Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Terpesona......


__ADS_3

Hari ini Valeria memulai aksinya untuk menaklukkan hati Ray, Ray tak pernah memberikan harapan pada Valeria. Ray tipe orang yang tidak mau berbasa-basi baginya jika dia memang tak menaruh hati pada seorang wanita dia tak akan membiarkan dirinya memberi kesempatan pada wanita tersebut, Ray takut jika dia memberi kesempatan dan ternyata hati Ray masih tak menerima, dia takut menyakiti wanita tersebut.


"Pagi Ray" sapa Valeria sesampainya di perusahaan sang kakak ipar.


"Pagi nona! apa ingin bertemu dengan tuan Adrian?"


"tidak! aku ingin ngajak kamu makan siang! bisa?"


"Maaf nona saya harus ijin tuan Adrian dulu!"


"Aku sudah ijin tadi, dia lagi ada kak Clarissa, tadi aku kesini sama kak Clarissa!"


"Baiklah, mari nona!"


Dengan senang Valeria mengikuti jalannya Ray di depan lobby Raka sudah standby di mobilnya, Ray menghubungi Raka untuk mengantarkan mereka makan siang. Sesampainya di sebuah restoran mereka memesan tempat yang nyaman di paling pojok dari restoran tersebut.


Valeria sudah sangat senang, kenal hampir 3 tahun namun baru kali ini Ray mau di ajak makan siang, dia berpikir mungkin Ray mau membuka hatinya untuk Valeria.


"Maaf bos nyari tempat parkir susah!" celetuk Raka yang ternyata diajak Ray ikut makan siang bersama.


"Tidak apa! toh kami belum memesan menu!"


"Silahkan pesan nona!"


"Bisa tidak Ray kamu panggil aku Ria saja! aku merasa risih dengan panggilan nona!"


Raka hanya diam saja, dia tau kalo Valeria tidak suka keberadaan nya di antara mereka, Valeria berpikir kalo mereka hanya akan makan siang berdua,namun ini misi Raka menjauhkan siapa saja yang membuat Ray tak nyaman,di akui Raka bahwa Valeria wanita yang baik dan santun namun bila Ray tak suka sebagai wanita yang mendekatinya maka Raka lah yang akan lebih bertindak.


"Mau pesen apa Ria?" kali ini Raka yang dengan cueknya membolak-balik buku menu di tangan nya.


Valeria seketika kaget karena panggilan itu bukan datang dari Ray melainkan sopir imut yang ada di sampingnya Ray.


"Ehmm apa aja deh!" jawab Valeria salah tingkah, takut wajah kagetnya di ketahui dua lelaki yang ada di depannya itu, wajah yang sama-sama terlihat dingin dan datar, namun wajah Raka yang membuat gagal fokus Valeria, wajah sopir kesayangan Clarissa itu terlihat imut walaupun memperlihatkan wajah datar dan dinginnya.


"bos mau makan apa?"

__ADS_1


"Seperti biasa!"


Akhirnya mereka menunggu makanan yang mereka pesan, tak ada pembicaraan sama sekali, Raka dengan santainya memainkan ponselnya, Ray pun sama dia menelpon sang papa karena tadi pagi tidak bertemu.


'Gini amat ya ingin menaklukan lelaki dingin ini!!' batin Valeria.


Valeria memanyunkan bibirnya sambil melirik ke arah Ray yang berdiri agak jauh dari tempatnya duduk karena sedang menelepon seseorang. Raka yang melihatnya hanya mengangkat ujung kanan bibirnya.


Tiba-tiba Raka berdiri dari duduknya dan membungkukkan badannya ke arah Valeria, karena tiba-tiba Valeria terlihat kaget, wajah Raka yang begitu dekat dengannya membuat jantung Valeria seakan ingin lari.


"Jangan berusaha lagi Nona! karena di aksi pertama anda dia membawa saya, itu sudah jelas kode penolakan dari bos Ray!" kata Raka di barengi dengan senyuman manisnya.


Valeria hanya diam dan mengedip-ngedipkan matanya, 'terpesona.....aku terpesona....' tiba-tiba lantunan lagu yang lagi hits akhir-akhir ini terngiang di telinga Valeria.


