucap Ben sambil memanfaatkan kesempatan, dia yang beberapa hari tak bertemu Nayla karena harus keluar kota, meluapkan rasa rindunya dengan memeluk pinggang Nayla sambil menciumi tengkuk sang kekasih.
"Aku mendengar kan kelinciku!" saut Ben.
"Aku mau pernikahan kita di adakan seminggu setelah pernikahan Maysha!"
"Tidak sayang aku tak mau kalah dari si gunung es itu!!"
"Tapi aku mau seperti itu!!! aku gak mau papa sama mama capek juga!"
"Aku akan meminta semua anak buahku untuk mengurusi semuanya jadi mama dan papa mu tak akan capek!"
"Kita menikah seminggu setelah pernikahan Maysha atau tidak sama sekali!!" ancam Nayla karena merasa tak ada jalan lain. Seketika Ben berdiri dan membuat Nayla hampir saja jatuh kalo Ben tak segera menarik pinggang nya.
__ADS_1
"Kau mengancam ku kelinci kecil!!???" ucap Ben dengan mata tajam, sebenarnya Nay takut namun dia tekan rasa takutnya agar Ben mau menuruti keinginan nya, selama ini hanya Nayla yang menurut pada Ben.
"Katakan lagi! kau mengancamku Nay?"
"Iya! aku mengancam mu!!" ucap Nayla menatap ke arah Ben, Ben tau tatapan mata Nayla yang masih terlihat takut padanya.
"ha ha ha ha ha... baiklah sayang, aku akan menuruti keinginan mu! tapi dengan satu syarat!!"
"Benarkah?? apa syarat nya?" kata Nayla berbinar.
Senyum seringai nampak di bibir seksi Beniqno, dia benar-benar seperti mendapatkan jackpot dari persyaratan yang akan di ajukan pada Nayla.
"Okey abis ini kita ke mansion ku!" kata Ben sambil berlalu dari kamar tamu tersebut, dan menemui semua orang di sana serta menyetujui pelaksanaan pernikahan mereka yang berselang satu Minggu, setelah nya Ben meminta undur diri tentunya setelah ijin membawa Nayla, dan dia memastikan Nayla akan baik-baik saja bersamanya.
Disinilah Nayla sekarang.....
"Sayang....sudah belum masaknya?" kata Ben yang memeluk manja Nayla yang sedang masak tanpa memperdulikan beberapa pelayan yang ada disana yang sedang membantu Nayla.
Ya Syarat pertama Nayla harus masak makan malam berdua mereka di mansion dan Nayla menempati nya.
Setelah acara makan malam berdua sekarang syarat kedua harus Nayla lakukan.
"Tidak!!! kamu gila ya tuan!!??" teriak Nayla di dalam kamar Ben.
"Gak!!! pokoknya aku mau!!" ucap Ben tanpa bantahan.
Dia menarik Nayla naik ke atas ranjang nya! Ben memang tak pernah bisa di bantah, hingga Nayla benar-benar merasa jengkel di buatnya. Wajah cemberut Nayla nyatanya tak membuat Beniqno surut akan niatnya, dia tetap memaksa Nayla melakukan Syarat keduanya.
'Kau harus berterimakasih padaku Maysha!!' teriak Nayla dalam hati, dia merasa Maysha punya hutang padanya karena berhasil membujuk Ben agar mau mengalah pada Ray walaupun konsekuensi nya harus Nayla tanggung.
"Sayang cepet dong!" pinta Beniqno.
__ADS_1
"Aaaarggghhh!! Beniqno gilaaa!!!!" Teriak Nayla, yang mana hanya membuat Beniqno tersenyum menang!.
bersambung......