
Lee dan Boy berjalan sedikit mengendap-endap, biarpun paman Jay pergi mereka takut anak buahnya akan tiba-tiba datang menghampiri mereka Setelah di rasa cukup aman, mereka segera naik taksi menuju ke bengkel milik Raka.Sesampainya di sana, Raka yang sekarang tak bekerja lagi sebagai sopir tuan Adrian,turun tangan menyambut anak dari kakak angkat nya itu.
"Lee.... Boy...kalian datang hanya berdua?" tanya Raka kala melihat sang keponakan datang hanya berdua bahkan memakai taksi ke bengkel yang sudah berubah menjadi perusahaan onderdil ternama.Raka tak tau dan bahkan tak berpikir bahwa Lee dan Boy berhasil mengelabui Jay dan kabur dari lelaki yang menjadi kepercayaan Ray tersebut.
"Lee boleh ambil motor trail nya om Raka?"" tanya Lee tanpa menjawab pertanyaan sang om.
"Kalian mau kemana?" tanya Raka.
"Biasa lah Om, nemeni Boy berkebun!" kata Lee yang sering kali melihat Boy berlatih dengan samurai nya dan kadangkala membabat habis beberapa pepohonan atau tanaman yang ada di hadapannya.maka Lee mengatakan kalau Boy berkebun.
"Baiklah! berhati-hatilah biar anak buah Om yang mengeluarkan motor nya! tapi ingat!! jangan jauh-jauh!" kata Raka memperingati mereka berdua.
"Siap om Raka gantengnya selangit!!!" ucap Lee sumringah.
Lee dan boy meninggalkan bengkel setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan,dengan cepat mereka mengendarai motor trail milik masing-masing menuju ke pinggiran kota,lebih tepatnya berada tak jauh dari perusahaan Om Raka nya. tempat di mana Lee dan Boy sering mengunjunginya bersama, tempat yang luas di pinggiran sebuah hutan buatan. perjalanan yang hanya ditempuh dalam waktu 15 menit itu pun membuat keduanya sangat bahagia,entah mengapa acara kabur kali ini yang melibatkan Kayra anaknya sahabat sang papa sendiri yaitu Om Johan,sangat sukses membuat mereka bahagia.
Lee mulai membongkar mesin trailnya dan sedangkan Boy mulai melatih samurai di tempat tersebut,mereka bahkan tak memikir kan bagaimana kabar Kayra setelah membantu mereka berdua kabur.
di tempat lain, tepatnya di rumah sakit tempat tujuan Jay membawa Kayra dengan cemasnya,ternyata Kayra dengan entengnya mengatakan bahwa perutnya tidak kenapa-napa,dia hanya ingin ke kamar mandi saja untuk buang air besar, hal itu membuat Jay berpikir dengan keras apa yang dibicarakan dan direncanakan oleh anak-anak.seketika Jay tersadar akan peringatan dari bos nya yaitu Ray.
__ADS_1
'Dengar Jay! aku tau anak-anak sedang merencanakan sesuatu! jadi jangan lengah!" ucap Ray kala itu.
Setelah memerintahkan anak buahnya untuk menjaga Kayra dan mengantarkan pulang gadis yang di guna Jay sebagai jalan kedua tuan mudanya melarikan diri.Jay segera melesat ke rumah di mana di adakan pesta tadi.
"Ohh Tuhan!!! bisa darah tinggi aku lama-lama kalau terus berurusan dengan dua bocah tengil itu!!!" gumam Jay sambil menambahkan kecepatan mobilnya.Tak berapa lama Jay sampai dan segera melesat masuk ke dalam pesta, sayangnya sang tuan rumah mengatakan bahwa Lee dan Boy sudah pergi dari sana, bahkan ada yang mengatakan mereka pergi menggunakan taksi online. Dengan cemas dan khawatir Jay segera menelepon anak buahnya untuk mencari keberadaan Lee dan Boy.
"Oohh Tuhan!!! darah tinggiku bisa naik gara-gara mereka!!! ini benar-benar sudah naik!!" gerutu Jay sambil memijit pangkal hidung nya. Menahan agar emosinya tidak meledak mengingat dua bocah tersebut berhasil mengelabui dirinya.
"Tunggu pembalasan paman Lee!!! Boy!!!" ucap Jay dengan geram, tentu saja dia geram,karena dia juga membayangkan bagaimana reaksi Ray bila tau anaknya yang sedang dalam pengawas Jay bisa terlepas begitu saja bahkan dengan lihainya Lee dan juga Boy membodohi Jay dengan sangat mudah, tentu saja karena bantuan si gadis imut tapi menyebalkan itu.
Akhirnya dengan pertimbangan yang cukup matang, Jay memberanikan diri menghubungi Ray dan memberi kabar tentang gagal nya dia dalam mengawasi Lee dan juga Boy.
"Tuan Ray....itu...!" entah mengapa kegagalan nya kali ini membuat Jay gugup saat berbicara dengan Ray, mungkin saja karena Ray sudah memperingatkan Jay agar tidak lengah terlebih dahulu.
"Mereka kabur?" saut Ray, dan Jay hanya diam saja.
"Carilah dengan santai saja Jay! tapi ......!" lanjut Ray
"Tapi apa tuan!!" potong Jay.
__ADS_1
"Jika dalam waktu kurang dari satu jam kamu tidak bisa menemukan mereka!! maka....!"
Jay sudah seperti seseorang yang menunggu hasil ujian, rasanya mendengar Ray mengatakan itu sudah seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja!.
"Maka penuhi permintaan Maysha untuk menikahkan kamu dengan suster Dina!!"
Jedaaaar....
Bagaimana tidak kaget,di usia Jay yang menginjak umur 35 tahun ini masih setia melajang dan tidak mau terikat dengan sebuah hubungan, suster Dina yang pernah merawat papa Arya dulu, kini kembali ke Jakarta karena suami nya meninggal.Maysha ingin sekali menjodohkan Jay dengan suster Dina,dan itu yang selalu di hindari oleh lelaki gagah tersebut.
"Tu-tuan Ray!!" ucap Jay hampir tak terdengar.
"Maka carilah Jay!! atau menikah lah!" kata Ray langsung menutup panggilan teleponnya.
"Oh Tuhan!!! aku akan buat perhitungan dengan duo tengil itu!!!"
"Leeeeee.......boooooyyy" Teriak Jay sekencangnya.
bersambung..
__ADS_1
.