"Dan perlu usaha yang sedikit agak keras untuk menolak pesonaku nona!" ucapnya lagi, kata-kata itu langsung menarik Valeria kembali dari rasa terkejut dan lamunannya. Sebelum sempat Valeria menjawab kata-kata Raka, Raka sudah kembali duduk tenang di kursinya.


"Bos makanan sudah siap!" teriak Raka memanggil bos-nya.


Ray kembali ke kursi nya dan melihat Valeria sudah salah tingkah dan terlihat tidak nyaman, dia menatap ke arah Raka seakan meminta jawaban, Raka yang tau kode dari si Bos hanya menaikkan bahunya saja.


"Makan lah nona Ria!" kata Ray


Acara makan siang itu bagaikan ajang uji nyali bagi Valeria,dia benar-benar tidak menyangka bahwa Ray punya bodyguard yang lebih jeli dan sangat...ah entahlah Valeria sendiri tak bisa berkata apa-apa.


*******


"Iiihhh sebel kak!!!sebel!!!" Valeria sedang memukuli bantal yang ada dikamarnya. sedangkan Clarissa hanya diam saja duduk di sofa sambil terus memandangi adik sepupunya itu.


"Hancur sudah aksi aku kak!!! duuhhh malu aku kak!! maluuu!!"


"Kenapa musti malu? kan Ray tidak mempermalukan kamu Ria??"


"Raka!!! supir kesayangan kakak itu yang membuat aku malu kak!!! dia... aaagghhh!!" teriak Valeria menutupi wajahnya dengan bantal yang baru saja dia pukuli.


"Tapi wajah kamu merah gitu Ria!" goda Clarissa.

__ADS_1


"Gak kak!!! aku pasti bisa mengalahkan pesonanya!!! aaargghh...dia dengan PeDe nya bilang Dan perlu usaha yang sedikit agak keras untuk menolak pesonaku nona!...sebel!!!" begitulah Valeria menirukan kata-kata Raka di restoran tadi siang.


"Hahahahhahaha sepertinya kamu beneran terpesona sama dia deh!"


"Gak kak!! aku yakin aku masih cinta dengan Ray!! aku yakin....aku bakalan pikirin aksi aku selanjutnya buat meluluhkan hati Ray kak!!" ucap Valeria dengan semangat.


"Selamat berjuang deh kalo gitu!"


"Tapi ingat! Raka setiap hari juga kesini! lebih baik kamu ngumpet kalo ketemu dia...ntar kamu.. terpesona lagi....hahahahahaha" lanjut Clarissa sebelum meninggal kamar Valeria.


"Kakaaaaaaakkkk!!!"


"Tidak Ria!! fokus!!! fokus Ria!!!! fokus pada Ray!!!"


Valeria menyakinkan dirinya, Raka memang imut dan tampan, tapi bagi Valeria Ray lebih mengoda!.


Di tempat lain...


"Bos seperti nona Valeria tidak menyerah!"


"Hemmm"


"Bos gak suka sama dia? cantik gitu bos!"


"Kalo semua wanita cantik harus aku sukai, berapa banyak istri yang aku miliki nanti Raka!!"


"Hahahahahaha jangan terlalu lama menutup hati kamu bos! aku tak bisa selamanya selalu ada buat kamu bos!! nanti beneran bos bisa jatuh cinta sama aku dan sayangnya aku masih normal bos hahahhaha!"


"Sialan kamu!! sudah pulang sana!!"


"Siap bos!!!"


Akhirnya Raka meninggalkan depan rumah Ray, Ray mengembuskan nafas beratnya, dia binggung memikirkan bagaimana cara membuat Valeria tak berharap padanya karena jujur saja dia belum ada keinginan untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita, namun dia binggung bagaimana menolak Valeria tanpa menyakiti adik ipar dari tuan besar Adrian itu. Jalan satu-satunya adalah mengandalkan Raka seperti sebelum-sebelumnya, Raka lah yang menangani wanita-wanita yang mengejarnya, namun kali ini beda dia adalah orang yang dia kenal dan tentunya adik kesayangannya si nyonya besarnya.


Ray harus lebih berhati-hati dalam bertindak, walaupun sebenarnya tuan Adrian tak pernah mencampur i setiap tindakan Ray secara pribadi.

__ADS_1


Bagaimana hati Ray, apa harus dia mencoba menerima Valeria? atau menggunakan Raka seperti biasanya? hanya Ray saja yang tau tentang isi hatinya.


bersambung


__ADS_2